Kamis, 07 September 2017

Hak Anak Dari Orang Tuanya

Kita hidup di dunia ini diperintahkan Allah untuk melangsungkan hidup sebagai khalifah (pemimpin) minimal bagi keluarga masing-masing. Selain bersama istri tercinta, tentulah pada akhirnya mendambakan lahirnya anak merupakan salah satunya kebahagiaan tersendiri, tentunya yang sehat, yang sempurna semua kondisi fungsi-fungsi organnya sebaik mungkin menjadi yang sangat diinginkan siapapun kita sebagai orang tuanya.

Mulailah dari masing-masing calon mempelai mencari pasangan hidup yang (ter) baik bagi dirinya, mungkin parasnya, lalu kemapanannya dan lain-lain kriteria, seperti seiman dan lain-lain. Lalu menikah, hingga akhirnya bayi itu lahir: kewajiban orang tua menurut Islam setelah bayi lahir ada 5: Mendo'akan bayi, adzankan, Aqiqah, memberi nama yang baik, memberi nafkah halal. Dan yang lebih jauh lagi sebagai orang tua haruslah juga mengerti link berikut : http://baperlitbang.kendalkab.go.id/info-terkini/87-konvensi-hak-hak-anak-kha.html

Namun terkadang, para orang tua bahkan mungkin saat ini di 2016 - 2017 dengan banyaknya lahir bayi kelainan genetik di berbagai propinsi di Indonesia, yang sangat meningkat di berbagai rumah sakit, banyak membuat para orang tua syok dan stress akan kesehatan dan masa depan bayi mereka baik saat masih dalam kandungan (bila sempat mengetahui sudah akan terlahir DS = Down Syndrome) ataupun baru tahu sejak baru lahir, ataupun baru mengetahui tapi sudah beberapa bulan kemudian, yang berdampak pada asi (air susu ibu) ibunya yang makin sedikit bahkan tak jarang berhenti total saking syoknya. Bahkan dari para orang tua pasien yang melahirkan bayi DS beberapa tahun belakangan ini justru perbandingannya lebih banyak pasangan pengantin baru usia antara 22 tahun sampai dengan 34 tahun yang melahirkan bayi DS daripada wanita usia 38 tahun ke atas.

Mari kita bahas satu per satu. Awal sekali Bapak / Ibu harus tahu ciri-ciri bayi DS silakan baca darri artikel berikut : http://kprihatmono.blogspot.co.id/2016/02/kprihatmonoblogspotcoid-mencapai-5.html

Selanjutnya Bapak  / Ibu selain mengetahui ciri penampilan luarnya yang DS, lalu harus tahu organ-organ dalam penyertaannya, yaitu kondisi adakah jantung bocor di usia 1 bulan sebaiknya sudah echo jantung (paling terlambat sebaiknya usia 2 bulan) agar kita bisa perbaiki fisioterapi metode kami yang sampai ke perbaikan wajah agar kantung mata menipis, mata agar lebih besar (tidak sipit) perbaikan kondisi jantung agar kuat dan lain-lain.
Selanjutnya periksalah hormon tiroid, dengan mengetahui hormon ini maka hingga metabolisme sudah ada gambaran ada masalah atau tidaknya. Langkah-langkah apa perbaikannya: sudah penulis jabarkan di http://kprihatmono.blogspot.co.id/2017/03/kprihatmonoblogspotcoid-mencapai-6.html

Banyak sekali orang tua yang bertanya ke penulis tentang bayi DS.Yang masih dalam kandungan bertanya:
1. Pak bolehkah digugurkan saat telah diketahui masih dalam kandungan ?

Yang rata-rata wajahnya sangat kental dengan ciri kembar 1000 DS
2. Pak bagaimana memperbaiki wajahnya karena saya tidak mau anak saya dibully saat sekolah nantinya ? (karena kawatir akan tidak mau sekolah lagi kalau seandainya dibully)
3. Bagaimana membuat wajahnya agar jauh darri kembar 1000 DS ?
4. Pak apakah anak saya  akan bisa masuk PAUD, SD biasa dan SMP biasa SMA biasa ?
5. Pak bagaimana kesehatan dan masa depannya ?
6. Pak benarkah anak DS tidak ditanya dosanya  ?
7. Pak katanya orang tua yang melahirkan anak DS maka orang tuanya langsung masuk surga (kalau meninggal nantinya) ?

