Minggu, 24 Maret 2013

APA PERBEDAAN AUTIS DAN DOWN SYNDROME (DS) ? KELAHIRAN DS TAHUN 2012-2013 SANGAT MENINGKAT.


Ada 6 faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia yaitu:
  1. Udara
  2.  Air
  3.  Makanan dan Minuman
  4.  Keseimbangan Emosi
  5. Olah Raga yang teratur
  6. Istirahat yang cukup
Ada 5 Sumber Utama Racun / Toksin yang dapat mengganggu kesehatan manusia yaitu:
  1. Udara yang tercemar / Polusi Udara (asap mobil dan motor dan pabrik, debu, co2, mercury, dll)
  2. Air yang tercemar Bahan Kimia (kaporit, dll)
  3. Buah-buahan dan sayur-sayuran yang diimpor mengandung bahan beracun (pestisida, zat lilin, dll)
  4. Obat-obatan, bahan pengawet dan zat pewarna makanan.
  5. Daging hewan yang di cemari dengan zat kimia (formalin, Suntik Hormon, dll)
Dan banyak penjelasan di media televisi bahwa makanan di luaran sana banyak sekali mengandung kimia, seperti: formalin, boraks, pengawet, perasa, belum lagi pestisida anti hama untuk menyemprot padi di sawah-sawah yang akhirnya setelah menjadi beras (nasi) selalu kita makan setiap hari di rumah. Makanan kaleng yang sudah kadaluarsa untuk membuat lumpia (dari acara Reportase Investigasi), ayam negeri yang agar bisa diberi hormon pertumbuhan sehingga dalam 40 hari atau 2 bulan sudah bisa dipotong di rumah makan tenda hingga makanan ayam cepat saji, yang ditandai dengan terlihat ciri fisik pada ayam yaitu bulunya masih sangat jarang di tubuh ayam tersebut dan masih banyak lagi, yang kesemua itu terakumulasi di tubuh kita. Pasti sedikit banyak akan mempengaruhi kelainan kelahiran bayi-bayi yang terlahir di tahun-tahun belakangan ini. 

Bila beberapa tahun lalu per 1000 jumlah kelahiran, maka lahir 1 anak yang mengalami kelambatan perkembanganya organ tubuh dan fisik tampak luar yang tebal-tebal. Padahal orang tua mereka bisa jadi tidak DS. Dari seminar-seminar kesehatan yang penulis ikuti di berbagai seminar kesehatan oleh beberapa staf medis dan dokter di beberapa tempat, telah terjadi peningkatan di 2012 - 2013, yang semakin banyak yaitu per 500 sd 1000 kelahiran bisa jadi 1 anak.

Mungkin beberapa situs di bawah ini bisa Anda baca untuk menambah wawasan tentang autis dan DS dan mengapa hal ini bisa terjadi.

Apa sih Autisme ? 
Autisme bukanlah sebuah penyakit karena bukan disebabkan oleh virus atau kuman, autisme adalah suatu gangguan perkembangan, jadi tidak dapat diobati.

Dalam dunia medis dikenal dengan istilah autisme invantil kemudian diperpendek menjadi autisme, kemudian diperpendek lagi oleh awan menjadi autis. Istilah yang lain dari autis juga disebut spectrum disorder karena spektrumnya luas. artinya spektrumnya luas maka gejalanya sangat variatif. Antara lain hiperaktif, dan hipoaktif, tingkah laku anak yang suka menyerang, ada yang suka menyakiti diri sendiri, ada yang pintar, ada yang bodoh.

Autisme bukan karena adanya kelainan kromosom, namun dikarenakan adanya kelemahan genetik. Dan ditunjang oleh paparan negatif dari lingkungan. Namun pada beberapa kasus autis disebabkan adanya predisposisi yang diturunkan oleh ayah dan ibu secara bersama-sama, bukan oleh salah satunya tetapi kedua-duanya.



Otak adalah organ yang mempunyai ‘kelainan’, sehingga perintahnya tidak direspon tubuh dengan baik, namun penelitian mutakhir menyatakan bahwa tubuh anak juga mempunyai sesuatu kelainan yang akhirnya mempengaruhi kerja otak. Untuk kasus ini maka penanganannya adalah tubuh yang harus di obati terlebih dahulu sehingga otak akan sembuh dan dengan demikian autisme bisa diperbaiki.


Deteksi dini

Jika saat hamil sang ibu menderita campak, herpes ataupun rubella, apalagi jika penyakit itu diderita saat tri semester pertama, maka saat anaknya lahir harus diwaspadai bisa jadi sang anak bisa terpengaruh perkembangan otaknya yang akan berimbas kepada autisme.

