Sabtu, 20 Agustus 2022

Diberi Nama Dzikir Dengan Metode Latihan Fisik & Treatment Usap Area Wajah & Urut Otot-Sendi dan Ucapan Terima Kasih dari Banyak Propinsi

Ada orang tua pasien kami yang bayinya Down Syndrome yang bertanya (dengan maksud mengapa nama kami pakai nama dzikir) kenapa gak pakai nama yang tidak "berbau" agama ?

Sekaligus pertanyaan di atas (mewakili) mungkin di luaran sana ada juga orang tua pemilik bayi Down Syndrome yang tergabung dalam grup anak/bayi Down Syndrome mempertanyakan hal yang sama.

Jawaban kami:

1. Kami (saya & istri adalah orang Islam) jadi dalam hidup kami, tentu kami ingin agar para orang tua pasien bayi Down Syndrome saat mentreatment bayinya, apakah itu saat mengusap, saat mengurut akan lebih baik dibarengi dengan dzikir (sholawat), dzikir itu mengingat Allah dengan berdo'a, dan dzikir itu juga do'a. Masak iya saat sedang memperbaiki fisik tubuh yang mengalami kelainan yang sedang diperbaiki tidak mau pakai do'a ? Selain itu kami juga da'wah, sepatutnya sesama saudara se-agama agar ada kerajinan berdzikir (minimal sebelum dilakukan perbaikan fisiknya), semoga ada manfaat di akhirat kelak.

Metode kami termasuk latihan fisik, urut - otot dan kemampuan gerak. Karena memperbaiki fisik tubuh, tentu alangkah bagusnya kalau memperbaiki fisik (juga perbaikan fungsi anggota tubuh, jari-jemari, otot-otot dan sendi-sendi, maka hendaknya memakai do'a (bagi agama non Islam, kami persilakan berdoa menurut agamanya masing-masing), semoga hasilnya baik dan diridhoi Allah Pencipta Sel-sel Miliaran tubuh manusia. Bahkan pada metode kami sampai kepada memperbaiki ciri-ciri fisik Down Syndrome di leher, tengkuk dan wajah serta mengejar segala keterlambatannya dan diupayakan mencegah terjadinya kelainan fisik baru.


2. Dzikir itu artinya menyebut, mengingat atau do'a. Kita sejak :  

2a. Ibu kita mendo'akan sejak masih dalam kandungan

2b. Sejak kita baru lahir didzikirkan dan dido'akan

2c. Setelah usia masuk sekolah, saat (akan berangkat) sekolah kita berdo'a dan didoakan orang tua kita

2d. Saat akan berangkat kerja kita berdo'a dan didoakan orang tua kita

2e. Saat akan menikah kita berdo'a dan didoakan orang tua kita, bahkan sungkem di kaki orang tua kita bermohon doa dan restu

2f. Saat kita sakit, misalkan mau dioperasi juga berdo'a dan didoakan orang tua dan teman/sahabat

2g. Saat dokter akan membedah kita, beliau juga berdo'a lebih dulu

2h. Pada kasus leukimia, saat berobat kemoterapi ataupun transfusi darah, juga hendaknya kita berdzikir (berdoa) dan juga didoakan orang tua kita (bayi DS juga banyak yang mengalami leukimia)

2i. Saat kita menikah lalu akan "program bayi baru" kita (suami-istri) juga berdo'a

2j. Saat beli rumah dan selamatan menghuni rumah baru kita berdo'a juga

2k. Saat kita naik pesawat terbang, lalu dikabarkan pesawat kita (misal) jatuh di laut, maka pastilah sanak family kita mendzikirkan & mendo'akan agar diselamatkan Allah

2l. Saat kita meninggal, pasti didzikirkan (dan juga didoakan) agar Allah berikan ampunan kepada kita.  masih banyak lagi semua hal di kehidupan kita pasti banyak pakai dzikir (sejak dalam "pembuatan kita" hingga kita meninggal, semua pakai dzikir dan do'a untuk mengawalinya ataupun saat masih dalam prosesnya, apa tujuannya ?

Agar semoga lancar selamat dan berhasil dengan baik dan semoga Allah SWT ridhoi atas upaya yang sedang kita lakukan, agar dijauhi dari penyakit, mara bahaya dan kecelakaan dan apa-apa yang sedang diikhtiarkan perbaikannya.

Jadi kami juga ingin agar para orang tua pemilik bayi Down Syndrome (terlebih yang umat Islam) agar memperbanyak berdzikir, dan ada juga di sebelum ataupun saat bayinya pegang langsung agar para orang tua dalam hidupnya terbiasa dengan dzikir. 

Dan tidak bisa dibantah bahwa rata-rata orang tua yang baru melahirkan bayi Down Syndrome (mereka ratusan orang tua bercerita ke kami) katanya : serasa langit itu runtuh, rasanya dada dihimpit batu besar sehingga membuat sesak, rasa tidak enak mau makan, perasaan kacau (galau), setiap hari menangis saja dan masih banyak lagi perasaan yang tidak bisa digambarkan yang semuanya membuat syok & sedih. 

Itulah ternyata dengan dzikir banyak membuat hati para orang tua yang ikut latihan fisik dan treatment wajah metode kami menjadi tenang, bisa menurunkan kestressan dan kegalauan dan kacaunya pikiran. 

AGAR SAAT MENTREATMENT BAYI DENGAN HAPPY (SENANG)

Sehingga saat mentreatment dilakukan pada bayi dengan perasaan happy terlebih baru saja setelah 5 - 7 bulan ikut metode kami begitu banyak kemajuan tumbuh kembang hingga perbaikan di wajah hingga peningkatan kecerdasan otak, semakin membuat ke dua orang tuanya mulai terlihat tanda-tanda bahagia.

Dan memberi tahu kami melalui laporan bulanan untuk evaluasi tentunya, jadi bukan sekedar ada 1 (satu) kemajuan yang sangat lambat sekali pertambahannya 1 bulan, tapi kemajuan yang tertata dan berkesinambungan dan semoganya banyak. Jadi memang selayaknya sebuah kemajuan apapun disyukuri, dan semua kemajuan apapun memang butuh PROSES, tapi karena kondisi bayi DS lemahnya sangat banyak, dan perbaikannya di setiap hari dan setiap minggu yang dilakukan harus sangat banyak, sementara perbaikannya juga harus banyak dan cepat tiap bulannya harus diupayakan dengan cepat agar tidak serba terlambat (delay) di banyak bagian dari wajah sampai kaki. 

Kalau bersantai-santai dengan prosesnya, kurang sering melatihnya dan mentteatmentnya, maka tentu saja kemajuan 1 hal hanya 1 di bulan tersebut dan nantinya TABEL TES DENVER II TIDAK AKAN TERCAPAI. Jadi harus rajin mengusap, mengurut dan melatih tiap hari, semua ini harus dibimbing oleh ahlinya, jangan hanya liat dari media sosial lalu dipraktekkan, hati-hati bisa jadi bayi Bapak/Ibu ada jantung bocor sedangkan yang di media sosial si bayi (bisa jadi) jantungnya normal, maka tentu akan ada perbedaan jenis latihan yang tidak sembarangan ikut-ikutan.

Mengenai Tabel di atas ada saja orang tua dari sebuab grup anak DS berkata : Kan itu tabel anak normal, kalau anak DS punya tabel sendiri ==> masksudnya adalah tabel yang pencapaiannya serba terlambat semua. Terhadap komentar ini kami berikan respon : Bapak/Ibu ingin anaknya mencapai kemampuan tabel Denver atau tidak ? Pasti jawabannya MAU, maka jangan mentargetkan kemajuan anak hanya sebatas tabel anak Down Syndrome. Kejarlah semaksimal mungkin sebisa mungkin tabel tumbuh kembang anak biasa. Dengan niat dan ikhtiar yang sabar, telaten dan rajin dengan arahan kami, atas ijin Allah, semoga dapat tercapai, sudah 200an pasien anak Down Syndrome kami di berbagai propinsi tercapai kemajuan yang luar biasa. Jadi jangan terkungkung hanya dengan tabel yang serba lambat khusus anak Down Syndrome yang disodorkan kepada Anda. Alangkah baiknya tetaplah menggunakan target mencapai kemajuan tumbuh kembang anak normal.

Lantas (sudah jelas bahwa hampir di dalam seluruh kehidupan kita setiap hari setiap jam, pakai doa sebelum atau di saat melakukan sesuatu kegiatan, lantas masihkah mempertanyakan juga kenapa pada metode kami bayi kok seperti merasa aneh kalau dinamakan pakai dzikir karena "berbau agama" atau merasa (jadi) aneh ? Atau merasa alergi kah dengan memakai kata dzikir bagi umat Islam sendiri (hanya dikarenakan dzikir adalah dirasa mereka para orang tua sekalian merasa khusus hanya umat Islam) ? 

Jangan lupa, bagi yang non muslim kami memberi penjelasan berikut :

Kepada orang yang bertanya seperti pertanyaan di atas (kenapa pakai nama dzikir di belakangnya), agar setiap treatment bayi hendaknya dibarengi dengan dzikir (bagi yang beragama Islam) bagi yang beragama lain silakan berdoa menurut agamanya masing-masing tentunya. Sedangkan hasilnya kita serahkan pada Allah SWT, dan Bapak/Ibu bisa melihat dari hari ke hari perbaikan yang sangat cepat terjadi.

BANYAK JUGA YANG NON MUSLIM IKUT METODE LATIHAN FISIK KAMI UNTUK BAYINYA

Orang tua pasien kami, walau kami tulis pakai dzikir, ternyata selain agama Islam banyak juga yang ikut metode kami beragama Kristen Protestan, Katholik dan Hindu dan dari suku apapun di Indonesia, tidak ada masalah, kami persilakan berdoa menggunakan cara agamanya masing-masing.

Dan kami (saya dan istri) baru memberi nama dzikir sejak tahun 2014. Istri sudah memulai memperbaiki bayi Down Syndrome dengan latihan fisik dan treatment di area wajah sejak 2008 (istri lulusan dari  pesantren Darun Najah di Ulujami Jakarta) namun belum menggunakan nama khusus pada tumbuh kembangnya, barulah sejak 2014 penulis usulkan ke istri dan langsung disetujui untuk menggunakan nama ini. 

