Rabu, 21 November 2012

Kata-kata Untuk Memotivasi Diri

Terkadang untuk mencapai tujuan hidup yang kita idam-idamkan tidak selamanya berjalan mulus, kita akan merasakan dulu pahitnya menjalani hidup ini, mungkin ditipu orang, lalu usaha bangkrut, atau usaha kalah bersaing dengan usaha sejenis (sama) muncul, sehingga membuat usaha Anda menjadi kalah, tetapi dengan adanya orang yang memberikan motivasi, kita akan sedikit lebih mudah mencapai kesuksesan yang kita impikan itu. Atau bangkit dari keterpurukan atau ke luarlah dari zona nyaman Anda bahwa penghasilan Anda belom tentu memadai untuk kehidupan Anda di masa depan.



1. “Kiat-kiat berbisnis yang aman yakni keyakinan, pikiran dan emosi, keputusan, tindakan serta hasil. Rangkaian tersebut haruslah sesuai agar hasil yang dicapai juga sesuai. Sukses dalam berbisnis adalah buah dari kerja keras dan mau belajar dari pakar yang terbaik,” --Christian Adrianto--

2. "Rahasia setiap keberhasilan selalu mantap untuk menangkap peluang ketika muncul" --Bill gates

3. Semuanya itu mungkin dengan sedikit inspirasi dan kerja keras kekayaan adalah produk dari kapasitas pemikiran manusia --Amy Rand--

4. Orang dengan ide baru adalah orang aneh sampai ide itu berhasil ---Mark Twain--

5. Jangan mencari kawan yang membuat Anda merasa nyaman, tetapi carilah kawan yang memaksa Anda terus berkembang. --Thomas J. Watson--

6. Bila Anda berpikir Anda bisa, maka Anda benar. Bila Anda berpikir Anda tidak bisa, Anda pun benar… karena itu ketika seseorang berpikir tidak bisa, maka sesungguhnya dia telah membuang kesempatan untuk menjadi bisa. -- Henry Ford--



7. Konsentrasikan pikiran Anda pada sesuatu yang Anda lakukan. Karena sinar matahari juga tidak dapat membakar sebelum difokuskan. --Alexander Graham Bell

8. Manusia dibentuk dari keyakinannya. Apa yang ia yakini, itulah dia. --Bhagavad Gita

9. Bekerja lebih keras tidak lebih efektif dari bekerja lebih pintar. --Jack Trout

10. Kebanyakan milyuner mendapat nilai B atau C di kampus. Mereka membangun kekayaan bukan dari IQ semata, melainkan kreativitas dan akal sehat. --Thomas Stanley

11. Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan.--Albert Einstein
 
12. Jika Anda dapat memimpikannya, Anda dapat melakukannya. -- Walt Disney

13. Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada indahnya mimpi-mimpi mereka. --Eleanor Roosevelt

14. Cara terbaik meramalkan masa depan Anda adalah dengan menciptakan masa depan itu sendiri. --Peter F. Drucker

15. Kita harus menjadi perubahan yang ingin kita lihat di dunia. --Mahatma Gandhi

16. Dalam setiap kisah sukses, Anda akan menemukan seseorang yang telah mengambil keputusan dengan berani. --Peter F. Drucker

17. Kesalahan terbesar adalah tidak pernah membuat keputusan. Setiap perawan tua sepakat dengan saya. --George S. Patton

18. Tidak seorang pun akan mengikuti Anda jika Anda tidak tahu kemana harus melangkah. --Jack Trout

19. Jika Anda ingin berbahagia selama satu jam, silakan tidur siang. Jika Anda ingin berbahagia selama satu hari, pergilah berpiknik. Bila Anda ingin berbahagia seminggu, pergilah berlibur. Bila Anda ingin berbahagia selama sebulan, menikahlah. Bila Anda ingin berbahagia selama setahun, warisilah kekayaan. Jika Anda ingin berbahagia seumur hidup, cintailah pekerjaan Anda.--Promod Brata

20. Orang yang paling beruntung di dunia adalah orang yang telah mengembangkan rasa syukur yang hampir konstan, dalam situasi apapun. E. Nightingale

21. Salah satu penemuan terbesar umat manusia adalah bahwa mereka bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya mereka sangka tidak bisa dilakukan.--Henry Ford



22. Apabila kita takut gagal, itu berarti kita telah membatasi kemampuan kita. --Henry Ford

23. Biasakanlah untuk berpikir bahwa sukses hanya tinggal selangkah lagi dan pasti akan diraih, niscaya masa depan yang cerah akan ada di depan Anda. --Andrew Carnegie

24. Kegagalan terbesar adalah apabila kita tidak pernah mencoba. --Robyn Allan
25. Tidak ada jaminan kesuksesan, namun tidak mencobanya adalah jaminan kegagalan.--Bill Clinton

26. Anda takkan tahu apa yang tak dapat Anda lakukan, sampai Anda mencobanya. --Henry James

27. Kegagalan hanya situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam makna positif. Ingat, Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total sebab Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia. --Eugenio Barba

28. Banyak orang yang sebenarnya sudah sangat dekat dengan sukses tapi sayangnya, mereka kemudian menyerah. --Thomas A. Edison