Pada sebagian kasus autisme terdeteksi pada usia 1,5 sampai usia dua tahun, saat hamil, proses kelahiran serta perkembangannya normal, namun kemudian terjadi kemunduran. Misalnya, sudah bisa berbicara tapi sekarang tidak bisa lagi, atau tiba-tiba sekarang menjadi hyper.

Ciri fisik yang bisa diamati adalah anak terlihat tidak responsif, tatap matanya sejak kecil tidak ada. Tidak merespons candaan ibu alias cuek, dan tidak berusaha mencari suara ibu saat dipanggil.

Bagaimana terapi untuk penyandang autis ?

Terapi untuk anak autis ada dua macam, yaitu terapi dari luar tubuh dan terapi dari dalam. Terapi dilakukan harus dengan intensif, komprehensif, dan beraneka macam.

Terapi dari luar dilakukan dengan :

Pertama, bagi anak yang tidak bisa berbicara maka harus mendapatkan terapi bicara terlebih dahulu.

Kedua, terapi okupasi atau terapi untuk merangsang dan melenturkan otot-otot halus. Pada umumnya anak autis ototnya sangat kuat namun kaku, saat ia memukul sesuatu dengan sangat keras, namun disaat memegang pensil tanganya menjadi tidak bertenaga atau lemas, seolah tak ada tenaga sama sekali.

Ketiga, terapi perilaku. Jadi perilaku yang tidak wajar dihilangkan, diganti dengan perilaku yang wajar.

Keempat, terapi integrasi sensoris. Terapi ini diperuntukkan bagi keseimbangannya tidak bagus atau panca inderanya ada gangguan.

Sedangkan terapi dari dalam tubuh dapat dilakukan dengan pemeriksaan kondisi kesehatan.

Pada umumnya anak autis mempunyai alergi terhadap makanan dan biasanya dari beberapa jenis makanan. Maka langkahnya adalah dengan menyembuhkan alergi tersebut, baru kemudian diterapi.

Ada juga anak yang pencernaannya mengalami gangguan berupa intensitas buang air besar yang sangat jarang, dan biasanya baunya luar biasa. Bisa jadi di organ pencernaan anak itu banyak jamur dan kumannya.

Atau bisa jadi anak keracunan logam berat, sehingga perlu di lakukan tindakan detoksi dan dikeluarkan logam beratnya terlebih dahulu.

Terapi tidak harus ditangani oleh ahli, terapi bisa dilakukan oleh keluarga dirumah dengan syarat dilakukan dengan disiplin, tegas, kontinyu dan konsisten. Sebab bisa jadi orang tua dicuekin. Namun saat dibawa ke tempat terapi sang anak akan jadi penurut kepada guru atau terapisnya.

Alasan lain adalah faktor tingginya biaya yang menjadi kendala. Dibeberapa tempat biaya terapi dihitung perjam, harganya berfariasi antara Rp. 50.000 hingga ratusan ribu. Belum lagi jika harus membayar untuk obat-obatan yang dibutuhkan.

Gejalanya adalah gangguan perkembangan yang menyangkut perkembangan komunikasi dua arah, kemudian interaksi sosial yang timbal balik, dan perilaku, lebih gampangnya disebut lambat bicara.

Perbedaan antara anak autisme dan tidak adalah jikalau anak terlambat bicara saja maka dia akan berusaha komunikasi dengan bahasa tarzan. Bisa jadi anak tersebut mengalami keterlambatan komunikasi verbal. Tapi secara non verbal anak akan berusaha komunikasi dengan mimik muka, dan dengan gerak gerik. Sedangkan anak autisme tidak demikian.

Tahun 1987 rasio jumlah autisme adalah 1: 5.000, namun tahun 2007 lalu di AS menurut laporan Center for Disease Control memiliki rasio autisme 1:150 (di antara 150 anak, ada satu anak autisme). Sedangkan di Inggris disebutkan rasionya yaitu 1:100.

Untuk Indonesia belum diketahui secara pasti angkanya.


Perbedaan antara down syndrome dan autisme

Down syndrome itu disebabkan oleh adanya kelainan kromosom. Pada saat pembuahan ada kromosom yang menyimpang. Seharusnya kromosom ibu terbelah menjadi dua, dan kromosom ayah juga terbelah menjadi dua juga, lalu kemudian masing-masing kromosom saling menempel seperti di nomor 1, 2, 3, dan seterusnya. Namun karena ada satu kromosom yang ‘nakal’, kromosom bukannya menempel di kromosomnya sendiri, di nomornya sendiri, tapi dia menyeleweng menempel di kromosom lain, maka terjadi kelainan yang disertai dengan retardasi mental. Jadi IQ-nya kurang.