Dan banyak lagi pertanyaan lain, sehububungan dengan Judul artikel ini maka Penulis batasi hanya pertanyaan-pertanyaan di atas.


Dewasa ini dengan perkembangan ilmu kedokteran, prediksi bayi dalam kandungan di usia belasan minggu apakah mengalami kelainan genetik bisa saja sudah bisa diketahui, seperti bayi akan diketahui terlahir akan Down Syndrome. Ada 2 dampakpertanyaan atas ini: dilahirkankah atau digugurkankah ?

Bahwa dengan memiliki anak (DS) ini maka benarkah sudah dipastikan orang tuanya akan masuk surga (jika meninggal) kelak ?

Allhamdulillah banyak hasil fisioterapi metode dan cara yang kami lakukan (dengan seizin Allah) atas adanya kemampuan khusus yang tidak dimiliki fisioterapis di luaran terutama untuk bisa membuat anak DS menjadi:
- lebih aktif (semula pada saat lahirnya cenderung diam, pasif, tatapan datar tanpa ekspresi) termasuk kaki, tangan, ekspresi wajah, fokus tatapan
- lebih cerdas (kebanyakan di luaran yang terjadi) para orang tua menginfokan (sambil betanya ke penulis) kurang cerdas ya anak ini ? Alhamdulillah rata-rata bayi-bayi yang kami fisioterapi tidak demikian seperti yang bapak/ibu lihat akan hasilnya.

HASIL CTSCAN OTAK FULL
Bahkan ada salah satu orang tua pasien yang bayinya lahir premature 7 bulanan dengan berat hanya 1,950- kg kami fisiioterapi sejak usia  bulan dan telah melakukan CTSCAN otak anaknya (saat usia 19 bulan) dan sudah bisa jalan dan wajah sudah baik, tumbuh kembangnya baik aktif dan cerdas sejak usia 18 bulan dan alhamdulillah hasil warna otaknya full putih (putih penuh, tidak ada ringga-rongga abu-abu / gelap) hingga dokter ahli syaraf di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan yang melihat hasilnya sampai heran dan kagum dengan hasil otak yang seperti ini (dari hasil fisioterapi kami), inilah yang merupakan salah satu hasilnya fisioterapinya. Alhamdulillah semua ini karena izin Allah dan atas ke-Maha Kuasaan Allah SWT yang fisioterapi kami selain juga otot, terapi ke otak disertai do'a dan dzikir kepada Allah: apa saja yang diperbaiki.
-penampilan luar yang semula tebal-tebal di kantung mata ada caranya agar menipis sehingga jauh dari ciei wajah DS (hanya saja perlu kerajinan dan kesabaran tinggi)
-penampilan luar yang semua mata sipit di matanya ada caranya agar mata lebih lebar (hanya saja butuh kerajinan dan kesabaran)
-suara nangis yang cenderung tercekat-cekat / terputus-putus bahkan kadang tidak ada nangisnya di beberapa bulan awal hidup setelah lahir akibat tenggorokan dan kerongkongan sempit yang menurut medis dikatakan congenital (bawaan lahir), yang kalau bawaan lahir lalu maka tidak ada solusinya ? Janganlah hanya ditunggu saja sehingga nanti akan membesar sendiri, akan cukup lama bahkan bisa jadi sampai usia 1 tahun jalur ini masih belum besar-besar juga, sehingga minum air putih di masa MPASI tidak bisa, inilah juga yang kami fisioterapi supaya lebih lebar jalurnnya sehingga nanti dibuktikan suara nangisnya akan lepas panjang (insya Allah)....INGAT: kalau bawaan lahir,  bukan berarti tidak ada solusinya..percaya atas Ke Maaha Kuasaan Allah : kun faya  kun, syaraf-syaraf yang belum berfungsi (belum aktif), belum aktif dan belum sinkron ke banyak organ tubuh akan diaktifkan
-gelambir di leher depan dan  belakang juga ada caranya agar menipis
dan seterusnya dan kita lakukan latihan-latihan yang akan kami jelaskan setiap akan masuk fase perkembangan  mental bayi.

