Jumat, 17 Juni 2016

ALHAMDULILLAH ANAK SAYA BISA BERJALAN DAN OPERASI ATRESIA ANI BERJALAN LANCAR



SMS PERTAMA DARI PAK MM

Penulis cukup banyak menerima SMS (pesan singkat) dan telpon dari para orang tua di berbagai propinsi di Indonesia, seperti propinsi dari pulau Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi dan kota-kota lainnya, namun hanya dari para orang tua yang memang serius yang penulis layani yang memang ingin menterapi bayinya ke (istri) penulis, dengan terlebih dahulu akan penulis jelaskan dan penulis berikan arahan-arahan sebelumnya. Seperti di suatu hari masuk sms ke handphone penulis di 13 Agustus 2015 dari Bapak MM, yang masih penulis simpan seluruh masuknya SMS sejak pertama kali dari seluruh orang tua bayi hingga saat ini :

Pak MM: “Assalamu’alaikum. Salam …. Alhamdulillah saya menemukan tulisan anda sekitar kasus down syndrome, saya ingin konsultasi terkait perkembangan anak saya (N), kapan saya bisa menghubungi  bapak….. terima kasih (MM, Jakarta)”.

Penulis: “Wa’alaikumsalam Pak. Terima kasih telah membaca artikel Blogspot saya. Apakah kita bisa berteman WA/BB,  agar kita mudah komunikasi ? Kami akan presentasi metode dan cara terapi untuk se-Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi) agar faham sekalian melihat kondisi anak bapak. Dari Kurniawan”

Pak MM: “Terima kasih banyak sudah menjawab sms saya …. Ini nomor WA saya 08780xxxxxx… Ingin sekali saya segera mendengar komentar bapak tentang anak saya…” demikian Pak MM pada mula sekali ber-SMS dengan penulis, dikarenakan juga anaknya sudah usia 19 bulan yang kelainan DS ternyata juga mengalami kelainan atresia ani (tidak ada anus) dan sejak bayi operasi kolostomi (yang dibuat saluran pembuangan dari samping kiri perut anaknya (N) masih belum bisa berjalan juga padahal sudah ikut terapi fisioterapi di rumah sakit di bilangan Parung, kemungkinan memang atresia ani-nyalah juga yang menjadikan bagian kiri tubuh menjadi lebih terlambat (karena ada operasi untuk kantung bab-nya) menjadi halangan bagian sisi kiri.


Sempat kami berteman WA sebelum berkunjung ke rumah beliau yang bekerja sebagai staf litbang pendidikan di salah satu kementrian Negara Republik Indonesia. Beliau bertanya sebelum kami presentasi datang ke rumah beliau: “Benarkah keputusan saya, bahwa saya baru akan mengoperasi atresia aninya setelah anak saya bisa jalan ?”

Penulis : “Wah untuk hal  ini kapannya kesiapan bayi dioperasi silakan Bapak berkonsultasi dengan ahlinya pak” (maksud penulis adalah dokter ahli untuk atresia ani) dikarenakan ini tergantung kesehatan bayi juga dan faktor kesiapan orang tua juga untuk saya tidak menyalahkan dikarenakan si anak sudah cukup besar, yang kebanyakan operasi ini dilakukan sebelum usia 1 tahun, jadi sebenarnya tidak perlu menunggu harus bisa jalan lebih dahulu.

Penulis bertanya: “Sudah fisioterapi di mana saja ?”
Pak MM:  Di rumah sakit x dan sudah sejak 10 bulan, tapi hingga usia 19 bulan ini baru ini kemajuannya. Kemajuannya maksudnya sudah titah tapi jalan masih dipegang dengan dengkul masih bergetar dan jalan ngesot (jalan maju sambil duduk), dikarenakan ada kantung penampungan di perut bawah kiri.


KUNJUNGAN PRESENTASI
Akhirnya penulis dan istri berkunjung di hari yang telah disepakati dan presentasi seputar terapinya, cara terapinya dan hal-hal yang akan mempengaruhi hasil terbaik terapi, dan sekalian diagnosa kondisi anak Pak MM dan istrinya Bu E yang berjenis kelamin laki-laki dan kondisinya saat itu adalah :
-down syndrome* dan atresia ani (belum ada anus)
-jalan masih sambil duduk (maaf) ngesot (jalan maju sambil duduk) juga yang aktif terutama kaki kanan dikarenakan perut kiri ada plastik penampungan babnya
-berdiri bisa tapi dengkul masih sangat bergetar
-sambil saat berdiri tangan masih dibantu pegang, jika tidak dipegang maka si anak akan ambruk
-jalan bisa dengan sangat perlahan dan dengkul masih bergetar keduanya

*down syndrome:
http://kprihatmono.blogspot.co.id/2016/02/kprihatmonoblogspotcoid-mencapai-5.html
Begitu faham denga terapi kami, Pak MM langsung berkomentar yang masih penulis ingat sampai sekarang: “Wah ada ya model terapi kayak begini.” Beliau sangat antusias sekali bahkan langsung beberapa hari kemudian langsung mulai terapi dengan istri penulis dan terapi yang di rumah sakit sementara dihentikan sambil melihat kemajuan perkembangan hasil terapinya (untuk dinilai).

Penulis: “Tidak ada yang mustahil bagi Allah walau terhadap kelainan seperti ini Pak.” Kemudian kami pamit pullang dan agar ibu E dan Bapak MM agar mendiskusikan akankah terapinya kapan dimulai dengan  adanya dzikiran yang juga mesti dilakukan untuk mereka berdua, agar keberhasilan terapi untuk anaknya dimudahkan dan diberikan hasil terbaik semaksimal mungkin oleh Allah SWT.

Pak MM bercerita bahwa sebenarnya beliau sudah suka sempat beberapa  bulan lalu browsing di google mencari tempat-tempat terapi fisioterapi  tapi saya belum menemukan siapa yang akan bantu untuk terapi anak saya. Sempat saya beripikir lama sekali, apakah mau nunggu sampai bisa jalan dulu atau operasi atresia ani-nya dulu. Sampai akhirnya di Agustus 2015 lalu saya browsing malam-malam (di saat N sudah usia 2 tahun 3 bulan) saya menemukan artikel Blogspot Pak Kurniawan, saya dan istri begitu saya beritahu kok rasanya ingin segera memanggil Pak Kurniawan untuk melihat anak kami. Saya merasa artikel-artikelnya tentang kisah keluarga yang ada dalam Blogspot Pak Kurniawan memang merupakan kisah nyata kejadian sebenarnya, makanya akhirnya saya SMS Pak Kurniawan.


