Senin, 09 Mei 2022

Latihan Fisik Tumbuh Kembang Bayi / Anak Berkebutuhan Khusus

LATAR BELAKANG TULISAN

Apakah anak usia 5 tahun, 6 tahun dan 7 tahun yang masih banyak bertanya tentang segala sesuatu (istilah zaman now adalah "KEPO") apakah bisa disebut melakukan bully secara verbal ??



1. Bayi Kelainan kromosom Down Syndrome 
2. Bayi Kelainan kromosom Inversi-9 
3. Bayi Kelainan Translokasi Robertsonian 
4. Anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) 
5. Anak PDD-NOS 
6. Anak Syndrome Asperger

USIA BERAPA SEBAIKNYA SETIAP KONDISI DI ATAS DIMULAI ?

Untuk kondisi pada poin di atas jika disebut "bayi", sebaiknya memulai sedini mungkin saat masih bawah usia 4 bulan adalah hasil terbaik, masih dapat diperbaiki kelainan-kelainan ciri-ciri fisik di wajah. Bila telah lewat usia 8 bulan baru memulai, maka ciri-ciri fisiknya kurang maksimal sehingga tidak  semua terperbaiki, yaitu tinggal memaksimalkan tumbuh kembang duduk, berdiri-titah, merayap, merangkak & jalan.

Spktrum autis yaitu ADHD, PDD-NOS dan SYNDROME ASPERGER: sebaiknya dimulai perbaikan hiperaktifnya ke kami segeralah dimulai terbaik sejak usia 2, karena biasanya di usia ini sudah terlihat kondisi ini.

Khusus kelainan Translokasi Robertsonian & Inversi-9  sebaiknya sudah mulai sejak usia bawah 5 bulan.

APA SAJA TARGET HASIL PERBAIKAN BAYI DOWN SYNDROME (DS) METODE  KAMI ?

A.  PERBAIKAN CIRI FISIK DI WAJAH AGAR MENGURANGI CIRI-CIRI FISIK DOWN SYNDROME UNTUK KESEHATAN YANG LEBIH BAIK DAN AGAR PENAMPILAN LEBIH BAIK

Bayi DS agar maksimal perbaikannya sebaiknya termasuk hingga perbaikan ciri-ciri fisik di wajah :

A1. Mata yang sipit
A2. Kantung mata 
A3. Pipi yang turun
A4. Leher yang pendek
A5. Pelupuk atas mata (andai juga agak tebal)
A6. Pelipis kanan kiri (andai juga ada tebal
A7. Batang hidung antar mata yang flat/rata
A8. Leher agak lebih panjang/jenjang
A9. Lipatan di leher belakang (tengkuk)
A10. Terkadang ditambah perbaikan perut bawah yang lebar ke samping buncit & membereskan perut kembung.

Tujuan diperbaiki adalah terutama untuk kesehatannya dan meminimalisir diledek/diejek (dibully secara verbal) saat berteman di usia kritis anak sebayanya yang masih polos "asal jeplak" walau sekedar ditanya oleh anak lain yang kepo. Jadi ciri fisik DS di wajah diperbaiki bukan merubah wajah, tapi dengan segala ciri fisik DS dikurangi dan diperbaiki maka akan terlihat hasil akhir wajahnya akan lebih baik kondisinya, meminimalisir ditanya-tanya juga oleh anak lain (yang kepo). Jadi bukan merubah kondisi wajah seperti operasi wajah di negara Korea. Apa saja yang bisa diperbaiki (ada 13) bisa dilihat di IG penulis : terapidzikirds21. 

Jadi perbaikan kami dari :
A1 sampai A10
B1 sampai B14
C1 sampai C8
Apa saja B1-B14 dan C1-C8 silakan dilanjut bacaan di bawah ini.

Contoh batang hidung antar mata dibuat lebih muncul agar rongga dalam hidung tidak terlalu sempit, sehingga kalau pilek lalu banyak slamp reak, sangat membuat cepat mampet, sehingga tidak cepat butuh nebulizer. Banyak sekali bayi DS yang batang hidungnya tidak dibuat lebih muncul, tenggorokan & kerongkongan yang sempit maka banyak kejadian bayi DS akhirnya cepat sekali hanya dalam beberapa hari pilek sudah kesulitan bernafas hingga akhirnya meninggal akibat lendir reak kental menumpuk di sini (tenggorokan & kerongkongan). Juga dikarenakan bagian ini (rongga hidung antar matanya - nose bridge sangat rata/bahkan ambles), dan sangat banyak terjadi dengan rawat jalan 4-5 hari bayi DS tidak kunjung sembuh. Dan akibat dari terlambat dibawa untuk rawat inap, jadi bayi keburu parah.

Bahkan di hari ke 6 batuk pileknya justru akhirnya menjadi pneumonia (radang paru), pada akhirnya juga kesulitan bernafas, juga antibody yang masih lemah tidak jarang hari ke 20-an pilek tak kunjung sembuh akhirnya bayi malahan menjadi bronkopneumonia (BP) bahkan akhirnya bisa menjadi TB Paru. Akibat sakit ini tumbuh kembangnya jadi semakin delay (lambat) atau tidak ada kemajuan di bulan tersebut, tidak jarang akhirnya kondisi bayi DS menjadi bayi yang lemah.

B. DIURUT UNTUK MENUNJANG KEKUATAN SAAT DILATIH TUMBUH KEMBANG
Tujuan : agar bayi nantinya dapat melakukan kemampuan tertentu hingga motorik kasar dan motorik halus mengejar tahap fase seusia dengan usia dan beratnya

B1. Latihan tengkurap
B2. Latihan terlentang (dari tengkurap)
B3. Latihan didudukkan
B4. Latihan duduk
B5. Latihan merayap
B6. Latihan pemberdirian
B7. Latihan merangkak
B8. Latihan berdiri
B9. Latihan rembetan
B10. Latihan melangkah
B11. Latihan titah-titah
B12. Latihan berjalan - berjalan sendiri 
B13. Latihan naik tangga
B14. Latihan turun tangga

Keterangan:
Latihan yang diwarnakan hijau  (B3-B12) + motorik halus. Di atas ini adalah latihan fisik umum yang dilakukan di klinik tumbuh kembang dimulai rata-rata di usia 6 bulan, latihan mulai adalah didudukkan. Jadi begitu si bayi usia 6 bulan belum bisa tengkurap sendiri barulah dilatih juga B1 - B2.

MANFAAT DIURUT OTOT & SENDI ADALAH LEBIH CEPAT KUAT
Anggota tubuh juga harus dilakukan pengurutan dengan pola yang benar dan porsi yang baik untuk bayi di otot-otot & sendi-sendi agar cepat terjadi penguatannya. Seperti lengan, kaki, punggung, dan lain-lain, sehingga leher bayi cepat kuat, bahu bayi cepat kuat, terkadang urut sangat berguna untuk memperbaiki postur tulang di punggung yang agak bengkok. 

Jadi sangat menunjang pencapaian segala target jenis latihan & fase tahapan yang akan dilakukan bayi, sehingga bayi rata-rata (dengan berat tercapai minimal baik) maka akan :

•bisa didudukkan di usia 5-6 bulanan
•bisa didudukkan kuat leher tegak di usia 5,5 bulan-6,5 bulanan
•bisa diberdirikan di usia 8-9-10 bulan
Dan seterusnya. Jadi keterlambatannya sangat bisa dikejar sebaik-baiknya.

APA DAMPAK BAYI DOWN SYNDROME YANG TIDAK DIURUT USIA 2 BULAN - 20 BULAN (KHUSUSNYA YANG HIPOTONIA)

Bayi Down Syndrome yang tidak diurut penguatan, kebanyakan baru bisa didudukkan kepala tegak usia 1 tahun dan baru bisa duduk sendiri di usia 16-17-18 bulan ==> kelamaan bapak/Ibu, bisa-bisa baru jalan di usia di atas 2,5 tahunan - 3 tahunan kalau caranya tanpa urut-urut untuk penguatan. Inilah yang banyak terjadi di luaran kami yang kami mendapat info dari orang tua pasien kami yang ikutan grup chat Whatsapp bayi DS, sehingga saat masuk latihan didudukkan, leher dan kepala bayi sangat lemah, masih ambruk.

Efek kelanjutannya masa sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) terlewati, Pra TK terlewati, akhirnya pergaulan pertemanan tidak/belum terjadi, akhirnya begitu mau mau masuk TK A dan TK B si anak tidak PD (tidak Percaya Diri), akhirnya (yang tidak dilakukan dengan poin A, B dan C metode kami) kebanyakan anak-anak DS tersebut akhirnya jadinya tidak sekolah.

RATA-RATA PASIEN BAYI YANG LATIAN IKUT METODE KAMI

Rata-rata hasil latihan fisik sekitar 90% bayi DS bisa jalan di usia 16-19 bulan (walau berbeda-beda penyertaannya dari yang ringan sampai penyertaan menengah, misal jantung bocor sedang) asal orang tuanya rajin mengikuti metode kami. 
Bagi yang operasi bedah jantung bocor besar terbuka dada dan jenis atresia ani yang harus melewati masa operasi) 22-26 bulan rata--rata sudah jalan & mulai mewarnai corat-coret dan mukai bermainan dengan macam-macam puzzle dan flash card juga dengan wajah sudah sangat berkurang jauh ciri-ciri fisik DS-nya.

C. Latihan Fisik dan treatment ke organ dalam

Perbaikan pada organ dalam:
C1. Kerongkongan
C2. Tenggorokan
C3. Jantung
C4. Paru-paru
C5. Leher belakang
C6. Punggung
C7. Pinggang tengah belakang
C8. Otak

1. Manfaat metode kami :
Untuk peningkatan kecerdasan pada bayi Down Syndrome yang semua mereka rata-rata mengalami kekurang-cerdasan nantinya, jadinya terbukti terlihat yaitu bila anak DS dilatih sesuatu, setelah dilakukan 4 sampai 6x banyak yang belum bisa melakukan yang dicontohkan, bahkan ada yang sampai 2 bulan-3 bulan (setelah usia 2,5 tahun kami dapat info dari salah satu orang tua kami yang anaknya ikut terapi permainan berjalan dengan bergantung di daerah Jakarta Barat penulis diinfokan anaknya bisa 1-2x dicontohkan, maka cukup banyak mereka langsung bisa melakukannya (tidak terlalu banyak dilatih perulangan seperti pada anak DS yang tidak ikut metode kami, sedangkan biasanya menurut info di tempat yang sama, biasanya anak DS lain rata-rata baru bisa melakukan hal yang sama setelah latihan 2 bulanan hingga 3 bulan.

Totok aura wajah (agar lebih bagus tatapan kefokusan & tidak melongo / tatapan kosong) dan anak dilihatnya sangat ngangenin dan orang yang melihatnya menjadi sayang padanya (karena wajah lebih berseri). Catatan : aura kami bukan untuk pemikat, bukan untuk penggunaan pengasihan dan bukan untuk dapat melihat makhluk halus.

Dan kalau bapak/ibu tidak mau bayi wajahnya tidak sampai aura pun TIDAK ADA MASALAH bagi kami, kalau mau sekalian juga alangkah sangat baiknya bagi si bayi.

Manfaat leher belakang dikuatkan :
Agar leher belakang cepat kuat, karena biasanya leher dan kepala bayi Down Syndrome seringkali telat bisa tegak padahal sudah masuk usia harus bisa tegak, maka akan lebih cepat mengangkat leher dan kepala tegak bila diurut dengan metode kami, alhamdulillah sudah berhasil baik pada bayi DS 250 di 20 propinsi Indonesia. 

Sedangkan kalau bayi DS belum dikurangi (kalau bisa dihilangkan) lipatan tebal di tengkuknya lalu hanya dilatih penegakkan kepala & leher maka tegaknya akan memakan waktu yang sangat lama, ini yang banyak terjadi di luaran sana.

Manfaat perbaikan tenggorokan & kerongkongan metode kami :

Agar kekuatan asupan / menelannya lebih baik, jadi terlebih lagi kalau bayi DS masih pakai selang OGT (Orofaringeal Gastritic Tube) diupayakan agar beberapa bulan kemudian (sebelum usia 5 bulan), bisa lepas dari ketergantungan selang ini, sedini mungkin dengan ikut metode kami sejak usia bayi masih 1 bulanan.

