Rabu, 04 Juli 2012

Malam Nisfu Sya'ban 1433 H Jatuh Pada Rabu 4 Juli 2012

Sebentar lagi bulan yang penuh berkah dan Suci Ramadhan 1433 H telah masuk lagi, di mana kita akan diberi kesempatan lagi untuk beramal sebanyak-banyaknya di bulan itu, insya Allah yang Maha Rahim memberi ridho kepada kita. Amiin.
Saat ini kita berada di bulan Sya’ban 1433 H (bulan sebelum ramadhan, penanggalan Hijriah). Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang dirahmati oleh Allah SWT,
Tanggal 15 Sya’ban 1433 H jatuh pada tanggal 4 Juli 2012 (Malam Nisfu Sya’ban pada hari Rabu tgl 4 Juli 2012 Malam Kamis sejak terbenamnya matahari).


Kata Sya’ban, menurut Ensiklopedi Islam, berasal dari kata syi’ab (jalan di atas gunung). Dikatakan Sya’ban karena pada bulan itu ditemui berbagai jalan untuk mencapai kebaikan. Menurut Syekh ‘Alamuddin as-Sakhawi, kata Sya’ban berasal dari kalimat ‘Tasya’ubil Qabail’ artinya berpecahnya kabilah-kabilah atau berpisah-pisahnya (bercabang-cabang) mereka.
Masyarakat Muslim banyak yang tidak mengetahui bahwa Sya’ban ini termasuk bulan yang disukai Rasulullah saw. Rasulullah saw ketika ditanya oleh beberapa orang shahabat tentang latar belakang puasanya di bulan Sya’ban itu, menjawab, “Bulan diangkatnya amal-amal kepada Robbul ‘alamin. Maka aku ingin diangkat amalku dan aku sedang puasa” ( HR. Nasa’i ).
Adabeberapa riwayat hadits yang menjelaskan bahwa Rasulullah saw sangat mencintai bulan Sya’ban. Kecintaannya itu ditunjukkan melalui sikap dan perbuatannya yang mencerminkan bahwa bulan Sya’ban ini memiliki nilai keutamaan tersendiri.
Keutamaan Sya’ban ini disampaikan Rasulullah saw, yang menurut penilaian para ahli hadits termasuk hadits yang shahih. Abdullah bin Abi Qais telah mendengar Aisyah berkata, ”Termasuk bulan yang paling disukai Rasulullah untuk melaksanakan puasa adalah bulan Sya’ban, lalu beliau menyambungnya dengan bulan Ramadhan (HR. Ahmad, Abu Daud, dan al-Hakim).

Apa yang menyebabkan malam Nisfu Sya’ban ini besar artinya bagi umat Muslim ? Berikut ini diceritakan seperti yang di alami Rasulullah Saw:
Kebesaran hari ini diterangkan oleh Rasulullah saw.
” Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu (15) Sya’ban, seraya berkata, ” Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan Shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu kelangit .”

Tapi ada beberapa dalil yang dibuat-buat, bahkan dipalsukan. Sehingga tidak layak untuk dijadikan sebagai landasan akan keutamaan bulan Sya’ban itu sendiri.
Beberapa dalil yang dinyatakan oleh para ulama pakar ilmu hadits sebagai hadits palsu (maudhu’) berbicara tentang keutamaan bulan Sya’ban. Riwayat itu di antaranya,” Keutamaan bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lainnya seperti keutamaanku dibanding seluruh para nabi. Dan keutamaan bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya seperti keutamaan Allah dibanding para hamba-Nya.”
Imam Ibnu Hajar mengatakan,”hadits tersebut palsu (maudhu’). Karena as-Saqthi salah seorang perawinya terkenal sebagai pemalsu hadits dan sanad. Dan perawi-perawi lainnya dalam hadits itu sama sekali tidak pernah meriwayatkan hadits ini.
Walaupun kita mengetahui keutamaan bulan Sya’ban ini, namun kita tidak boleh melakukan sesuatu dengan cara-cara yang tidak dicontohkan Rasulullah SAW. Hadits-hadits shahih di atas menjelaskan kepada kita, bahwa untuk memperoleh keutamaan dari bulan Sya’ban ini dengan melakukan puasa, bukan dengan melakukan ritual dan memanjatkan do’ayang diada-adakan.
http://an-nuur.org/2012/07/berkumpul-dan-berdoa-pada-malam-nisfu-syaban-menurut-perspektif-syari/


Ibn Ishak meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa pernah Rasulullah memanggil isterinya, Aisyah dan memberitahukan tentang Nisfu Sya’ban. “Wahai Humaira, apa yang engkau perbuat malam ini? Malam ini adalah malam di mana Allah yang Maha Agung memberikan pembebasan dari api neraka bagi semua hambanya, kecuali enam kelompok manusia”. Kelompok yang dimaksud Rasulullah yaitu:
Pertama, kelompok manusia yang tidak berhenti minum hamr atau para peminum minuman keras. Sebagaimana berulang kali dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan hamr adalah jenis minuman yang memabukkan, baik jenis minuman yang dibuat secara tradisional mapun jenis minuman yang dibuat secara modern. Istilah populernya adalah minuman keras atau miras. Yang disebut pertama antara lain tuak atau ballok, baik ballok tala, ballok nipa, maupun ballok ase. Sementara yang disebut kedua antara lain bir dan whyski. Termasuk kategori sebagai orang yang tidak berhenti minum hamr ialah orang-orang menyiapkan minuman tersebut atau para pembuat dan pengedarnya. Mereka ini tidak mendapat pembebasan dari api neraka, tetapi malah diancam dengan siksaan api neraka.
Kedua, orang-orang yang mencerca orang tuanya. Termasuk kategori mencerca orang tua ialah berbuat jahat terhadap orang tua yang dalam hal ini ibu bapak. Menurut ajaran agama yang menyatakan syis saja kepada ibu atau bapak itu sudah termasuk dosa. Membentak orang tua termasuk perbuatan yang sangat dilarang. Allah SWT di samping menegaskan kepada manusia untuk tidak beribadah selainNya, maka kepada kedua orangtua berbuat baiklah. Waqadha Rabbuka an La ta’buduu Illah Iyyahu wa bilwalidaini ihsanan (al-Isra: 17:23). Perbutan kategori baik terhadap orang tua antara lain bertutur kata kepada keduanya dengan perkataan yang mulia, merendahkan diri kepada keduanya dengan penuh kasih sayang, dan kepada keduanya didoakan; “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.”
Ketiga, orang-orang yang membangun tempat zina. Tempat berzina dimaksud adalah tempat pelacuran yang kini nama populernya tempat PSK (pekerja seks komersial). Golongan atau kelompok orang yang seperti ini, pada malam Nisfu Sya’ban tidak mendapat pembebasan dari api neraka, tetapi sebaliknya mereka dijanji dengan siksaan dan azab.
Keempat, orang-orang atau para pedagang yang semena-mena menaikkan harga barang dagangannya sehingga pembeli merasa dizalimi. Misalnya, penjual bahan bakar minyak, termasuk minyak tanah. Harga dagangan jenis ini sudah ada harga standar, tetapi kalau penjualnya menaikkan harganya secara zalim, maka penjual yang demikian itulah yang tidak mendapat pembebasan dari neraka.
Kelima, petugas cukai yang tidak jujur. Termasuk kategori petugas cukai adalah para kolektor pajak atau orang-orang yang menagih pajak dan retribusi. Misalnya petugas cukai yang bertugas di pasar-pasar yang menerima uang atau cukai dari penjual dengan bukti penerimaan dengan karcis. Salah satu bentu ketidakjujuran kalau uang diterima tetapi tidak diserahkan bukti penerimaan (karcis).
Keenam, kelompok orang-orang tukang fitnah. Orang-orang kelompok ini suka menyebarkan isu dan pencitraan buruk yang sesungguhnya hanyalah sebuah fitnah. Keenam golongan inilah yang disebut tidak mendapat fasilitas itqun minannar.
Atas dasar itu, kiranya kita semua dapat menyadari bahwa sesungguhnya bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadan. Persiapan itu meliputi persiapan mental dan persiapan fisik. Manusia atau umat hendaknya memasuki bulan suci Ramadan sudah dalam keadaan iman yang mantap dan sudah dalam keadaan mendapatkan syafaat, dan sudah dalam keadaan mendapat jaminan dan pembebasan dari siksaan api neraka. Wallahu a’lam bissawab.