DIMULAI FISIOTERAPI UNTUK ANAK PAK MM  
Pertemuan selanjutnya kami langsung diminta untuk kunjungan hari Minggu dikarenakan Pak MM dan Ibu E keduanya bekerja hanya berbeda divisi, sehingga kami tidak bisa menaruh jadwal kunjungan terapi di hari biasa. Banyaknya terapi di awal 8x tiap bulannya yang banyak ditujukan ke Syaraf Motorik Kasar dalam otak (CERREBELUM), punggung dan pinggul dan kaki. Mulailah terapi ke kami dari hari ke hari dilalui, setelah beberapa kali atas kesabaran mereka dan Allah ridhoi alhamdulillah kemudian mulai tampak ada kemajuan-kemajuan perkembangan hanya sekitar 2 sampai dengan 2,5 bulanan:
- mulai bisa berdiri tapi masih memegang meja tamu
- wajah dalam menatap makin berekspresi bagus
- tatapannya dan senyumnya
- sesekali bila tidak sedang jalan, masih suka jalan maju sambil duduk


PERKEMBANGAN SETELAH 2,5 BULAN HINGGA  4 BULAN
Perkembangan di Desember 2015 sampai dengan Januari 2016 yang usianya anak Pak MM yaitu N berusia 2 tahun 7 bulan dan hasil terapi selama 5 bulan ini sejak minggu ke 3 Agustus 2015 alhamdulillah sangat pesat. Saya tanya ke Pak MM  setelah kunjungan terapi ke sekian kali tentang bagaimana jalannya: “Itu sudah saya ajak jalan antar 2 rumah,  dan sudah sering ke teras sendiri, saya biarin aja gak pakai sepatu.”  Sambil Pak MM senyum-senyum yang penulis jawab: “Wah hati-hati Pak takutnya ada paku, kan di sebelah apalagi sedang renovasi rumah.” Yang pas saat itu sebelah rumah Pak MM sedang ada tukang bangunan yang merenovasi dan material bangunan ada di depan rumah (di luar jalan komplek) rumah, yang disambut dengan kalimat dari istri Pak MM:
“Iya nih ayah mestinya kan pake sepatu.” Demikian komentar seorang ibu yang memang kawatir sekali dengan cara Pak MM. Sampai di sini jumlah terapi mulai hanya menjadi 6x.

Pak MM dan Bu E sudah menyetop terapi yang berkunjung ke rumah sakit dan fokus ke terapi kami, selain ibu E dan Pak M memang keduanya bekerja, jadi sangat menerima sekali cara terapi kami yang bisa kunjugan ke rumah pasien.


TERAPI TERJEDA DENGAN OPERASI ATRESIA ANI
Setelah terapi sekitar 2 bulan berlalu, akhirnya N mendapat panggilan untuk operasi ke rumah sakit Cipto Mangunkusumo untuk operasi (maaf: pembuatan maaf duburnya) dan dilakukan perawatan dulu beberapa hari di sana, penulis terus melakukan pemantauan bahkan juga mengantar istri melakukan terapi penguatan untuk N menjelang di hari saat akan operasi ke 2 (pembusian). Penulis dan istri sempat berfoto bersama N dan pengasuhnya yang menjagai N di setiap harinya.


FISIOTERAPI FEBRUARI - MARET 2016 N BISA BERJALAN SEMPURNA
Alhamdulilllah akhirnya N saat kami berkunjung kembali, N berjalan sudah sangat lancar dan penulis memvideokan setiap kali N berjalan.  Terlihat sesekali masih menghampiri kursi yang diduduki Pak MM atau Ibu E di saat jalan beberapa langkah lepas tangan. Sampai di sini terlihat wajah kedua orang tua ini sudah sangat bahagia sekali terpancar dari wajahnya.  Dan tentunya jumlah terapi semakin berkurang  di tiap bulannya hanya 4x.


OPERASI KE 3 (TERAKHIR) ATRESIA ANI DI AWAL MEI 2016

Fisioterapinya terjadi jeda kembali dikarenakan operasi atresia ani terakhir (ke 3) N kembali ke rs. Cipto Mangunkusumo dan di sini kami mendapat kabar yang membuat haru, dikarenakan saat N sudah siap menunggu beberapa jam karena mesti puasa sebelum operasinya, sedangkan sudah sampai siang belum dilakukan tindakan operasi, akhirnya N yang menginjak usia 2 tahun 11 bulan ini menuju tempat tidur  ruang tindakan operasinya sendiri disaksikan orang tuanya dan para dokter yang waktu itu masih siap-siap, seakan ingin disegerakan kepada para dokter untuk cepat dioperasi dikarenakan sudah terlalu lama berpuasa.

Alhamdulillah akhirnya operasi atresia ani-nya berjalan selamat dan lancar. Dan setelah N diperbolehkan pulang ke rumah, kami mulai terapi kembali yaitu sekaligus membantu agar recovery (pemulihan) operasi juga lebih cepat. Alhamdulillah di pertengahan Mei 2016 N sudah baik kondisinya dan sudah berjalan dengan cukup baik. Dan jumlah terapi hanya tinggal 1x terutama untuk otak syaraf motorik halus atau otak yang disebut CERREBRUM (untuk kecerdasan dan kepintaran).


FISIOTERAPI SUDAH DI PENGHUJUNG DAN  N BERFOTO DENGAN KAMI
Fisiotterapi sudah mulai berada di penghujung perjalanan panjang untuk N. Terapi kunjungan di pertengahan Mei kemarin setelah selesai dan kami akan pamitan, di saat Pak MM dan Bu E mengisahkan kisah operasinya di rumah sakit, sementara N jalan mondar-mandir ke teras, masuk lagi ke ruang tamu beberapa kali tanpa didampingi sama sekali. Lalu N pelan-pelan menghampiri kami yang sedang duduk di sofa yang muat 2 orang melalui Ibu E yang duduk di kursi sendiri, lalu berjalan di antara meja tamu ke dekat kaki kami, ternyata N ingin duduk di antara Penulis dan istri Penulis, dan penulis berkata:

“Ooowh ingin duduk di tengah…….mau difoto ber 3 ya kata penulis ke N” sambil N senyum dan penulis meminta  tolong kepada Bapak MM untuk mengabadikan.
Terharu penulis dan istri melihat kondisi ini, “Ya Allah sudah pinter ya N” kata istri dan penulis, selama ini belum pernah N berlaku seperti ini, ini seperti mengisyaratkan bahwa masa-masa terapinya memang sudah berada di penghujung (segera akan selesai) hanya tinggal 2x.

Semakin terpancar raut kebahagiaan di wajah Bapak MM dan Ibu E, kamipun sangat bahagian melihat perkembangan N. Kepada Bapak MM dan Ibu E, hari-hari panjang terapi N, sudah kita lalui bersama dan sudah akan selesai dan hanya tinggal beberapa kali untuk kecerdasan dan kepintaran. Semoga perkembangan tumbuh kembang N selanjutnya seperti pendidikan dan kemandirian kehidupannya, tercapai sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Aamiin ya rabbal alamin.

Sebelum kisah ini Penulis tayangkan menjadi artikel di Blogspot, Penulis mintakan persetujuan izin kepada pak MM bahwa untuk terapi fisik organ dalam untuk N bisa dibilang sudah selesai di akhir Mei 2016 ini. Dan Pak MM langsung menjawab : “Tidak apa-apa, untuk ke depannya 1 bulan sekali tetap terapi untuk kecerdasannya sekalian silaturahmi.” Penulis:  “Terima kasih Pak atas kepercayaannya kepada kami selama ini dan semoga N ke depannya semakin pintar.” 

Kepada Bapak MM dan E penulis ucapkan terima kasih kami bahwa kisah nyatanya boleh kami ceritakan pada artikel penulis dan Pak MM langsung membuatkan JUDUL seperti di atas. Juga terima kasih yang sebesar-besarnya yang selama ini telah bersedia Penulis mintakan tolong agar berteman kepada beberapa orang tua lain yang ingin sharing (berbagi dan bercerita) tentang bayinya yang baru mulai terapi dengan kami, untuk sekedar memotivasi dan menceritakan keberadaan (eksistensi) kami dalam menterapi, bahwa bila Allah berkehendak, maka tidak ada yang mustahil bagi-Nya, bahwa organ  dalam yang mengalami kelainan pelemahan akibat trisomi 21 yang tidak terjangkau tangan manusiapun dapat diterapi dengan kekuatan dzikiran dan perbaikan luar dan dalam tentunya dengan cara yang baik dan benar dengan tidak melanggar syari'at agama Islam, selain dengan banyak macam latihan-latihan dan diurut penguatan sendi dan otot, bahkan dengan metode rohani (dengan tambahan dzikir dan do’a) selalu disertakan, sehingga insya Allah hasil terbaik yang diperoleh. Aamiin.


Drs. R. Kurniawan Prihatmono

HP 081386837511

Harap SMS Lebih Dahulu

Hanya untuk yang serius

Kisah Ini Telah Mendapat Persetujuan Bapak MM dan Ibu E

Kamis, 11 Februari 2016

Kprihatmono.blogspot.co.id Mencapai 5 Tahun Melatih Fisik Bayi Down Syndrome



BULAN FEBRUARI 2016 BLOGSPOT MENCAPAI TAHUN KE 5
Genap 5 Tahun blogspot ini menemani penulis sejak pertama kali dibuat Februari 2011. Tertuang di sini perjalanan hidup, perjalanan di cuaca buruk dan kisah nyata serta perjuangan penulis bersama istri yang bersama para orang tua bayi yang buah hatinya sejak terlahir dengan kelainan trisomi 21, yang kita bersama-sama berjuang dengan terapi fisik organ jaringan dalam agar mereka dapat hidup lebih baik yang terbaik yang Allah berikan kepada buah hati bapak/ibu sekalian, nantinya dengan rupa wajah agar mengalami perubahan yang lebih baik dan agar mencapai kondisi maksimal yang diberikan oleh Allah Yang Maha Pencipta segala makhluk hidup termasuk sel-sel organ fisik dalam tubuh bayi-bayi ini dan Allah Yang Maha Kuasa pula yang dapat memperbaiki segala sel organ dalam yang tidak terjangkau oleh tangan kita dalam tubuh bayi ini. Tiada yang mustahil bagi-Nya atas segala sesuatu asalkan kita yakin tanpa ragu sedikitpun kepada-Nya walaupun terhadap kelainan sekalipun. Nama metode kami dinamakan terapi dzikir sejak 2014.
.
Anak adalah titipan dari Allah yang memang kita diharuskan berkembang biak di muka bumi sebagai penerus generasi dan keluarga, namun harus diingat tak ada manusia yang sempurna. Bahwa dibalik segala kejadian ciptaanNya, pasti ada hikmah dan ujian bagi diri kita selama hidup di dunia (serta tentu saja juga interospeksi diri). Allah akan menguji kita dengan kesabaran kita agar kita makin dekat dan naik derajat yang lebih tinggi. Dan Allah tidak menguji hamba-Nya di luar kesanggupan hamba-Nya. Kita tidak tahu anak yang mana yang akan kelak do'anya makbul (terkabul) sebagai pemohon kepada Allah di akhirat kelak di saat hari akhir. 


Puji syukur penulis panjatkan kepada yang Maha Kuasa atas Kebesaran-Nya bahwa Dialah yang merupakan pencipta segala sel dalam tubuh kita sejak dalam janin hingga dilahirkan (bahkan hingga kita meninggal dunia), dan alhamdulillah telah banyak yang mengalami berbagai kemajuan perkembangan baik di sepanjang tahun 2015 terhadap bayi-bayi pasien kelainan kromosom 21 yang sudah mengalami kemajuan besar dan maupun yang saat ini masih dalam masa-masa terapi.

LAMA PERJALANAN OLEH  ISTRI TELAH 9 TAHUN
Hingga 2016 masa pelayanan istri penulis (khususnya di untuk bayi Down Syndrome = DS) telah masuk tahun ke 9, istri yang sebelumnya sejak 14 tahun lalu (2002) pada awalnya adalah menterapi penyakit medis seperti : kista, masalah dengan kelenjar tyroid, masalah pada saluran pencernaan, masalah pada saluran nafas, nyeri pada sendi-sendi hingga terapi aura dan beberapa penyakit lainnya (khususnya ibu-ibu/wanita dan remaja putri). Dan seiring berjalannya waktu dari tahun ke tahun semakin banyak kejadian di atas dialami bayi yang mengalami berbagai masalah (termasuk kelainan) pada berbagai organ tubuh fisik jaringan dalam yang dialami bayi-bayi kelainan DS (trisomi 21) yang ditangani istri. 

Akhirnya sejak 2007 lalu istri mengkhususkan diri yaitu melatih fisik dan treatment usap-urut bayi-bayi DS hingga sekarang. Dan kini dengan karunia yang Allah berikan padanya, dengan penggabungan metode latihan fisik dan ditambah kekuatan dzikir (doa) dan kemampuannya dulu menterapi fisik penyakit medis, termasuk terapi aura (tujuan agar bayi ngangeni dan menyenangkan dilihat dan agar orang lain yang melihatnya sayang kepadanya). Alhamdulillah selain wajah-wajah bayi ini berubah jauh dari sebutan wajah kembar 1.000 down syndrome. Dan dengan gabungan metode dzikir, memegang dan sentuhan kasih sayang pada sebagian besar organ tubuh bayi yang mengalami lemah akibat kromosom yang bercabang 3 pada kromosom ke 21, alhamdulillah banyak segala organ tubuh bayi-bayi ini seiring berjalannya waktu membaik sehingga kemampuan bayi normal pun dapat terkejar (termasuk perubahan wajah).

Apa itu kelainan kromosom 21 (down syndrome) silakan baca linkdi bawah ini:
http://kprihatmono.blogspot.co.id/2015/02/jangan-wait-and-see-bila-bayi-anda-yang.html
Gejala dan ciri-cirinya sangat beragam dan antara bayi yang satu dengan bayi DS yang lain semua ciri-ciri yang terjadi dan lemahnya di beberapa organ akan berbeda, jadi kelainannya sangat beragam pula:

WAJAH
a. mata sipit, bisa yang kanan saja, bisa yang kiri saja atau keduanya
b. wajah datar (flat)
c. mata yang agak miring ke atas serta ujung runcing
d. adanya kantung mata di bawah mata kanan dan kiri
e. hidung pendek (pesek) di antara kedua mata
f. lipatan kulit bentuk bundar (disebut lipatan epikantus) pada lingkaran atas mata
g. langit-langit dalam mulut yang melengkung tinggi dan lidah tebal dengan mulut kecil (akibatnya mulut bayi menganga dengan lidah menjulur ke luar)
h. ada yang telinga kecil dan letaknya agak rendah bila ditarik garis mendatar dari sudut mata
Selain di atas juga beberapa bayi pipi terlihat terlalu tebal sehingga meenggelambir*)

LEHER
i.  leher yang pendek dan lebih lebar dari ukuran normal
j. ada yang penebalan di leher belakang, bahkan seperti berbentuk lebar di kanan kiri leher
k. ada yang penebalan pada bahu (jadi seperti menggelambir)
l. ada yang tenggorokan (esofagus) yang sempit
m. ada juga yang kerongkongan yang sempit sehingga susah menelan
bahkan efeknya di sini bayi sering tidak ada suara tangisannya atau ada tapi tercekat/terputus