Manfaat tenggorokan, kerongkongan & paru-paru-paru metode kami :
Agar suara nangis jadi lebih lepas dan panjang, jadi metode kami bukan dengan cara bayi digelitikin atau dilakukan sesuatu yang membuat bayi tidak nyaman agat nangis. Tapi dengan dipegang otak & tenggorokan (bukan dengan ditekan atau dipencet) hanya disentuh tenggorokan sambil dido'akan otak, maka dengan izin Allah berangsur-angsur dalam beberapa kali fisioterapi Jarak Jauh ini bayi akan menangis lepas panjang.

Contoh Bukti kebaikan dari sisi kesehatan 

Organ dalam kami juga bertujuan agar tenggorokan & kerongkongan yang masih sempit agar lebih lega terbukti sudah banyak bayi DS yang sudah divonis pihak medis usianya tinggal beberapa bulan ke depan karena selalu memakai ventilator (sejak baru lahir hingga ke luar dari rumah sakit masih tetap memakai selang bantuan nafas di usia 2,5 bulan) dan tidak ada perbaikan kemampuan bernafasnya, akhirnya setelah ikut latihan fisik dan treatment metode kami beberapa bulan akhirnya bisa lepas dari selang bernafas ventilator dan kejadian ini membuat banyak pihak medis heran dan kagum dengan kemajuan pada bayi pasien kami, bahwa akhirnya ternyata prediksi mereka tentang "vonis meninggal" beberapa bulan si bayi ternyata meleset. Jadi yang diikuti bayi DS berbeda karena metode kami ditambah dengan dzikir (dan do'a) atas izin Allah doa dapat merubah takdir.

Tenggorokan & kerongkongan semua bayi DS yang masih sempit (yang ditandai suara nangis masih belum lepas/ bahkan belum ada suara nangisnya) atas izin Allah kami perbaiki agar lebih lega dan tidak sempit lagi, sehingga dampak baiknya dalam mengasup minuman dan MPASi-nya akan sangat lebih baik, sehingga menjadikan berat badannya naik lebih baik.

Manfaat 4 macam pada organ dalam dengan metode kami adalah percepatan menutup jantung bocor kecil :
Agar jantung bocor yang kecil (yang sudah dites echo jantung jika memang terlihat bocor kecil pada ASD dan (atau) VSD biasanya dokter tidak menyarankan operasi, tinggal dipantau echo jantung lagi beberapa bulan ke depan. Penentunya menutup yang baik, adalah kenaikan berat badan, dengan metode kami kepada 4 macam : perbaikan suara nangis, perbaikan tenggorokan dan kerongkongan (maka paru-paru akan bernafas lebih baik), saluran pencernaan diperbaiki dari gas kembung, maka BERDAMPAK KESEMUANYA INI TERHADAP BERAT BADAN BAYI AKAN NAIK LEBIH BAGUS TIAP BULAN. Dengan naik berat badan ini dengan signifikan, maka bocor kecil dalam jantung ini (ASD dan VSD) akan lebih cepat untuk menutup bocornya, sehingga bayi lebih cepat mengejar fase tumbuh kembangnya.

Banyak kasus di luaran mengapa bayi DS jantung bocor kecil, lama sekali menutup bocornya dikarenakan daya asupan kurang, karena tenggorokan masih sempit ditandai dengan suara nangis yang masih belum lepas panjang dan kuat tidak diperbaiki lebih dulu. 

Ditambah daya serap usus kurang baik terlihat dari asupan MPASI banyak, tapi berat badan naiknya hanya sedikit, berapa yang dimaksud sedikit yaitu usia 1 bulan - 6 bulan naik hanya 3 ons /kurang / bulan dan saat MPASI naiknya hanya 2 ons / kurang / bulan. Sehingga di usia 12 bulan si bayi hanya mencapai berat maksimum : (3 ons x 6 bulan) + (2 ons x 6 bulan) + Berat lahir (andai 3,0 kg) = 6,0 kg. Akhirnya dokter mengatakan si bayi gizi buruk, lalu dipakaikanlah selang NGT (Naso Gastric Tube) yaitu selang melalui hjdung langsung ke lambung. 