http://kamimuslimsejati.blogspot.com/2012/05/malam-nisfu-syaban.html

Imam al-Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam Syafaat, karena menurutnya, pada malam ke-13 dari bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Lalu pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Meskipun demikian ada beberapa gelintir orang yang tidak diperuntukkan pemberian syafaat kepadanya. Orang-orang yang tidak diberi syafaat itu antara lain ialah orang-orang yang berpaling dari agama Allah dan orang-orang yang tidak berhenti berbuat keburukan.
Nisfu Sya’ban dinamakan juga sebagai malam pengampunan atau malam magfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hambanya yang shaleh. Namun dalam pemberian ampunan itu dikecualikan bagi orang-orang yang masih tetap pada perbuatannya mensyarikatkan Allah (musyrik), dan bagi mereka yang tetap berpaling dari Allah SWT. Nabi bersabda: Tatkala datang malam Nisfu Sya’ban Allah memberikan ampunanNya kepada penghuni bumi, kecuali bagi orang syirik (musyrik) dan berpaling dariNya (HR Ahmad).


Siapakah Imam al Ghazali, silakan baca di link di bawah ini:
http://trimudilah.blogspot.com/2009/09/imam-al-ghazali-sang-hujjatul-islam.html



Perlu diketahui bahwa Imam ghazali telah sampai ke derajat Hujjatul Islam, sedangkan Hujjatul Islam berarti telah hafal 300.000 (tiga ratus ribu) hadits berikut sanad dan hukum matannya, beliau diakui oleh banyak sekali para Hujjatul Islam lainnya, diantaranya Hujjatul Islam Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy, beliau banyak sekali mengambil ucapan Imam Ghazali pada kitabnya Fathul Baari beliau banyak merujuk fatwa Imam Ghazali dari kitabnya AL Ihya, demikian pula Hujjatul Islam AL Imam Nawawi, demikian pula Al Hafidh AL Imam Qurtubiy, AL Hafidh Al Imam Assuyuthiy, (Al Hafidh adalah gelar bagi mereka yg telah hafal 100.000 (seratus ribu hadits) berikut sanad dan hukum matannya,

Kita memaklumi ikhtilaf para Muhaddits, namun jika muncul orang masa kini mengatakan Imam Ghazaliy sesat, hendaknya ia berfikir bagaimana orang mulia ini telah hafal 300 ribu hadits dan dirujuk oleh para hujjatul islam lainnya, hendaknya ia berhati hati.
Apalagi mereka yg menuduh itu tak hafal satu hadits pun berikut sanad dan hukum matannya.
http://www.indonesiaandroid.com/question.php?qid=20120425095421AAfEqfs

6 Pertanyaan Imam Ghazali




Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau
bertanya :
Pertanyaan pertama : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Murid 4 : Kaum kerabat
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI ( Surah Ali-Imran:185) . Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati.”
Pertanyaan kedua : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?”
Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Murid 4 : Bintang-bintang
Iman Ghazali : “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak
akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari
ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.”
Pertanyaan ketiga : “Apa yang paling besar didunia ini ?”
Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : Bumi
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali
adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”
Pertanyaan keempat :”Apa yang paling berat didunia ?”
Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah
Imam Ghazali : “Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah(pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.”
Pertanyaan kelima : “Apa yang paling ringan di dunia ini ?”
Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin
Murid 3 : Debu
Murid 4 : Daun-daun
Imam Ghazali : “Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat.”
Pertanyaan keenam :”Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?”
Murid- Murid dengan serentak menjawab : Pedang
Imam Ghazali : “Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia
ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati”

Kamis, 07 Juni 2012

Agar Sukses Bergaullah dengan Orang-orang yang Sukses

Penulis mendapat undangan dari salah seorang untuk ikut acara Bisnis Training K-Link di stokis Kelapa Gading Boulevard Barat Jakarta Utara, yaitu pada tanggal Mingggu 3 Juni 2012 pk. 09.58. sd 17.00 dengan pemberi materi adalah CA (Crown Ambassador) Pak Didk Amarullah N (dari Medan).

Sungguh beliau sangat persisten dan sungguh dalam membina orang-orang yang baru, padahal sehari sebelum acara ini beliau masih mengisi acara di salah satu stokis di kota Makassar. Bahkan kata beliau, karena melihat yang hadir saat itu hanya 13 orang, padahal seharusnya bisa hingga 50 orang, "Andaikan Anda semua semangat dan fokus dalam menjalankan bisnis ini dan ingin sukses, saya tidak perlu dari uang K-Link K-System untuk biaya pesawat untuk mengisi pertemuan seperti ini, bila Anda antusias dan bersungguh saya rela berkorban menggunakan uang dari kantong saya pribadi untuk pesawat."


Stokis Kelapa Gading




Acara di awali dengan salam, perkenalan jati diri beliau dan dilanjutkan melihat tayangan video motivasi di bawah ini: "Pipo dan Embro" untuk memotivasi kami semua.



Ikutilah pemikiran kerja (kerja CERDAS dan kerja keras) seperti yang dilakukan Pipo.

Acara dilanjutkan dengan perjalanan hidup beliau dan betapa penuh tantangan, penolakan, hinaan dan ditertawakan (seperti juga dalam kasus dalam film Pipo dan Embro, jadilah inspirasi Anda).
Tapi pada akhirnya setelah beliau menjadi Crown Ambassador baru terbukti dan beliau berhasil membawa ibunda tercinta untuk menunaikan ibadah haji.

Sambil diperdengarkan musik: Hadad Alwi "Do'aku".



Di akhir acara beliau bercerita dalam menjalankan usaha MLM K-Link.
Beliau menceritakan perjuangannya hingga berhasil,
bagaimana beliau menerima berbagai macam penolakan
dihina
ditertawakan banyak orang
tapi beliau
pantang menyerah
selalu meminta do'a dari ibunya untuk berhasil
sampai akhirnya beliau berhasil menjadi Crown Ambassador
dan membawa ibunya ke panggung kemenangan
bahkan membawa ibunya ibadah haji

[Paling menyentuh adalah saat beliau bercerita bersama ibunya di Masjid makatul Mukaromah], bayangkan dalam hati Anda jika CA Didik adalah diri Anda yang telah sukses, katanya:

"Saat kami memasuki masjid Makkah saat saya melihat Ka'bah
Akhirnya air mata mengalir saat melihat Ka'bah masih dikejauhan
terlebih saat kami mengelilingi Ka'bah untuk tawaf".

"Saya gandeng ibu saya mengelilingi Ka'bah dan kata saya kepada ibu saya :
 ibu.... akhirnya ...sampai juga kita di sini"
"Saya lindungi ibu saya dari orang-orang yang sangat banyak saat itu".
Dan ibunya pun berkata: "Nak.....sungguh bagus rezekimu."

Lalu beliau memberikan motivasi sambil diperdenguarkan lagu dari D'Masiv


"Jangan hanya impian yang tidak masuk akal, tapi jalan untuk meraihnya HARUS jelas. Atau kita hanya bekerja seperti yang gajinya telah terhitung nilainya dan kenaikannya, bahkan di umur 55 tahun kita akan pensiun. Selanjutnya hidup tanpa gaji. Jangankan mau beli atau cicil rumah atau mobil, mengimpikannya saja bisa-bisa tidak bisa atau tidak berani. Jadi impian boleh tidak masuk akal, asalkan jalan untuk mencapainya harus masuk akal.

Buatlah 10 macam impian dan selalu pikirkan impian-impian itu setiap hari, karena apa yang selalu ada di otak bawah sadar kita dengan sendirinya pikiran dan diri kita akan menuju ke sana."
Insya Allah semua itu akan kita dapatkan suatu saat. Allah SWT pasti akan memberi kepada siapa-siapa hambaNYA yang mau berusaha lebih. Jangan menyerah...jangan menyerah.

Semoga bermanfaat untuk Anda semua, terutama untuk downline-downline penulis, semoga kalian mencapai kesuksesan di masa depan kalian bersama penulis. Amiin Ya Rabbal Alamin.

Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
HP 081386837511

Jumat, 25 Mei 2012

Jangan Mengatakan "Nanti stress kalau tidak kesampaian"

Penulis mendapat bbm minggu lalu berbunyi:

"Manusia pada umumnya memiliki banyak keinginan dan tuntutan sebagai standar kehidupan yang ingin dimiliki dan dijalaninya.

Nah terkadang kita menginginkan segala sesuatunya harus sesuai dengan yang kita inginkan dan bila tidak tercapai maka terjadilah "stress". Karena ada kalanya kita harus .....Kita lupa bahwa tidak semua keinginan akan sesuai dengan kenyataan yang diharapkan secara instant, masih perlu bersahabat dengan waktu.

Kita boleh menginginkan segala yang terbaik untuk hidup dan kehidupan kita, namun kita juga harus belajar menerima bahwa tidak semua keinginan kita akan selalu terpenuhi secara instant.

Tetap bersyukur. ^ - ^  "


Penulis balas :

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Al-Qur’an, Surat Ar-Ra’d: 11), ayat al Qur'an tsb paling tidak menjelaskan 2 hal :1. Bila kita tidak berusaha untuk mencari penghidupan, maka orang tsb yang menginginkan kemiskinannya sendiri. 2. Bila orang tsb mau berusaha bekerja yaitu sesuai (Hadits Riwayat Turmudzi):
“Bekerjalah untuk duniamu seakan – akan kamu hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan – akan kamu mati esok”. 
Maka insya Allah, Allah pasti akan memberi kecukupan, karena ini sudah janji Allah dalam Al Qur'an, bahkan rizqy yang didapat banyaknya tergantung kadar (banyak)-nya usaha dan amal (seperti sedekah) yang dilakukan.

Ingat: Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini untuk diraih, asalkan mau berusaha dan semua memang tidak instant, tetapi memakai proses waktu dan belajar (Ingat instant = sekejab dan cenderung tanpa proses belajar dengan kata lain secepat mungkin). Orang yang ingin sukses dengan instant, cenderung stress bila tidak berhasil.
Tapi bila kita (telah) berusaha menjalankan yang diperintah Allah dalam mencari penghidupan, kecil ataupun besar yang didapat selalu disyukuri, maka akan jauh dari STRESS. Bila belum berhasil bertawakal kepada Allah.Dan kaji kembali apa yang membuat Anda belum berhasil, belajar lagi dan berusaha lagi, jangan pasrah dengan dengan kelemahan. Berdo'alah, gali potensi diri yang BELUM DITEMUKAN DAN BELUM DITINGKATKAN, MAKA TEMUKANLAH, KEMBANGKAN DAN TERUS TINGKATKAN.


Jadi bukanlah tujuan saja yang harus diraih yaitu "SAYA HARUS SUKSES / SAYA HARUS KAYA yang menjadi keharusan untuk diraih, tapi yang terpenting (sesuai ayat Allah dan hadist) tanyalah kepada diri kita : "Sudahkah kita melakukan kerja keras dan kerja cerdas dalam hidup kita sehari-hari untuk mencapai kesuksesan ???"
Terkadang kita mengatakan  saya telah berusaha, tapi tidak berhasil-berhasil. Padahal usaha yang dilakukan baru kerja keras, belum melakukan kerja cerdas.

Ada 2 jenis kerja di dunia ini dipandang dari sudut sumber kekuatan yang dipakai, yaitu:
-Kerja Keras (menggunakan otot)
-Kerja Cerdas (menggunakan otak)
dan alangkah baiknya selain jenis pekerjaan kita juga mengandung kerja cerdas dan kerja keras.

Seperti kita ketahui:
Kuli panggul, kuli angkat beras dan segala yang menggunakan otot ini dinamakan kerja keras sampai kapanpun hasilnya ya segitu-segitu saja. Ataupun bila kita bekerja seperti orang kebanyakan yang hanya menunggu gaji (yang sudah tetap hanya segitu-segitu saja), tiap tahun walaupun naik gajinya, tapi kalah besarnya dengan inflasi dan naiknya harga-harga. Jadi naiknya gaji bukan tambah sejahtera, bila dibandingkan tahun sebelumnya memang tambah besar, tapi dibandingkan perekonomian dan kebutuhan anak sekolah, biaya sewa / kontrak rumah, biaya sembako, maka semakin tahun malah semakin "MINUS" dari tahun ke tahun, contoh biaya kesehatan dan pendidikan yang semakin mahal.
Bukan berarti kerja keras adalah salah, tapi miliki juga untuk penghasilan tambahan Anda suatu penghasilan untuk masa pensiun (syukur-syukur bisa pensiun dini) sebagai penghasilan tambahan. Yang bila dikembangkan terus akan lebih besar dari pada gaji Anda.


Perhatikan kurva penghasilan di bawah ini:



Setiap orang yang bekerja, pada usia tertentu akan menghadapi yang namanya PENSIUN, yaitu menurut UU DEPNAKER ( Undang-undang Dinas Tenaga Kerja ) adalah saat usia 55 tahun atau Manager ke atas mungkin akan pensiun di usia 60 tahun. Jadi pada saat pensiun tersebut, kita tidak akan TIDAK MEMILIKI GAJI lagi, kecuali punya perusahaan sendiri (owner sebuah wirausaha).
Syukur-syukur bila Anda adalah karyawan PNS, itupun cukupkah uang pensiun Anda nantinya untuk membiaya hidup seluruh keluarga anda ??? Coba pikirkan.

Dan setiap manusia memiliki garis akan kebutuhan biaya hidup yang semakin hari semakin tinggi, karena harga bensin, sembako dan biaya hidup terus meningkat.

Bila tidak punya penghasilan tambahan, maka Anda akan selalu dibayangi 1 garis dalam hidup Anda, yaitu garis HUTANG, yang semakin tinggi pula, terlebih saat Anda pensiun (tidak punya gaji).



Untuk sukses memang tidak bisa instant, tapi lakukan selangkah demi selangkah untuk selalu naik lebih tinggi. Ingat hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini.
Jadi bila tahun depan naik ( penghasilan hanya naik sedikit dari tahun ini ), maka bila masih kalah dengan inflasi, apalagi kalau sama (tidak naik), malahan akan membuat stress berat,  karena hutang akan semakin dalam. Jadi raihlah penghasilan yang lebih atau sangat besar di tahun-tahun depan.

Bila Anda bekerja cerdas, seperti membangun bisnis jaringan, seperti kita memiliki ribuan cabang perusahaan / ribuan outlet / ribuan orang yang bekerja untuk kita (sesuai dengan banyaknya downline) dan selalu membina dan mengarahkan downline Anda, maka jalan menuju sukses di 3 sd 5 tahun ke depan ada di tangan Anda. Amiin.

Bila Anda ingin sukses dalam hidup Anda. Dan mempunya penghasilan tambahan. Dan mudah-mudahan penghasilan tambahan ini akan melebihi gaji Anda, hubungi penulis. Segera ambil keputusan untuk masa depan Anda.

Semoga bermanfaat untuk Anda.

Drs. R. Kurniawan Prihatmono
081386837511

Senin, 26 Maret 2012

LEBIH DARI 15 SIFAT BURUK MANUSIA DALAM AL QUR'AN


بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

RENUNGAN UNTUK KITA SEMUA. SEMOGA BERMANFAAT:


Ada 7 sifat yang suka ada di dalam diri (hati) manusia, yang seharusnya jauh dari diri kita agar kita selalu dekat dengan Allah SWT, dan terutama penulis jabarkan khusus penyakit hati SOMBONG, karena sifat ini yang paling sering ada di antara diri kita maka penulis kutip dengan sumber lebih banyak, yaitu:

1. Iri Hati – Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan rezeki dan nikmat yang diperolehi oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Iri hati yang diperbolehkan dalam ajaran Islam adalah iri dalam hal berbuat kebajikan, seperti iri untuk menjadi pintar agar dapat menyebarkan ilmunya di kemudian hari. Atau iri untuk membelanjakan harta di jalan kebenaran.

2. Dengki - Dengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia dan berusaha untuk menghilangkan nikmat tersebut. Sifat ini sangat berbahaya kerana tidak ada orang yang suka dengan orang yang memiliki sifat seperti ini.

3. Hasut – Hasut adalah suatu sifat yang ingin selalu berusaha mempengaruhi orang lain agar marah orang tersebut meluap dengan tujuan dapat memecah-belahkan persatuan dan tali persaudaraan agar timbul permusuhan dan kebencian antara sesama.

4. Fitnah – Fitnah lebih kejam dari pembunuhan dan ia suatu kegiatan menjelek-jelekkan, menodai, merusak, menipu, atau membohongi seseorang agar menimbulkan permusuhan, sehingga dapat berkembang menjadi tindakan jenayah pada orang lain tanpa bukti yang kuat.

5. Buruk Sangka – Buruk sangka adalah sifat yang curiga atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas.

6. Khianat - Khianat adalah sikap tidak bertanggung jawab atas amanat atau kepercayaan yang telah dilimpahkan kepadanya. Khianat biasanya disertai bohong dengan janji. Khianat adalah ciri-ciri orang munafik. Orang yang telah berkhianat akan dibenci orang disekitarnya dan kemungkinan besar tidak akan dipercayai lagi di kemudian hari.

7. Sombong - Kesombongan (takabbur) atau dikenal dalam bahasa syariat dengan sebutan al-kibr yaitu melihat diri sendiri lebih besar dari yang lain. 

- Tidak Sepantasnya Seorang Manusia Menyombongkan Diri
Orang sombong itu memandang dirinya lebih sempurna dibandingkan siapapun. Dia memandang orang lain hina, rendah dan lain sebagainya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan hakikat kesombongan dalam hadits beliau Shallallahu ‘alaihi wa salllam,
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” [H.R. Muslim, no. 2749, dari 'Abdullah bin Mas'ûd]

Inilah yang membedakan takabbur dari sifat ‘ujub (membanggakan diri, silau dengan diri sendiri). Sifat ‘ujub, hanya membanggakan diri tanpa meremehkan orang. Sedangkan takabbur, disamping membanggakan diri juga meremehkan orang.

“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa” (al-Isra’ 83)

SEBAB-SEBAB KESOMBONGAN
Sebab-sebab kesombongan, antara lain:
1- ‘Ujub (Membanggakan Diri)
Ketahuilah wahai hamba yang ber-tawadhu’ –semoga Allah lebih meninggikan derajat bagimu-, bahwa manusia tidak akan takabbur kepada orang lain sampai dia terlebih dahulu merasa ‘ujub (membanggakan diri) terhadap dirinya, dan dia memandang dirinya memiliki kelebihan dari orang lain. Maka dari ‘ujub ini muncul kesombongan. Dan ‘ujub merupakan perkara yang membinasakan, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ثَلاَثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَهُوَيَ مُتَبَعٌ وَإِعْجَابٌ اْلمَرْءِ بِنَفْسِهِ
Tiga perkara yang membinasakan: sifat sukh (rakus dan bakhil) yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ‘ujub seseorang terhadap dirinya.” [Silsilah Shahihah, no. 1802]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
بَيْنَمَا رَجُلٌ يَتَبَخْتَرُ يَمْشِي فِي بُرْدَيْهِ قَدْ أَعْجَبَتْهُ نَفْسُهُ فَخَسَفَ اللَّهُ بِهِ الْأَرْضَ فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Ketika seorang laki-laki sedang bergaya dengan kesombongan berjalan dengan mengenakan dua burdahnya (jenis pakaian bergaris-garis; atau pakaian yang terbuat dari wol hitam), dia mengagumi dirinya, lalu Allah membenamkannya di dalam bumi, maka dia selalu terbenam ke bawah di dalam bumi sampai hari kiamat.” [HR. Bukhari, no. 5789; Muslim, no. 2088; dan ini lafazh Muslim]

2- Merendahkan Orang Lain.
Ketahuilah wahai hamba (Allah), bahwa orang yang tidak meremehkan manusia, tidak akan takabbur terhadap mereka. Sedangkan meremehkan seseorang yang dimuliakan Allah dengan keimanan sudah cukup untuk menjadikan sebuah dosa.


3- Suka Menonjolkan Diri (Taraffu).
Ketahuilah wahai hamba yang tunduk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwa jiwa manusia itu menyukai ketinggian di atas sesamanya, dan dari sini muncul kesombongan.

Oleh karena itu, barangsiapa memperhatikan Al-Qur’an niscaya akan mendapati bahwa orang-orang yang bersombong pada tiap-tiap kaum adalah para pemukanya, yaitu orang-orang yang memegang kendali berbagai urusan. Allah Ta’ala berfirman tentang suku Tsamud, kaum Nabi Shalih Alaihissalam yang artinya, “Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, ‘Tahukah kamu bahwa Shalih di utus (menjadi Rasul) oleh Tuhannya?’ Mereka (yang dianggap lemah-red) menjawab, ‘Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya.’
Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.
Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. dan mereka berkata, “Hai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).” [al-A’râf/7:75-77]
Dan Allah Ta’ala memberitakan tentang kaum Nabi Syu’aib Alaihissalam,
Pemuka-pemuka dari kaum Syu’aib yang menyombongkan dan berkata, ‘Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami.’ Syu’aib berkata, ‘Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?‘” [Al-A’raaf/7: 88]
Namun orang yang berakal akan berlomba pada ketinggian yang tetap lagi kekal, yang di dalamnya terdapat keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kedekatan kepadaNya. Dan dia meninggalkan ketinggian sementara yang akan binasa, yang akan diikuti oleh kemurkaan Allah dan kemarahanNya, kerendahan hamba, kesibukannya, jauhnya dari Allah dan terusirnya (dari rahmat) Allah. Inilah ketinggian yang tercela, yaitu sikap melewati batas dan takabbur di muka bumi dengan tanpa kebenaran. Allah Ta’ala berfirman,
Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin ketinggian (menyombongkan diri ) dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” [Al-Qashash/28: 83]
Adapun ketinggian yang pertama (yakni ketinggian yang tetap lagi kekal di akhirat) dan bersemanagat untuk meraihnya, maka itu terpuji. Allah Ta’ala berfirman,
Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” [Al-Muthaffifin/83: 26]
Maka disyari’atkan berlomba-lomba untuk (meraih) derajat-derajat tinggi di akhirat yang kekal, dan berusaha meraih ketinggian pada tingkatan-tingkatannya, serta bersemangat untuk itu dengan berusaha melakukan sebab-sebabnya. Dan hendaklah seseorang tidak merasa puas dengan kerendahan, padahal dia mampu meraih ketinggian.

4- Mengikuti Hawa Nafsu.
Ketahuilah wahai hamba Allah, bahwa kesombongan itu muncul dari sebab mengikuti hawa nafsu, karena memang hawa nafsu itu mengajak menuju ketinggian dan kemuliaan di muka bumi. Allah Ta’ala berfirman,

Apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?” [Al-Baqarah/2: 87]

BAHAYA KESOMBONGAN
Ketahuilah wahai hamba Allah yang hatinya dihiasi dengan tawadhu’ (rendah hati) bahwa bencana kesombongan itu sangat besar, orang-orang istimewa binasa di dalamnya, dan jarang orang yang bebas darinya, baik para ulama, ahli ibadah, atau ahli zuhud. Bagaimana bencana kesombongan itu tidak besar, sedangkan kesombongan itu:

1- Dosa Pertama Yang Dengannya Allah Azza Wa Jalla Dimaksiati.
Kesombongan adalah dosa pertama yang dilakukan Iblis laknatullah dalam bermaksiat kepada Allah Azza wa jalla. Kesombongan itu menyeret Iblis untuk menjadikan takdir sebagai alasan terus-menerus sombong. Allah Azza wa Jalla berfirman,

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!,’ Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” [Al-Baqarah/2: 34]

2- Kesombongan Merupakan Kawan Syirik Dan Penyebabnya.
Oleh karena itulah Allah Azza wa Jalla menggabungkan antara kekafiran dengan kesombongan di dalam kitab-Nya yang mulia, Dia Azza wa Jalla berfirman,

Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.” [Shaad/38: 73-74]
Allah Azza wa Jalla juga berfirman,
(Bukan demikian) sebenarya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir.” [Az-Zumar/39: 59]
Karena barangsiapa takabbur dari patuh kepada al-haq (kebenaran) –walaupun kebenaran itu datang kepadanya lewat tangan seorang anak kecil atau orang yang dia benci dan musuhi- , maka sesungguhnya takabburnya itu adalah kepada Allah, karena Allah adalah Al-Haq, perkataan-Nya adalah haq, agama-Nya adalah haq, al-haq merupakan sifat-Nya, dan al-haq adalah dari-Nya dan untukNya. Maka, jika seorang hamba menolak al-haq, takabbur dari menerimanya, maka sesungguhnya dia menolak Allah dan takabbur terhadap-Nya. Dan barangsiapa takabbur terhadap Allah, niscaya Allah akan menghinakannya, merendahkannya, mengecilkannya, dan meremehkannya.

3- Orang-Orang Yang Sombong Tempat Kembalinya Adalah Neraka.
Oleh karena itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan neraka sebagai rumah bagi orang-orang yang sombong, sebagaimana di dalam surat Al-Ghafir ayat 76 dan surat Az-Zumar ayat 72. Allah Azza wa Jalla berfirman,

Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya”. Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.” [Az-Zumar/39: 72]
Dan orang-orang yang sombong adalah para penduduk neraka Jahannam, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّ أَهْلَ النَّارِ كُلُّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ جَمَّاعٍ مَنَّاعٍ وَأَهْلُ الْجَنَّةِ الضُّعَفَاءُ الْمَغْلُوبُونَ
Sesungguhnya penduduk neraka adalah semua orang yang kasar lagi keras, orang yang bergaya sombong di dalam jalannya, orang yang bersombong, orang yang banyak mengumpulkan harta, orang yang sangat bakhil. Adapun penduduk sorga adalah orang-orang yang lemah dan terkalahkan.” [Hadits Shahih. Riwayat Ahmad, 2/114; Al-Hakim, 2/499]
Mereka akan merasakan berbagai macam siksaan di dalam Jahannam, akan diliputi kehinaan dari berbagai tempat, dan akan diminumi nanah penduduk neraka. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ
Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan).” [Hadits Hasan. Riwayat Bukhari di dalam al-Adabul Mufrad, no. 557; Tirmidzi, no. 2492; Ahmad, 2/179; dan Nu’aim bin Hammad di dalam Zawaid Az-Zuhd, no. 151]

4- Kesombongan Merupakan Tirai Penghalang Masuk Surga.
Oleh karena itu, Allah mengusir Iblis dari surga, Dia Azza wa Jalla berfirman,

Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya!” [Al-A’râf/7: 13]
Kesombongan itu menjadi tirai penghalang masuk surga karena menghalangi seorang hamba dari akhlaq orang-orang beriman. Orang sombong tidak menyukai untuk kaum mukminin kebaikan yang dia sukai untuk dirinya. Dia tidak mampu bersikap rendah hati dan meninggalkan hasad, dendam, dan marah. Dia juga tidak mampu manahan murka, dia tidak menerima nasehat, dan tidak selamat dari sifat merendahkan dan menggibah manusia. Tidak ada sifat yang tercela kecuali dia memilikinya.