TANGAN  DAN KAKI
n. ada yang telapak tangan hanya mempunyai satu garis tangan disebut “simian crease” (bisa di satu tangan atau  keduanya), bisa juga tidak terjadi di kedua tangan (normal)
o. ada yang: jari-jari tangan pendek dan jari kelingking hanya ada dua ruas dan melengkung ke dalam
p.  ada yang: ada jarak lebar antara jempol dan jari yang berdekatan (jempol dan jari telunjuk), baik pada kaki (sandal gap) maupun tangan
q. ada yang telapak kaki datar
r. ada yang kaki bentuknya CTEV (maaf: pengkor) bisa ke arah dalam, ada yang ke arah luar
s. ada yang kaki sampai bisa split (meregang ke kanan dan ke kiri seperti pebalet)

RAMBUT
t. rambut tipis dan jarang-jarang

PERUT
u. perut buncit

JANTUNG
v. ada yang jantung bocor (tidak di semua bayi)

w. otot-otot lemah (hipotonia)

MATA
x. ada yang katarak
y. ada yang titik putih (brushfield spots)
z. ada yang bergoyang-goyang tidak fokus
Dan masih beberapa ciri dan lemah organ lainnya.

Tulisan di atas ini tentang ciri-ciri dan variasi bayi kelainan ini adalah lanjutan dari link di bawah ini:

http://kprihatmono.blogspot.co.id/2015/12/bayi-terlahir-ds-semula-syok-menangis.html

Bahkan juga ada saja tambahan yang berbeda-beda di setiap bayi ada yang atresia ani (tidak ada anus), ada yang hipotiroid, ada yang hypertiroid, masalah di pendengaran (telinga), ada yang mikropenis, ada yang alergy susu sapi hingga jantung bocor dan ada pula yang kelainan darah/leukimia (tapi sangat jarang) juga bisa saja mengalami kelainan misalkan empedu hanya berfungsi sebagian dan macam-macam lagi.

Jika melihat poin-poin ciri-ciri bayi DS (ciri bayi DS)  dari kelainan yang begitu banyak, maka variasi yang dialami seorang bayi DS juga akan sangat bermacam-macam jadi seorang bayi DS bisa saja mengalami ciri dan kelainan mulai dari ringan sampai dengan berat, misalkan berdasarkan poin di atas ada yang kondisinya:

1. a + b + e  + g + i + l + m + u + w
2. a + b + e  + g + i + l + m + u + w + hypertiroid
3. a + b + e  + g + i + l + m + u + w + atresia ani
4. a + b + e  + g + i + l + m + u + w + hypertiroid + atresia ani
5. a + b + e  + g + i + l + m + u + w + atresia ani + hypertiroid
6. a + b + e  + g + i + l + m + u + w + hypertiroid + alergy susu sapi
7. a + b + e  + g + i + l + m + u + w + atresia ani + hipotiroid + alergy susu sapi

8. a + b + d (kantung mata) + e  + g + i + l + m + u + w + q (tapak kaki datar)
9. a + b + d (kantung mata) + e  + g + i + l + m + u + w + y
10. a + b + d (kantung mata) + e  + g + i + l + m + u + w + z
11. a + b + d (kantung mata) + e  + g + i + l + m + u + w + z + atresia ani
12. a + b + d (kantung mata) + e  + g + i + l + m + u + w + z + atresia ani + hipotiroid
13. a + b + d (kantung mata) + e  + g + i + l + m + u + w + y + hipotiroid + pipi tebal & alergy susu sapi
14. a + b + d (kantung mata) + e  + g + i + l + m + u + w + y + atresia ani + hipotiroid
mungkin ada yang + r dan atau + s

dengan berbagai kombinasi jantung bocor:
15. a + b + d (kantung mata) + e  + g + i + l + m + u + w + v (jantung bocor)  
16. a + b + d (kantung mata) + e  + g + i + l + m + u + w + v (jantung bocor) + hipotiroid
17. a + b + d (kantung mata) + e  + g + i + l + m + u + w + v (jantung bocor) + atresia ani
18. a + b + d (kantung mata) + e  + g + i + l + m + u + w + v (jantung bocor) + hipotiroid
19. a + b + d (kantung mata) + e  + g + i + l + m + u + w + v (jantung bocor) + atresia ani + hipotiroid
20. a + b + d (kantung mata) + e  + g + i + l + m + u + w + v (jantung bocor) + hipotiroid + pipi tebal & juga alergy susu sapi
mungkin ditambah dengan r atau s atau r+s
dan seterusnya juga (mungkin) + ada yang (maaf) mikropenis (ukuran penis sangat kecil).
Dan sehubungan dengan alergy susu sapi, yang menjadi masalah adalah begitu mendapat kabar bahwa sang buah hati kondisi DS, maka karena syok yang sampai berhari-hari bahkan berminggu-minggu menjadikan air susu ibu (ASI) menjadi sedikit ke luarnya bahkan berhenti sama sekali.

Sehingga semuanya akan sangat beragam sekali yang dialami si  bayi, maka tentu saja penanganannya akan sedikit banyak di berbagai bagian tubuhnya ada penanganan tambahan (contoh pipi yang menggelambir ke bawah bila kita salah menanganinya maka pipi akan makin menggelambir ke bawah), tentu yang diperbaiki dengan terapi akan berbeda-beda melakukannya dalam arti banyak tambahan bagian yang harus diperbaiki. Artinya ciri-ciri dan lemahnya organ tubuh yang mengalami kelainan karena bercabang 3 kromosom di kromosom ke 21 bisa dimulai dari ringan (minor), ada yang di kondisi sedang (menengah) dan ada yang hingga cukup banyak (berat).


TERAPI APA YANG DIBUTUHKAN UNTUK DIDAHULUKAN
Setelah bayi terlahir dengan down syndrome, maka tidak semua ciri dan kelemahan organ di atas berada di seorang bayi, tetapi apa-apa yang muncul pertama di saat-saat baru saja lahir tentu saja harus dibereskan terlebih dahulu, lalu setelah kondisinya sehat dan sudah tidak kuning dan sudah bisa minum susu (apakah itu ASI atau susu formula) maka sebaiknya usia 1 bulan (sedini mungkin) atau kami menyebutnya stimulasi dini adalah yang terbaik hasil perkembangan kemajuan yang insya Allah akan diperoleh dibandingkan dengan yang baru memulai terapi fisik di usia setelah lewat 6 atau 7 bulan misalkan, terutama misalkan pada wajah dan (kantung) mata maka yang dimulai lebih dini akan mendapat jumlah terapi lebih banyak sebelum kondisi mata akan menjadi fixed (tetap) kondisinya di usia sekitar 14 bulan dan setelahnya (akan lebih susah diubah kantung matanya).

Jika diperhatikan kelainan-kelainan tersebut di atas, maka akan muncul 2 pertanyaan :
1. Terapi apa yang dibutuhkan oleh kehidupan awal bayi DS ?
Jawabannya: Tentu saja untuk fisik yang harus didahulukan, sebelum terapi wicara, terapi okupasi dan sensori integrasi

2. UNTUK PERBAIKAN DAN MEMPERBAGUS CIRI FISIKNYA apakah cukup jika hanya memfisioterapi fisik untuk otot-otot lengan pinggul, kaki yang hanya untuk bisa tengkurap, duduk, berdiri dan jalan dan motorik halus saja ?

Jawabannya: Jika kita perhatikan segala poin-poin berbagai variasi yang bisa dialami oleh bayi DS, maka sangat kurang jika hanya dilakukan terapi untuk otot-otot saja, tapi sangat dibutuhkan untuk menterapi sebagian besar organ tubuh yang lemah termasuk leher, wajah, kantung mata dan segala yang mengarah ke perubahan wajah sangat diperlukan. Melihat bentuk wajah merupakan juga penampilan yang sangat akan mempengaruhi kecerdasan EQ (Emotional Quotient) anak nanti di saat akan berteman dan bermain serta bersosialisasi seperti di saat usia taman kanak-kanak dan di sekolah dasar. Juga haruslah diterapi bagian-bagian yang mengalami tebal di leher, bahu, lengan agar tidak tebal juga buncit diperutnya (yang menandakan ada masalah pada saluran pencernaan) yang sangat perlu difisioterapi agar berkurang buncitnya dan membaik kondisi perutnya dari kesulitan BAB (sembelit) misalkan.

Untuk atresia ani (maaf: tidak ada anus) tentulah nantinya harus dioperasi untuk pembuatan anusnya.

KABAR KEMAJUAN PERKEMBANGAN WAJAH DAN KEMAMPUANNYA
Dan kami mendapat kabar dari minggu ke minggu kabar perkembangan kemajuan berbagai pasien bayi-bayi  ini dari para orang tua pasien. Puji syukur kami sangat terharu dengan perjuangan dan kesabaran para orang tua sekalian di setiap hari setelah ikut terapi kami, bahwa bayi  ini harus diterapi luar hingga dalam. Dan kami jelaskan dengan sabar dari hari ke hari, dari minggu ke minggu dari bulan ke bulan apa-apa yang mesti mereka lakukan dan kita lakukan bersama. Dan saran-saran yang selalu kami berikanpun menyeluruh yang harus diikuti di setiap bulannya, seperti imunisasi, menjaga kebersihan botol dotnya, kebersihan tangan, dan masa-masa MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) dan usapan serta melatih apa saja dan bagaimana cara-caranya segalanya kami jelaskan hingga paham.

Dan kami juga bahkan mendapat kabar bahwa bayinya dikatakan dari para dokter di banyak orang tua di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) bahwa wajah bayinya setelah beberapa bulan terapi wajahnya telah berubah (saat setiap dibawa imunisasi tentu dokter  mengetahui dari bulan ke bulan perubahan wajahnya) sehingga sudah semakin terlihat tidak berciri wajah down syndrome dari bulan ke bulan yang semua perubahan ini juga tergantung ketelatenan, kerajinan dan kesabaran bapak/ibu sekalian. 

UCAPAN TERIMA KASIH
Metode kami dengan kekuatan surat Al Fatihah dan dzikiran lainnya, hingga ada orang tua yang bahkan beberapa mengatakan : “Baru kali ini saya merasakan dahsyatnya kemukjizatan surat Al Fatihah..” Di sinilah akhirnya beliau mendapat hikmah melalui lahirnya bayi spesialnya ini, ternyata Allah SWT memberikan jalan sehingga bertemu dengan artikel penulis dan mau menterapi dengan metode kami, sekarang para orang tua ini merasakan semakin dekat dengan  Allah sang Maha Pencipta segalanya dan pengabul do’a bila kita memohon kepada-Nya dan telah tahu 'feel' (rasa) dengan baik dan benar kekhusyu’annya dalam memohon do’a di dalam kehidupan kesehariannya.

Dan berbagai ucapan terima kasih dari banyak orang tua kepada kami setelah bayinya banyak berubah baik maksimal yang didapat sesuai dengan banyaknya masalah yang dialami si bayi yang berbeda-beda atas seizin Allah semua dapat terjadi.

Salah satu bukti perkataan dan ucapan syukurnya dan terima kasih kepada kami dari orang tua pasien di Desember 2015 lalu yang wajah bayinya di usia 6 bulan sudah sangat berubah dan kondisi bayinya sudah sangat baik:



PROMOSI TERAPI DS KAMI OLEH PARA ORANG TUA
Karena setelah beberapa bulan, bahkan banyak yang baru beberapa minggu (baru 3 sampai dengan 5x terapi) telah terlihat beberapa perkembangan kemajuan awal dari hasil terapi yang begitu nyata di depan mereka seperti suara tangis yang semula tidak ada (tercepat-cekat/putus-putus) menjadi plong lepas panjang suara tangisnya sama dengan bayi normal, lalu yang semula tidak/belum ada ekspresi senyum di wajah lalu menjadi ada senyuman, yang semula gerakan tangan dan kaki lebih banyak diam (pasif) menjadi makin aktif dan lincah, akhirnya para orang tua menjadi makin yakin dengan terapi kami. Alhamdulillah mereka mulai ikut mereferensikan kami seperti di grup whatsapp kelompok Pxxxxx. Terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan atas kepercayaan Bapak dan Ibu sekalian atas referensi dan izin sharing (berbagi) yang penulis mintakan kepada para orang tua pasien yang bayinya telah baik segala kondisi (termasuk wajahnya) agar saling menguatkan para orang tua baru, yang baru saja melahirkan bayi demgan kelainan DS juga.

HUJAN BADAI, PETIR DAN BANJIR KAMI LALUI
Kami paham tentu Bapak/Ibu sangat menyayangi buah hati sekalian, maka kami berusaha semampu dan kami berusaha memberikan yang terbaik untuk perkembangan buah hati Bapak/Ibu yang yakin dengan terapi kami di berbagai kota. Kami selalu berdo’a agar selalu diberikan kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT saat di perjalanan dan di berbagai kota yang kami singgahi demi buah hati Bapak/Ibu sekalian. 

POHON TUMBANG DI JL. SOEKARNO HATTA BANDUNG
Ada saja kejadian yang dalam perjalanan untuk menterapi bayi di berbagai kota (di berbagai propinsi di Pulau Jawa) yang kami alami saat menuju rumah-rumah pasien, namun semua itu tidak menghalangi kami untuk tetap mencapai rumah Bapak/Ibu sekalian, seperti ke:

-Bandung: saat sampai Bandung lalu sekitar siang hari angin kencang, hujan lebat dan petir menyambar bahkan karena lebatnya sangat sulit melihat dari dalam mobil ke jalanan di luar karena hujan begitu tebalnya melapisi kaca mobil sehingga sulit melihat jalanan, sedangkan jika menepi pohon sangat lebat sudah miring, dan benar saja malamnya di berita beberapa kendaraan tertimpa pohon yang roboh di Rabu 7 Oktober 2015.