Down Syndrome itu ciri fisiknya disebut Mongoloid, karena wajahnya seperti orang Mongol. Matanya miring ke atas, hidungnya pesek, dan sebagainya. Semua orang didunia ini jikalau sudah terkena down syndrome maka bentuk fisik wajahnya akan mempunyai kesamaan.


Penyebab autisme

Menurut Melly Budhiman, Ketua Yayasan Autisme Indonesia (YAI) autisme diebabkan oleh beberapa hal, antara lain.

Racun-racun kimia. yang terdapat di makanan. Saat ini banyak disinyalir adanya pengawet, perasa, pewarna makanan, itu semua racun kimia.

Selain itu, di rumah kita memakai penyemprot pembasmi nyamuk. Kalau obat itu bisa membunuh nyamuk, maka berarti juga racun buat manusia.

Polusi udara adalah penyebab autisme juga . Konon udara kita khususnya di Jakarta adalah menyadang predikat terpolusi nomor tiga di dunia di bawah Cina dan India.

Tanpa sadar anak-anak kita menghirup udara yang mengandung logam berat, misalnya mercury, cadmium, plumbum (timah hitam). 


Cara mencegah kelahiran DS dari beberapa sumber: 
Down syndrome sebenarnya bisa dideteksi sejak dalam kandungan. Dengan begitu, orang tua bisa memutuskan akan meneruskan kehamilan atau tidak. Berikut cara mendeteksi down syndrome dengan beberapa pemeriksaan yaitu :
1. SKRINING, yaitu pemeriksaan awal dengan cara mengetahui riwayat dari keluaarga.
2. USG (ultrasonografi), yaitu dokter bisa mendeteksi secara dini kemungkinan down syndrome pada janin.
3. BIOKIMIA, pemeriksaan ini akan dilakukan bila telah dicurigai adanya kelainan pada janin.
4. ANALISIS KROMOSOM, dengan cara ini akan diketahui jumlah dan struktur kromosom janin sehingga kelainan jumlah kromosom dapat dideteksi sebelum bayi lahir.

http://kprihatmono.blogspot.com/2012/10/kromosom-ke-21-bercabang-3-penyebab.html?m=1 TETAPI.......bagaimana bila TELAH LAHIR ???

Orang tua manapun ingin agar anaknya lahir sempurna tanpa suatu kelainan apapun. Tapi kenyataan lain bisa saja mungkin terjadi akibat pola makan dan zat kimia yang telah kami uraikan di atas.
Bila Anda memiliki bayi yang telah diketahui dan oleh pihak rumah sakit dinyatakan DS, dan bisa jadi dokter menyatakan tidak bisa mengobati (karena ini memang bukan penyakit infeksi: penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan virus, bakteri, kuman dan jamur). Hubungi kami sesegera mungkin untuk diterapi. Kami menggunakan metoda terapi energy nur ilahi dan zikir + cloning, khusus untuk Down Syndrome (DS).

Semakin lama (semakin ditunda), semakin mengeras (menguat) kromoson dan gen si bayi, akan semakin sukar ditangani untuk tumbuh kembang bayi Anda. Sebisa mungkin semasih usia 0 tahun. Insya Allah membantu untuk anak Anda menjadi berubah (kromosom nya dan tumbuh kembangnya).


Silakan konsultasi dan terapi dengan cara Kloning Terapi dengan kami:
http://kprihatmono.blogspot.com/2014/05/kami-mendapat-kabar-gembira-tentang.html

Terapilah anak DS Anda saat usia masih dini  (baru 1 bulan atau 2 bulan):
http://kprihatmono.blogspot.com/2015/01/mulailah-terapi-ds-sedini-mungkin-saat.html

http://kprihatmono.blogspot.com/2015/01/mulailah-terapi-ds-sedini-mungkin-saat.html

BUKTI  PERTEMANAN ANTAR ORANG TUA PASIEN 
Banyak tulisan di internet yang menjelaskan tentang DS, mulai dari definisi kromosom pada trisomi 21, penemu DS, ciri dan segala macam gejala anak DS, dan lain-lain teori dan segala macam buku yang merujuk tentang DS sebagai literatur, tapi jarang ditemukan di sana diberitakan kesaksian dan kisah nyata dan izin pertemanan (bbm atau whatsapp) antara pasien baru kepada para orang tua pasien lama yang anaknya telah sangat membaik atau telah sekolah di sekolah reguler seperti yang kami tawarkan kepada Anda sebagai bukti terapi kami.


Semoga tulisan ini bermanfaat untuk buah hati Anda.

Drs. R. Kurniawan Prihatmono
081386837511
(Harap sms terlebih dahulu).