5- Allah Tidak Mencintai Orang-Orang Yang Sombong.
Barangsiapa yang memiliki sifat-sifatnya seperti ini, maka dia berhak mendapatkan laknat Allah, jauh dari rahmatNya, Allah memurkainya dan tidak mencintainya. Allah Azza wa Jalla berfirman,

Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” [An-Nahl/16: 22-23]

6- Kesombongan Merupakan Sebab Su-ul Khatimah (Keburukan Akhir Kehidupan).
Oleh karena itu Allah memberitakan bahwa orang yang sombong dan sewenang-wenang adalah orang-orang yang Allah menutup hati mereka, sehingga mereka tidak beriman. Sehingga akhir kehidupannya buruk. Allah Azza wa Jalla berfirman,

Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.” [Al-Mukmin/40: 35]

7- Kesombongan Merupakan Sebab Berpaling Dari Ayat-Ayat Allah.
Yang demikian itu karena orang yang sombong tidak bisa melihat ayat-ayat Allah yang menjelaskan dan berbicara dengan dalil-dalil yang pasti. Juga karena kesombongan itu menutupi kedua matanya, sehingga dia tidak melihat kecuali dirinya. Allah Azza wa Jalla berfirman,

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi.” [Al-A’raaf/7: 146]

8- Kesombongan Merupakan Dosa Terbesar.
Kesombongan memiliki berbagai bahaya seperti ini; maka tidak heran jika ia merupakan dosa terbesar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

لَوْ لَمْ تَكُوْنُوْا تُذْنِبُونَ لَخِفْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ الْعُجْبُ الْعُجْبُ
Jika kamu tidak berbuat dosa, sungguh aku mengkhawatirkan kamu pada perkara yang lebih besar dari itu, yaitu ‘ujub, ‘ujub (kagum terhadap diri sendiri).” [Hadist Hasan Lighairihi, sebagaimana di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 658, karya Syaikh Al-Albani]

Sumber: At-Tawaadhu’ fii Dhauil Qur’anil Kariim was Sunnah ash-Shahiihah karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali hafizhahullah, hlm. 35-44; Penerbit. Daar Ibnul Qayyim; Cet. 1; Th. 1410 H/1990 M
Diadaptasi dan disadur secara bebas oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari

Artikel www.UstadzMuslim.com

Sumber: http://ustadzmuslim.com/tidak-sepantasnya-seorang-manusia-menyombongkan-diri/ 

Sehubungan dengan sifat buruk HASUT, FITNAH DAN BURUK SANGKA, dijabarkan lebih rinci dalam hadist yaitu:

Bagi umat Islam, berita yang mengandung ghibah, fitnah dan namimah dilarang. Mengenai ghibah dan fitnah, dalam riwayat Muslim dan Abu Daud disebutkan bahwa Nabi Saw bersabda, “Tahukah kamu apa itu ghibah?”
Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasulullah yang lebih tahu.”
(Arti ghibah) Nabi bersabda, “Menceritakan hal saudaramu yang ia tidak suka diceritakan pada orang lain.” Sahabat bertanya, “Bagaimana jika memang benar sedemikian keadaan saudaraku itu?”
Nabi Saw bersabda, “Jika benar yang kau ceritakan itu, maka itulah ghibah, tetapi jika tidak benar ceritamu itu, maka itu disebut buhtan (tuduhan palsu, fitnah) dan itu lebih besar dosanya.”
Adapun mengenai namimah (adu domba), Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Maukah kuberitahukan kepada kalian apa itu al’adhhu? Itulah namimah, perbuatan menyebarkan berita untuk merusak hubungan di antara sesama manusia.”


15 SIFAT BURUK LAIN DI MANUSIA DALAM AL QUR'AN: 
pertama, manusia itu LEMAH
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah” (Q.S. Annisa; 28)

kedua, manusia itu GAMPANG TERPERDAYA
“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah” (Q.S Al-Infithar : 6)

ketiga, manusia itu LALAI
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (Q.S At-takaatsur 1)

keempat manusia itu PENAKUT / GAMPANG KHAWATIR
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S Al-Baqarah 155)

kelima, manusia itu BERSEDIH HATI
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Q.S Al Baqarah: 62)

keenam, manusia itu TERGESA-GESA
Dan manusia mendo'a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo'a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (Al-Isra’ 11)

ketujuh, manusia itu SUKA MEMBANTAH
“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.” (Q.S. an-Nahl 4)

kedelapan, manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdo'a kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdo'a kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S Yunus : 12)
“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Q.S al-Alaq : 6)
kesembilan, manusia itu PELUPA
“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdo'a (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.” (Q.S Az-Zumar : 8 )

kesepuluh, manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH
“Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” (Q.S Al Ma’arij : 20)
“Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (Q.S Al-Fushshilat : 20)

kesebelas, manusia itu KIKIR
“Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan adalah manusia itu sangat kikir.” (Q.S. Al-Isra’ : 100)

kedua belas, manusia itu SUKA MENGKUFURI NIKMAT
Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). (Q.S. Az-Zukhruf : 15)
sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (Q.S. al-’Aadiyaat : 6)

ketiga belas, manusia itu DZALIM dan BODOH
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, ” (Q.S al-Ahzab : 72)

keempat belas, manusia itu SUKA MENURUTI PRASANGKANYA
“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Q.S Yunus 36)

kelima belas, manusia itu SUKA BERANGAN-ANGAN
“Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.” (Q.S al Hadid 72)



Ya Rabb, aku memohon kepada-Mu agar mensucikan hati-hati kami dari kotoran dengki dan iri hati, kecenderungan kepada keburukan dan nista, penyakit dendam dan benci, serta tanamkanlah rasa cinta dan kasih sayang ke dalam hati kami, penuhilah dengan kebaikan dan anugrah, serta segerakanlah dengan perasaan belas kasihan. Amin.
Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan tingkatkanlah derajatku dan berikanlah rizki kepada ku, Ya Rabb aku bersujud dan bersimpuh berserah diri kepada-Mu.Turunkanlah magfirah-Mu....
Ya Allah, kumohon kepada-Mu keselamatan dalam menjalankan agama, sehat badanku, bertambah ilmuku, berkah rizkiku, sempat bertaubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati, Ya Rabb hanya engkaulah tempat hamba memohon, selamatkan saudara-saudara dan keluarga-keluarga yang kami temui yang saat ini sedang dalam menanti kesembuhan atas kehendak-Mu....
Ya Rabb jauhkanlah hamba Mu dari golongan orang-orang baik teman lama atau pun yang akan menjadi teman baru hamba kini dan esok hari dari yang mempunyai penyakit hati dan sifat buruk tersebut... Aamiin Yaa Robbal Alamiin.

ALLAH SWT selalu ada untukku, untukmu dan untuk kita semua.

Penulis,
Drs. R.Kurniawan Prihatmono

Selasa, 28 Februari 2012

APAKAH MOTIVASI BISNIS ANDA ???


APA MOTIVASI BISNIS ANDA, KARENA PRODUK, INGIN DAPAT JODOH ATAUKAH LAINNYA ?

A. LATAR BELAKANG
Apa yang memotivasi dalam bekerja Anda, apakah uang, jodoh atau lainnya ?
Banyak alasan dan pendapat berbeda setiap orang untuk bekerja dalam mencari penghidupan. Di sini pendapat pribadi penulis dengan mencari pendapat yang beragam dari internet yang sengaja penulis tuangkan dari beberapa aspek, mungkin bisa memberi motivasi yang lebih baik untuk Anda dalam berbisnis. Semoga bermanfaat !!!

B. DEFINISI.
Memang uang bukanlah segala-galanya, tapi segala yang kita butuhkan perlu uang !!!
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Tentu Anda sudah tahu kegunaan uang, antara lain penulis jabarkan di bawah ini.

Dengan uang Anda bisa:
-Makan sehari-hari
-Transport untuk bekerja
-Membiayai pendidikan yang berkualitas untuk diri sendiri dan anak-anak
-Menjalankan ibadah & beramal sholeh (umroh,ibadah haji,dll)
-Kesehatan sekeluarga dan orang yang Anda cintai
-Beli rumah yang bagus untuk keluarga Anda
-Beli kendaraan pribadi keluarga Anda
-Bahkan untuk internet sehingga bisa buka dan membaca blogspot saya, dengan uang
-Bahkan segala tagihan rumah, listrik, air, sampah, keamanan, dll juga perlu uang.



Contoh di bidang kesehatan:
Di manapun di muka bumi ini, setiap orang pasti menginginkan sehat, baik jasmani maupun rohaninya. Ada yang berkata ke penulis, semua penyakit ada obatnya itu benar. Salah satu hadist Nabi yang mengatakan bahwa “Likuli da'in dawaun” atau tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya.
Memang yang menyembuhkan penyakit adalah Allah S.W.T akan tetapi berobat (apakah ke dokter, rumah sakit, pengobatan terapi, pengobatan alternatif dan-lain-lain) merupakan ikhtiar dan obat / herbal / terapi merupakan media kita untuk mendapatkan kesembuhan dan yang menentukan kita sembuh itu adalah Allah SWT. Karena kita tidak boleh berpasrah saja dengan kondisi sakit yang kita derita.


PENULIS KUTIP DARI :
Jacob Needleman di: http://www.thewicaksonos.info/uang-dan-makna-hidup.html#.T02U-HmBWSo

Jacob Needleman, seorang ahli filosofi menulis bahwa jika kita mengerti peran uang yang sebenarnya dalam hidup kita, maka kita tidak akan berfikir untuk menghabiskan atau menabungnya saja. Uang menggerakkan pengaruh emosional yang mendalam terhadap siapa diri kita sebenarnya dan uang juga mempengaruhi kita dalam mengatakan apa yang tidak kita miliki. Ketidak inginan kita untuk memahami efek uang secara emosional dan spiritual berlandaskan atas kenapa kita harus memberikan harga terhadap segala barang dan bagaimana kita bisa mengetahui nilai dari barang yang tidak berharga. Uang mempunyai pengaruh yang penting dalam segala aspek di dalam mengejar hidup yang idealistik. Tetapi sejalan dengan itu, uang merupakan akar dari frustasi yang kita alami setiap hari.
Uang bukan sumber kebahagiaan ataupun penderitaan. Pernyataan ini jelas, dan sebagian besar orang sudah mengalaminya sendiri. Needleman menyebut bahwa kebahagiaan dan kekhawatiran adalah berasal dari (dalam) diri kita sendiri.
Jika kita bisa bahagia manakala tidak memiliki uang maka kita akan bahagia juga saat memilikinya. Sebaliknya, jika kita merasa khawatir ketika tak memiliki uang maka kitapun tetap akan khawatir meski memiliki uang.

Menurut penulis: Lebih tepatnya semakin banyak uang, insya Allah semakin baik hidupnya. Semakin kecil uang yang dimiliki tentu, yang justru semakin membuat frustasi. Karena ada ayat Al Qur’an: ”Kefakiran (kemiskinan) akan membawa kepada kekafiran.” Sedangkan menurut penulis ada pendapat yang mengatakan bahwa uang yang juga dapat menjerumuskan dirinya kepada kesombongan dan lain-lain, hal ini ini hanyalah masalah keimanan dan kurangnya bersyukur diri pribadi saja, sehingga memikirkan uang saja maka akan lupa dengan keluarga, ini hanya masalah keimanan pribadi yang perlu diperbaiki. Tapi berpikirlah dari pribadi kita dengan sisi positif: Yaitu sebaiknya bila keimanan baik, maka harusnya setiap pribadi kita, justru semakin kuat keinginan termotivasi untuk mencari uang barulah uang akan banyak datang untuk Anda, sehingga Anda dapat beramal sedeqah materi lebih banyak, seperti lbnu Umar menasehati, “Bekerjalah untuk duniamu seperti engkau hidup selamanya, dan beramal dan beribadahlah seperti engkau akan mati esok pagi.”

C. APA MOTIVASI ANDA DALAM DALAM BEKERJA ???
Penulis saat ini sedang dalam masa perjuangan hidup sebagai karyawan kantor dan juga ikut di sebuah MLM yang bergerak dalam bidang herbal kesehatan di Jakarta. Hari minggu 26 Februari 2012 lalu mengikuti pertemuan yang cukup bagus yang diikuti sekitar 600an peserta.

Di tengah-tengah acara ini ditanya oleh salah satu dari 6 orang motivator:
Apakah motivasi Anda bergabung di bisnis ini karena ikut-ikutan ?
Apakah motivasi Anda bergabung di bisnis ini karena terpaksa ?
Apakah motivasi Anda bergabung di bisnis ini karena produknya ?
Ataukah motivasi Anda bergabung karena mencari JODOH di bisnis ini ?

Di setiap pertanyaan, cukup banyak yang mengacungkan tangan. Tapi begitu sampai ke pertanyaan siapa yang ikut termotivasi bergabung karena ingin dapat “jodoh”, ditanya selanjutnya oleh pemotivator:
“Jadi bagi yang karena jodoh, maka andaikan Anda tidak mendapatkan Jodoh Anda dalam bisnis ini apakah Anda akan berhenti dari bisnis ini ???
Serempak dijawab: “Tidaaaaaak” (sambil terdengar beberapa peserta tertawa).
Ditanya kembali : “Jika Anda tidak mendapat jodoh Apakah Anda akan menyerah?
Serempak dijawab: “Tidaaaaaak”.
Jika motivasi Anda karena ingin mendapat jodoh, maka jika Anda tidak mendapat jodoh atau lainnya maka pasti Anda akan kecewa, hanya kekesalan yang didapat, ubahlah motivasi Anda. Fokus dan kerja keras, sukseskan downline Anda, maka Anda akan sukses di bisnis ini !

Tapi kemudian pemotivator melanjutkan: “Ubahlah motivasi Anda jika Anda ingin sukses, yaitu menjadi karena UANG. Bukankah Anda ikut bisnis ini termotivasi karena uang ?”
Semua peserta serempak mengacungkan tangan.

Ditanya lagi oleh pemotivator:
“Apakah ada di antara Anda, yang mau menjalankan bisnis ini bila tidak ada UANGnya?”
Serempak dijawab: “TIDAAAAAKK.“

Pemotivator:
“Jadi semua karena memang ada uangnya kan ?"
"Untuk apa ikut MLM atau kerja kalau tidak ada uangnya. Ya kan ???!”
Dijawab serempak oleh seluruh peserta dengan " YAaaaaaa".

Jadi memang produk kita di bisnis MLM ini adalah produk herbal kesehatan jadi untuk kesehatan, diharapkan keluarga kita sehat, membantu kesehatan orang-orang di sekitar Anda, maka akan terjadi order besar, perkuat jaringan Anda, order semakin besar. Semakin banyak Anda membuat sukses downline Anda, Andapun sukses, dan ini menjadi ladang amal untuk Anda, karena Anda juga membuat downline Anda kaya, sehingga dengan sendirinya perjuangan Anda yang tulus, Anda akan mendapat banyak waktu untuk keluarga Anda, dengan semangat pantang menyerah maka kesemuanya itu yang nantinya akan membuat uang akan mengalir dalam kehidupan Anda.

GO FREEDOM !!!

 





Renungan dari penulis:
Sahabatku, Hidup adalah Pilihan dan Hidup ini adalah perjuangan.
Memilih berjuang  untuk mengendalikan diri menuju sukses itu yang terbaik.
Banyak ujian yang akan kita hadapi untuk meraih cita-cita kita bahagia dunia dan akhirat. Syetan (akan memepngaruhi untuk Anda menjadi bersifat malas) dan hawa nafsu terus mencoba untuk memalingkan kita dari jalan yang benar.
 

Oleh karena itu diperlukan keteguhan dan keistiqomahan dalam menghadapi ujian tersebut. Diperlukan konsistensi yang sungguh-sungguh, saat kita berusaha untuk meningkatkan potensi kita. Saat kita berusaha untuk menghasilkan karya-karya besar kita yang bermanfaat untuk manusia dan diri kita. Kita bisa saja diserang oleh perasaan malas, lemah semangat dan keinginan untuk berada pada zona nyaman. Maka diperlukan perjuangan untuk mengatasinya. 

Kita harus kuat dan tangguh dan sungguh-sungguh berusaha. Jangan biarkan diri kita terjerat dalam lingkaran perbuatan yang sia-sia, ataupun termotivasi dengan hal yang tidak perlu. Jadikan hidup dan hari anda sebagai maha karya. Lakukan sesuatu yang bermanfaat dalam hidup Anda. Hidup ini hanya sekali, maka hiduplah yang berarti.

Ketika kita mencari mutiara kehidupan yang akan membahagiakan dan mensukseskan kita, maka mutiara itu sesungguhnya ada di dasar hati kita. Ketika kita mencari intan permata, maka intan permata itu ada dalam pikiran kita. Ketika kita mencari emas maka emas itu ada dalam jiwa kita. Ketika kita mencari bahagia dan ketenangan maka ketenangan itu ada dalam sujud, dzikir dan tunduk kita kepada Allah.

Perbuatan salah, sia-sia dan dosa hanya akan menggelisahkan hati dan jiwa kita. Menghilangkan akal sehat kita Mematikan nurani kita. Maka jangan biarkan hatimu berada dalam kelalaian & kehampaan. Isilah jiwa Anda dengan kebaikan. Galilah potensi diri Anda untuk menghasilkan karya nyata yang berguna bagi diri sendiri, keluarga tercinta dan orang lain sekitar Anda.

Jangan sia-siakan potensi dahsyat, seperti kepekaan rasa, kepekaan hati nurani yang telah diberikan Tuhan Allah SWT kepada Anda. Latihlah potensi itu, asahlah potensi itu, bangunlah potensi itu dengan bertindak dan bekerja, serta tidak lupa berdo’a dan selalu ingat Allah, maka dirimu akan bangun dari kelalaian dan kealfaan, kesenangan sesaat, menuju kebahagiaan abadi dalam karya nyata, prestasi, ibadah dan amal kebaikan yang berguna dunia dan akhirat.

Berjuanglah dengan sungguh-sungguh menaklukan diri dan hawa nafsumu. Taklukan ego dan emosimu yang buruk. Taklukan kemalasan, kelalaian, dan kealfaan. Isilah kegiatan dan waktumu yang sangat berharga itu dengan aktivitas yang bermanfaat. Maka hari dan hidupmu akan cerah dan bermakna. Jangan biarkan hari dan hatimu kosong dari ilmu, iman dan amal nyata. Karena jika begitu syetan dan pengikutnya akan mudah masuk menggerogoti hatimu, imanmu dan ilmumu, sehingga kau akan kehilangan jati diri dan potensimu yang sebenarnya.

Maka berbuatlah hari ini. Saat ini juga. Bekerjalah, berkaryalah. Berjuanglah untuk meraih kesuksesan di DUNIA (yaitu uang untuk memenuhi kehidupan yang Anda butuhkan) dan cari dan gunakan uang (agar bisa beramal sholeh yang berkualitas, umroh, haji dan niatkan kesemuanya untuk mengharap RIDHO ALLAH SWT) sehingga kehidupan AKHIRAT juga Anda dapatkan. 

Temukan jalanmu yang sebenarnya. Panggilan hati dan nuranimu. Jadilah pribadi yang rendah hati, teachable (mau menerima pengajaran / mau diajari). Bekerjalah dengan sepenuh hati dan gunakan potensimu. Layanilah orang lain. Dan bertekadlah untuk melakukan yang terbaik, belajar yang terbaik dan memberikan yang terbaik bagi diri, keluarga, organisasi, agama, bangsa dan Negara. Insya Allah hidupmu akan bermakna dengan perjuangan.


Teachable = Capable of being taught; apt to learn; also; willing to receive instruction
                     Mampu diajarkan; cenderung untuk belajar; juga berarti; mau menerima pengajaran.

Semoga tulisan di atas bermanfaat. 

Salam,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
081386837511