Padahal tujuannya selang NGT yang masih baik hanyalah pemakaian kejar berat badan 3 bulan saja pakai selang, yang sering terjadi adalah para otang tua bayi DS memakaikan selang NGT lebih dari 3 bulan, akhirnya si bayi jadi "lupa cara menelan" dan dampak buruknya hingga tahunan tetap memakao selang NGT, akhirnya karena hanya diberikan susu sebagai asupan secara jangka panjang, berat bayi nambah tapi jaringan kulit dan otot di lengan & paha akan mengendur tidak sekel jadi bayi tidak kiat dan tidak energik. Terlebih berat bayi hanya lahor di bawah 2,9 kg, semakin buruk beratnya di usia 12 bulan.

Berat Naik Tiap Bulan Terlalu Rendah, Perkembangan Akan Buruk & Pada Metode Kami Tidak Pakai Tabel Delay Untuk Bayi Down Syndrome Melainkan Targetnya adalah Pakai Tabel Tumbuh kembang Anak Biasa

Banyak di IG bayi DS sudah 12 bulan ke atas dan terus saja, masih pakai selang NGT, karena kejadian di atas (kenaikan tiap bulan terlalu sedikit), memang berapapun naiknya tetap disyukuri alhamdulillah, tapi kalau berat badan sebelum usia 5 bulan, naiknya hanya kurang dari 3 ons / bulan, maka PEKEMBANGAN BAYI AKAN (GIZI) BURUK (khususnya bila di usia 10 bulan terlihat batu mencapai 6 kg), jangankan mengejar tabel berat bayi normal pada kondisi minimalnya, bisa jadi tabel bayi DS saja tidak akan tercapai. 

Segeralah ikut metode latihan fisik kami sebelum terlambat sebelum usia 5 bulan. Simulasi berat naik yang buruk : 
Berat 12 bulan hanya mencapai:
Berat lahir jika 2,8 kg + (3 ons / bulan x 12 bulan) = 2,8 kg + 36 ons = 2,8 kg + 3,6 kg = 6,4 kg (apalagi 12 bulan di bawah 6,4 kg adalah lebih buruk lagi), maka pencapaian segini ini beratnya disebut gizi buruk. Maka jangan wait and see (jangan tunggu dan lihat). Keburu usia 1 tahun dan mengejarnya akan semakin susah & perkembangan bayi tidak akan bagus dari segi berat dan kemampuan tumbuh kembang. Akhirnya pakai NGT terus menerus makin tidak bisa makan MPASI MENU 4 BINTANG* (*silakan dibrowsing apa MPASI MENU 4 bintang).

Jangan lupa bayi DS adalah bayi perkembangannya delay (terlambat) termasuk jika berat badan delay (selain kemampuan fase tumbuh kembang) dengan ikhtiar yang dilalui harusnya bisa mengatasi delay tadi, kalau berat badan masih delay, artinya pengusahaannya kurang berhasil. 

Disinilah kelebihan metode kami agar naiknya berat badan juga baik, lebih baik ikuti tabel bayi normal, tentu sangat lebih alhamdulillah, yang baik adalah yang metode ini bagi kesehatan dan tumbuh kembang bayi DS.

Jadi justru sebaiknya tidak menggunakan tabel bayi DS yang khusus pencapaian delay saja artinya kalau pakai tabel DS ya tetap delay (terlanbat), tapi kami gunakan tetap tabel bayi normal. Tujuannya semoga tumbuh kembang berat badan, tinggi tubuh dan fase duduk sendiri, berdiri dan jalan bayi normal agar terkejar, mininal mendekati (di minimal normal garis warna hijau grafik bayi normal) rujukan bayi normal secara medis atau yang dibuat WHO untuk bayi normal.

Khusus Jantung Bocor Besar & ToF
Andaikan jantung bocor agak besar atau besar, ToF (Tetralogy of Fallot) yang sudah vonis harus diiperasi dari hasil tes echo jantung, tujuan ke organ dalam yaitu jantung agar jantungnya kuat atas izin Allah saat dioperasi bedah terbuka dada nantinya, juga semoga bayi lebih cepat pulihnya juga pasca operasinya jadi tidak berlama-lama sampai lebih dari 3 minggu pulih / pulang ke rumah setelah operasi bedah jantung.

Jawabannya adalah :
1. Bagi anak-anak DS yang saat bayi tidak diperbaiki banyak ciri-ciri fisiknya dan ciri fisik DS di organ tubuh lainnya (seperti leher dipanjangkan agar lebih jenjang & kaki dipanjangkan), maka saat sekolah nanti (utamanya di usia anak lain masih "polos") yaitu usia 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun yang perkataannya rata-rata masih "asal jeplak" pada anak lain terhadap apa-apa yang dilihatnya, maka begitu melihat kondisi ciri-ciri fisik anak Bapak/Ibu misalkan anak Bapak /Ibu sekolah di sekolah umum jenis inklusi / gabungan dengan anak reguler / anak biasa :

•berkantung mata tebal maka akan ditanya-tanya anak lain (dikepoin)
•bermata sipit (apalagi misalkan ditambah miring naik) maka akan dikomentari anak lain
•misalkan mulut masih suka mangap apalagi masih (maaf) suka ngeces, maka akan dikomentari anak lain
Dan seterusnya kondisi ciri-ciri fisik DS lain yang masih sangat nampak

Akhirnya anak DS Bapak/Ibu ditanya-tanya ini kenapa matanya lalu kenapa pipinya, bahkan bisa saja hingga pembullyan secara verbal (diledek & diolok) diledek secara perkataan. Walau anak lain itu sebenarnya TIDAK bermaksud menghina atau mengejek atau meledek, tapi sekedar bertanya kenapa sih itu dengan alasan bercanda, yah namanya anak kecil yang masih polos, kondisi berbeda maka akan tentu saja menjadi pertanyaan dikepo-in. 

Maka bisa saja akibat "dikepo-in" (padahal anak lain usia 5 tahun, 6 tahun atau 7 tahun) tadi bisa saja tidak bermaksud menghina / tidak bermaksud meledek fisik), tentu anak Bapak/Ibu akan turun rasa PD (Percaya Diri) nya bersekolah, bisa-bisa besok-besoknya mulai malu, murung akhirnya tidak mau sekolah lagi, itulah yang sangat bisa terjadi bila saat bayi DS masih usia bawah 11 bulan mengikuti latihan fisik yang tidak memperbaiki / mengurangi ciri-ciri fisik DS-nya.

Besoknya murung - tidak mau berangkat ke sekolah lagi, hal ini terjadi karena si anak DS ini (kebanyakan para orang tua di luaran sana) hanya melihat anak DS dari kemampuan sudah bisa jalan & kemampuan berpikirnya saja untuk bersekolah di sekolah di tempat gabungan, tapi belum dipikirkan dari segi psikologi mental dan perasaan bila fisik si anak (bila) ada anak lain bertanya (dianggap oleh orang tua pemilik anak DS dianggapnya meledek) padahal anak lain hanyalah bertanya, apalagi sampai meledek beneran, maka bagi anak DS yang "kuat perasaannya" masih tidak apa-apa, tapi bagi yang sensitif & baperan ?? Bisa saja si anak tidak mau datang ke sekolah dnegan alasan yang tidak jelas.

SEKOLAH DI MANA ANAK DOWN SYNDROME DAN ANAK AUTIS ? 

Kondisi yang ideal memanglah harusnya anak DS yang ciri-ciri fisik DS nya masih banyak dengan tidak diperbaiki saat masih usia bayi, haruslah dipikirkan agar masuk ke sekolah yang SETARA dari segi fisik penampilan, jadi misalkan masuk ke sekolah Special Needs (SN) jadi khusus setara dari penampilan fisik seperti yang sudah dibangun oleh pemerintah, yaitu :

SLB-A sesama penyandang TUNA NETRA
SLB-B sesama penyandang TUNA RUNGU
SLB-C sesama penyandang TUNAGRAHITA*
SLB-D sesama penyandang TUNA DAKSA
SLB-E sesama.penyandang TUNA LARAS
SLB-G sesama penyandang 2 atau lebih misal:TUNA NETRA SEKALIGUS TUNA RUNGU)

Metode kami hingga peningkatan kecerdasan dan kepintarannya plus agar banyak akal dan dapat mengikuti perintah sederhana.

Juga sangat meminimalisir ditanya-tanya dengan kondisi khas (seperti kantung mata dll), digoda, diledek hingga dibully secara verbal (perkataan).