Dan istri pernah melamar dan diinterview saat KTK di RSAB Harapan Kita Slipi Jakarta Barat membutuhkan tenaga untuk di KKTK Tumbuh Kembanh dan lulus interview di 2008. Artinya kualitas istri dalam latihan-latihan fisik bayi sangat baik ditambah urut penguatan otot-otot. Bahkan ditambah dengan perbaikan ciri-ciri fisik DS di tengkuk dan wajah sehingga ciri fisik DS si bayi sangat berkurang.

Jadi hendaknya yang umat Islam jangan merasa "alergi" atau aneh dengan kata dzikir.

Ingat : Fisik tubuh manusia ini buatan Allah SWT, di dalamnya sudah kita ketahui bersama menurut penelitian bahwa 70% tubuh manusia terdiri atas zat cair / cairan. Dan sudah terbukti secara ilmiah, bahwa air yang dido'akan kristal-kristal airnya akan  membentuk hexagonal dan bersinergi bagus terbentuk sangat indah.



Peneliti asal Jepang Dr. Masaru Emoto, sumber Youtube.

Pada metode latihan fisik kami tidak menggunakan benda-benda yang dilarang dalam syari'at Islam, tidak menggunakan batu-batuan apapun dan kembang-kembang apapun untuk memohon.

Tidak menggunakan keris apapun, tidak menggunakan asap-asap apapun yang ke luar dari jari-jari atau telapak tangan, tidak ada pemindahan penyakit ke buah apapun seperti kelapa atau ke binatang seperti ke ayam, kambing atau binatang apapun.

Tidak dengan cara-cara kasar, bayi tidak diikat-ikat ke dinding maupun ke meja dan tidak dibedong-bedong tubuhnya. Semua dengan cara lembut & kasih sayang, menangispun harus distop dahulu. Bayi diusahakan agar bisa menangis (yang awalnya belum bisa menangis atau masih tercekat-cekat lemah) sehingga bisa menangis hanyalah sebagai bagian dari kemajuan saja, karena bayi DS menangis yang latihannya digeber terus malah tidak baik (untuk jantungnya bila ada bocor jantung : bisa bengkak dan hipertensi bisa makin parah).

Menerima semua agama dan suku apapun dan silakan berdoa menurut agamanya masing-masing.

     Luar biasa Power Dzikir & sholawat














Ucapan terima kasih dari orang tua yang bayinya Down Syndrome telah ikut metode dengan hasil sangat bagus dan cepat kemajuan tumbuh kembang hingga kecerdasannnya, hingga suara nangisnya (yang semula tidak ada). Dan ungkapan kebahagiaan banyak dari orang tua dari berbagai kota di berbagai propinsi.

BANYAK PIHAK MEDIS HERAN DAN TAKJUB

Banyak sekali dokter spesialis anak dan dokter spesialis A (K) [K = sub spesialis jantung] di berbagai propinsi Indonesia, kami mendapat kabar sang dokter heran dan takjub dengan hasil kami. Jadi bukan 1 atau 2 dokter saja, tapi dari berbagai kota dan propinsi berbeda sampai bertanya-tanya kok bisa bagus sekali hasilnya saat si anak usia belasan bulan hingga menjelang usia 2 tahun saat kontrol kesehatan, saat konsultasi kemajuan tumbuh kembang atau saat sedang berobat.

Dan yang terutama alasannya juga (kenapa pakai nama dzikir) adalah bahwa kita memakai bantuan kekuatan dari Allah Yang Maha Kuasa, atas ijin-Nya jauhnya perbaikan yang terjadi bisa tidak diduga-duga keajaiban tidak sebatas teori medis seperti terbatas hanya pada logika manusia. Contoh nyata : menurut medis kalau bayi Down Syndrome tidak bisa menangis maka biasanya pihak medis berkata : "tunggu aja nantinya (kedepannya) juga bisa menangis". Maksudnya nunggu bisa berbulan-bulan ternyata ditunggu-tunggu tak kunjung bisa menangis, alhamdulillah melalui metode latihan fisik.dengan doa kami, rata-rata dalam beberapa kali perbaikan organ dalam si bayi akhirnya bisa menangis lepas panjang, cukup DIPEGANG (bukan ditekan/dipencet) saja LEHER DEPAN dan KEPALA-nya saja + kekuatan doa yang mampu pada bidangnya.

PASIEN KAMI ADALAH BAYI-BAYI & ANAK BALITA YANG TIDAK BISA DISURUH BERPURA-PURA DENGAN KONDISINYA

Dan dari itu semua alasan & bukti di atas YANG JUGA TERPENTING adalah kami tidak menggunakan dengan menamakan pakai dzikir untuk peni-pu4n. Karena pasien kami adalah usia bayi-bayi 0 tahun hingga anak-anak batita (bawah 3 tahun) dan balita (bawah 5 tahun) berkebutuhan khusus (Down Syndrome, Autis, ADHD) yang tidak bisa dibuat seolah bayi-bayi atau anak-anak ini "berakting kemasukan", gak bisa anak-anak batita disuruh pura-pura tidak bisa jalan, lalu mendadak bisa berjalan, seperti yang saat ini sedang marak di tengah-tengah kita (di konten media sosial) yang kita lihat bersama orang seolah berkemampuan hebat. Dan karena masih bayi, anak usia 3 tahun ke bawah yang tidak bisa seperti yang diperkirakan orang awam di luaran dikatakan faktor sugesti, sugesti hanya bisa dilakukan pada orang remaja dan dewasa yang telah bisa melakukan perasaan sembuh (misalkan pusing) disugesti lalu sembuh, hal ini (yang dikira bahwa latihan fisik kami adalah sugesti) tidak dapat berlaku pada bayi dan anak batita. 

BAYI - ANAK DI BAWAH 4 TAHUN BELUM BISA MELAKUKAN SELF HEALING

Karena otak / pikiran bayi belum bisa mengerti / belum bisa merasakan dikatakan pensuge.tian yaitu "sembuh ya dari sakit" atau perkataan sejenis, karena bayi & anak usia 1 tahun-4 tahun belum bisa untuk melakukan self healing ke dirinya sendiri, karena belum ada pikirannya menerima pengkondisian seperti itu. Jadi memang kami latihan fisik tumbuh kembang, usapan kasih sayang pada area wajah juga ke organ dalam dengan memohon kepada Allah melalui perantara seorang yang mampu dengan metodenya.

Banyak bukti & testimoni kami sudah banyak saya tulis di website kprihatmono.blogspot.com dan IG : Terapidzikirds21. Bapak ibu bisa men-DM (Direct Mesenger) bila ingin tau benar hasilnya, mereka orang tua di instagram penulis, ada cukup banyak yang ikut metode kami. Serahkan hasilnya semoga yang terbaik kepada Allah.

Salam,

Drs. R. Kurniawan Prihatmono

DM ke IG : Terapidzikirds21

Atau smskan nomor WA ke 081386837511


Senin, 08 Agustus 2022

Rencana Dibuat Grup Whatsapp Anak DS Yang Sudah Jalan & Sekolah

Assalamu'alaikum Bapak-bapak dan Ibu-Ibu sekalian, salam sejahtera, semoga dalam kondisi baik dan sehat sekeluarga. Alhamdulillah sudah 15 tahun perjalanan istri latihan fisik bayi Down Syndrome, sedangkan (saya pribadi) mulai sejak 2012, sudah 10 tahun perjalanan keliling Indonesia.

Kota yang sudah kami singgahi Selain Jakarta adalah : Palembang, Serang-Anyer, Bekasi, Cibitung, Cikarang, Cirebon, Soreang, Lembang, Baros, Cimahi, Bandung (hingga Ujung Berung), Cibinong, Sawangan, Bintaro - Tangerang Selatan - Kota Tangerang, Bogor, Cipanas, Brebes, Semarang, Kutoarjo-Purworejo, Yogyakarta, Jombang, Malang, Kediri, Surabaya, Bali, hingga Malaysia (Selangor). 

Dan saya selalu ikut menemani istri untuk memperbaiki bayi-bayi berkebutuhan khusus (Down Syndrome & Autis : khususnya ADHD) ke kota-kota itu semua hingga ke Malaysia. Sudah lebih 200an bayi DS.

Alhamdulillah, semoga masa depan anak-anak ini menjadi sangat lebih baik dan mandiri yang sejahtera menjadi anak sholeh, sholehah dan menjadi anak yang bermanfaat untuk orang banyak dan ssmoga bisa membuat bangga ke dua orang tuanya kelak. Aamiin.


LATAR BELAKANG DIBUAT GRUP WA (WHATSAPP)

Di tahun 2021 - 2022 ini cukup banyak orang tua pasien kami yang (dulunya) bayinya Down Syndrome yang ikut metode kami sejak 2013-2022 ini ingin dibuatkan sebuah Whatsapp grup khususnya di area Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).


JENJANG USIA IKUT GRUP ANAK YANG SUDAH SEKOLAH

Memang rencana kami (saya & istri) ada rencana pembuatan grup dikarenakan banyak yang ingin dipertemankan, terlebih setelah penulis membuat IG (Instagram) di awal 2022 lalu. Jadi para orang tua khususnya mereka yang anaknya sudah usia 3 tahun ke atas, jadi sudah masuk sekolah :

-Play grup

-KB (Kelompok Bermain)

-PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)

-Pra TK (Pra Taman Kanak-Kanak)

-TK A (Taman Kanak-Kanak) A

-TK B (Taman Kanak-Kanan) B

-Sekolah Dasar, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), Inklusi & home schooling

Baik itu yang bersekolah di sekolah umum maupun kelas ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), Home Schooling & Sekolah Alam.


MISI DAN VISI

Memberikan pertemanan untuk sharing kebersamaan, pengalaman lika-liku setelah anak bisa jalan hingga bisa bersekolah untuk informasi (bertukar pikiran) mencerdaskan dan memintarkan anak bangsa (khususnya Down Syndrome dan Autis : ADHD) yang merupakan bagian dari generasi bangsa, khususnya di Jabodetabek dan umumnya di Indonesia.


KEGIATAN

Pembentukan nama grup & dp grup

Sharing (berbagi info)

Bertukar pikiran

Kegiatan-kegiatan anak di sekolah

Info cara belajar anak

Info tentang sekolah inklusi dan berkebutuhan khusus di Jabodetabek hingga tingkatan kabupaten, hingga biaya-biaya masuk dan info biaya bulanan (agar ada ganbaran kepada banyak keluarga lain untuk bisa mengukur keuangan biaya pendidikan anak yang terjangkau demi menunjang pendidikan anak)

Pertemuan para orang tua dan anak (mungkin diagendakan 1 tahun sekali).