Setelah semua  ini dibereskan termasuk jantung bocor (jika ada), kelainan tiroid (jika ada), atresia ani (tidak ada anus) semua juga melalui medis harus dilalui tentunya, dan di masa MPASI juga lakukan konsultasi gizi, barulah anak akan maksimal dengan Wajah yang baik sebelum usia 1 tahun*
*) Wajah hanya bisa diperbaiki sebelum mencapai usia 1 tahun, dan butuh waktu 6 bulan lamanya khusus untuk memperbaiki wajah.

KABAR GEMBIRA ANAK HASIL FISIOTERAPI KAMI MASUK PAUD
Siapa yang tidak senang bila anak ini tidak dikenali lagi oleh pihak sekolah dengan wajah sudah jauh dari wajah kembar 1000 dan sudah aktif, ekspresi bagus, kecerdasan sudah baik selayaknya anak seusianya (maaf: tidak lagi berwajah melongo / datar yang seperti banyak ditulis di internet), tentunya merupakan kebahagiaan tersendiri bagi orang tuanya.  
Pasti semua orang tua yang telah melahirkan anak ini akan bahagia pada akhirnya (yang kebanyakan menurut hasil adalah karena spontan dan bukan karena faktor keturunan). Demikianlah banyak orang tua di berbagai propinsi menginfokan ke Penulis bahwa akhirnya anaknya diterima di PAUD atau Pra TK biasa / Umum.

Dan sambungan dari kisah nyata link berikut, pada foto screen shoot berikut adalah percakapan Penulis di Agustus yang baru lalu dengan Pak S yang dari Subang yang (saat ini tinggal di Bekasi) anaknya H akhirnya Juli 2017 yang baru lalu usia 4 tahun sudah masuk PAUD: http://kprihatmono.blogspot.co.id/2015/07/melalui-terapi-dzikir-dan-doa-akhirnya.html

Dari percakapan berikut ini membuktikan dan sudah beberapa orang tua yang Pak S anaknya H sudah bersedia untuk sharing dan membolehkan komunikasi kami untuk saya sisipkan pada artikel Penulis kali ini.
'

Anak Pak D di Malang,  yang juga telah memasukkan anaknya sejak usia 2 tahun di PAUD (Juli 2016) dan  karena sudah aktif, berwajah baik dan sudah bisa jalan dengan baik bahkan manjat tangga di dalam rumah pun sudah bisa. Sedangkan dialog WA berikut ini adalah Agustus 2017 ini adalah anaknya sudah usia 3 tahun. Kami mengunjungi dan memfisioterapi anak Pak D ini di  Malang ini  sejak 2015, silakan dibaca kunjungan kami ke Jawa Timur : http://kprihatmono.blogspot.co.id/2015/08/kunjungan-terapi-bayi-ds-ke-jombang.html



Terhadap 7 pertanyaan di atas sekaligus penjabaran hasil fisioterapi kami bahwa anak ini akhirnya bisa cerdas dan sekolah di sekolah biasa, maka:

PERTAMA
Dari otak bayi ini kita fisioterapi sampai sebaik dan secerdas mungkinterbaik yang Allah berikan tanpa kita membatasinya, karena prasangka (pembatasan adalah bisa menjadi do'a), jadi janganlah memblok Ke Maha Kuasaan Allah. Lalu juga otot-ototnya sehingga otak lebih cerdas, cerdas gerak dan kemampuan dan tumbuh kembangnya jadi bagus. Yang kondisi / kategori Parah (pada definisi kami) sekalipun asalkan otaknya bisa berfungsi baik (dalam artian tidak terkena virus /bakteri / penciutan otak)  dan dengan mengikuti fisioterapi kami secara baik, rajin dan sabar, lalu perkembangan sekolah lalu anak ini insya Allah nantinya akan bisa diajarkan ilmu-ilmu apapun layaknya anak biasa, bisa diajarkan ilmu-ilmu agama maka artinya si anak akan faham dan bisa sekolah dam hidup dengan baik --> maka harapam masa depan menuju Mandiri Yang Sejahtera sebagai anak biasa lainnya akan lebih punya harapan besar. Maka jika bapak/ibu merawat dengan baik di sepanjang hidup usia sekolahnya  dan menunaikan kewajiban sebagai orang tua yang mendidik anak dengan baik secara agama dan jika anak ini masuk surga kelak, insya Allah orang tuanya yang telah berusaha keras ini diartiknya masuk surga Nya Allah kelak oleh anaknya ini, misalkan diajarkan seperti anak-anaknya yang lain juga ilmu agama, diajarkan sholat, dan ibadah-ibadah lainnya sehingga jadi anak sholeh setelah aqil baligh dan dewasanya.