29. Anda harus memiliki tujuan jangka panjang agar tidak frustasi terhadap kegagalan jangka pendek. --Charles Noble

30. Standar terbaik untuk mengukur keberhasilan Anda dalam kehidupan adalah dengan menghitung jumlah orang yang telah Anda buat bahagia. --Robert J. Lumsden

31. Pepatah Cina kuno: Perjalanan sejauh 1000 mil dimulai dengan 1 langkah.

32. Anda harus tahan terhadap ulat jika ingin dapat melihat kupu-kupu. (Antoine De Saint)

33. Yang terparah dalam dunia usaha adalah keadaan tidak ada keputusan. (Napoleon).

34. ORANG YANG MENGATAKAN TIDAK PUNYA WAKTU ADALAH ORANG YANG PEMALAS.(Lichterberg)

35. SOPAN-SANTU ADALAH IBARAT MINYAK YANG MENGURANGI GESEKAN SATU DENGAN YANG LAIN. (Demokritus).

36. Keramahtamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih. -- Lao Tse

37. Kaca, porselen dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa meninggalkan bekas yang nampak.-- Benjamin Franklin

38. Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain.-- Cicero

39. Contoh yang baik adalah nasehat terbaik.-- Fuller

40. Jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti.-- John Gardne

41. Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecewaan; tetapi kalau kita sabar, kita segera akan melihat bentuk aslinya.-- Joseph Addison

42. Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain.-- William Wordsworth

43. Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.-- Bung Karno

44. Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari; dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri.-- Mary McCarthy

45. Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain daripada ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan-kepentingan yang lebih besar.-- La Roucefoucauld

46. Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. ~ Benjamin Franklin

47. Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berpikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer.-- Sydney Harris

48. Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu. ~ William Feather

49. Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda.-- Dale Carnegie

50. Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat.-- George Downing

51. Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi.-- Ernest Newman

52. Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak.-- Aldus Huxley

53. Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai.-- Schopenhauer


54. Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh.-- Andrew Jackson

55. Dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang paling baik.-- Robert Hall


56. Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri.-- Martin Vanbee

57. Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik.-- Evelyn Underhill

58. Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan.-- Johan Wolfgang Goethe

59. Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan. --Sir Francis Bacon

60. Kita berdo'a kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan saat rezeki melimpah.-- Kahlil Gibran

61. Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya; tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walaupun bagaimana besarnya.-- Jalinus At Thabib


62. Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putus-nya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menenteramkan amarah ombak dan gelombang itu. ~ Marcus Aurelius

63. Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang lain. – Thomas Hardy


64. Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya.-- Alexander Pope

65. Teman sejati adalah ia yang meraih tangan anda dan menyentuh hati anda.-- Heather Pryor


66. Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah.-- Thomas Alva Edison

67. Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan; dan saya percaya pada diri saya sendiri.-- Muhammad Ali


68. Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh.-- Confusius

69. Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum.-- Mahatma Gandhi

70. Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari.-- Bediuzzaman Said Nursi

71. Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.-- Bediuzzaman Said Nursi

72. Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg.-- Bediuzzaman Said Nursi

73. Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.-- Bediuzzaman Said Nursi

74. Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseorang yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup.-- Bediuzzaman Said Nursi

75. Pengetahuan tidaklah cukup, maka kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup, maka kita harus melakukannya.-- Johann Wolfgang von Goethe

76. Pencegahan lebih baik daripada pengobatan.-- Johann Wolfgang von Goethe

77. Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran.-- Johann Wolfgang von Goethe

78. Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang.-- Einstein

79. Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian.-- Einstein

80. Apa yang saya saksikan di alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan rendah hati.-- Einstein

81. Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri.-- Einstein

82. Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya – hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang.-- Einstein

83. Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya – langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya.-- Einstein

84. Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna.-- Einstein

85. Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung.-- Einstein

86. “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir PENJAJAH tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan BANGSA-mu sendiri.” -- Bung Karno

87. “Kebanyakan kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, Melainkan selalu menyesali apa yang belum di capai” --Schopenhauer
88. “Seseorang yang sedikit sekali belajar, ibarat Kodok yang menyangka kubangan sebagai bentangan lautan” (Pribahasa Myanamar)

89. Kamu dapat berduka, karena mawar itu berduri. Atau kamu dapat bersuka cita, karena duri itu berbunga mawar --Rakesh K. Mittal

90. Seorang pecundang tak tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah, tetapi sesumbar apa yang akan dilakukannya bila menang. Sedangkan, pemenang tidak berbicara apa yang akan dilakukannya bila ia menang, tetapi tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah -- Eric Berne

91. “Kita tidak tahu bagaimana hari esok. Yang bisa kita lakukan ialah berbuat sebaik-baiknya dan berbahagia pada hari ini” --Samuel Taylor Coleridge



92. “Karena cinta duri menjadi mawar. Karena cinta cuka menjelma anggur segar”--Jalaluddin Rumi

93. “Ucapkan apa yang telah Engkau dengar, namun Tidak semua yang Engkau dengar harus Engkau ucapkan, tapi saringlah. Lalu Katakan yang bermakna dan penting saja” (inspired by engkaudanaku)

94. Orang yang bahagia bukanlah orang pada lingkungan tertentu, melainkan orang dengan sikap-sikap tertentu. -- Hugh Downs

95. Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak, dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil konsekuensi.-- Jawaharlal Nehru

96. Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan, tetapi hebat dalam tindakan. --Confusius

97. Kesalahan terbesar yang bisa dibuat oleh manusia di dalam kehidupannya adalah terus-menerus mempunyai rasa takut bahwa mereka akan membuat kesalahan. --Elbert Hubbard

98. Tidak ada pelaut ulung yang dilahirkan dari samudera yang tenang, tapi ia akan dilahirkan dari samudera yang penuh terpaan badai, gelombang dan topan. -- D Farhan Aulawi

99. Kerja Keras, Pantang Menyerah, Menjaga Kehormatan, Rajin Membaca, Menjaga Tradisi (Jepang)

100. Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah.



Tujuan hidup: Temukanlah tujuan hidupmu, kamu akan dapat mencapai hal - hal yg luar biasa jika memilki tujuan hidup yg kuat.


Belajarlah dari sebuah kesalahan. Semakin hari bertambah ilmu.
Uang dapat dicari, tapi waktu takkan kembali

Semoga bermanfaat.

Selasa, 20 November 2012

Anugrah Allah Melalui Air Zam-Zam







Keindahan molekul air zam-zam



Jumat, 16 November 2012

Apakah Arti Sukses menurut Pendapat Anda ?

Penulis membuat status di black berry yaitu :
"Setiap hari harus selalu menuju - mendekat kesuksesan".

Ternyata ada yang bertanya dari salah satu friend BB ke penulis:
"Menurut Anda ......makna dari sukses itu apa ?"




Di internet sebenarnya banyak sekali yang menulis arti tentang sukses, seperti :

"sukses adalah mengerjakan sesuatu yang kita cintai dan mencintai sesuatu yang kita kerjakan."
Lalu diakhiri pada sebuah blog dengan tulisan : "Mari kita berlari bersama menuju kesuksesan yang membawa kita kearah kebebasan. Kebebasan menghirup udara pagi, kebebasan menikmati indahnya bumi, kebebasan tanpa kekhawatiran karena itulah arti sukses yang sesungguhnya."

Jika Anda pernah menonton film berjudul Fire Down Below yang dibintangi Steven Seagal yang berupaya agar lingkungan tidak tercemar oleh usaha minyak di lepas pantai. Itu sangat bagus, agar hewan, ternak, dan lingkungan hidup kita tidak tercemar karena dapat merusakan kehidupan.

Sementara kita hidup tentu harus mendapatkan hak untuk kehidupan yang baik sebagai warga negara, jangan sampai warga negara kita menghirup (gas) racun, rakyat dilindungi oleh negara dari usaha-usaha orang-orang yang akan merusak hasil hutan, mencajala dengan pukat harimau dilarang karena yang ikan kecil pun akan terjaring dan lain-lain. Ini menurut penulis, jika dipandang dari sisi kita sebagai manusia, bukanlah kesuksesan kita, jadi menghirup udara pagi, itu memang sudah demikian seharusnya. Dan kebebasan-kebabasan lainnya, itu adalah suatu tanggung jawab negara dan masyarakat agar udara selalu baik dan bumi selalu indah. Karena ini (bebas menghirup udara) adalah bukan definisi dari kata sukses, karena kita bisa hidup sehat itu ada hukum adalam HAM yaitu seperti di bawah ini:


Sumber Hukum

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia

Pasal 25 ayat (1) : “Setiap orang mempunyai hak atas standar hidup yang layak untuk menikmati kesehatan bagi dirinya dan keluarganya, termasuk ketercukupan pangan, pakaian, perumahan, pelayanan medis, dan pelayanan-pelayanan social lainnya yang dibutuhkan”

http://savaluna.multiply.com/journal/item/29/Argumentasi-Hukum-Tentang-Kewajiban-Negara-dalam-Hal-Pemenuhan-Standar-Udara-yang-Bersih-Bagi-Penduduknya?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem


 Jadi apa sih sebenarnya makna (arti) sukses menurut Anda ?
Yang dikaitkan sebagai diri pribadi yang kita mahkluk Allah sebagai khalifah dan sebagai bagian dari keluarga (rumah tangga) yang Anda miliki, atau mudahnya "kapan kira-kira diri Anda disebut sukses ?"

Dari gambar di bawah ini mungkin, dapat menjawab pertanyaan di atas.






INGAT : 
Kaya belum tentu sukses.Banyak orang kaya, ratusan juta punya uang, tapi utangnya juga ratusan juta, bahkan mungkin miliar rupiah. Jadi yang jelas pemasukan harus lebih besar (lebih banyak) dari pada pengeluaran. Dan income tetap mengalir ke rekening, sementara Anda tidak bekerja lagi (FREEDOM).*
* Yaitu bila Anda memiliki bisnis, bisnis Anda dikatakan sehat, jika Anda tidak menjalankan 1 tahun misalnya, tapi bisnis Anda masih berjalan dan menghasilkan. Dan yang terpenting adalah perbaiki SIKAP dan HATI, kesemuanya untuk mengharap RIDHO ilahi.


Bacalah buku-buku / e-book dari para motivator, seperti:
-Andrie Wongso:
http://www.andriewongso.com/

-Robert T. Kiyosaki:
http://www.richdad.com/Home.aspx

-Donald J. Trump:
http://www.richdad.com/Home.aspx

-Tung Desem Waringin:
http://mastermotivasi.weebly.com/tung-desem-waringin.html

Semoga bermanfaat.

Penulis,
Drs. R.Kurniawan Prihatmono

Rabu, 14 November 2012

6 Ghibah yang Diperbolehkan

Mungkin ada di antara kita yang tidak / kurang bisa membedakan mana itu ghibah atau tidak ghibah. Di sini penulis mengutip beberapa ayat sebagai referensi dan beberapa contoh kasus, agar menjadi jelas, bahwa ada hal-hal walaupun kita membicarakan orang lain, tetapi hal tersebut bukan ghibah.

Ghibah adalah menyebutkan/menceritakan aib (keburukan)* seseorang (orang lain) –yang benar- yang orang tersebut tidak suka jika disebutkan. Jika yang disebutkan itu benar, namanya ghibah, jika tidak benar namanya buht (dalam bahasa Indonesia dikenal dengan ‘fitnah’) (silakan lihat definisi ini di kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah Juz 31 hal 330). Di masa sekarang, istilah yang serupa dengan ghibah adalah gosip. Pada faktanya, semua gosip adalah ghibah karena menginformasikan aib seseorang (biasanya artis) yang tentu artis tersebut tak menyukainya.
_______
* Catatan: Bila membicarakan orang lain yang, misalnya: "Wanita si anu baru saja mengenakan jilbab." JELAS INI BUKAN GHIBAH. Mengapa ? Karena ini bukan sebuah aib/keburukan/kejelekan. Justru kita telah mengabarkan sebuah hal kebaikan untuk orang lain. Insya Allah orang yang mendengar mungkin akan ikut termotivasi mengenakan jilbab (karena tujuan mengenakan jilbab adalah menutup aurat wanita yang lebih banyak bagiannya dari pada laki-laki). Tanpa kita melihat dari sudut mana bagi si wanita ke 2 yang ikut menjadi termotivasinya sehingga memakai jilbab.

Atau contoh lain: Di masjid saat 'Idul Qurban diumumkan nama orang-orang yang berkurban sapi atau kambing, sehingga orang lain seluruh lingkungan menjadi tahu bahwa si fulan berkurban seekor hewan, lalu orang-orang di lingkungan pada membicarakan bahwa si fulan berkurban. Inipun bukan Ghibah, karena bukan membicarakan aib / keburukan. Bahkan bisa saja hal ini, akan memotivasi orang lain, untuk tahun depan ikut berkurban.

Jadiiiiiiiii: Bila ada seseorang sedang membicarakan orang lain, seharusnya kita (Anda) bisa menilai, mencermati, menghayati dan mencerna, apakah yang orang lain bicarakan kepada Anda adalah sebuah ghibah atau bukan, yaitu caranya adalah bila kalimat orang lain tersebut kita 'gulirkan' ke orang lain lagi, lalu cerita dari orang pertama bila terdengar sampai ke orang yang sedang dibicarakan (andai suatu saat) tahu, lalu orang yang dibicarakan dalam cerita tersebut akan merasa tersinggung, karena memang sebuah aib/kejelekan/keburukan, artinya ini memang sebuah ghibah. Bila tidak, artinya bukan ghibah.
_______

Secara umum, hukum ghibah adalah haram menurut kesepakatan para ulama. Sebagian ulama, misalnya Imam al-Qurthubi rahimahullah, bahkan menyatakan bahwa ghibah merupakan salah satu dosa besar (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah Juz 31 hal 332). Salah satu dalil yang menunjukkan keharaman ghibah adalah surah al-Hujuraat [49] ayat 12.
… ولا يغتب بعضكم بعضا ، أيحب أحدكم أن يأكل لحم أخيه ميتا فكرهتموه …
Artinya: “… Janganlah kalian mengghibah satu sama lain. Adakah di antara kalian yang senang memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya…” (QS. Al-Hujuraat [49]: 12)
Namun, menurut Imam Abu Zakariya Yahya ibn Syaraf an-Nawawi ad-Dimasyqi asy-Syafi’i rahimahullah dalam kitab beliau Riyadh as-Shalihin, ghibah diperbolehkan dalam 6 (enam) keadaan. Alasan beliau adalah sebagai berikut:
اعلم أن الغيبة تباح لغرض صحيح شرعي لا يمكن الوصول إليه إلا بها
Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya ghibah diperbolehkan dalam rangka mencapai tujuan yang dibenarkan oleh syara’, sedangkan tujuan tersebut tidak akan tercapai bila tanpa ghibah” (Riyadh ash-Shalihin Bab Maa Yubahu Min al-Ghibah hal 526).

6 keadaan tersebut –secara ringkas- adalah sebagai berikut:
1. Dalam hal penganiayaan. Orang yang dianiaya boleh mengadukan orang yang menganiayanya kepada penguasa atau orang yang mempunyai kekuasaan atau kemampuan untuk menyadarkan orang yang melakukan tindakan aniaya tersebut. Misalnya orang yang dianiaya itu mengatakan, “Si fulan telah menganiaya saya dengan cara demikian”.

2. Dalam hal minta tolong untuk melenyapkan kemungkaran dan untuk menegur orang yang berbuat kemaksiatan. Misalnya seseorang berkata kepada orang yang diharapkan mampu melenyapkan kemungkaran, “Si fulan berbuat begini” dan lain sebagainya dengan maksud untuk melenyapkan kemungkaran. Jika tidak bermaksud untuk melenyapkan kemungkaran maka hal itu diharamkan.
3. Dalam hal minta nasihat. Misalnya seseorang berkata kepada orang lain yang dianggap bisa memberi nasihat, “Saya dizhalimi oleh ayah, saudara, suami saya atau oleh seseorang, lantas bagaimana sebaiknya?”. Ini diperbolehkan jika memang hal tersebut diperlukan untuk mengatasi masalahnya.

4. Dalam hal memberi peringatan atau nasihat kepada kaum muslimin agar tidak terjerumus ke dalam kejahatan.

5. Menegur secara terang-terangan kepada orang yang telah menampakkan kefasikan atau perbuatan bid’ahnya, misalnya teguran kepada peminum khamr, orang yang merampas harta orang lain, orang yang menerapkan kebatilan, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, diperbolehkan menyebut keburukan seseorang yang ditampakkannya secara terang-terangan, namun tidak diperbolehkan menyebutkan aib orang tersebut yang tidak ditampakkannya.

6. Dalam hal mengenali seseorang. Misalnya ada seseorang yang dikenal dengan gelar ‘si buta’, ‘si tuli’ atau ‘si bisu’, dan lain sebagainya, maka boleh untuk menyebut orang itu dengan gelar-gelar yang telah dikenal tersebut. Namun jika bertujuan untuk mengejek atau menghina maka diharamkan. Dan, kalau bisa, gelar-gelar buruk semacam itu sebaiknya dihindari.

Menurut Imam an-Nawawi rahimahullah, ghibah pada enam keadaan di atas telah disepakati kebolehannya oleh para ulama. Ada banyak dalil yang mendukung hal ini. Salah satunya adalah hadits dari Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim rahimahumallah sebagai berikut:
أتيت النبي صلى الله عليه و سلم فقلت إن أبا الجهم و معاوية خطباني ، فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم أما معاوية فصعلوك لا مال له ، وأما أبو الجهم فلا يضع العصا عن عاتقه
Artinya: “Saya datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Sesungguhnya saya telah dilamar oleh Abu al-Jahm dan Mu’awiyah’. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Adapun Mu’awiyah maka ia adalah orang miskin yang tidak mempunyai harta kekayaan, dan adapun Abu al-Jahm maka ia tidak pernah menaruh tongkat dari bahunya (orang yang suka memukul)’.

CONTOH LAIN : (SEBUAH RENUNGAN)
MEMBICARAKAN ORANG LAIN, TAPI BUKAN GHIBAH:
Kisah Islam

Rahasia Kotak Infak
Sudah menjadi tradisi di Tanah Air kita, umumnya masjid-masjid dan mushala menyediakan kotak infak. Sebuah kotak infak berukuran besar di letakkan secara permanen di bagian yang dianggap strategis, bisa di teras sebelum pintu masuk, atau di bagian dalam langsung setelah pintu masuk.

Jika ada pengajian, kotak infak diedarkan keliling. Begitu juga waktu penyelenggaraan shalat Jumat, tidak lupa beberapa kotak infak diedarkan dari shaf depan hingga paling belakang. Biasanya jumlah infak pada hari Jumat lebih banyak dibanding dengan infak waktu pengajian.

Begitu jugalah yang terjadi pada sebuah masjid di salah satu kota/kabupaten di Jawa Tengah. Setiap selesai rangkaian ibadah Jumat, beberapa orang takmir, kadang-kadang dibantu oleh jamaah mulai membuka kotak infak dan menghitungnya. Isi kotak infak didominasi uang recehan Rp 500, Rp 1.000, dan Rp 2.000. Sesekali terdapat uang Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, dan Rp 10 ribu.

Tetapi yang menarik perhatian, pada setiap Jumat selalu ada satu lembar uang Rp 50 ribu. Lembaran uang tersebut selalu tampil sendirian, kesepian, tidak ada temannya. Berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun selalu ada uang lembaran Rp 50 ribu sendirian. Siapa dermawan itu, tak seorang pun tahu.

Sang dermawan tidak pernah sekalipun memperlihatkan uang Rp 50 ribuan tersebut, baik sengaja ataupun tidak kepada jamaah di sampingnya. Barangkali uang itu memang sudah disiapkannya sedemikian rupa dari rumah, dilipat kecil-kecil, di letakkan di kantong baju, sehingga tidak terlihat orang lain. Begitu kotak infak lewat di depannya, maka tangan kanannya langsung memasukkan uang tersebut ke dalam kotak sambil ditutup dengan tangan kirinya.

Bukan berarti menutupi tangan itu karena yang disumbangkan lebih kecil, lebih besar atau malu karena terlihat orang di sampingnya. Ia berinfak ikhlas karena Allah. Orang yang berinfak dan tidak diketahui oleh yang lain, maka dia akan mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat nanti. (Shahih Muslim No 1712).

Alhasil, selama bertahun-tahun tidak ada seorang pun yang tahu siapa dermawan itu.  Pada suatu Jumat, tiba-tiba petugas infak tak menemukan lagi uang Rp 50 ribu itu. Para penghitung saling berpandangan dan bertanya-tanya. Pada Jumat berikutnya mereka tak menemukan uang serupa. Begitu seterusnya. Para penghitung, termasuk takmir masjid jadi penasaran. Mulailah pengurus serius menyelidikinya. Akhirnya pertanyaan itu terjawab.

Pada suatu hari sehabis mengisi pengajian di masjid tersebut, saya diajak oleh pengurus masjid makan di sebuah rumah makan tidak jauh dari masjid. Sewaktu makan-makan itulah seorang pengurus menceritakan kisah uang tersebut. “Ustadz tahu, siapa dermawan itu?” tanya seorang pengurus dengan serius. Dengan antusias saya menunggu jawabannya. Pengurus itu meneruskan ucapannya: “Dermawan itu adalah Pak Haji pemilik rumah makan ini.” Saya menyelidik, “Dari mana Anda tahu?”

“Sebab, uang Rp 50 ribu itu tidak pernah ada lagi kemunculannya di kotak amal, persis dua hari setelah Pak Haji pemilik rumah makan ini meninggal dunia. Sejak itulah, uang tersebut tak pernah lagi ditemukan di kotak amal.” Semoga Allah SWT memberi ganjaran berlipat ganda akan kedermawanan dan keikhlasan Pak Haji tersebut.

Semoga bermanfaat.

Jumat, 09 November 2012

Sikap Yang Sangat Merugikan : Ghibah - Buhtan - Fitnah

GHIBAH - BUHTAN - FITNAH ADALAH PENYAKIT HATI

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berhubungan - komunikasi satu dengan yang lainnya, seperti di dalam bekerja di kantor, mungkin juga adalam berbisnis lainnya. Terkadang ada juga bisnis yang kita memiliki jaringan cukup banyak yang merupakan 1 tim jaringan. Di sinilah masalah Ghibah - Buhtan - Fitnah sangat mudah terjadi, seharusnya bisnis ini sangat baik, asalkan masing-masing kita hanya membicarakan seputar peningkatan jaringan dan peningkatan demi besarnya jaringan demi kesuksesan bersama.



INGAT: Allah memang Maha Pengampun, tapi khusus dosa Ghibah - Buhtan dan Fitnah, karena ini berkaitan dengan makhluk/manusia lain, Allah memberikan ketentuan dan persyaratan yang berlaku untuk mengampunkan permintaan dosa ini, yaitu penyebar Ghibah harus meminta maaf kepada orang yang jadi korban Ghibah-Buhtan-Fitnah.
Ini indahnya hukum bersosialisasi kemasyarakatan dalam Islam, agar masing-masing menjaga LISAN-nya.

Inilah mengapa 1600 tahun lalu, Rasululloh telah membuat ke 3 hukum di bawah ini, yaitu:

Bergunjing (ghibah) atau yang lebih dikenal sekarang dengan kata "Gosip" merupakan hal yang biasa dijaman sekarang ini, bahkan makin disemarakkan dengan acara di televisi yang dikenal dengan acara "infotainment". Di acara tersebut dapat dengan mudah kita mengetahui keburukan-keburukan orang lain, padahal banyak kerugian yang akan menimpa diri kita.

Diriwayatkan sebuah hadits dari Jabir bin Abdullah ra., bahwa Nabi saw bersabda : "Hindarilah mengunjing, karena mengunjing itu lebih berat (siksanya) dari berzina". Para Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apa alasannya mengunjing itu lebih berat dari berzina?" Nabi bersabda, "Sesungguhnya seorang lelaki yang telah berzina lalu ia mau bertobat, maka Allah akan menerima tobatnya. Tetapi orang yang mengunjing, Allah tidak akan mengampuni sebelum orang yang digunjingkannya itu mengampuninya".

Diriwayatkan pula, ada seseorang yang nanti dihari kiamat diberikan kepadanya buku catatan amalnya. Lalu dia tidak melihat didalamnya catatan amal kebaikannya, maka dia berkata, "Ya Tuhanku, dimanakah amal shalatku, puasaku dan ketaatanku?" Maka dikatakan kepadanya, "Hilang seluruh amal kebaikanmu, lantaran kamu mempergunjingkan manusia." Diberikan pula catatan amal seorang lelaki lainnya yang diterima dengan tangan kanannya. Lalu dia melihat amal-amal kebaikan yang tidak pernah dilakukannya, maka diucapkan kepadanya: "Inilah catatan amal-amal kebaikan manusia yang telah mempergunjingkanmu, sedang kamu tidak menyadarinya."

Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, "Lidah itu laksana seekor binatang buas, bila dilepaskan pasti membunuh."

DALAM HADIST DITERANGKAN:
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW  berada di majelis sahabatnya. Lalu, beliau bertanya kepada mereka:
"Tahukah kalian, apakah ghibah itu?" Mereka menjawab, "Allah SWT dan RasulNya lebih tahu." Nabi SAW berkata, "Kalian mengatakan sesuatu yang tak disukai saudara kalian." Salah seorang dari mereka bertanya, "Bagaimana menurut anda, wahai Rasulullah, jika apa yang kukatakan perihal saudaraku itu benar?" Nabi SAW menjawab, "Jika yang kamu katakan itu benar berarti kamu menggunjingnya (ghibah); jika yang kamu katakan itu tidak benar berarti kamu mengada-ada (bhutan)." (HR Muslim Tirmidzi)
Apabila seseorang mengetahui aib atau kekurangan saudaranya, baik moral maupun fisik, dan itu memang benar adanya, maka itu dinamakan menggunjing (ghibah). Orang yang melakukannya layak mendapat siksa Allah SWT. Hanya saja siksa yang lebih keras ditimpakan kepada orang yang mengada-ada (buhtan); yaitu membicarakan aib orang lain yang tak disandangnya atau membicarakan perkataan orang lain yang tak pernah dikatakannya.

Abu Darda RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa menggunjing seorang muslim dengan perkataan, sedangkan pembicaraan itu tidak sesuai dengan yang sebenarnya, Allah SWT berhak menghancurkan tubuhnya di neraka pada hari Kiamat kelak hingga perkataannya terbukti (dan pasti ini tak mungkin bisa membuktikkan)." (HR Muslim)
Rasulullah SAW menyampaikan nasihat kepada Abu Dzar Al Ghifari RA:
"Sebaiknya kamu diam! Karena diam itu dapat mengusir setan dan menolongmu atas persoalan agamamu. Katakanlah yang benar meskipun pahit dan jangan takut membela hak Allah meskipun orang lain membenci." (HR Muslim)
Di antara hadis Nabi SAW yang menyinggung persoalan ini adalah:
"Orang berakal hendaknya memerhatikan waktunya, peduli untuk memperbaiki keadaannya, dan memelihara lisannya. Siapa yang mengukur ucapan dari perbuatannya, maka bicaranya sedikit, kecuali yang diperlukan." (HR Muslim)
Ghibah tidak terbatas dengan lisan saja, namun juga bisa terjadi dengan tulisan atau isyarat seperti kedipan mata, gerakan tangan, cibiran bibir dan sebagainya. Sebab intinya adalah memberitahukan kekurangan seseorang kepada orang lain. Suatu ketika ada seorang wanita datang kepada ‘Aisyah r.a. Ketika wanita itu sudah pergi, ‘Aisyah mengisyaratkan dengan tangannya yang menunjukkan bahwa wanita itu berbadan pendek. Rasulullah saw lantas bersabda: "Engkau telah melakukan ghibah!".
Semisal dengan ini adalah gerakan memperagakan orang lain seperti menirukan cara jalan seseorang, berbicaranya dan lain-lain. Bahkan yang demikian ini lebih parah dari pada ghibah, karena di samping mengandung unsur memberitahu kekurangan orang, juga mengandung tujuan mengejek atau meremehkan. Tak kalah meluasnya adalah ghibah dengan media masa baik media cetak atau yang dipertontonkan dalam televise, karena tulisan adalah lisan kedua. Media massa sudah tidak segan dan malu-malu membuka aib seseorang yang paling rahasia sekali pun. Yang terjadi kemudian, sensor perasaan malu masyarakat menurun sampai pada tingkat yang paling rendah. Aib tidak lagi dirasakan sebagai aib yang seharusnya ditutupi, perbuatan dosa menjadi makanan sehari-hari.

Macam dan Bentuk Ghibah
Ghibah mempunyai berbagai macam dan bentuk, yang paling buruk adalah ghibah yang disertai dengan riya’ seperti mengatakan: "Saya berlindung kepada Allah dari perbuatan yang tidak tahu malu semacam ini, semoga Allah menjagaku dari perbuatan itu." Padahal maksudnya mengungkapkan ketidaksenangannya kepada orang lain, namun ia menggunakan ungkapan doa untuk mengutarakan maksudnya.
Bahaya Ghibah
Letak parahnya perbuatan ghibah dapat dilihat dari dua sisi:  
Pertama, ghibah (menggunjing) berkaitan dengan hak hamba, dosanya lebih berbahaya karena kezalimannya merembet kepada manusia.
Kedua, ghibah merupakan maksiat yang dikerjakan dengan ringan oleh kebanyakan manusia kecuali orang yang dirahmati Allah. Dan sesuatu yang ringan yang biasa dikerjakan manusia biasanya dianggap sepele, padahal dosanya sangat besar di sisi Allah SWT.

Kafarat Dosa Ghibah (Menggunjing)
Jika seseorang terjerumus ke dalam perbuatan ghibah (menggunjing) hendaknya ia menyesali perbuatannya, meninggalkannya, bertekad tidak akan mengulanginya, memohon ampun kepada Allah, dan bertaubat kepada-Nya. Dan pintu Taubat senantiasa terbuka bagi orang yang berdosa lalu menyesalinya. Hanya saja, dosa menggunjing ada kaitan dengan makhluk. Sedangkan di antara syarat taubat yang memiliki sangkutan hak adami adalah dengan meminta kehalalan dan maafnya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ
"Barangsiapa yang pernah menzalimi saudaranya dari kehormatan atau sesuatu (miliknya) hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman itu pada hari ini, sebelum datang hari kiamat yang saat itu tidak ada manfaatnya lagi dinar dan dirham, jika ia mempunyai amal shalih maka akan diambil sekadar dengan kezalimannya, dan jika tidak memiliki kebaikan maka keburukan saudaranya akan diambil dan dibebankan kepadanya." (HR. Al-Bukhari dan lainnya)
Maka seseorang yang sudah menggunjing saudara muslim lainnya, dan sudah menyebar serta sampai pada orang yang digunjingnya, hendaknya ia datang kepada saudaranya tersebut, mengakui kesalahannya, dan meminta maaf kepadanya. Kecuali jika khawatir keterusterangannya tersebut menimbulkan kerusakan yang lebih besar, maka ia cukup memintakan ampun dan mendoakan kebaikan untuknya, memujinya dan menyanjung akhlak baik yang ada padanya. Hal ini juga berlaku jika isi ghibahnya belum sampai kepada orang yang digunjing, maka tidak perlu memberi tahukan kepadanya, karena bisa menjadikan ia marah dan rusak hubungan persaudaraan.

CARA YANG PALING AMPUH SAAT INI KARENA SIFAT DAN KARAKTER MANUSIA YANG CENDERUNG SANGAT SUKAR DIBUAT MENGERTI:
Apa yang seharusnya kita lakukan saat menghadapi orang yang suka mulai mengghibah:
a. Suruhlah langsung untuk menghentikan (stop) pembicaraannya orang lain yang tidak berhubungan dengan peningkatan bisnis atau untuk kesuksesan. Karena Rosul menyuruh LEBIH BAIK DIAM.
b. Minta agar dialihkan pembicaraan ke topik lainnya, seperti : "Adakah hal atau topik lain yang kita bicarakan selain ngomongin seseorang ?" Bila sudah tidak ada, segera selesaikan urusan lainnya yang berhubungan dengan bisnis.
c. Bila masih tidak mau diam juga orang yang melakukan Ghibah ini, cara yang paling ampuh adalah, segera Anda telpon orang yang sedang dighibah, lalu jelaskan bahwa ada yang sedang membicarakan Anda, agar orang yang mengghibah ini benar-benar berhenti. DIJAMIN.

Dengan cara seperti ini, akan memberikan shock terapi terhadap si pengghibah. Ini lebih baik dilakukan, dari pada TIDAK BERUSAHA UNTUK MENGHENTIKAN YANG SULIT DIHENTIKAN.

Lebih baik dilakukan cara poin c, dari pada Anda mendengar Ghibah pun bisa jadi, karena hadistnya:: "Tetapi orang yang mengunjing, Allah tidak akan mengampuni sebelum orang yang digunjingkannya itu mengampuninya". Bisa saja bila orang yang digunjingkan tidak memaafkan, maka dosa gunjingan ini tidak akan diampuni Allah. Demikian Hadist yang diriwayatkan Jabir bin Abdullah ra.

MANA YANG ANDA PILIH ? 
1. Tetap mendengarkan ghibah, yang bisa jadi dosa ghibah Anda ber 2 dapatkan. Bisnis jalan, karena seolah-olah Anda dinilai menjadi teman "baik", bagi si penggibah ?


2. Atau melakukan poin c, bisnis dan hubungan jelas akan sedikit 'terganggu', tapi membuat efek jera kepada PENGGIBAH. Tapi dosa ghibah tidak terjadi.

Semua kembali kepada diri kita masing-masing, mana yang lebih baik bagi diri Anda di akhirat.

Semoga bermanfaat demi menjaga lisan dan hati.


Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono

Kiat-kiat untuk menghindari dari perbuatan ghibah
Untuk mengobati kebiasaan ghibah yang merupakan penyakit yang sulit dideteksi dan sulit diobati ini, ada beberapa kiat yang bisa kita lakukan.
Pertama, Selalu mengingat bahwa perbuatan ghibah adalah penyebab kemarahan dan kemurkaan Allah serta turunnya adzab dariNya.
Kedua, Bahwasannya timbangan kebaikan pelaku ghibah akan pindah kepada orang yang akan digunjingkannya. Jika ia tidak mempunyai kebaikan sama sekali, maka diambilkan dari timbangan kejahatan orang yang digunjingkannya dan ditambahkan kepada timbangan kejahatannya. Jika mengingat hal ini selalu, niscaya seseorang akan berpikir seribu kali untuk melakukan perbuatan ghibah.
Ketiga, Hendaknya orang yang melakukan ghibah mengingat dulu aib dirinya sendiri dan segera berusaha memperbaikinya. Dengan demikian akan timbul perasaan malu pada diri sendiri bila membuka aib orang lain, sementara dirinya sendiri masih mempunyai aib.
Keempat, Jika aib orang yang hendak digunjingkan tidak ada pada dirinya sendiri, hendaknya ia segera bersyukur kepada Allah karena Dia telah menghindarkannya dari aib tersebut, bukannya malah mengotori dirinya dengan aib yang lebih besar yang berupa perbuatan ghibah.
Kelima, Selalu ingat bila ia membicarakan saudaranya, maka ia seperti orang yang makan bangkai saudaranya sendiri, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT: "Dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang telah mati?" (Al-Hujuraat : 12).
Keenam, Hukumnya wajib mengingatkan orang yang sedang melakukan ghibah, bahwa perbuatan tersebut hukumnya haram dan dimurkai Allah.
Ketujuh, Selalu mengingat ayat-ayat dan hadits-hadits yang melarang ghibah dan selalu menjaga lisan agar tidak terjadi ghibah.
Semoga kita termasuk hamba yang selalu memelihara lidah dan perkataan dari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji yang hanya menjauhkan kita dari Ridla-Nya dan mendekatkan pada siksa-Nya. Akhirnya marilah kita berdo’a semoga kita diberikan petunjuk bahwa yang benar itu benar dan diberikan kekuatan untuk melaksanakannya. Dan diberikan petunjuk bahwa yang bathil itu bathil dan diberikan kekuatan untuk menjauhinya. Amin.

http://www.nuansaislam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=312:ghibah&catid=96:ensiklopedi-islam&Itemid=347