Mengusulkan acara atau kegiatan-kegiatan yang bisa diadakan untuk kemajuan grup dan anak kita bersama.

Dengan grup sharing bersama ini, semoga dapat berguna sebagai masukan bagi para orang tua lain yang anaknya belum bersekolah di daerahnya. Agar semua anak DS mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan.

Dan grup WA ini juga terbuka (khususnya anak hasil metode latihan fisik kami ini) yaitu bagi mereka yang anaknya sudah bisa jalan, tapi belum masuk sekolah. Yang tinggalnya di luar Jabodetabek yang sudah sekolah juga ingin bergabung di grup, nantinya dipersilakan.

Semoga adanya grup ini menjadi semangat untuk buah hatinya agar semakin baik masa depannya, semoga menjadi anak mandiri yang sejahtera dewasanya kelak.

Mohon agak bersabar, karena saya harus membeli hp Android yang kapasitas memory agak besar untuk menampung masuknya foto-foto dan video-video di grup ini, semoga ada rezekinya, sehingga akhir tahun 2022 ini dapat terealisasi. Aamiin.

Salam hangat,

Drs. R. Kurniawan Prihatmono

http://kprihatmono.blogspot.com/?m=1

IG : Terapidzikirds21

Hp : 081386837511

Rabu, 03 Agustus 2022

Adakah Dalil Memperbaiki Area Wajah Pada Bayi Kelainan Syndrome Tertentu ??

LATAR BELAKANG  

Di dunia ini banyak terjadi bayi bermacam-macam (1) kelainan kromosom, (2) gangguan translokasi kromosom tertentu (3) berbagai sakit penyakit hingga (4) lahir cacat mulai dari ringan sampai parah (berat). Dan kondisi ini bisa terjadi hanya di tumbuh kembang yang delay / lambat (dengan wajah baik-baik saja) hingga bermasalah di wajah mulai dari ringan sampai parah.

Masalahnya adalah kelainan yang sering (jutaan) terjadi di berbagai negara adalah kelainan kromosom Down Syndrome (DS). Sedangkan kelainan kromosom Syndrome Patau, Edward Syndrome dan Syndrome Treacher Collins sangat langka terjadi tapi juga ada cukup banyak. Syndrome Treacher Collins terjadi hanya 1 bayi dari 50.000 kelahiran bayi di seluruh dunia. Jika di Indonesia terjadi kelahiran 3 juta / tahun artinya Treacher Collins cukup banyak artinya 60.000 bayi traecher collins lahir di Indonesia tiap tahun.

Beberapa orang tua pemilik anak DS mengeluarkan pendapat yang seolah memperbaiki ciri di wajah adalah sebagai berikut : 

a. "Kalau wajah bayi Down Syndrome saya sudah indah, jadi tidak perlu dibaguskan lagi" (benarkah ?)

b. "Kalau memperbaiki wajah berarti merubah bentuknya, maka sama juga tidak ikhlas akan kelahirannya yang demikian"

c. "Kalau memperbaiki wajahnya sama juga tidak ikhlas menerima kondisinya"

Dan lain-lain pernyataan sejenis dengan alasan kalau memperbaiki ciri berarti (dianggap) merubah wajah. Masak iya di wajah ada benjol-benjol (maksudnya tebal-tebal di sana sini) misa, jaringan penebalan di pelipis, di tengkuk di samping leher didiamkan saja ? Pelupuk tebal didiamkan saja ? Padahal ini semua mengindikasikan ketidak normalan jaringan.

Pada kasus Down Syndrome ada 3 jenis, ada jenis Trisomi 21, Translokasi dan Mosaik. Jenis Mosaik yang  bentuk wajahnya cukup bagus, karena ciri-ciri kelainan di wajah nyaris tidak ada (sangat sedikit), sedangkan yang Trisomi 21 berwajah sangat tebal-tebal yang merupakan gangguan kesehatan dengan bentuk yang sangat kentara sekali, karena ciri-ciri kelainan di wajahnya sangat banyak.


Demikian pula kelainan Treacher Collins wajahnya sangat parah (bisa) sampai mengalami bibir sumbing dan kelainan tulang di wajah sampai memerlukan operasi tulang. Syndrome Patau pun bisa mengalami bibir sumbing, walaupun juga banyak anak tidak penyandang Syndrome Patau bisa juga mengalami bibir sumbing. Sedangkan Down Syndrome sangat berwajah khas dengan segala masalah di area wajah hingga disebut wajah kembar 1.000 DS.

Sehingga pernyataan orang tua pemilik bayi DS yang wajahnya baik-baik, sangat membuat tidak enak hati, malu di grup dan sedih di grup tersebut karena kepada ibu lain yang ingin memperbaiki ciri-ciri DS di wajah bayinya karena ciri-ciri DS nya sangat banyak dan cukup parah. Perkataan a, b, c itu tentu sangat membuat sedih, tak jarang membuat perasaan orang tua pemilik bayi DS (yang memperbaiki ciri di wajah) adalah disudutkan karena memperbaiki ciri dianggap dilarang (karena haram) dikarenakan dianggap merubah fitrah wajah, dan membuat malu dirinya di grup tersebut. Mengapa pernyataan (a,b,c) ini muncul dikarenakan orang tua tersebut tidak mengkaji & tidak melihat dari sisi bahwa ciri yang merupakan ketidak normalan tersebut adalah gangguan dari sisi kesehatan, padahal juga ada sampai yang lebih parah wajahnya yaitu Edward Syndrome.

BENARKAH MEMPERBAIKI CIRI-CIRI DS DI WAJAH BERARTI MERUBAB FITRAH WAJAH ?

Maksud artikel ini, agar menjadi jelas hukum memperbaiki wajah boleh atau tidaknya, sehingga bukan atas berdasarkan harus ikhlas saja, tapi bagaimanakah dari segi agama Islam bila memperbaiki wajah seperti bibir sumbing, pipi yang kendor/turun, tebal di tengkuk, mata yang sipit (kadang sampai miring), dikarenakan ada masalah kelainan kromosom ini apakah dilarang ?

Karena ini bisa mengindikasikan penyakit dan bisa menjadi penyakit yang mudah membuat sakit (contoh seperti kekurangan Oksigen bila jalur pernafasan = batang hidung yang flat ) bila tidak diperbaiki, apakah boleh ciri-ciri ini diperbaiki ataukah dilarang ?

Mari kita simak website berikut (dikarenakan mengutip urusan agama dan atas permintaan website berikut dilarang untuk dipotong/dipenggal, maka penulis copy-paste semua agar tidak ada salah faham :

https://m.liputan6.com/hot/read/4929139/takdir-mubram-adalah-ketetapan-mutlak-dari-allah-swt-lengkap-contohnya

Takdir mubram adalah satu dari dua jenis ketetapan Allah SWT atas makhluk ciptaan-Nya. Ada juga yang berpendapat, takdir mubram adalah bentuk takdir dalam pengaplikasian kehidupan sehari-hari

Secara umum, macam takdir Allah SWT dibedakan menjadi dua, yaitu takdir mubram dan takdir muallaq. Perbedaan keduanya terletak pada kemutlakan ketentuannya yang dapat diubah atau pun tidak.

Bukti bahwa Allah-lah yang menetapkan segala ketentuan di bumi ini dijelaskan dalam sejumlah hadits maupun ayat Al Qur'an. Salah satunya, Rasulullah SAW pernah bersabda, ketetapan Allah SWT sudah ada sejak 50 ribu tahun sebelum bumi diciptakan.

"Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi." (HR Muslim)

Berikut Liputan6.com ulas mengenai pengertian takdir mubram, perbedaannya dengan takdir muallaq, dan contohnya dalam kehidupan yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Senin (4/4/2022).

Mengenal Takdir Mubram

Manusia tidak dapat menghindari takdir mubram yang ditetapkan untuknya, karena Allah telah menggariskannya dalam Lauhul Mahfudz. Pengertian takdir mubram adalah ketetapan mutlak dari Allah SWT yang pasti berlaku dan manusia tidak diberi peran untuk mewujudkannya. Dalam artian, takdir yang terjadi pada diri manusia tanpa bisa ditawar lagi. Mubram sendiri secara bahasa bermakna sesuatu yang tidak dapat dielakkan atau sudah pasti. Sebab itulah, takdir mubram erat kaitannya dengan sunatullah terhadap alam hingga kehendak (iradah) maupun kekuasaan (qudrah) Allah SWT.

Semua itu hanya Allah yang mengetahuinya. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Hadid ayat 22 yang artinya:

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.”

Perbedaan Takdir Mubram dan Takdir Muallaq

Di samping takdir mubram, jenis takdir yang perlu dipahami muslim selanjutnya adalah takdir muallaq. Takdir ini memiliki sejumlah perbedaan dengan takdir mubram. Takdir muallaq disebut sebagai ketentuan Allah SWT yang mengikutsertakan peran manusia melalui usaha atau ikhitiar. Artinya, takdir muallaq dapat diubah ketetapannya berdasarkan usaha atau pun doa seseorang. Muallaq secara bahasa berarti sesuatu yang digantungkan. Bila ikhtiar dan usahanya sesuai dengan ketetapan Allah SWT maka dapat diartikan hasilnya memuaskan.

Dalil takdir muallaq tertulis dalam surat Ar Rad ayat 11, Allah SWT berfirman mengenai sesuatu yang tidak dapat diubah sampai suatu kaum tersebut mau mengubahnya. Berikut bacaannya:

"Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."

Dengan kata lain, tugas manusia hanyalah bekerja dan berikhtiar kemudian untuk hasilnya bergantung pada kehendak Allah SWT. Sementara takdir mubram adalah takdir yang bergantung hanya pada ketetapan Allah SWT semata.

Perbedaan Takdir Mubram dan Takdir Muallaq

1. Takdir Mubram

Contoh takdir mubram banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, takdir soal kelahiran seseorang, kematian manusia, jodoh, hingga hari kiamat. Hal ini sesuai dengan keterangan dari firman-Nya dalam surat An Nisa ayat 78 yang berbunyi,

"Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, "Ini dari sisi Allah," dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, "Ini dari engkau (Muhammad)." Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?"

Termasuk pula segala musibah dan bencana yang terjadi di muka bumi ini yang menjadi contoh takdir mubram. Seperti, gempa bumi, kekeringan, gunung meletus, dan lain-lain. Allah SWT berfirman dalam surat Al Hadid ayat 22,

"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah."

2. Takdir Muallaq

Terdapat banyak contoh takdir muallaq dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai misal, seseorang mengalami sakit. Sakit datangnya dari Allah SWT. Sebagai Maha Pencipta, Allah pasti yang menciptakan penyakit dan obat atas penyakit tersebut. Saat manusia ditakdirkan sakit atau mengalami musibah, masih ada kesempatan untuk berobat agar sembuh. Kasus lain yang masuk dalam jenis takdir muallaq yakni kesuksesan seorang siswa dalam proses belajar. Ketika ia tekun dalam belajar di sekolah atau dengan sistem daring seperti sekarang, maka prestasi yang diinginkan bisa saja terwujud di kemudian hari.

Contoh lain dari macam takdir muallaq adalah orang yang rajin bekerja akan kaya, dan yang malas berusaha akan miskin, sebagaimana firman-Nya:

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Rad: 11).

Jadi berdasarkan web di atas bila ada sakit-penyakit, ciri-ciri kelainan di tubuh akibat gangguan kromosom atau kelainan kromosom & kecacatan, peran manusia (muallaq) merupakan ikhtiar yang BISA & BOLEH dilakukan untuk memperbaikinya.

Muncul pertanyaan :

Kalau sakit penyakit memang lah sudah seharusnya boleh bahkan harus diperbaiki atau diobati.

Lantas apakah kalau ada kumpulan gejala kelainan (syndrome) dari kelainan kromosom tertentu Patau Syndrome, Down Syndrome, Mutasi Genetik yang terjadi di wajah BOLEH-KAH diperbaiki ?

Silakan disimak website berikut:
https://permatasunnah.com/hukum-operasi-bibir-sumbing/

HUKUM OPERASI BIBIR SUMBING
Pertanyaan
:
Assalamualaikum Ustadz, ada seorang dokter yang menanyakan apa hukumnya operasi bibir sumbing. Syukron Ustadz

Jawaban:
Boleh, karena itu masuk bab pengobatan, bukan kecantikan. Untuk membedakan mana yang masuk bab pengobatan, dan mana yang masuk bab kecantikan, maka harus dilihat, apakah itu untuk mengubah sesuatu yang normal atau tidak.

Jika untuk mengubah sesuatu yang dikategorikan tidak normal, maka itu masuk pengobatan, misalnya: operasi untuk meratakan gigi, operasi untuk mata juling, operasi untuk bibir sumbing, dst.

Bila untuk mengubah sesuatu yang dikategorikan normal, maka ini masuk bab kecantikan, sehingga diharamkan. Misalnya: operasi wajah menjadi tirus, operasi mata menjadi lebar, bibir menjadi tebal atau tipis, dst.

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🖊️ Dijawab oleh: Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA

🖥️ Sumber: https://bbg-alilmu.com/archives/20558

Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Mari kita bahas satu persatu:

Berarti berdasarkan hukum di atas bila mengubah sesuatu yang normal, maka tidak boleh. Maksudnya  normal adalah bila si manusia dari lahir hingga dewasa (maaf) berwajah jelek (buruk), dan tidak ada kelainan kesehatan, tidak ada gangguan kelainan kromosom yang sampai terjadi sesuatu di wajah dan termasuk tidak ada kondisi kelainan jaringan ikat di wajah, maka tidak boleh dilakukan operasi plastik (dengan maksud) mempercantik penampilan.
Dan sebaliknya bila terjadi masalah kesehatan, seperti kelainan kromosom, gangguan genetik (seperti Down Syndrome, Syndrome Patau, Treacher Collins dll) merupakan kondisi tubuh dan ada ciri syndrome di wajah yang tidak normal, karena jaringan ikat kendur, tidak elastis tidak kenyal padat sehingga mengalami kondisi syndrome (kumpulan gejala) dari kelainan dimaksud. Jadi seperti bibir sumbing diperbolehkan dengan maksud untuk perbaikan kesehatan, mengunyah dan berbicara. Jadi semua perbaikan (ciri Down Syndrome) pun ditujukan untuk pengobatan, bukan untuk merubah fitrah wajahnya.


SYNDROME PATAU (SUMBER GOOGLE)

Kumpulan kelainan yang disebut ciri-ciri ini pada kasus Down Syndrome pun di wajah hingga leher pun juga merupakan masalah kesehatan, yaitu jaringan ikat di bawah jaringan kulit bayi Down Syndrome mengalami kurang elastis dan kenyal padat seperti pada bayi normal akibatnya di wajah bahkan ada yang tebal seperti mulai dari kendur, adanya lipatan, benjolan dan juga ada kista (yang bila tidak diperbaiki akan bisa tidak baik secara kesehatannya) yaitu :
1. mata sipit pada Down Syndrome (silakan browsing) bisa menunjukkan indikasi sebuah penyakit. Silakan browsing di google dengan keyword:

Mata sipit mengindikasikan penyakit

2. pipi yang turun, kendor juga merupakan kondisi ketidak normalan, karena jaringan ikat di wajah yang kendur

3. adanya kantung mata (beragam ketebalannya pada bayi-bayi DS) juga merupakan kondisi ketidak normalan, yaitu kondisi penuaan dini, karena ketidak normalan kolagen dan jaringan ikat yang kendur

4. pelupuk mata pada bayi DS terkadang mengalami tebal dan kendur juga merupakan masalah kesehatan, sehingga membuat sipitnya mata
5. kadang tebal di pelipis kanan dan kiri (pada bayi Down Syndrome)
6. batang hidung antar mata yang flat /rata hampir di 90% kasus bayi DS, bila tidak diperbaiki maka bayi lebih mudah sakit parah bila mengalami sakit pilek sehingga slamp reak dapat menghambat jalan nafas. Jembatan batang hidung (nose bridge) flat atau rata ibarat selang air yang tertekan sehingga pengok ke arah dalam - "tergencet" (jalur nafasnya jadi sempit), semoga bisa dibayangkan.

Mengapa batang hidung antara ke 2 matanya harus dibuat lebih ada (jangan  flat / rata) karena :

http://kprihatmono.blogspot.com/2022/07/solusi-mengatasi-sleep-apnea-pada-bayi.html?m=1

7. Beberapa kasus bayi DS berpipi bagian bawah belakang lebih besar (gembung) dibanding pipi sebelahnya, ternyata ada sampai berkasus (setelah didiagnosa dokter sp anak) ada kista pada salah satu pasien bayi DS, tentu ini bisa menjadi sebuah penyakit. Maka terlihat dari depan wajahnya akan tidak simetris, tentu kalau pipi yang agak gembung tadi tidak diperbaiki akan menganggu kesehatannya.

8. tebal lipatan beragam di leher belakang - tengkuk (nuchal fold yang membuat lemah angkat leher & kepalanya saat tengkurap.

Lipatan tebal (bahasa medis nuchal fold) saat bayi masih dalam rahim, bila kita browsing maka akan muncul pernyataan :

Pemeriksaan NT (nuchal translucency) adalah "Pemeriksaan yang dilakukan melalui USG pada umur kehamilan 11-14 Minggu, dengan melakukan pengukuran pada penumpukan cairan di bawah kulit pada bagian leher belakang janin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi kelainan kromosom pada janin." (Sumber: Google).

Nuchal fold ini dapat juga dipindai dengan menggunakan ultrasonografi.

Dalam kondisi normal, manusia memiliki sepasang kromosom, termasuk kromosom 18, sedangkan pada pengidap sindrom Edward, terjadi kelainan berupa tambahan pada pasangan kromosom 18 tersebut, dari 2 menjadi 3. Sindrom Edward juga menyebabkan gangguan pada organ tubuh bayi. Penyakit ini menyebabkan gangguan pada sistem saraf, seperti perkembangan motorik yang terlambat, retardasi mental, dan kejang. Selain pada sistem saraf, penyakit ini juga bisa menyerang tulang, wajah, otak dan rangka tubuh, jantung, paru-paru, serta sistem pencernaan. Selain itu, penyakit ini juga juga bisa memengaruhi ginjal serta berat badan lahir rendah. Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/sindrom-edward-pengaruhi-sistem-saraf-bayi-ini-gejalanya


  EDWARD SYNDROME (SUMBER GOOGLE)

Pada bayi DS kondisi kartilago (tulang rawan), otot-otot dan sendi yang lemah yang memperlambat perkembangan tumbuh kembangnya. Dan pertumbuhan leher dan kaki yang menyebabkan menjadi pendek. Jadi pertumbuhan tulangpun (kalau berperilaku tertentu yang kurang baik) akibat salah posisi yang terakumulasi seperti pergelangan mudah melintir dan leher mudah tengleng (kepala miring ke arah tertentu yang bisa membuat buruknya kondisi tulang leher). Dan akibat ketidak normalan inilah tumbuh tulangnya akan membuat leher kurang jenjang dan kaki kurang panjang, sehingga cenderung anak Down Syndrome ketinggian tubuhnya berpostur pendek-pendek. Di dunia pun ada beberapa % kasus mutasi genetik yaitu disebut achondroplasia (tubuh & kaki kerdil) = dwarfisme, yang hingga saat ini belum ada yang bisa memperbaiki kondisi ini, obat baru sebatas diberikan agar tidak komplikasi lebih serius.

DALIL MEMPERBAIKI CIRI-CIRI DOWN SYNDROME DI WAJAH ADALAH DIKARENAKAN KONDISINYA MENGALAMI TIDAK NORMAL, ARTINYA PERBAIKAN CIRI-CIRI DI WAJAH UNTUK PENGOBATAN
Kembali ke masalah di 9 poin pada artikel ini semua bukanlah kondisi normal melainkan wajah yang bermasalah alias kondisi tidak normal karena adanya gangguan genetik yaitu kelainan kromosom.
Contoh Mata sipit pada bayi (padahal orang tuanya tidak sipit) bisa mengindikasikan penyakit dan salah satunya bisa terjadinya kelainan syndrome yaitu Down Syndrome. Maka berdasarkan hukum tadi, maka ini terjadi kondisi tidak normal, karena bisa bermasalah untuk kesehatan dan tumbuh kembang maka hukumnya boleh diperbaiki karena untuk alasan kesehatan - pengobatan.
Jaringan ikat yang tidak elastis ini sebaiknya diperbaiki yaitu kantung matanya dikurangi/ditipiskan, pelupuk mata yang kendur/turun agar dibuat lebih kuat tidak lemah, tebal di pelipis dikurangi/ditipiskan/dihilangkan, pipi yang kendur turun juga sebaiknya dibuat normal (tidak ngondoi tebal di bawah), tebal di tengkuk juga sebaiknya ditipiskan/dikurangi, karena ini juga merupakan masalah kesehatan yang akan mempengaruhi lambatnya kemampuan leher kepala cepat tegak bila tidak diperbaiki. Ke-8 macam di atas adalah kondisi ke-tidak normalan. Jadi memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajah bukanlah bermaksud merubah wajahnya agar (untuk) mempercantik ataupun memperganteng si bayi Down Syndrome, tapi untuk perbaikan pengobatan & kesehatannya karena ciri-ciri fisik DS di wajah adalah sebenarnya segala ciri-ciri fisik DS bila dikaji lebih dalam, tidak baik untuk kesehatannya. Contoh leher samping ada lipatan tebal lalu tidak diperbaiki untuk ditipiskan, maka saat si anak usia 8 atau 9 tahun ke atas lipatan di leher samping akan menjadi semacam tulang rawan (agak empuk agak setengah keras) sehingga kalau si anak akan menoleh ke samping menjadikan leher dan bahunya mesti ikut "berbelok" ke samping.

* Bahkan di mata bayi DS kadang sudah terjadi ada yang katarak, artinya tentu juga harus dioperasi kataraknya.

9. Bahkan ada juga bayi DS yang bermata "panda" jadi di seputaran luar matanya ada lebam gelap, seperti bayi kena tonjok. Tentu sebaiknya ini diperbaiki juga. Janganlah mengatakan memperbaiki mata "panda" dikatakan terlarang (haram). 

Buktinya salon-salon di muka bumi ini, memperbaiki mata "panda", kantung mata, flak, bergaris dan lain-lain tidak dilarang. Bahkan ibu-ibu, dan kini ke remaja laki & perempuan miliaran orang ke salon untuk perawatan wajah agar tidak penuaan dini tidak dilarang (tidak haram).

Pada metode kami yaitu cukup hanya dengan diusap lembut (arah yang benar dengan porsi yang benar) dengan kasih sayang, maka dapat terperbaiki. Demikian pula dengan lipatan di leher, dengan diurut lembut dengan arah yang benar dapat terperbaiki. Hasil akhir wajah jadi lebih bagus, adalah dampak dari perbaikan 8 masalah di atas.

Menerima semua agama dan suku apapun.


TREACHER COLLINS SYNDROME (SUMBER GOOGLE)

Jadi peran kemajuan keilmuan farmasi dan biologi molekuler masih harus terus ditingkatkan guna mempelajari dasar materi genetik manusia agar lebih baik dan semoga dapat meneliti dan menemukan obat suatu saat untuk memperbaiki saat masih janin. (Peran manusia pada upaya menemukan formula obat 

Peran manusia menemukan formula obat masuk ke takdir Muallaq untuk penyakit DMD.

Jadi kembali ke latar belakang, siapapun si dunia ini tidak ada yang ingin bayinya terlahir cacat, tidak ingin terlahir kelainan kromosom jenis apapun, tidak ingin bayinya terlahir mutasi genetik, maka hendaknya terkhusus bagi orang tua yang memiliki bayi Down Syndrome dengan wajah lebih baik (dengan ciri DS hanya sedikit) janganlah mengeluarkan pernyataan yang tidak berdasar dalil dan tidak melihat dari sisi ILMU KESEHATAN, tentulah pernyataan itu dilontarkan dilontarkan di grup Whatsapp tidak mengenakkan hati orang tua lain yang ingin memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajahnya, karena setiap bayi DS memiliki masalah kesehatan sendiri-sendiri dengan ciri-ciri DS-nya tersebut. 

Andaikanpun wajah bayi Bapak/Ibu juga parah lantas tidak mau memperbaiki ciri DS di wajah bayi Bapak/Ibu adalah hak masing-masing, tidak sepatutnya mengatakan memperbaiki wajah bayi orang lain dikatakan berarti dengan tidak ikhlas, karena orang tua lain itu punya hak memperbaiki semua kondisi dan ciri-ciri fisik DS di tubuh hingga wajah karena ada hukum yang menyatakan perbaikan ciri boleh karena ketidak normalan diperbolehkannya adalah dalam rangka faktor kesehatan. 

KAJILAH DARI SISI ILMU FISIOLOGI DAN ANATOMI TUBUH

Jadi (kepada orang tua pemilik bayi DS yang membuat pernyataan pada bagian LATAR BELAKANG di awal artikel ini jangan melihat kondisi ciri bayi DS di wajah hanya dari kelihatan tidak apa-apa secara tampak luar saja, tapi lihatlah dari sisi ilmu anatomi dan fisiologi tubuh manusia yaitu harus baik, normal, harusnya tidak mengalami penuaan dini dan jatingan ikat tidak kendur tapi harus elastis dan seterusnya sesuai kesehatan tiap bagian :

- mulai dari kulit (epidermis & dermis)

-jaringan ikat, serat kolagen

-kartilago (tulang rawan)

-sendi-sendi 

-otot-otot

-sampai kondisi tulang-tulangnya

dan (tentu saja juga) panca indera

Semoga artikel ini bermanfaat dan membuka wawasan Bapak/Ibu khususnya pemilik bayi Down Syndrome dan kelainan genetik Syndrome Patau, Treacher Collins, Edward Syndrome dan mutasi genetik lainnya di manapun. Bahwa bayi mengalami sakit penyakit, cacat dan kelainan bukanlah kodrat, melainkan masuk ke dalam qadarulloh yaitu takdir Muallaq, yang ada peran ikhtiar manusia berdasrakan keilmuannya untuk memperbaikinya dari kaki, sendi, tulang, leher hingga wajah untuk diperbaiki (pengobatan).

APA ITU KODRAT ILAHI ? 

APAKAH SAKIT & KELAINAN ITU KODRAT ?

Kalau kodrat Ilahi adalah Tuhan Maha Berkuasa yang tidak dapat ditentang oleh manusia, terhadap manusia (tidak bisa ditentang) contoh : wanitalah yang mengandung, wanita menstruasi, wanita yang melahirkan,wanita menyusui. Kodrat Allah terhadap alam dunia & akhirat : hari kiamat dan hari pembalasan. Jadi bayi lahir kelainan bukanlah kodrat ilahi karena masih ada peran manusia yang bisa memperbaiki. Jadi (jangan salah pengertian) bayi terlahir kuning dari tubuh hingga wajah & bahkan bisa juga putih matanya jadi kuning (jaundice) 200 tahun lalu dikira kodrat, lalu ditemukannya alat inkubator yang memancarkan sinar khusus dirancang tahun September 1888 oleh Allan M Thomas &Willam C Deming di State Emigrant Hospital New York. Sakit kuning ini yang tidak dapat mengakibatkan bayi keracunan otak.

20 tahun lalu (dan sebelumnya) kelainan Down Syndrome dikatakan kodrat, dikarenakan belum adanya solusi dan obat di tahun-tahun tersebut, 5 tahun belakangan web-web yang menulis DS adalah kodrat sudah dihapus.

Salam,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono

Latihan fisik oleh istri, sudah sejak 2008 hingga 2022. Ratusan bayi dari berbagai propinsi di Indonesia
DM ke IG : Terapidzikirds21
Atau smskan nomor WA ke 081386837511
Penulis adalah lulusan S1 IKIP Jakarta Penulis sejak 2012 -2022 bayi DS, Cerebral Palsy, Translokasi Robertsonian, Kelainan Kromosom Inversi-9. Dan 2012-2015 ikut acara kesehatan di stokis K-Link dengan pembicara berbagai dokter tentang ilmu pernafasan, pencernaan, pembuangan, kesehatan jantung hingga penyakit jantung, tentang kanker serviks, hingga dokter spesialis Anatomi dan  Fisiologi Tubuh manusia dari Malaysia. Saat kerja di Sekolah bertaraf Internasional : pernah ikut penjelasan dari dokter ahli tulang tentang tulang-tulang manusia.

Khusus bayi Down Syndrome dengan penyertaan agak berat & kasus berat : selang OGT, atresia ani, dan masih selang bantuan nafas sedini mungkin dengan metode kami serta area anak ADHD, PDD-NOS dan AUTIS (khususnya yang tidak mencakar, memukul, menendang dan menggigit dan kasar lainnya) kunjungan home visit kami khususnya untuk anak 2 - 4 tahun adalah :

Se Jakarta
Se Depok
Se Tangerang-Tangsel
Se Bekasi hingga Cikarang, Cakung Cilincing, Harapan Indah, Marunda
Cibubur, Cibinong, Citeureup
Kabupaten Bogor, Bintaro, Alam Sutera hingga Serpong

Baca juga: 

Alasan lengkap perbaikan ciri-ciri DS dari wajah sampai kaki :

http://kprihatmono.blogspot.com/2021/12/memperbaiki-ciri-ciri-fisik-bayi-down.html?m=1


Perbaikan latihan fisik tubuh sampai treatment ciri DS di wajah bukan untuk nerubah wajahnya tapi untuk Kesehatan Seluruh Anggota Tubuh hingga Jaringan ikat yang sehat tidak kendur di wajah dan agar otot serta sendi menjadi kuat :

https://terapidzikirds21.com/dengan-diperbaiki-ciri-ciri-kelainan-down-syndrome-fisik-wajah-tubuhnya-dampaknya-akan-sangat-lebih-baik#more-561


Kami tidak menggunakan benda-benda yang dilarang dalam syari'at Islam, tidak menggunakan batu-batuan apapun dan kembang-kembang apapun.

Tidak menggunakan keris apapun, tidak menggunakan asap-asap apapun, tidak ada pemindahan penyakit ke buah apapun seperti kelapa ataupun ke binatang seperti ke ayam, kambing atau binatang apapun. Tidak dengan cara-cara kasar, bayi tidak diikat-ikat ke dinding maupun ke meja dan tidak dibedong-bedong. Semua dengan cara lembut & kasih sayang, menangis harus distop dahulu.

Jumat, 13 Mei 2022

Faktor Apa & Lingkungan Yang Bagaimana Dapat Menyebabkan Bayi Down Syndrome Menjadi Perilaku Menyimpang ?

ARTIKEL KALI INI ADALAH LANJUTAN (PART 2) DARI :

http://kprihatmono.blogspot.com/2022/05/fisioterapi-tumbuh-kembang-hingga-brain.html?m=1

Kami dalam melakukan latihan fisik & treatment area wajah dengan usapan untuk tumbuh kembang bayi kelainan genetik seperti Down Syndrome (DS) mulai dari perbaikan ciri-ciri fisik DS di wajah hingga organ dalam lainnya dan semua dilakukan dengan kasih sayang tidak dengan cara-cara kasar ataupun pemaksaan :

1. Bayi Kelainan kromosom Down Syndrome
2. Bayi Kelainan kromosom Inversi-9
3. Bayi Kelainan Translokasi Robertsonian
4. Anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
5. Anak PDDNOS (Pervasive Developmental Disorder-Not Otherwise Specified
6. Anak Cerebral Palsy (CP)


Perlu para orang tua pemilik bayi Down Syndrome (khususnya dan kelainan genetik lainnya) dan anak ABK pada umumnya (apalagi anak yang sudah hiperaktif), sangat dipengaruhi oleh faktor di sekitarnya dapat menjadi berperilaku menyimpang. Apa saja perilaku menyimpang dan lingkungan yang bagaimana, silakan disimak, semoga menjadi masukan.


MENGAPA ORANG TUA ANAK (PENGASUH ANAK) BILA ORANG TUANYA TIDAK BISA MENGANTAR ANAK HARUS MELIHAT CARA DI SAAT ANAK MEREKA YANG AUTIS, ADHD & PDD-NOS & DOWN SYNDROME SEDANG LATIHAN FISIK & DITERAPI WICARA ?

Apa alasan-alasan pentinh sebaiknya haruslah melihat anaknya dilatih tumbuh kembang walau dari jauhpun (misal dari jarak 5 meter di ruang lain tidaklah apa-apa, haruslah membuat pintu khusus berkaca jika orang tuanya tidak masuk ruangan bersama anaknya ? karena alasan :

1. Orang tua harusnya bisa mengulang di rumah agar bayi / anak lebih cepat bisa mengejar keterlambatan (delay) fase tumbuh kembangnya

2. Tiap manusia termasuk anak & bayi itu punya memory (ingatan) / otak berpikir dan perasaan (hati), sehingga anak harusnya tidak diperlakukan oleh dengan cara-cara yang kasar, karena lambat laun akan terakumulasi oleh "pengaruh luar (lingkungan external)" si bayi/anak. Jangan lupa karena perlakuan dan latihan itu termasuk dalam "LINGKUNGAN" di sekitaran anak. Memang lingkungan bermacam-macam, anak menjadi autis bisa akibat faktor keturunan, obat-obatan di masa kehamilan, faktor gaya hidup ke dua orang tua dan perilaku abang-kakak ke si adiknya yang misalkan kasar, memarahi & suka membentak (terlebih) jika semula si bayi adalah penyandang DS sangat mudah beresiko bergejala autis (lebih cepat  atau bisa saja akhirnya menjadi penyandang salah satu spektrum autis : PDD-NOS, ADHD dan AUTIS).

Misalkan bayi Down Syndrome dengan cara serba nangisan terus masih diteruskan hingga nangis kejer :

•pakai bola ditelungkupkan kaki disorong-sorong sambil nangis masih digeber terus menerus
•saat didudukkan sambil dipegang bahunya bayi menangis sepanjang 5 menitan nangis digeber terus
•masa pemberdirian selagi belum kuat tubuhnya diikat, kaki diikat padahal bayi menangis digeber terus

Nangis lama (sampai 3 - 4 menit lebih) yang terakumulasi terus menerus setiap kali fisioterapi pasti membuatnya kesal, bila sepanjang masa fisioterapinya saat usia 6 bulan-12 bulan dibuat selalu tidak nyaman, nangis masih digeber terua, maka bayi / anak akan menjadi bersifat ketakutan, cemas, bahkan secara medis bisa membahayakan si bayi DS bila ada jantung bocor ukuran ASD 4 mm atau di VSD 4 mm ke atas, apalagi yang jenis PDA 2 mm ke atas dengan kondisi arteri ada PH (Pulmonal Hipertensi).

Jangan lupa : anak bersifat peniru (termasuk anak ABK : Down Syndrome, Autis, dll) sedikit banyak jika tiap dilatih dengan cara-cara selalu nangis (apalagi agak kasar), maka akan mempengaruhi mental & perilakunya menjadi anak yang keselan, besok-besoknya melihat tempat KKTK nya saja (belum turun dari mobil) sudah mulai ketakutan, lalu lama-kelamaan dari minggu ke minggu berangsur-angsur mulai suka murung, menyendiri, pada akhirnya di usia belasan bulan mulailah sehari-hari suka sebal, uring-uringan dan kaki gloseran perilaku mulai menyimpang di rumah. 

Rumahpun juga merupakan lingkungan bagi anak, jika di rumah misal saat lempar barang dimarahi maka akhirnya di 2 tahunan jadi anak yang suka emosian dan marah akhirnya suatu saat menjadi susah diatur, akhirnya anak mulai suka mukul-mukul kepalanya sendiri, nangis yang sangat rewel, dan akhirnya akan mulai muncul tantrumnya (suka emosi, mukul kepala dan suka menjedotkan kepala ke ubin dan lain-lain) tak jarang hingga dahi / jidatnya benjol besar.

3. Agar melihat apakah latihan fisik yang dilakukan bisa membahayakan jantung, khususnya bila bayi/anak mengalami jantung bocor (itulah pentingnya bayi DS dites echo jantung di usia sebelum 4 bulan) :

• ASD serambi 4 mm atau lebih besar
• VSD (bilik) 4 mm atau lebih besar
• PDA (Patent Ductus Arteriosus) 1 mm atau lebih besar

MARI KITA BAHAS 1 PER 1:

Contoh kehati-hatian adalah:

A. KASUS ADANYA KELAINAN JANTUNG. Pada bayi DS yang jantung bocor seperti disebut di atas (harusnya jangan melatih bayi dengan cara-cara kasar sebelum operasi bedah terbuka dada jantung (bagi yang jantung bocor besar, TOF, Pentalogy Of Fallot) dan kepada bayi yang belum vonis bedah jantung yang bocor ASD / VSD tapi ukuran 4 mm ke atas) janganlah melatih dengan cara memakai bola besar bayi dibalik (ditelungkupkan tengkurap badan dadanya tengkurap di bola besar lalu kaki di maju-mundurkan, padahal bayi usia 5-7 bulan tersebut nangis kejer sehingga bernafas agak sesenggalan-ngap-ngapan ini sangat bisa membuat bahaya kondisi jantungnya.

Sangat lebih baik bila bayi DS sedang dilakukan latihan fisik tumbuh kembangnya, bila menangis HARUSLAH distop dulu, dihibur dulu dan dengan cara harus lembut & kasih sayang. Itulah pentingnya orang tua melihatnya (walau dari luar pintu berkaca 1 arah).

B. JANGAN DIKASARI (JANGAN NANGIS DIGEBER TERUS) misal dengan melakukan latihan tertentu dengan cara "pemaksaan" misalkan memaksa menyuruh anak tersebut untuk memperhatikan sampai berkata dengan kasar : lihat sini (dengan suara keras ke anak) sambil ke 2 tangan si terapis menolehkan ke 2 pipi wajah si anak dengan agak kasar yang perhatiannya semula entah ke mana dipaksa agar mau kita.

Metode kami dengan latihan fisik dan ttratment wajah mengurangi ciri-ciri fisik DS di wajah dengan lembut kasih sayang didoakan otaknya, harapan apa yang dilatih terserap oleh otak si anak, maka kemajuan perkembangannya  sekali dikarenakan otak anak-anak ini tidak diterapi agar lebih cerdas.


Khusus anak hiperaktif jika tidak diperbaiki / tidak dikurangi kehiperaktifannya, walau sudah pakai meja terapi ABK, anak spektrum autis saat akan diajarkan bicara, diajarkan flash card, mainan puzzle (dll) cenderung kurang fokus dan apa-apa di atas meja ini seringkali dilempar / dibuang, ditambah didudukkan posisi tidak bisa ke luar dari duduknya pasti ingin ke luar dari kursinya untuk berjalan ke sana-ke mari (tidak bisa diam dalam waktu sebentar).


Pada terapi di luaran pada anak ADHD, PDD-NOS DAN AUTIS dengan cara terapi yang dipaksakan agar anak melihat terapi bermain yang diajarkan, terapi bicara saat pengucapan anak dipaksa (kan) padahal kefokusan perhatian sangat masih kurang, atau bahkan bisa saja belum ada dengan maksud agar anak bisa melakukan sesuatu yang dicontohkan  Sehingga walau ada kemajuan sedikit bisa bicara atau bertambah bisa bermain misalkan puzzle, tapi pada kenyataannya kefokusan tetap sangat sedikit dari bulan ke bulan bahkan sampai tahunan.

Begitu diajarkan flash card maka akan susah sekali. Bahkan tak jarang bagi yang jenis AUTIS dengan perlakuan yang dipaksakan malahan si anak menjadi bosan, bahkan kesal akhirnya menjadi tantrum, mulai suka gigit-gigit, teriak-teriak, tak jarang mencakar dan bahkan sampai menggigit sang guru (terapis). Diajari terapi bermainpun, anak hanya mau sekedarnya saja, dikarenakan kefokusan nyaris belum ada.


C. METODE KAMI PADA ANAK AUTIS PERBAIKI DULU KEHIPERAKTIFANNYA. Banyak anak-anak ADHD, AUTIS dan PDD-NOS diterapi di luaran adalah dengan memaksakan pelatihan macam-macam misalkan dilatih flash card, dilatih mengulang perkataan angka 1 sampai 10, dilatih mengikuti membaca huruf atau suku kata tertentu di depan si terapis tapi perhatian anak tidak tertuju kepada si terapis, maka orientasi pada hasil terapisnya tidak akan baik (kurang berhasil). Usia anak bertambah tahunan namun kemajuan sangat sedikit sekali, bandingkan bila otak diperbaiki dulu dengan metode kami, hingga (mencapai) kemudian fokus lebih muncul, barulah silakan lanjut diterapi SI dan TW, Belajar Edukasi maka hasil kemajuannya lebih cepat/lebih baik karena lebih mudah diajari.


D. LIHAT CARANYA SAAT ANAK DILATIH Ada lagi di luaran sana, karena si anak kehiperaktifannya sangat tinggi maka sampai dibedong dibungkus dengan semacam perban seluruh tubuhnya dari kaki, paha, lengan hingga dada, seperti "mummy" (tersisa leher dan kepala) tentu saja saat dililit perban itu si anak tidak bisa bergerak, maka seolah si anak yang hiperaktif tadi menjadi tenang (?). Karena diikat beberapa menit, namun karena terjadi ketidak nyamanan, setelah ikatan dibuka, maka tentu si anak akan hiperaktif kembali, bahkan bisa jadi malahan semakin lebih menjadi-jadi hiperaktifnya di saat besoknya sudah sedang tidak diikat dibedong.


E. Itulah makanya caranya HARUS DILIHAT (pakai pintu dari 1 arah, sehingga dari arah anak tidak bisa melihat kehadiran orang tuanya di luat ruang sebelahnya

Jadi dengan melihat kejadian-kejadian di atas, kalau membawa anak spektrum AUTIS, ADHD, PDD-NOS, haruslah anak Bapak/Ibu bisa dilihat caranya agar anak tidak dikasari, jangan sampai hanya menyerahkan bayi/anak tapi cara-cara tidak bisa Anda lihat. 

Karena kita tidak bisa & tidak boleh sembarangan untuk anak spektrum autis bila dilakukan dengan kekasaran, dibuat tidak nyaman, dibuat kesakitan, dibuat menangis sampai kejer masih diteruskan, diikat-ikat kakinya & badannya, dipacu adrenalinnya adalah bukan semakin baik tapi pengalaman kami dapat info selama beberapa tahun belakangan pada banyak anak spektum autis justru semakin tidak baik perilakunya (yang kasar dan nangis digeber terus) haruslah diubah cara-caranya dengan lembut cinta kasih sayang.

Apa alasan para orang tua ? Yaitu Untuk bisa dilihat untuk melakukan treatment dan latihan ulang di rumah.

F. Ada lagi kami dapat info, anak spektrum autis dibawa oleh sang pengasuh anak (karena kedua orang tuanya sibuk bekerja), lalu si pengasuh memperhatikan dari menit ke menit hingga 1 sesi sekitar 40 menit selesai tapi si anak (yang kalau sedang melek memang suka ke sana kemari tidak terkontrol), lalu di tempat dilakukan terapi si anak selama 30 menit lebih ternyata ngantuk dan tertidur, lalu tak jarang kata si pengasuh ke kami si pengasuh bercerita sering bobo aja dibiarkan hingga 1 sesi waktunya habis. Itulah maka perhatikan jam-jam kebiasan jam tidur siang anak. 


G. HINDARI & JANGAN MENGHUKUM ANAK DENGAN JEPITAN ATAU HUKUMAN LAIN YANG TIDAK MANUSIAWI UNTUK UKURAN ANAK. Pada anak DS bermata nystagmus akan lebih susah, jadi janganlah menghukum anak misalkan dengan menjepit jari-jarinya karena belum mau bicara.


Memang bayi DS yang bermata nystagmus, nystagmus adalah kondisi gerak kornea mata yang tidak terkontrol tapi tingkatan keparahan berbeda-beda pada anak DS, agak lebih susah bagi si anak dalam melihat flash card atau benda-benda lain di depannya yang diajarkan, lalu si anak nangis berkepanjangan, begitu diintip dari jendela kamar yang agak tinggi oleh ibunya (dari jendela berkaca gelap ke arah ruang tengah yang jaraknya hanya 2 meteran terlihat, anaknya ternyata sedang dijepit jari-jarinya dengan jepitan jemuran yang setelah selesai terapi ditanya dari mana asal jepitan jemuran, ternyata si terapis wicara membawa jepitan jemuran di tas-nya. Terlihat oleh sang ibu saat sang anak yang masih 2,5 tahun itu selagi masih diterapi tadi, berusaha berulang kali melepas jepitan-jepitan di jarinya karena merasa kesakitan & tidak nyaman sambil masih nangis merintih kesakitan. Jari 1 kelepas jepitannya, dijepit lagi di jari lain, sangat kasihan si anak dan tega sekali si terapisnya.

Begitu selesai terapi, ibunya dengan agak kesal bertanya :

Kenapa anak saya tadi pakai dijepit-jepit begitu jarinya ?

Dijawab oleh si terapis wicara:

Abis saya kesel anak ibu gak mau-mau bicara, jadi saya hukum aja.

(Maksud si terapis karena kesal, maka si anak dijepit supaya mau bicara).

Lalu si ibu menimpali dengan nada kesal :

Lain kali kalau menterapi anak saya, jangan dijepit-jepit gitu ya.

Semoga dengan kejadian ini agar terbuka pikiran Bapak/Ibu bahwa HARUSLAH melihat bayi/anak ABK Down Syndrome (DS), Cerebral Palsy (CP), Autis dan lainnya saat difisioterapi fisik dan terapi (wicara, okupasi & sensori integrasi). Harus juga melihat cara-caranya. Bila terlihat ada "hukuman" seperti di atas, maka Bapak/Ibu sebaiknya bertanya dan menegur.

SEBAIKNYA LAKUKAN TEMPAT TERAPI YANG BAPAK/IBU DAPAT MELIHAT ANAK 

Jika tempat terapi tidak mau dilihat orang tuanya ke dalam ruangan terapi (biasanya tempat terapi beralasan nanti si anak manja jarena melihat orang tuanya), pilihlah tempat terapi yang memiliki pintu kaca 1 arah di pintunya tempat Bapak/Ibu bisa melihat ke arah anak, tapi anak tidak bisa melihat ke arah Bapak/Ibu. Jika tidak dibuat cara demikian, lebih baik JANGAN memilih tempat tersebut, karena misalkan anak Bapak/Ibu dikasari ? Tentu tidak mau bukan.

Memang lebih baik bawa pergi bayi/anak Bapak/Ibu dan cari tempat yang lain. Ingat : Memperbaiki bayi / anak bukanlah seperti memperbaiki mobil seperti "ala" service mobil di tempat  k e t o k  m a g i c.  Bayi / anak memiliki jiwa (ruh), pikiran dan hati (perasaan) lembut pada awalnya, mereka ini bisa karena faktor lingkungan (external) harus diperlakukan perbaikannya dengan lembut & cinta kasih sayang sepanjang segala terapi yang dilakukan dan kehidupan anak di rumah pun oleh sanak family di rumah termasuk abang/kakaknyapun juga harus support dan sayang jangan dimarahi apalagi dibentak (misal membuang / melempar benda / barang dalam jangkauannya). Hindari pula yang cara-caranya kasar  orang tuanya tidak boleh melihatnya. Dan siapapun di rumahnya tdak boleh berkata kasar/membentak misalkan anak menjatuhkan benda atau barang di rumah (semisal remote AC, remote tivi, HP), maka solusinya jauhkan benda-benda mahal ini dari jangkauan anak.

INGAT: Bayi / anak punya otak (pikiran), hati (perasaan) dan juga memory yang bisa (merekam atau mengingat) yang sudah diperlakukan kasar dan dibuat kesal dan segala misal dibedong seperti mummy, diikat kakinya agar tidak bergerak atau misalkan dijepit jari-jari tangannya dengan jepitan jemuran karena menggunakan cara-cara paksa misalkan saat diajari bicara tapi tidak juga si anak mau mengulang melakukannya. 

Atau si anak nangis karena dipaksa sesuatu, lalu digeber terus oleh si terapis padahal si anak sudah nangis kejer berkepanjangan. Biasanya untuk orang tuanya di luar ruang lain agar tidak mendengar anaknya nangis kejer dengan cara menyetel suara musik keras-keras.

Nah artinya mau tidak mau Bapak/Ibu harus melihat bayi / anak sepanjang saat sedang diterapi, kalau cara-cara membuat tidak nyaman, cara yang kasar nangis digeber terus, dijepit jarinya, dan cara tidak baik lainnya yang akan membuat anak kesal, justru semakin brutal nantinya dan semakin hiperaktif.

JANGAN LUPA : Bayi / Anak Down Syndrome itu sifat dasarnya lembut, periang, pemalu, penyayang, dan baperan, sensitif dengan kekasaran, periang, suka membuat orang tertawa. Jadi hindari bila bayi DS yang tidak bisa Bapak/Ibu lihat. Banyak bayi DS usia 10 bulan-16 bulan kita tatap matanya sambil kita pukul paha kita sendiri di depannya si bayi ini maka bisa sudah menangis karena dikira memarahinya karena takutnya, apalagi kalau cara melatihnya seringkali dengan nangisan digeber terus secara berlama-lama misalkan 3 sampai 6 menitan (apalagi lebih lama).

Dan juga metode kami dalam memperbaiki anak ADHD & PDD-NOS adalah dengan mengurangi kehiperaktifannya lebih dulu dengan cara lembut cinta kasih sayang, kehiperaktifan anak dibuat agar cooling down (lebih tenang), bukti harus terlihat oleh Bapak/Ibu kemajuan dari bulan ke bulan dari hasil terapinya sehingga KESADARAN DAN KEFOKUSAN ANAK MENINGKAT, ANAK LEBIH TENANG sehingga saat dilakukan apapun nantinya misalkan saat lanjut belajar bicara dan terapi lainnya sudah mau menatap lebih fokus kepada si terapis. 

Semoga semua info yang kami dapat menjadi masukan bagi siapapun dimanapun & semua orang tua pemilik anak ABK) dimanapun agar terbuka pikiran Bapak/Ibu bahwa HARUSLAH melihat bayi/anaknya saat dilatih.  Di Jakarta & Bekasi sudah banyak sejak beberapa tahun lalu sudah membuat pintu yang ada kaca agar orang tua bisa melihat anaknya ke dalam, si anak tidak bisa melihat ke ibunya dari dalam ke ruang depan. Jadi pintu ini bisa dibuat.

Dalam melatih haruslah bersifat sabar dan sayang anak seolah itu adalah anak sendiri, karena memang ada beberapa (banyak) kasus kondisi bayi / anak ABK yang organ dalam bermasalah seperti:

• bayi DS yang jantung bocor dengan besar bocor tertentu atau terjadi TOF (Tetralogy of Fallot), Pentalogy of Fallot dll yang agak bahaya

• ada yang pakai colostomy bag di perut kiri (akibat atresia ani = tidak ada anus) jadi masalah untuk bagian kiri tubuh, jadi latihan yang serba ke kiri harus sangat hati-hati

• mata yang nystagmus sehingga agak ada gangguan dalam penglihatan (dikarenakan anak ABK usia 4 tahun ke bawah masih susah dipakaikan kacamata, karena biasanya akan dilepaskan/ dibuang), jadi saat diterapi flash card atau yang ada bacaan / gambar seringkali kurang terlihat oleh matanya

• ada cukup banyak kasus ABK tertentu juga mengalami gangguan kurang pendengaran

Dan masih banyak kondisi yang menyebabkan saat masih bayi bagaimana cara melatih 8yang baik dengan sabar atau anak usia balita (2, 3, 4, 5 tahun) berbeda-beda kondisi, namun apapun kondisinya bukan berarti lantas dilakukan dengan cara kasar, pemaksaan-pemaksaan dan hukuman yang tidak baik. Banyak kejadian akhirnya malahan anak kondisi Down Syndrome pada saat usia 2,5 tahun - 3 tahunan malah menjadi anak bergejala autis dikarenakan "faktor external" (sejak usia masa-masa fisioterapi) dikasari secara terakumulasi, bisa jadi saat mulai titah-titah menjelang jalan, anak suka buang benda, di rumah dibentak/dimarahi oleh sanak family di rumah, akhirnya anak menjadi kasar memperlihatkan banyak gejala autis.

Pihak medis kini telah menyatakan penyebab anak bergejala autis sudah menyebut salah satunya adalah faktor lingkungan, silakan browsing dengan keywords : hingga kini penyebab anak menjadi autis  maka akan muncul :

Hingga kini, penyebab autisme tidak diketahui secara pasti. Namun, risiko terjadinya gangguan autisme dapat meningkat apabila terdapat faktor genetik dan lingkungan, misalnya paparan racun, asap rokok, infeksi, efek samping obat-obatan, serta gaya hidup tidak sehat selama hamil. (Tertanggal) Feb 14, 2020 di salah satu website.

Dikatakan di web lain di 2021:

Penelitian terbaru mengonfirmasi beberapa kelainan genetik yang dapat mempengaruhi seseorang terhadap autisme. Beberapa gen telah terlibat. Autisme sering kali dikaitkan dengan keterlibatan beberapa gen yang diturunkan. Autisme juga bisa menurun dalam keluarga, jadi kombinasi gen tertentu dari orangtua bisa meningkatkan risiko anak untuk mengalami kondisi tersebut.

Jika kita bercermin pada 3 hal di atas (genetik, lingkungan dan pertemanan), yang mempengaruhi faktor perilaku & pendidikan anak termasuk terapi anakpun berhasil atau tidaknya salah satunya adalah lingkungan :

Ad 1. Faktor sekolah (yang dipilih) karena sekolah termasuk lingkungan, yaitu lingkungan pendidikan & bermain dengan anak lain di sekolah

Ad 2. Faktor lingkungan rumah (komunikasi, support keluarga yang berperilaku kurang baik dan atau baikkah di keluarga)

Ad 3. Faktor lingkungan pertemanan (di liar sekolah)

Maka sudah jelaslah kini fakfor yang turut mempengaruhi anak menjadi meningkat resiko gangguan autis bisa disebabkan pada poin "lingkungan" tentunya poin ad 1 di atas pun lingkungan terapi pun juga termasuk maka haruslah :

Ad 1. Faktor lingkungan bayi / anak ABK yang dihadapi anak adalah9 kasar (seperti dijelaskan pada poin A sampai F) bisa saja meningkatkan resiko anak menjadi mengalami perilaku-perilaku gejala-ejala autis.

TERAKHIR YANG TERPENTING PENGELUARAN BIAYA & EVALUASI HASIL KEMAJUAN BULANAN DAN PER 6 BULANAN

Evaluasi hasil kemajuan tumbuh kembang bayi DS sangat penting dijelaskan ke orang tua anak terhadap kemajuan-kemajuan pencapaian. Harusnya dalam setiap bulan diupayakan adanya kemajuan tertentu.

BIAYA KTK BERBAYAR DI LUARAN BIASANYA DALAM 1 BULAN ADALAH 6 SESI HINGGA 8 SESI

Maksudnya bila dalam 1 bulan (7-8 sesi), 2 bulan (15-16 sesi) & 3 bulan (15-24 sesi) terlaksana tapi jika hanya kemajuan sedikit sekali artinya bisa jadi ada metode atau cara yang kurang tepat yang diterapkan. Karena anak yang hiperaktif masih tinggi, dilatih bicara maka perhatiannya (fokusnya) sangat susah saat diajari, itulah maka hasil tidak akan signifikan dengan biaya yang dikeluarkan. Anak hiperaktif yang diterapi wicara tanpa dikurangi kehiperaktifannya, maka si anak tidak akan fokus melihat yang diajarkan, seperti flash card dan lainnya

Jadi ORIENTASI HASIL AKHIR JUSTRU FAKTOR TERPENTING. Jadi segala faktor perbaikan fisik bayi DS, dan terapi anak ABK diutamakan adalah ADANYA TIDAKNYA SOLUSI dan KEBAIKAN HASIL TERLIHAT TAMPAK NYATA YANG BANYAK, sehingga anak menjadi baik fisiknya sebagus-bagusnya, secerdas-cerdasnya dan sepintar mungkin hingga kemandirian, termasuk sampai kemampuan berbicara.


APA TUJUAN DOA KE OTAK METODE KAMI ?
Perbaikan metode pada anak spektrum autis ada pendekatan & perbaikan berbeda, yaitu perbaiki dulu kehiperaktifannya. Apa gunanya (tujuan) metode kami pada anak ADHD, PDD-NOS dan AUTIS (khususnya kami hanya menerima yang tidak mencakar, tidak menggigit, tidak memukul) paling tidak usia 2 tahun - maksimal ditangani usia 4 tahun :

a. Kehiperaktifannya dikurangi / diturunkan

b. Pola jam tidur masih belum sesuai  misalkan jam tidur masih jam setelah 24.00 atau bahkan 01.00 dini hari

c. Porsi jam tidur seharinya masih sangat kurang dari yang seharusnya di usia si anak, hingga akhirnya porsi jam tidur sesuai dengan porsi jam usia si anak

d. Tujuan akhir agar anak semoga menjadi lebih tenang pada perilakunya

e. Sehingga anak akhirnya bisa lebih fokus untuk diajak komunikasi (eye contact : tatapan mata) saat belajar terapi wicara atau latihan kemandirian lainnya

JADI MENGURANGI KEHIPERAKTIFAN ANAK ABK ADA 3 HAL YANG HARUS DILAKUKAN :

Ad 4. HINDARI YANG CARANYA KASAR & JAUHKAN PERLAKUAN YANG KASAR TERHADAP ANAK DI RUMAH / LINGKUNGAN TEMAN

Ad 5. KENALI MAKANAN, CEMILAN DAN MINUMAN YANG BISA MEMBUAT ANAK BERTAMBAH HIPERAKTIFNYA UNTYK DIHINDARI

Tanpa 3 (ad 4, ad 5) cara di  atas dilakukan semua, atau misalkan hanya 2 macam (apalagi kalau hanya 1 macam saja yang dilakukan), maka kehiperaktifan anak sangat susah dikurangi, jadi keberhasilan terapi anak hiperaktif semua 3 hal (ad 4, ad 5), haruslah dilakukan semua, setelah dilakukan berhasil hiperaktifnya sangat berkurang dan sudah bisa fokus memperhatikan barulah dilakukan latihan bicara, latihan perilaku akan lebih cepat keberhasilannya.


Semoga tulisan ini bisa menjadi masukan & diambil pelajaran kepada para orang tua sekalian dapat mempertimbangkan faktor-faktor agar kondisi bayi / anak semakin baik. Dan jangan sampai dengan cara-cara kasar tapi perilaku anak malahan terjadi penyimpangan yaitu malahan bergejala autis (suka seperti menjedot-jedotkan kepala, mencakar & menggigit, dll) sehingga malah sulit ditangani & diperbaiki ke depannya, harusnya dari bulan ke bulan kehiperaktifannya harus semakin berkurang.

Salam,

Drs. R. Kurniawan Prihatmono

DM ke IG : Terapidzikirds21
Atau smskan nomor WA ke 081386837511
Penulis adalah lulusan S1 IKIP Jakarta

Area anak ADHD, PDD-NOS dan AUTIS (khususnya yang tidak mencakar, memukul, menendang dan menggigit dan kasar lainnya) kunjungan home visit kami khususnya untuk anak 2 - 4 tahun adalah :

Se Jakarta
Se Depok
Tangerang
Se Bekasi hingga Cikarang, Cakung Cilincing
Cibubur, Cibinong, Citeureup & Kabupaten BogorBintaro - Alam Sutra hingga Serpong

================

Istri di 2007/2008 pernah lulus interview di RSAB Harapan Kita Jakarta Barat lulus pernah diterima pada bagian tumbuh kembang untuk bayi kelainan DS karena hasilnya yang sangat bagus.

Bahkan sejak 2008 hingga kini 2022 sudah 200an dengan hasil sangat bagus, yang tersebar dari Aceh hingga Lampung, semua propinsi Kalimantan dan berbagai kota di Pulau Jawa.

SALAH SATU BUKTI MANFAAT 

Bayi DS sekitar 7 per 100 bayi DS mengalami kondisi jantung bocor besar ada yang TOF (Tetralogi Of Fallot) dan kelainan jantung berat lainnya yang mengharuskan operasi bedah terbuka dada, atas izin Allah dengan dilakukan doa penguatan ke jantung dengan doa (dengan dzikir) saat bayi sebelum masa operasi di rentang usia tertentu (bawah 3 bulan hingga menjelang masa operasi, bahkan hingga masuk ruang persiapan hari H operasi banyak pra orang tua pasien kami, apakah itu di kost sementara di belakang rumah sakit atau saat bayinya sudah di ruang rawatan persiapan 1 hari menjelang operasi jantung, banyak orang tua meminta istri untuk melakukan di rs untuk penguatan jantung bayi khusus pasien kami di dalam kamar rawatan rumah sakit (sebelum masa pandemi) sekitar 10 menit. Alhamdulillah atas izin Allah sudah belasan bayi DS yang pasca operasi selalu pulang lebih dulu (lebih cepat) total hanya sekitar 7-10 hari di rs dengan berbagai kasus jantung berat. Tak jarang bayi-bayi DS lainnya pasca operasi bisa sangat lebih lama sebelum bisa pulang bisa sampai 3 minggu atau 1 bulan bahkan lebih.

Kami menerima semua agama & suku apapun yang ke kami, silakan berdoa menurut agamanya masing-masing.

Bersambung ke Part 3....