Kedua
Kecuali bayi DS ini lahir dan sebelum mencapai usia aqil baligh (maka hukumnya sama dengan anak normal lainnya dalam Islam) yang meninggal sebelum mencapai usia aqil baligh padahal orang tuanya telah mengusakan dan melakukan kewajibannya, sudah berikhtiar (bukannya pasrah tanpa usaha apalagi membiarkannya) dengan pengobatan dan fisioterapi yang baik dan benar, lalu si anak sakut (bukannya sengaja menggugurkannya bayi DS ini tanpa sebab misalkan perdarahan yang banyak saat usia kandungan dan diberi tahu dokter dengan obatpun tidak tertolong perdarahan waktu hamil, maka bila tidak ada sebab yang jelas hanya positif DS saja) janganlah digugurkan setelah mengeyahui DS di usia kehamilan setelah bayi ditiupkan ruh (setelah bernyawa). jika meninggal wajar setelah diusahakan dengan baik, insya Allah bayi / anak ini kelak di akhirat akan menarik orang tuanya masuk ke surga-Nya Allah.

Tapi bila sengaja menggugurkan bayi ini (padahal sudah ditiupkan ruh) misalkan baru diketahui usia lebih dari 120 hari dalam kandungan, lalu mengetahui dengan kemajuan ilmu saat ini, lalu digugurkan, padahal bayi ini tidak ada hak kematiannya, bayi ini memiliki hak hidup. Bisa jadi orang tua yang telah menggugurkan bayi ini sana juga telah membunuh bayi ini, maka bisa saja bayi ini di akhirat kelak akan memintakan kepada Allah agar meminta dimasukkan saja orang tuanya ke dalam neraka. Wallahu a'lam. Kecuali secara medis misalkan ibu saat hamil mengalami perdarahan (bahkan sampai beberapa minggu) dan dokter telah mengupayakan dengan obat dan lain-lain, tapi kemudian sangat tidak baik untuk janin, ini barulah lain perkara, maka tentulah dokter akan menyarankan bahaya jika janin dilanjutkan untuk diteruskan.
http://www.warisdankeluarga.com/2011/01/janin-usia-120-hari-saat-ruh-ditiupkan.html
https://www.hidayatullah.com/konsultasi/fikih-kontemporer/read/2010/01/29/5355/menggugurkan-janin-sebelum-peniupan-roh-haram.html

Padahal kondisi organ-organnya masih Allah sempurnakan kondisinya hingga usia 8 atau 9 bulan kehamilan dan kalaupun memang DS insya Allah masih sangat busa dimaksimalkan dengan banyak bukti hasil-hasil terapi kami. (di internetpun juga banyak yang bisa masuk universitas).

Jadilah orang tua yang ikhlas menerima atas kelahirannya, pasti ada hikmah kelahirannya dan berjuang semangat demi sang buah hati, membesarkannya dengan fisioterapi kami (0 tahun mulailah) dan mendidiknya sebaik mungkin sehingga kelak anak ini tidak hanya menjadi anak yang hanya "mandiri" saja dalam artian hanya bisa jalan dan melayani diri sendiri (seperti hanya makan minum mandi berpakaian dan lainnya untuk diri sendiri saja, ini sangat masih kurang sekali tentunya bagi si anak kelak), tapi haruslah diupayakan lebih jauh dari itu yaitu menjadi anak Mandiri yang Sejahtera dan jadi anak yang pintar, sholeh / sholehah, sehingga bisa hidup si anak setelah sepeninggal kedua orang tuanya kelak (setelah orang tuanya menunaikan kewajiban kita selaku orang tua terhadap anak) yang sudah baik, pintar (bisa bekerja atau bisa saja membuka usaha sendiri) kelak insya Allah di akhirat akan menarik orang tuanya ke surga-Nya Allah SWT. Aamiin ya rabbal alamin.

Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
HP 081386837511
(Harap SMS terlebih dahulu)
Hanya bagi yang serius memiliki bayi DS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar