Jumat, 09 November 2012

Sikap Yang Sangat Merugikan : Ghibah - Buhtan - Fitnah

GHIBAH - BUHTAN - FITNAH ADALAH PENYAKIT HATI

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berhubungan - komunikasi satu dengan yang lainnya, seperti di dalam bekerja di kantor, mungkin juga adalam berbisnis lainnya. Terkadang ada juga bisnis yang kita memiliki jaringan cukup banyak yang merupakan 1 tim jaringan. Di sinilah masalah Ghibah - Buhtan - Fitnah sangat mudah terjadi, seharusnya bisnis ini sangat baik, asalkan masing-masing kita hanya membicarakan seputar peningkatan jaringan dan peningkatan demi besarnya jaringan demi kesuksesan bersama.



INGAT: Allah memang Maha Pengampun, tapi khusus dosa Ghibah - Buhtan dan Fitnah, karena ini berkaitan dengan makhluk/manusia lain, Allah memberikan ketentuan dan persyaratan yang berlaku untuk mengampunkan permintaan dosa ini, yaitu penyebar Ghibah harus meminta maaf kepada orang yang jadi korban Ghibah-Buhtan-Fitnah.
Ini indahnya hukum bersosialisasi kemasyarakatan dalam Islam, agar masing-masing menjaga LISAN-nya.

Inilah mengapa 1600 tahun lalu, Rasululloh telah membuat ke 3 hukum di bawah ini, yaitu:

Bergunjing (ghibah) atau yang lebih dikenal sekarang dengan kata "Gosip" merupakan hal yang biasa dijaman sekarang ini, bahkan makin disemarakkan dengan acara di televisi yang dikenal dengan acara "infotainment". Di acara tersebut dapat dengan mudah kita mengetahui keburukan-keburukan orang lain, padahal banyak kerugian yang akan menimpa diri kita.

Diriwayatkan sebuah hadits dari Jabir bin Abdullah ra., bahwa Nabi saw bersabda : "Hindarilah mengunjing, karena mengunjing itu lebih berat (siksanya) dari berzina". Para Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apa alasannya mengunjing itu lebih berat dari berzina?" Nabi bersabda, "Sesungguhnya seorang lelaki yang telah berzina lalu ia mau bertobat, maka Allah akan menerima tobatnya. Tetapi orang yang mengunjing, Allah tidak akan mengampuni sebelum orang yang digunjingkannya itu mengampuninya".

Diriwayatkan pula, ada seseorang yang nanti dihari kiamat diberikan kepadanya buku catatan amalnya. Lalu dia tidak melihat didalamnya catatan amal kebaikannya, maka dia berkata, "Ya Tuhanku, dimanakah amal shalatku, puasaku dan ketaatanku?" Maka dikatakan kepadanya, "Hilang seluruh amal kebaikanmu, lantaran kamu mempergunjingkan manusia." Diberikan pula catatan amal seorang lelaki lainnya yang diterima dengan tangan kanannya. Lalu dia melihat amal-amal kebaikan yang tidak pernah dilakukannya, maka diucapkan kepadanya: "Inilah catatan amal-amal kebaikan manusia yang telah mempergunjingkanmu, sedang kamu tidak menyadarinya."

Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, "Lidah itu laksana seekor binatang buas, bila dilepaskan pasti membunuh."

DALAM HADIST DITERANGKAN:
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW  berada di majelis sahabatnya. Lalu, beliau bertanya kepada mereka:
"Tahukah kalian, apakah ghibah itu?" Mereka menjawab, "Allah SWT dan RasulNya lebih tahu." Nabi SAW berkata, "Kalian mengatakan sesuatu yang tak disukai saudara kalian." Salah seorang dari mereka bertanya, "Bagaimana menurut anda, wahai Rasulullah, jika apa yang kukatakan perihal saudaraku itu benar?" Nabi SAW menjawab, "Jika yang kamu katakan itu benar berarti kamu menggunjingnya (ghibah); jika yang kamu katakan itu tidak benar berarti kamu mengada-ada (bhutan)." (HR Muslim Tirmidzi)
Apabila seseorang mengetahui aib atau kekurangan saudaranya, baik moral maupun fisik, dan itu memang benar adanya, maka itu dinamakan menggunjing (ghibah). Orang yang melakukannya layak mendapat siksa Allah SWT. Hanya saja siksa yang lebih keras ditimpakan kepada orang yang mengada-ada (buhtan); yaitu membicarakan aib orang lain yang tak disandangnya atau membicarakan perkataan orang lain yang tak pernah dikatakannya.

Abu Darda RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa menggunjing seorang muslim dengan perkataan, sedangkan pembicaraan itu tidak sesuai dengan yang sebenarnya, Allah SWT berhak menghancurkan tubuhnya di neraka pada hari Kiamat kelak hingga perkataannya terbukti (dan pasti ini tak mungkin bisa membuktikkan)." (HR Muslim)
Rasulullah SAW menyampaikan nasihat kepada Abu Dzar Al Ghifari RA:
"Sebaiknya kamu diam! Karena diam itu dapat mengusir setan dan menolongmu atas persoalan agamamu. Katakanlah yang benar meskipun pahit dan jangan takut membela hak Allah meskipun orang lain membenci." (HR Muslim)
Di antara hadis Nabi SAW yang menyinggung persoalan ini adalah:
"Orang berakal hendaknya memerhatikan waktunya, peduli untuk memperbaiki keadaannya, dan memelihara lisannya. Siapa yang mengukur ucapan dari perbuatannya, maka bicaranya sedikit, kecuali yang diperlukan." (HR Muslim)
Ghibah tidak terbatas dengan lisan saja, namun juga bisa terjadi dengan tulisan atau isyarat seperti kedipan mata, gerakan tangan, cibiran bibir dan sebagainya. Sebab intinya adalah memberitahukan kekurangan seseorang kepada orang lain. Suatu ketika ada seorang wanita datang kepada ‘Aisyah r.a. Ketika wanita itu sudah pergi, ‘Aisyah mengisyaratkan dengan tangannya yang menunjukkan bahwa wanita itu berbadan pendek. Rasulullah saw lantas bersabda: "Engkau telah melakukan ghibah!".
Semisal dengan ini adalah gerakan memperagakan orang lain seperti menirukan cara jalan seseorang, berbicaranya dan lain-lain. Bahkan yang demikian ini lebih parah dari pada ghibah, karena di samping mengandung unsur memberitahu kekurangan orang, juga mengandung tujuan mengejek atau meremehkan. Tak kalah meluasnya adalah ghibah dengan media masa baik media cetak atau yang dipertontonkan dalam televise, karena tulisan adalah lisan kedua. Media massa sudah tidak segan dan malu-malu membuka aib seseorang yang paling rahasia sekali pun. Yang terjadi kemudian, sensor perasaan malu masyarakat menurun sampai pada tingkat yang paling rendah. Aib tidak lagi dirasakan sebagai aib yang seharusnya ditutupi, perbuatan dosa menjadi makanan sehari-hari.

Macam dan Bentuk Ghibah
Ghibah mempunyai berbagai macam dan bentuk, yang paling buruk adalah ghibah yang disertai dengan riya’ seperti mengatakan: "Saya berlindung kepada Allah dari perbuatan yang tidak tahu malu semacam ini, semoga Allah menjagaku dari perbuatan itu." Padahal maksudnya mengungkapkan ketidaksenangannya kepada orang lain, namun ia menggunakan ungkapan doa untuk mengutarakan maksudnya.
Bahaya Ghibah
Letak parahnya perbuatan ghibah dapat dilihat dari dua sisi:  
Pertama, ghibah (menggunjing) berkaitan dengan hak hamba, dosanya lebih berbahaya karena kezalimannya merembet kepada manusia.
Kedua, ghibah merupakan maksiat yang dikerjakan dengan ringan oleh kebanyakan manusia kecuali orang yang dirahmati Allah. Dan sesuatu yang ringan yang biasa dikerjakan manusia biasanya dianggap sepele, padahal dosanya sangat besar di sisi Allah SWT.

Kafarat Dosa Ghibah (Menggunjing)
Jika seseorang terjerumus ke dalam perbuatan ghibah (menggunjing) hendaknya ia menyesali perbuatannya, meninggalkannya, bertekad tidak akan mengulanginya, memohon ampun kepada Allah, dan bertaubat kepada-Nya. Dan pintu Taubat senantiasa terbuka bagi orang yang berdosa lalu menyesalinya. Hanya saja, dosa menggunjing ada kaitan dengan makhluk. Sedangkan di antara syarat taubat yang memiliki sangkutan hak adami adalah dengan meminta kehalalan dan maafnya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ
"Barangsiapa yang pernah menzalimi saudaranya dari kehormatan atau sesuatu (miliknya) hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman itu pada hari ini, sebelum datang hari kiamat yang saat itu tidak ada manfaatnya lagi dinar dan dirham, jika ia mempunyai amal shalih maka akan diambil sekadar dengan kezalimannya, dan jika tidak memiliki kebaikan maka keburukan saudaranya akan diambil dan dibebankan kepadanya." (HR. Al-Bukhari dan lainnya)
Maka seseorang yang sudah menggunjing saudara muslim lainnya, dan sudah menyebar serta sampai pada orang yang digunjingnya, hendaknya ia datang kepada saudaranya tersebut, mengakui kesalahannya, dan meminta maaf kepadanya. Kecuali jika khawatir keterusterangannya tersebut menimbulkan kerusakan yang lebih besar, maka ia cukup memintakan ampun dan mendoakan kebaikan untuknya, memujinya dan menyanjung akhlak baik yang ada padanya. Hal ini juga berlaku jika isi ghibahnya belum sampai kepada orang yang digunjing, maka tidak perlu memberi tahukan kepadanya, karena bisa menjadikan ia marah dan rusak hubungan persaudaraan.

CARA YANG PALING AMPUH SAAT INI KARENA SIFAT DAN KARAKTER MANUSIA YANG CENDERUNG SANGAT SUKAR DIBUAT MENGERTI:
Apa yang seharusnya kita lakukan saat menghadapi orang yang suka mulai mengghibah:
a. Suruhlah langsung untuk menghentikan (stop) pembicaraannya orang lain yang tidak berhubungan dengan peningkatan bisnis atau untuk kesuksesan. Karena Rosul menyuruh LEBIH BAIK DIAM.
b. Minta agar dialihkan pembicaraan ke topik lainnya, seperti : "Adakah hal atau topik lain yang kita bicarakan selain ngomongin seseorang ?" Bila sudah tidak ada, segera selesaikan urusan lainnya yang berhubungan dengan bisnis.
c. Bila masih tidak mau diam juga orang yang melakukan Ghibah ini, cara yang paling ampuh adalah, segera Anda telpon orang yang sedang dighibah, lalu jelaskan bahwa ada yang sedang membicarakan Anda, agar orang yang mengghibah ini benar-benar berhenti. DIJAMIN.

Dengan cara seperti ini, akan memberikan shock terapi terhadap si pengghibah. Ini lebih baik dilakukan, dari pada TIDAK BERUSAHA UNTUK MENGHENTIKAN YANG SULIT DIHENTIKAN.

Lebih baik dilakukan cara poin c, dari pada Anda mendengar Ghibah pun bisa jadi, karena hadistnya:: "Tetapi orang yang mengunjing, Allah tidak akan mengampuni sebelum orang yang digunjingkannya itu mengampuninya". Bisa saja bila orang yang digunjingkan tidak memaafkan, maka dosa gunjingan ini tidak akan diampuni Allah. Demikian Hadist yang diriwayatkan Jabir bin Abdullah ra.

MANA YANG ANDA PILIH ? 
1. Tetap mendengarkan ghibah, yang bisa jadi dosa ghibah Anda ber 2 dapatkan. Bisnis jalan, karena seolah-olah Anda dinilai menjadi teman "baik", bagi si penggibah ?


2. Atau melakukan poin c, bisnis dan hubungan jelas akan sedikit 'terganggu', tapi membuat efek jera kepada PENGGIBAH. Tapi dosa ghibah tidak terjadi.

Semua kembali kepada diri kita masing-masing, mana yang lebih baik bagi diri Anda di akhirat.

Semoga bermanfaat demi menjaga lisan dan hati.


Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono

Kiat-kiat untuk menghindari dari perbuatan ghibah
Untuk mengobati kebiasaan ghibah yang merupakan penyakit yang sulit dideteksi dan sulit diobati ini, ada beberapa kiat yang bisa kita lakukan.
Pertama, Selalu mengingat bahwa perbuatan ghibah adalah penyebab kemarahan dan kemurkaan Allah serta turunnya adzab dariNya.
Kedua, Bahwasannya timbangan kebaikan pelaku ghibah akan pindah kepada orang yang akan digunjingkannya. Jika ia tidak mempunyai kebaikan sama sekali, maka diambilkan dari timbangan kejahatan orang yang digunjingkannya dan ditambahkan kepada timbangan kejahatannya. Jika mengingat hal ini selalu, niscaya seseorang akan berpikir seribu kali untuk melakukan perbuatan ghibah.
Ketiga, Hendaknya orang yang melakukan ghibah mengingat dulu aib dirinya sendiri dan segera berusaha memperbaikinya. Dengan demikian akan timbul perasaan malu pada diri sendiri bila membuka aib orang lain, sementara dirinya sendiri masih mempunyai aib.
Keempat, Jika aib orang yang hendak digunjingkan tidak ada pada dirinya sendiri, hendaknya ia segera bersyukur kepada Allah karena Dia telah menghindarkannya dari aib tersebut, bukannya malah mengotori dirinya dengan aib yang lebih besar yang berupa perbuatan ghibah.
Kelima, Selalu ingat bila ia membicarakan saudaranya, maka ia seperti orang yang makan bangkai saudaranya sendiri, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT: "Dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang telah mati?" (Al-Hujuraat : 12).
Keenam, Hukumnya wajib mengingatkan orang yang sedang melakukan ghibah, bahwa perbuatan tersebut hukumnya haram dan dimurkai Allah.
Ketujuh, Selalu mengingat ayat-ayat dan hadits-hadits yang melarang ghibah dan selalu menjaga lisan agar tidak terjadi ghibah.
Semoga kita termasuk hamba yang selalu memelihara lidah dan perkataan dari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji yang hanya menjauhkan kita dari Ridla-Nya dan mendekatkan pada siksa-Nya. Akhirnya marilah kita berdo’a semoga kita diberikan petunjuk bahwa yang benar itu benar dan diberikan kekuatan untuk melaksanakannya. Dan diberikan petunjuk bahwa yang bathil itu bathil dan diberikan kekuatan untuk menjauhinya. Amin.

http://www.nuansaislam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=312:ghibah&catid=96:ensiklopedi-islam&Itemid=347

Senin, 05 November 2012

Sebenarnya Allah SWT Memberi Bahasa Kode Tentang Ayat-Ayat Al Qur'an

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Al Qur,an sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Al Qur,an tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli.Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah sholat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini.

Secara eksplisit atau dalam istilah ‘Ulumul Qur’an disebut mantuq (makna yang tampak jelas menempel pada lafal), ternyata salah satu sisi menarik kandungan Al-Qur’an adalah keterkaitan dengan masalah psikologi dan karakter manusia, yaitu, bagaimana cara Al-Qur’an mengajak manusia untuk berpikir. Ada banyak ayat dalam Al-Qur’an yang membuka pemikiran, agar manusia mau menggunakan akal sesuai dengan fungsinya untuk berpikir.

Seperti pada video youtube di bawah ini, ternyata pada sholat ada angka 53 terekspresikan saat kita sholat pada saat tangan syahadat, tangan kita bersaksi, kaki kita pun bersaksi. Yang sebenarnya banyak jumlah ayat-ayat Allah terrefleksikan pada diri kita (manusia). Yaitu pada saat Al Qur'an sebagai wahyu kepada Rasul dan Rasul mendapat perintah untuk menjalankan sholat 5 waktu, 1600 tahun yang lalu mungkin belum kita ketahui BAHASA KODE dari Allah  ini.

Suatu kode angka dan matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya, Anda bisa melihat tabir kerahasiaan tersebut yang tercermin pada tubuh manusia, dalam hal ini pada kaki. (ini untuk angka 53). Ada juga yang lain bahasa kode Allah kepada manusia untuk angka 19.
.



"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari 'alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah." (Al Qur'an, 96:1-3) 
“Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahaminya (menggunakan akal).” (QS.An-Nahl:12)

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada situs berikut ini:
https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:_R0QLo_xDOUJ:agorsiloku.files.wordpress.com/2007/02/flying-book-101koreksi-1-rangka-manusia-dan-bilangan-pada-al-quran.pps+&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESjvklCHAhYj6nTRyBHRRqVs_m3d_GsPkKfslrVnRn-TBC59tmZfW5w1ZHB5sPSNja-1Zuewz4iDKD-1vV7Lr9yWkfAFb5L-pmGYx5_LEnXqP2ou5Iv7R1bCHBFCSyE99VW21pAR&sig=AHIEtbR9pvrwgBPGmpGkehh2NltMYJxOUg
Anda bisa download file di atas, dalam bentuk powerpoint pdf, lalu bisa dijalankan seperti powerpoint.

Ini hanyalah salah satu, setelah kemajuan ilmu yang demikian pesatnya saat ini sangat masih banyak ilmu Allah yang belum kita mengetahuinya dan juga kita (mungkin) belum merasakan kehebatan dan kedahsyatannya dari ribuan atau jutaan atau mungkin miliaran ilmu dari bagian ilmu Allah SWT, yang kita ketahui. Mungkin suatu saat Anda merasakan ilmu Allah, tapi bukan Anda dapatkan karena Anda sekolah atau kuliah atau belajar, tapi ilmu Allah yang baik tersebut Anda boleh dapatkan karena anugerah Allah kepada Anda, hendaknya gunakanlah (semua) ilmu itu untuk hal yang positif, untuk kebaikan dan untuk bermanfaat untuk orang banyak. Janganlah Anda hanya belajar ilmu tetapi tidak mempraktekkannya atau menggunakannya untuk kehidupan Anda, karena ilmu yang telah Anda miliki tersebut menjadi sia-sia atau tidak bermanfaat.

Semoga bermanfaat, semakin banyak tahu, insya Allah semakin mempertebal keimanan kita kepada Allah  SWT. Amiin ya rabbal alamin.

Drs. R.Kurniawan Prihatmono

Selasa, 30 Oktober 2012

3 Buah Tips Agar Tertarik Membaca Buku dan Memudahkan Mengingat

Penulis ingin berbagi sedikit pengalaman penulis agar bagaimana diri kita ada ketertarikan untuk memulai membaca. Semoga tips ini bermanfaat bagi siapa saja yng membaca blog ini dan juga downline-downline penulis di MLM K-Link. Semoga setelah membaca sedikit tips ini, bermanfaat untuk Anda. Dan Anda menjadi lebih baik dalam menjalankan bisnis Anda dengan memperluas wawasan.

Membaca merupakan proses penyerapan informasi dari pengarang kepada diri pembaca. Dengan banyak membaca kita akan memperoleh pengalaman dan pelajaran dari orang lain. Tapi banyak orang enggan untuk memulai, seperti untuk sukses di dunia MLM harus banyak membaca segala macam buku, seperti Buku-buku tentang kisah sukses, Personality Plus, Quantum Ikhlas dan lain-lain. Kebanyakan orang karena tidak tau trik untuk membuat dirinya tertarik sehingga baru membaca 5 atau 6 halaman pertama dari BAB I buku, lalu sudah jenuh untuk melanjutkan, apalagi buku itu tebal.

Tips di bawah ini mudah-mudahan bermanfaat bagi mereka yang enggan atau bagi orang-orang PEMULA yang sehari-harinya tidak ada kemauan atau ketertarikan dalam membaca buku. Inilah tips yang mungkin bisa digunakan.

1. Cara membuat diri agar mau untuk memulai membaca buku

-Pertama lihatlah kata pengantar atau terkadang tulisan komentar dari orang lain di awal-awal buku, jangan dibaca terlalu banyak, cukup komentar dari 2 sd 5 orang saja, andaikan komentarnya ada sampai 25 sampai dengan 30 orang. Kecuali jika pada buku tersebut harus dibaca berurutan dari bab ke bab dari awal sampai akhir, mau tidak mau berarti itu harus diikuti. Biasanya buku-buku yang demikian, ada peningkatan pengertian level-per level dari tiap bab dan semakin meningkat. (Biasanya pembacaan buku jenis ini adalah bagi yang akan membaca sudah harus ada ketertarikan dan sudah terbiasa membaca).

-Kedua bacalah daftar isi buku tentang apa isi buku itu dari atas sampai selesai, TANPA MELIHAT HALAMAN yang tertera di bagian kanan. Karena kalau dilihat, banyak orang akan mempengaruhi otak bawah sadarnya, "wah banyak bener halamannya." Yang bisa berpengaruh untuk berpikir, "Pasti lama baca buku ini selesainya." Karena manusia cenderung bersifat inginnya serba terburu-buru, ingin cepat selesai, ini adalah sifat dasar manusia.

-Ketiga carilah dan BACALAH LEBIH DAHULU dengan pembahasan yang Anda kuasai atau mengerti, seperti yang berkaitan dengan pekerjaan Anda atau latar belakang Anda, seperti jika Anda seorang IT lalu Anda ingin membaca buku Quantum Ikhlas, maka bacalah lebih dahulu materi yang menyinggung tentang Komputer atau yang berkaitan dengan pekerjaan Anda, atau yang hampir mengenai kehidupan Anda. Jika Anda seorang guru ngaji, bacalah BAB yang berkaitan tentang pengajian Anda dan seterusnya. Kemudian carilah BAB-BAB lain yang keterkaitannya masih ada, walau hanya sedikit persentasenya..

-Baru terakhir, bacalah semua buku dari awal berurutan menuju akhir buku, tapi pada BAB yang telah Anda baca pada poin ke 3, lewatilah BAB tersebut, karena sudah Anda baca. Dan jika menemukan BAB lain lagi yang telah Anda baca, lewati lagi BAB tersebut. Teruskan baca sampai selesai. Kemungkinan besar Anda akan menikmati membaca buku tersebut.

*) Jangan lupa memulai membaca buku, niat kepada Allah SWT, agar apa yang diingini penulis dari buku itu, Allah memberi kemudahan dan Anda mendapat hikmah dari membaca buku tersebut.

2. Cara memudahkan menghafal 
Contoh: Di MLM K-Link ada materi DASAR dalam memberikan penjelasan agar orang mengerti apa-apa saja yang mempengaruhi kesehatan manusia. Seperti di bawah ini.
Kesehatan manusia dipengaruhi oleh 6 faktor yaitu :
1. Udara
2. Air
3. Makanan dan Minuman
4. Keseimbangan Emosi
5. Olahraga Teratur
6. Istirahat Cukup
Caranya sangat mudah, yaitu hafalkan huruf awal dari faktor-faktor tersebut, yaitu: U-A-M-K-O-I.

Dengan Anda ingat huruf awal ini, walaupun Anda sedang menjelaskan ke orang lain yang bertemu di mana saja, di kendaraan umum di rumah kawan, tanpa Anda membawa buku Konsep Kesehatan, semua materi kesehatan telah ada di kepala Anda tanpa ada kekawatiran terlupa. INGAT : UAMKOI.

Sebenarnya Anda hanya cukup menghafal 6 huruf ini, yang tentunya Anda sering ikut BOP (Bisnis Opportunity Presentasi) yang penjabarannya harus telah Anda ketahui, karena ini materi umum.

Sedangkan agar anda mengusai cara menjelaskan yang telah Anda hafal di atas, lakukan dengan berbicara di depan cermin atau minta adik atau kakak Anda untuk melihat Anda presentasi, lakukan beberapa kali hingga Anda merasa nyaman tanpa ragu lagi dalam menjelaskan. Dan akhirnya Anda akan memiliki rasa Percaya Diri (PD) yang cukup dan semakin lama semakin besar ke-PD-an ini.

3. Cara mengingat hal yang banyak dengan dinyanyikan
Ada cara menghafal yang cukup menarik, misalkan anak Anda ingin belajar angka berurutan atau kelipatan perkalian. Anda tentu tahu lagu "Lihat Kebunku".

lihat kebunku penuh dengan bunga
ada yang putih dan ada yang merah
setiap hari kusiram semua
mawar melati semuanya indah.

Coba ganti kata-kata pada lagu tersebut dengan angka penjumlahan berurutan di bawah ini, tapi angka ini dinyanyikan dengan irama lagu Lihat kebunku, seperti:

enam duabelas delapan belas
dua puluh empat tigaaaa puluh
tiga puluh enam empat puluh dua
empat puluh d'lapan lima puluh empat

Tentu akan menjadi menarik kan dan anak-anak menjadi sangat senang karena mudah menghafal.

Di bawah ini adalah contoh nyanyian untuk pelajaran FISIKA anak SD kelas 4 atau 5.
Coba Anda simak video di bawah ini.





Video : The Heat Transfer oleh Mr. Parr
Perpindahan Panas : Konveksi - Konduksi - Radiasi

Heat is transferred three waves, Oh, oh
From one place to another in waves, Oh, oh
Always moving from hot to frozen, Oh, oh
Moves better through some material, Oh

Convection's how energy in fluids will go
when liquids or gasses are heated they grow
As it expands and rises from the floor
Cool air is going down, going down

Convection, the way fluids transfer energy
Radiation, waves are travelling through space
Conduction, heat through solids, oh
Convections, they are currents
Radiation the spectrum
Conduction yeah it's touchin, Oh Yeah

Electromagnetic waves go through space, Oh, oh
The sun comes down with all its rays, Eh
Heating and object transferred by waves
Examples- a campfire and microwaves
The spectrum is radio through gamma rays
You feel the rays of the sun on your face
Since there's no air or water in space
Radiation brings the heat, to this place
dan seterusnya (silakan artikan dengan google translate yak).

Kira-kira artinya adalah:
Panas dipindahkan dengan tiga cara, Oh, oh
Dari satu tempat ke tempat lain dalam bentuk gelombang, Oh, oh
Selalu bergerak dari panas ke beku, Oh, oh
Bergerak lebih baik melalui beberapa materi, Oh

Konveksi adalah bagaimana energi dalam cairan akan pergi

Ketika cairan atau gas yang dipanaskan mereka tumbuh
Karena mengembang dan naik dari lantai (dataran)
Udara dingin akan turun, turun

Konveksi, cara cairan berpindah energi

Radiasi, energi berpindah melalui ruang
Konduksi, berpindahnya panas melalui zat padat, Oh
Konveksi, adalah berpindahnya arus
Radiasi adalah spektrum
Konduksi yah dengan menyentuhnya, Oh yeah

Gelombang elektromagnetik berpindah melalui ruang, Oh, oh

Matahari turun dengan semua sinarnya, Eh
Pemanasan dan objek berpindah melalui gelombang
Contoh sebuah api unggun dan gelombang mikro
Spektrum radio melalui sinar gamma
Anda merasakan sinar matahari di wajah Anda
Karena tidak ada udara atau air di ruang angkasa
Radiasi membawa panas, ke tempat ini
dan seterusnya...


Keren kan. Semoga bermanfaat.
http://uangbisnisk-link.blogspot.com/


Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
Peringkat Sapphire Manager K-Link
IDSPAAA06452
HP 081386837511

Senin, 29 Oktober 2012

Kenapa Manusia (Saya) bisa Terkena Penyakit, padahal saya Wanita Baik-baik ?


Sejak awal penulisannya, sudah 1 tahun 8 bulan blogspot ini penulis buat, tepatnya Februari 2011 dengan bertujuan untuk sedikit menceritakan kehidupan penulis, puisi dan do'a serta meliput ke beberapa tempat yang penulis kunjungi yang mudah-mudahan menjadi info bermanfaat untuk kita semua. Ternyata sejak penulis bergabung di K-Link Mei 2011, karena meliput acara best sellernya buku "7 Keajaiban Rezeki Oleh Ippho Santosa", di masjid Jakarta Islamic Centre Tanjung Priok Jakarta Utara akhir April 2011, ternyata meliput di sini berakibat panjang bagi kehidupan penulis hingga saat ini. Mulai 6 bulan belakangan ini makin banyak yang mengontak penulis, dengan bersms untuk bertanya dan berkonsultasi masalah seputar kehidupan yang mungkin sedang dihadapi oleh para pembaca sekalian.

Sekali lagi penulis ucapkan terima kasih, atas segala komentar atau tanggapan atau saran, baik ditulis langsung  pada blogspot ini atau pun mengirimkan sms atau bbm (pesan black berry) kepada penulis, yang mudah-mudahan bila ada para pembaca yang telah berkonsultasi dengan penulis, mendapat sedikit pencerahan. Sungguh penulispun hanya manusia biasa yang mungkin banyak salah dan khilaf dan juga masih terus belajar hingga saat ini, untuk selalu lebih baik dari hari ke hari.

Sengaja penulis buat menjadi sebuah artikel di bawah ini, mudah-mudahan dialog sms berikut di bawah ini bermanfaat untuk Anda semua, mungkin ada keluarga lain yang sangat banyak mengalami hal yang sama dengan ibu X ini, menjadi sadar, dan menjadi keluarga yang utuh dan bahagia kembali, untuk menuju keridhoan Allah SWT. Amiin.

Belum lama, suatu siang hari ada seorang ibu (anggaplah berinisial X) di kota T, pernah meng-sms penulis, yang semula  bersms mengatakan tertarik dengan kisah-kisah penulis, tentang bagaimana menyikapi hidup dan ibu X ini juga berharap bisa menimba ilmu dengan membaca artikel-artikel blogspot penulis. Ibu X mengutip kalimat di blogspot penulis sehubungan dengan pertanyaan beliau yaitu: "Kita membenci sesuatu tapi mungkin itu yang terbaik buat kita."

Ibu X ini bertanya: “Apakah jika kita tertimpa penyakit juga merupakan yang terbaik buat kita ?”
(di sini penulis bertanya kepada ibu ini dari mana tahu blogspot ini, maksud penulis browsing dengan keyword apa, beliau menjawab mungkin melihat yang artikel “Sinusitis”. Penulis merasa ibu X ini sedang memiliki penyakit yang agak berat, maka penulis harus menjawab dengan sangat hati-hati).

Penulis jawab: “Tergantung penyakitnya ibu, saya pernah mendengar ceramah (maksud saya ceramah pengajian) tentang yang ibu tanyakan itu, ada 3 macam penyebab kita tertimpa penyakit, yaitu:

1. Hidup kita tidak bersih, jorok (misalkan kamar, tempat tidur, kamar mandi) dan lingkungan hidup baik di rumah (adanya polusi udara yang kita hirup, air yang tercemar kaporit dan makanan mengandung kimia) atau di jalan kita tidak higienis, maka jelas kita mudah tertimpa sesuatu penyakit, jenis penyakitnya bisa mulai dari ringan hingga penyakit berat, bahkan bila penyakit berat ini tidak dirawat, bisa akan menjadi kronis. Juga karena penyakit bisa datang dari pola makan yang tidak baik, seperti semua makanan main dimakan saja.

2. Ada penyakit yang kita terkena tapi kita tidak tahu penyebabnya, bisa jadi Allah SWT sedang menguji keimanan kita, apakah bersabar ataukah tidak. Kalau kita lulus dengan ujian penyakit itu, maka Allah akan menaikkan derajat orang tersebut.

3. Tapi bisa saja Allah memberi penyakit kepada seseorang mungkin karena kekikirannya (pelit, tidak mau memikirkan untuk fakir miskin, zakat, dan lain-lain), kurang bersyukur, dan lain-lain karena Allah ke Maha KuasaNya, akhirnya orang yang kikir ini tertimpa penyakit, sehingga untuk pengobatannya hartanya terkuras habis, mungkin rumah terjual, mungkin mobil tabrakan, karena kelakuan diri orang yang kurang baik tersebut.

Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)
Begitulah ibu X, jadi kita harus bisa interospeksi diri, yang manakah diri kita, apakah hidup, sudah bersih diri, bersih lingkungan (kamar, kondisi rumah), apakah hidup sudah baik selalu beribadah-berdo’a dan mau berbagi harta dengan yang kekurangan ?

Seperti dugaan penulis saat pertama sms, muncullah sms berikutnya dari si Ibu X kepada penulis:
“Saya terkena penyakit kelamin, saya tidak tahu kalau suami saya melakukan hubungan dengan wanita lain, apakah saya yang berusaha (dalam hidup) menjadi wanita baik-baik ikut menanggung penyakit yang semestinya tidak saya derita ?”

Sebelum saya jawab pertanyaan ibu X, saya berikan kejadian yang menimpa saya, yang ternyata ada hikmah dibalik saya terkena penyakit yang pernah saya derita tahun 1998-1999 pertengahan dulu, ternyata bisa untuk menjawab pertanyaan ibu X.

“Ibu X, ibu tahu di Jakarta ada kereta KRL ekonomi Bogor  - Jakarta (Kota), kereta ini tanpa AC, sehingga banyak orang yang merokok di dalamnya. Rumah saya di Bogor saat itu, saya BUKAN SEORANG PEROKOK dan tidak pernah merokok sama sekali. Setelah krisis moneter 1998 saya bekerja di Mangga Dua pusat computer, saya sering naik kereta ekonomi ini. Saya batuk-batuk dan mulai agak kurus, akhirnya setelah periksa ke rumah sakit, malah saya yang terkena dan dinyatakan menderita penyakit TB PARU DUPLEX (salah satu jenis tuberculosa yang cukup bisa membuat mematikan bila kronis). Akibatnya saya berobat 8 bulan lamanya dan menghabiskan biaya 1 Juta rupiah, padahal itu sedang sulit-sulitnya uang. Saya rontgen Thorax (paru-paru) hingga 4x selama 8 bulan itu dan minum obat antibiotik selama 8 bulan penuh tanpa boleh putus seharipun. Karena bila putus, bisa jadi virus akan makin kuat (resisten)."

Mengapa penyakit itu menimpa saya padahal saya bukan seorang perokok ?
Seperti juga Ibu X, saya pun kalau bisa memilih, saya juga tidak mau tertular penyakit milik para perokok?

Tapi karena lingkungan saya berangkat dan pulang kerja (Bogor - Mangga Dua Kota), saya sering menghirup asap rokok dari orang-orang yang merokok (sebutan bagi saya, saya menjadi "perokok pasif", terhisapnya asap rokok, padahal bukan saya yang menghisap rokoknya).

Nah kembali ke kasus penyakit yang ibu X derita, seperti yang juga saya alami, ya karena “lingkungan” hidup ibu dalam hal ini suami, tidak “higienis” alias mengidap penyakit kelamin dari suami ibu yang harus diobati, seperti yang juga saya derita, perbedaan kita hanya masalah jenis virusnya saja. Saya virus paru-paru, sedangkan yang ibu derita adalah virus kelamin.

Dan mudah-mudahan penyakit ibu tidak berat. Ibu (yang tentunya harus bersama suami) bisa periksa ke dokter spesialis kelamin untuk bisa dicek seperti ke Lab.Prodia atau sejenisnya, yang harus diperiksa mungkin untuk 7 macam jenis virus.

Lalu setelah semua selesai, suami perlu dilakukan penyuluhan agama, agar tidak mengulangi perbuatannya lagi dan agar bertaubat. Agar tidak terjangkiti penyakit lagi.

Lalu muncul sms balasan dari ibu X kepada penulis:
“Terima kasih mas, semoga kebaikan mas dibalas Allah SWT.”

Siang hari sms berhenti. Penulis harap ibu ini sudah jelas masalahnya.
==============================================

Ternyata malam harinya Ibu X, ini kembali meng-sms penulis, mungkin masih ada yang mengganjal dalam hati beliau: (dan Ibu X ini setelah penulis bertanya menjawab beragama Islam)

“Kenapa ya mas Allah menciptakan penyakit kepada kita, padahal itu bukan semata-mata salah kita, kalau menurut mas bagaimana ?”

Kepada Ibu X, penulis jawab:
"1. Allah SWT menciptakan penyakit tentu juga menciptakan obatnya. Tapi mungkin saja (ada beberapa) penyakit yang sampai saat ini manusia belum menemukan obatnya, bisa jadi karena perkembangan teknologinya belum sampai dan masih dilakukan dalam taraf uji coba terus.

2. Agar manusia mau menjaga kebersihan, coba kalau tidak ada penyakit, maka manusia akan berbuat semau-maunya sendiri, makanya turunlah Islam yang bila diikuti (dijalankan), maka diri kita akan terjaga dari segala penyakit yang mungkin timbul VARIAN-VARIAN (JENIS-JENIS) baru, seperti HIV / AIDS yang mungkin bermula dari Afrika, karena muncul karena ulah manusia berhubungan badan lewat (maaf) anus, maka akibatnya lahirlah jenis virus baru. Karena ulah manusia sendiri. Padahal sebelum tahun 1920 – 1930 kan tidak ada penyakit HIV-AIDS ya kan Bu.

3. Allah SWT telah menciptakan (memberikan) pada tubuh manusia berupa pertahanan tubuh yang cukup kepada setiap manusia sejak lahir yang disebut ANTIBODY. Pertanyaannya kapan antibody ini dikalahkan ? Yaitu bila jumlah virus / bakteri / kuman lebih banyak, maka antibody ini akan dikalahkan, jadilah diri kita sakit. Bila hidup kita tidak bersih / jorok / jamuran, maka banyak penyakit yang akan menjangkiti tubuh kita. Juga karena lingkungan kotor, makan tidak dijaga atau makan berlebihan.
Makanya di Islam benar-benar diatur kebersihan, dengan kita diwajibkan sehari berwudhlu (minimal)  5x dalam sehari semalam untuk sholat wajib, kalau dengan sholat sunat bahkan labih dari 5x. Juga dengan sering berzikir, maka akan terhindar dari stress.

Gerakan sholat juga merupakan bagian dari gerakan olahraga, lalu yang sering berpuasa akan terhindar dari penyakit kolesterol yang merupakan penyebab penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit STROKE dan JANTUNG. Dan terhindar dari penyakit-penyakit berat dan penyakit-penyakit yang menjijikan & memalukan yang harusnya tidak (tidak usah) terjadi bila kita SEKELUARGA JAGA DIRI. Jadi kita sekeluarga harus saling ingat-mengingatkan dan watawa saubil HAQ (Menyampaikan Tentang Kebenaran). Begitu ibu.”

Jadi kita hidup dengan diturunkannya Al Qur’an dan Hadist Rasul, jika diikuti, maka Allah maka di dunia ini kita dibimbing untuk sekeluarga terhindar dari segala macam penyakit. Dan kita insya Allah masuk surgaNya Allah. Semoga kita mendapat Ridho-Nya Allah SWT.

Hadits Usamah bin Syarik radhiallahu anhu dia berkata: Para orang Arab baduwi berkata: Wahai Rasulullah, tidakkah kami ini harus berobat (jika sakit)?” Beliau menjawab:
نَعَمْ يَا عِبَادَ اللَّهِ تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ شِفَاءً أَوْ قَالَ دَوَاءً إِلَّا دَاءً وَاحِدًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُوَ قَالَ الْهَرَمُ
“Ya wahai sekalian hamba Allah, berobatlah kalian. Karena sesungguhnya Allah tidak menciptakan suatu penyakit melainkan menciptakan juga obat untuknya kecuali satu penyakit.” Mereka bertanya, “Penyakit apakah itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Yaitu penyakit tua (pikun).” (HR. Abu Daud no. 3357 dan At-Tirmizi no. 1961)



Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam shahihnya, dari shahabat Abu Hurairah  bahwasanya Nabi  bersabda,
مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شَفَاءً
“Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya”
Dari riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah  dia berkata bahwa Nabi  bersabda,
لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya, maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim).

Wahai Tuhan jauh sudah
Lelah kaki melangkah
Aku hilang tanpa arah
Rindu hati sinarmu

Wahai Tuhan aku lemah

Hina berlumur noda
Hapuskanlah terangilah
Jiwa di hitam jalanku

Ampunkanlah aku

Terimalah taubatku
Sesungguhnya engkau
Sang Maha Pengampun Dosa

Ya Rabbi ijinkanlah

Aku kembali padaMu
Meski mungkin takkan sempurna
Aku sebagai hambaMu

Ampunkanlah aku

Terimalah taubatku
Sesungguhnya engkau
Sang Maha Pengampun Dosa
Berikanlah aku kesempatan waktu
Aku ingin kembali
Kembali kepadaMu

Dan mungkin tak layak

Sujud padaMu
Dan sungguh tak layak aku


Kepada ibu X, pada lagu Opick - taubat di atas, cobalah berdo'a sambil dihayati dengan sepenuh hati dengan mengganti kata "aku" atau "ku" diubah menjadi "suamiku". Berdo'alah dalam sholat ibu dengan sungguh mengharap dan mohonlah sampai menangis dalam do'a do'a ibu kepada Allah SWT. Bersabarlah ibu, mungkin melalui ibu, suami ibu dapat disadarkan, mohonkan do'a agar suami ibu diberi ampunan dan taubat, agar sadar akan perbuatannya yang merugikan dirinya sendiri dan keluarganya. Allah juga menguji hambaNya yang sabar, sehingga ibu menjadi istri sholehah yang akan menghantarkan ibu dan seluruh keluarga (suami ibu) menuju yang lebih baik menuju keridhoaan ilahi. Tentu perjuangan Ibu akan mendapat penilaian tersendiri. Yakinlah bahwa cobaan itu merupakan ekspresi cinta Allah pada hamba-Nya. Allah Swt memberikan cobaan agar kita menjadi lebih dewasa dan matang dalam mengarungi kehidupan.


Semoga bermanfaat.

Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
HP 081386837511