Karena ada 2 pasien yang waktu itu berada antar ujung jalan Soekarno Hatta, maka di siang hari penulis dan istri tentu saja berada pada ruas jalan ini di siang hari, dan sekitar jam 14.an memang hujan sangat lebat sekali, dan penulis berinisiatif untuk tidak parkir atau berhenti berkendara di jalur lambat disebabkan angin yang sangat kencang berhembus dan terlihat pohon-pohon sampai miring-miring, penulis berfikir lebih baik berkendara paling kanan di jalur cepat, walaupun hujan lebat dan genangan cukup tebal. Akibatnya kecepatan kendaraan hanya bisa 15 km - 20 / jam, tapi lebih aman dari pada di jalur lambat. Akhirnya 45 menit sampai di daerah Parakan Permai (yang masih di jl. Soekarno Hatta) tapi masuk komplek perumahan dan pohon agak rendah-rendah. Barulah penulis merasa benar-benar aman. Dan benar saja malam harinya di saat melihat berita di Bandung telah terjadi beberapa pohon yang tumbang.
http://regional.kompas.com/read/2015/10/07/17375131/Hujan.Angin.Guyur.Bandung.Akibatkan.Genangan.dan.Pohon.Tumbang


-Kediri  dan Malang awal November 2015 dengan bus melalui Kandangan yang akan melewati kota Batu, di pinggiran perbukitan Kandangan cukup banyak jalanan yang tertimpa longsoran perbukitan sehingga jalanan harus bergantian di beberapa lokasi sehingga perjalanan yang ditempuh menjadi semakin lama.
-Bahkan beberapa kali truk besar kontainer yang mengendarainya dengan kencang dan hampir menyerempet mengambil jalur kami seenaknya saat kami di jalan tol demi kami berkunjung ke rumah bapak/ibu sekalian.

Dan macam-macam lagi pengalaman yang kami lalui di perjalanan, semua kami jalani dengan tetap semangat menuju rumah-rumah pasien di berbagai kota. Dan terima kasih kepada para orang tua yang telah menerima kami dengan baik dan ramah selama ini kepada kami dan telah mengakomodasikan kami untuk ke kota bapak/ibu sekalian.

Ada kami dengar dari orang tua pasien bahwa tetangganya yang agak jauh memiliki anak DS baru bisa jalan setelah usia di atas 7 tahun, sungguh kasihan jika anak kelainan ini kita sebagai orang tua hanya wait and see ( tunggu dan lihat ), sehingga akan sangat kasihan bila hanya dibiarkan saja, stimulasi fisik organ jaringan dalam (dan luar) sedini mungkin saat masih bayi adalah yang terbaik karena kecepatan perkembangan penerimaan pada organ tubuh yang paling cepat adalah di usia bawah 1 tahun (terbaik di mulai sejak usia 1 atau 2 atau 3 bulan), karena semakin tua bayi, maka akan semakin agak melambat kemajuan perbaikan terapi yang akan diterima oleh tubuhnya.

Mari kita coba merenungi lagu dari D'Masiv berikut::

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Tak ada manusia

Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi 
Tuhan pasti kan menunjukkan

Kebesaran dan kuasaNya

Bagi hambaNya yang sabar
Dan tak kenal putus asa
Jangan menyerah....jangan menyerah...jangan menyerah




Silakan disimak lagu dari D'Masiv "Jangan Menyerah"dinyanyikan oleh Putri Ariani

Sekarang pertanyaannya adalah kepada Bapak dan Ibu sekalian maukah memperjuangkan buah hati Bapak / Ibu sekalian ? Sementara perjuangan kami, seperti yang Bapak / Ibu bisa lihat di kejadian di atas.

Semoga bermanfaat untuk Bapak/Ibu sekalian.

Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
HP 081386837511
(Harap SMS terlebih dahulu)
Hanya bagi yang serius memiliki bayi DS


  

Sabtu, 05 Desember 2015

Bayi Terlahir DS: Semula Orang Tua Syok & Menangis Lalu Ikhtiar Latihan Fisikdan Treatment Usap & Urut Metode kami Akhirnya Bahagia



Orang tua manapun pasti bahagia di kala hari yang membahagiakan itu datang yaitu kelahiran bayi mungil buah hatinya yang telah dikandungnya sekian bulan akhirnya telah lahir tanpa cacat dengan fisik luar perangkat anggota tubuh yang komplit. Dan mulailah di beberapa hari kemudian mulai tampak keganjilan seperti suara tangis tidak (belum) ada atau tangisan seperti tercekat-cekat, lalu juga tampak ciri-ciri lain yang makin jelas seperti kantung mata yang tebal, batang hidung antar mata yang pesek, mata yang sipit, leher yang pendek, leher belakang yang tebal atau lemah organ lainnya.

Lalu begitu sang ibu mendapat kabar bahwa bayinya dinyatakan mengarah Down Syndrome (DS) padahal sang ibu baru berusia 25 tahun sampai dengan 28 tahun dan baru saja beberapa tahun menikah dan anak pertama pula. Berbagai ungkapan perasaan para ibu-ibu muda ini saat menelfon (setelah ber-sms sebelumnya) dengan penulis, seperti:

Dan berbagai ungkapan pertanyaan lainnya.

Dan tak jarang di tiap bulan ibu-ibu yang menghubungi penulis (menelfon) menceritakan kondisi bayinya sambil menangis panjang selama komunikasi, dan tak jarang mereka masih berada di rumah sakit (nifas) karena bayinya masih dalam perawatan inkubator karena terlahir kuning (bilirubin), bahkan ada pula yang perlengketan pada usus sehingga asupan harus melalui selang sonde (dan lain-lain), penulispun ikut merasa kesedihan yang dirasakan beliau.



SEPANJANG TAHUN 2015
Cukup banyak yang bayi terlahir DS (down syndrome) sejak akhir 2014 hingga di sepanjang tahun 2015 ini, terlebih bagi mereka para istri yang merupakan pasangan suami istri baru menikah sekitar 1 tahun, lalu baru saja melahirkan anak pertama mereka yang kemudian ternyata diberitahukan oleh pihak medis bahwa bayi yang dilahirkannya (beberapa hari) kemudian dinyatakan suspect DS.

Memang wajar bagi ibu bayi ini akan syok, sedih, bahkan ada yang menangis berkepanjangan, bahkan sampai tidak bisa bekerja beberapa hari hingga sang suami akhirnya menemukan blogspot penulis, lalu akhirnya bicara dengan penulis.

Penulis berusaha menjelaskan dengan sabar dan sejelas-jelasnya bahwa bayi terlahir DS butuh kesabaran yang lebih dan extra telaten dalam memperbaiki dan melatih tumbuh kembang fisiknya. Dan penulis jelaskan seperti apa yang dibutuhkan untuk awal-awal kehidupannya.
Lalu setelah saya mendengar semua curahan mereka, satu  per satu penulis jelaskan untuk awal-awal kehidupan bayi yang mesti ibu lakukan :

1.  Ibu, bagaimanapun kondisi bayi yang ibu terima selalulah kita harus syukuri dan ikhlas, pasti ada hikmah dibalik ini yang kita mungkin belum tahu, Allah tidak akan memberi ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Semoga ibu  menjadi orang yang (super) sabar, (super) baik dan kasih sayang yang tinggi kepada bayi ini. Ibupun harus tabah menerima dan jangan sedih berkepanjangan agar ASI (Air Susu Ibu) tidak kering (berhenti) atau  ASI yang ke luar akan berkurang / tidak cukup, karena bayi ini sangat membutuhkan ASI yang lebih dikarenakan kelainannya, efeknya imun (antibody)-nya rendah. ASI sangatlah dibutuhkan bayi ibu agar imunnya meningkat optimal.

2. Silakan ibu/Bapak baca artikel yang ada di blogspot penulis banyak sekali kisah nyata bayi-bayi DS yang telah kami terapi dan sudah baik kondisinya, bisa jalan dan wajahnyapun berubah jauh dari sebutan kembar 1000 down syndrome. Janganlah ibu bersedih jika ada tulisan  yang telah memvonis bahwa bayi DS tidak bisa ini-tidak bisa itu, karena kelainan bayi DS setiap bayi sangat berbeda, jadi antara bayi DS yang satu dengan bayi DS yang lain sangat “unik”, jadi ciri-ciri dan lemahnya pada tubuhnya akan berbeda-beda yang tentunya akan ada penanganan fisioterapi pada masing-masing fisik organ tubuhnya tentulah akan berbeda-beda pula. Dan insya Allah semua itu bisa kita mohonkan kepada Allah perbaikannya agar maksimal diperbaiki. *)

3. Bayi DS banyak sekali mengalami kejadian jantung bocor (walau tidak semua bayi DS), tapi melakukan tes echo jantung (echocardiography) pada bayi ibu sekalian adalah pilihan yang sangat baik, karena jantung adalah organ vital utama tubuh, yang akan mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh dan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh akan semakin meningkat dengan usia dan gerakan yang semakin banyak. Jadi tentunya kita harus mengetahui apakah ada kebocoran jantung atau tidak (seperti pada: ASD, VSD, CAVSD atau PDA). Tidak semua jantung bocor bercirikan lebam-lebam biru pada tubuhnya, bisa saja tidak ada lebam biru tapi bayi DS mengalami jantung bocor. Jadi bila sampai tidak diketahui kondisi jantungnya pada 4 bulan di awal kehidupannya bisa berakibat fatal. Jadi bila diketahui jantung bocor ataupun tidaknya, maka nanti akan ada pola berbeda pada tahapan terapinya.
Dan setelah 3 poin ini, baru kita terapi dan perbaiki kelainan DS-nya pada sebagian besar organ-organ fisiknya.


Paling tidak 3 hal ini harus dipahami dan dilakukan akan kehadiran bayi ini di awal-awal kehidupannya (tes tyroidpun) boleh saja dilakukan.

KUNJUNGAN PRESENTASI, HASIL FISIOTERAPI DAN BUKTI BERTEMAN
Dan seterusnya satu persatu dan tahap demi tahap penulis jelaskan. Alhamdulillah pada akhirnya sang ibu mulai paham dan lega bahwa semua vonis apapun yang belum tentu terjadi (vonis tersebut), semoga tidak menjadi penghalang pikiran (semoga tidak menjadi penghalang do'a) bahwa Allah maha Kuasa dan tidak ada yang mustahil bagi Allah untuk perbaikan maksimal bayi ibu/bapak sekalian.

Alhamdulillah setelah penulis mengunjungi keluarga-keluarga ini melakukan presentasi dan melihat kondisi buah hatinya. Tak jarang ibu-ibu ini terharu dengan perbaikan kondisi bayi-bayi yang telah sangat bagus dan penulis jelaskan bahwa dengan ketelatenan ibu sekalian dan kita terapi luar dan dalam, insya Allah wajah juga bisa berubah baik dan akan jauh dari ciri wajah DS-nya, semua atas seizin Allah dan ridho-Nya. Insya Allah ada jalan-Nya dan semoga yang terapi dengan kami insya Allah akan mengalami juga.

Penulis juga jelaskan berbagai foto di tiap bulannya bayi setelah tahapan terapi di banyak kasus, bahkan video-video yang bayinya telah bisa jalan dan bahkan kami berikan ibu untuk berteman (sharing) dengan para orang tua yang telah baik anaknya dan Alhamdulillah banyak orang tua yang bersedia setelah penulis mintakan izinnya agar ibu dapat BUKTI kam.

Akhirnya proses berlangsung selama sekian bulan dengan mengikuti berbagai tahapan dan kefokusan yang selalu bertahap dan berkesinambungan melihat segala perkembangan yang terjadi, mulailah segenap ibu dan bapak bayi ini mulai terlihat senang terlihat dari wajah mereka dari minggu ke minggu dan dari bulan ke bulan bahwa akhirnya bayi-bayi mereka tidak tertinggal bahkan menyamai kemampuan bayi normal.

PRASANGKA BAIK / POSITIF SELALU KEPADA ALLAH SWT
Dan penulis jelaskan memang ada hal-hal yang akan mempengaruhi hasil terbaik dan semua tak lepas dari usaha kualitas dzikir yang baik oleh ibu dan suami dan ikhtiar yang rajin sehingga Allah mengabulkan do’a (segala sesuatu sesuai dengan niat) Ibu sekalian. Dan banyak-banyaklah bersyukur kepada Allah SWT, di sini membuktikan yang semula (mungkin) Ibu dan Bapak sekalian selalu berpikir bahwa kelainan juga harus dengan alat medis saja (ini kembali kepada kasus apa yang sedang akan diperbaiki, contoh jantung bocor yang bocor sedang dan besar haruslah diambil tindakan segera). Lalu kasus atresia ani (tidak ada lubang anus), maka tentulah haruslah dioperasi pembuatan jalur. Memang dalam perbaikan kelainan pada bayi Down Syndrome harus gabungan medis dan  terapi dengan perbaikan bertahap untuk seluruh organ tubuh yang kelainan termasuk wajah, agar si bayi di usia sekolah (misalkan di usia 5, 6, 7 tahun) nanti tidak merasa minder atau malu terutama di usia-usia  sekolah dasar di mana usia ini anak-lain (temannya) tentu sulit diberikan penjelasan.

Dan ternyata kemukjizatan karunia perbaikan yang di dalam organ tubuh yang selama ini tidak terpikirkan oleh logika kita, ternyata terjadi pada buah hati ibu dan bapak sekalian. Hal ini dapat terjadi sesuai dengan prasangka kita terhadap Allah SWT, seperti dalam hadits Qudsi: "Aku (Allah) tergantung dengan persangkaan hamba-Ku pada-Ku."

Jadi jika Ibu dan bapak berprasangka bahwa bayi ini tidak akan berkembang maksimal hanya berkemajuan sedikit atau mendekati bayi normal, maka itulah yang ibu dan bapak akan dapatkan, haruslah kita tidak berprasangka seperti ini, karena hal ini kita telah membatasi ke Maha Kuasa-nya Allah SWT. Sedangkan jika kita percaya bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik dan maksimal, insya Allah tidak ada yang tidak mungkin bagi bayi yang kelainan ini. Dan dengan tahap demi tahap, alhamdulillah kami telah membuktikannya terhadap banyak bayi pasien kami. Sedini mungkin saat masih usia 0 tahun (makin di bawah 5 bulan kami terapi semakin cepat penerimaan kemajuan perkembangan, semakin tua usia bayi, semakin agak melambat kemajuan perbaikannya), jadi janganlah ditunda-tunda terapinya dan JANGAN bersikap Wait and See (Tunggu dan Lihat) :
http://kprihatmono.blogspot.co.id/2015/02/jangan-wait-and-see-bila-bayi-anda-yang.html

Akhir Bahagia Pada Keluarga Ini Merupakan Kebahagiaan Kami Pula di 2015
Lagi di sepanjang tahun 2015 ini hingga akhir Desember ini cukup banyak sudah yang membaik yang mengikuti saran-saran kami sejak usia 1 bulan, harus bagaimana, lalu bulan ke 2 harus periksa echo jantung. Lalu bulan ke 3 usia bayi dan seterusnya hingga wajah berubah, kantung mata tebal yang menjadi rata, tebal di leher belakang yang menjadi rata, bahkan akhirnya sudah bisa berdiri dan bisa titah-titah bahkan sudah bisa jalan. Selain segenap ibu dan bapaknya berbahagia akan bayinya yang berwajah membaik (perbaikan wajah sebaiknya mulai menterapi tidak lebih dari usia 8 bulan) dan bisa berdiri dilepas dan bisa jalan.

Berbagai ungkapan penulis terima melalui bbm dan ada WA (whatsapp) dari :

1. Seorang ibu yang bayinya telah bisa berdiri (yang semula sekitar 4 bulan lalu baru menemukan Blogspot penulis dan anaknya yang sudah 1 tahun, tapi kondisinya duduk saja masih sangat lemah dan memegang bendapun langsung dijatuhkan (dilepas) dan kini (setelah 4 bulanan ditreatment) sudah sangat baik perkembangannya, sudah bisa berdiri, memegang benda dan botol dot sendiri dan memegang buku sudah kuat menulis ke kami:

“Terima kasih Bu, saya sudah bangga hingga anak saya bisa mencapai seperti ini.”

2. Ada yang juga mengalami berbagai macam kelainan pada tubuh bayinya hingga atresia ani, ada juga alergi susu sapi, ada juga yang mengalami kelainan tyroid yang biasanya kelainan tyroid harusnya minum obat untuk menormalkan hormon tyroidnya, lalu setelah minum obat sekian bulan sesuai anjuran dokter dan ikut terapi kami, ternyata suatu hari si ibu menelfon bahwa kadar tyroid menjadi normal. Alhamdulillah sangat bersyukur orang tua ini kepada Allah berkata (kepada kami) bahwa telah ikut terapi dengan kami dan juga banyak lemahnya kondisi tubuh akibat trisomi 21 membaik kondisinya dan banyak sekali kemajuan bahkan deangan wajah yang sudah jauh dari sebutan kembar 1000. Padahal banyak bacaan di internet bahwa kelainan tyroid harus minum obat selamanya. Menurut kami janganlah pikiran ini menjadi memblok (membatasi) terhadap  Allah yang Maha Kuasa terhadap segala sesuatu; atresia aninya sudah selesai dioperasi, lemahnya semua DS-nya sudah membaik, mata sudah belok (baca dengan e-pepet) yang semula sipit dan ujung runcing dan tyroidnya sudah normal. 

3. Kisah anak Bapak S yang di lebaran Juli 2015 lalu anaknya sudah bisa jalan, tapi tetap melakukan terapi untuk peningkatan syaraf motorik halus (untuk kecerdasan dan gerakan jari-jemari). Dan beliau mengucapkan terima kasih kepada kami bahwa kini mereka bahagia di Desember 2015 ini.

Kisah Nyata di Juli 2015 telah penulis tuangkan dalam Blogspot ini, bahwa akhirnya anak Bapak S telah bisa berjalan dan di bawah ini ungkapan beliau kepada penulis yang telah bahagia dengan kemampuan anaknya:
http://kprihatmono.blogspot.co.id/2015/07/melalui-terapi-dzikir-dan-doa-akhirnya.html 

Bapak S: “Terima kasih sudah membuat keluarga kecil kami senang atas perkembangan …..” (maaf) nama anak beliau penulis tutup karena kerahasiaan nama pasien bayi.

Penulis: “Semua ini tidak lepas dari kesabaran dan ketelatenan istri bapak juga yang telah rajin melakukan yang kami arahkan. Semoga semakin bagus kemajuannya ya Pak ke depannya dan bisa berguna untuk kehidupan kemandiriannya kelak. Jika kita mau berdo’a dan berikhtiar yang tepat atas seizin Allah, Allah SWT meridhoi usaha (terapi) ini mendapatkan hasil baik yang maksimal seperti  yang anak bapak alami. Sekali lagi selamat anak Bapak sudah kuat, wajahnya juga sudah beraura bagus, antibodinya juga baik, sudah bisa jalan dan lain-lainnya.”







WAJAH KONDISI LEBIH BAIK SEPERTI BAYI TERLAHIR KEMBALI
Kami sangat bersyukur dan bangga akan kemajuan perkembangan dan perbaikan yang terjadi padamu nak. Jadilah anak yang dapat membanggakan sesuai dengan harapan orang tuamu, seperti kau telah "dilahirkan kembali" dengan wajah dan segala kemampuan fisik layaknya bayi normal lain. http://kprihatmono.blogspot.co.id/2015/06/lanjutan-jangan-wait-and-see-bila-bayi.html

Selalu berpikiran positif dan jangan diterima perkataan siapapun, bahkan tulisan di internet walaupun ribuan tulisan jumlahnya bahwa bayi ini (bahkan mungkin bayi ibu divonis) bayi ibu dikatakan dengan istilah gagal tumbuh, ataupun tidak bisa ini tidak bisa itu bahkan dikatakan akondroplasia (kaki pendek), maka hal ini belum terbukti, banyak pasien bayi kami yang telah divonis ini itu, nyatanya setelah terapi sekian bulan, akhirnya semua vonis tersebut tidak benar dan tidak terbukti pada akhirnya.  Masih ada Kuasa Allah terhadap segala perbaikan kelainan lemahnya organ-organ ini yang tidak bisa terukur oleh logika otak manusia.

Perkataan orang-orang seperti ini karena mereka belum melihat dan membuktikan terapi kami dengan dzikir dan cloning melalui sentuhan kasih sayang. Jadi janganlah menjadikan hal ini memblok (hijab/batas) pikiran kita akan ke Maha Kuasa Allah yang dapat dan bisa memperbaiki kelainan sekalipun. Percayalah bahwa Allah Maha Berkehendak dan Maha Kuasa dan Tidak ada Yang Mustahil bagi-Nya, Kun Fayakun. Ribuan sel, jutaan sel  bahkan miliaran sel tubuh untuk memperbaiki segala yang lemah pada tubuh bayi DS ini yang dapat kita mohonkan perbaikannya kepada Allah SWT sebagai pencipta dan perancang tubuh kita. Walau secara kromosom tetap 3 di kromosom ke 21, namun anak-anak di luaran semoga sudah tidak "ngeh" lagi dikarenakan wajah sudah bukan wajah kembar 1000 DS, sehingga terminimalisir digoda temannya di lingkungannya nanti.

KEBAHAGIAAN BAPAK & IBU SEKALIAN MERUPAKAN KEBAHAGIAAN BAGI KAMI.

Alhamdulillah penulis ucapkan dan selamat kepada Bapak S dan istrinya, semoga hasil terapi ini bermanfaat untuk buah hati Bapak / Ibu sekalian. Dan terima kasih kepada Bapak S yang telah bersedia bila ada ibu-ibu lain yang baru saja melahirkan bayi terahir DS untuk dikuatkan agar bahagia pula seperti Bapak.  Dan  juga selamat kepada segenap orang tua yang sepanjang tahun 2015 ini sudah banyak bayinya yang akhirnya selesai terapinya dengan kondisi yang baik.

Bagi para orang tua yang memiliki bayi down syndrome usia 0 tahun atau 1 tahunan, jangan ragu untuk menghubungi kami, semakin dini semakin baik dan semakin lebih bagus /  baik perkembangan kemajuan organ yang lemah hingga wajahnya. Semoga bermanfaat untuk Bapak dan Ibu khususnya bagi mereka yang baru memiliki bayi terlahir down syndrome.

*) Bersambung pada tulisan artikel selanjutnya.

Penulis,
Drs. R.  Kurniawan Prihatmono
HP : 081386837511
Harap SMS Lebih Dahulu
Hanya bagi yang serius memiliki bayi Down Syndrome