Jadi hasil metode latihan fisik dan treatment usapan lembut kasih sayang ditambah doa metode kami, walau anak akhirnya tidak masuk ke sekolah khusus Special Needs khusus Down Syndrome, (karena sekolah negeri kita tidak membangun sekolah Special Needs khusus DS), masih banyak pilihan sekolah yang bisa dimasukinya, karena secara penampilan anak lain sudah tidak (begitu) "ngeh" terhadap anak Bapak/Ibu, tinggal anak Bapak/Ibu sejak usia 2 tahunan dididik dengan mainan edukasi sebanyak-banyaknya (akan lebih mudah setelah ikut fisioterapi kami metode poin C1 sampai C8) anak cukup cerdas dan banyak akal.

APA DAMPAK ANAK DS YANG TIDAK DIPERBAIKI / TIDAK DIKURANGI CIRI FISIK DS-NYA (KHUSUSNYA PENAMPILAN WAJAH)?

Bagi anak DS yang saat bayinya mengikuti yang tidak memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajah hingga lehernya (tentu juga hingga kaki & jari-jari tangan), dan anak lain yang kalau di sekolah setara DS semua mereka dalam 1 kelas, maka anak DS yang 1 akan terminimalisir bertanya ke anak DS yang lain tentang fisik, karena mereka semua merasa kebersamaan dalam segala kondisi. 

Pertanyaannya
Bagi anak DS yang saat bayi tidak dikurangi ciri-ciri fisik DS yang banyak di wajah & leher dan tengkuk (dll) "adakah sekolah negeri yang khusus down syndrome semua dalam 1 kelas dengan biaya yang terjangkau (dengan kata lain bukan swasta, karena swasta rata-rata mahal hingga di atas Rp 30 juta sampai Rp 70 juta / tahun) adakah yang terjangkau di propinsi Bapak/Ibu" atau di bawah Rp 20 juta / tahun ?

Bila jawabannya BELUM ADA, maka bayi Down Syndrome Bapak/Ibu, sejak masih bawah 7 bulan segeralah perbaikilah ciri-ciri fisik DS-nya sebanyak mungkin dengan cara ikut metode kami.

Catatan : 
*) Jangan lupa fisik penampilan wajah anak Tuna Grahita pada umumnya mereka berwajah seperti anak umum biasanya (karena anak Tuna Grahita sejatinya bukanlah penyandang kelainan kromosom trisomi 21 Down Syndrome), walau ada juga  Tuna Grahita bisa disebabkan oleh kelainan kromosom 21 (DS).

Silakan dibaca : sumber:
Dikutip dari situs di atas : Ditentukan modalnya dan intelegensianya apakah cukup baik, berbahasanya cukup baik, punya kemampuan menulis dan emosinya stabil bisa di sekolah inklusi. Perlu diperiksa dan terapi dari awal," terang dia. Oleh karena itu, Luh menganjurkan agar sebelum masuk sekolah sebaiknya, ada pemeriksaan terlebih dahulu. Dia pun menegaskan bahwa down sindrom berbeda dengan tunagrahita.



Apa arti Tunagrahita ?
Sumber dari Wikipedia :
Tunagrahita adalah kondisi dimana seorang individu mengalami keterbelakangan mental atau dikenal juga retardasi mental (mental retardation). Anak tunagrahita memiliki IQ di bawah rata-rata anak normal pada umumnya, sehingga menyebabkan fungsi intelektual mereka terganggu dan menyebabkan munculnya permasalahan-permasalahan baru pada masa perkembangannya. Hal tersebut sejalan dengan AAMD (American Assosiation on Mental Deficiency) yang dikutip oleh Grossman (Krik & Gallagher, 1986:116).

Jadi berdasarkan sumber dari Wikipedia, maka anak tuna grahita sejatinya tidak mengalami kondisi 3 kromosom di untaian kromosom ke 21-nya, maka sejatinya wajah anak tuna grahita berwajah seperti anak biasa pada umumnya. Namun bukan berarti anak DS tidak boleh bersekolah di kelas SLB-C. Silakan saja, bahkan kalau anak DS bisa masuk mampu ke kelas inklusi (gabungan dengan anak biasa. Seperti dikatakan oleh dokter Luh, why not ?

Lanjut ke pembahasan sekolah : Sayangnya sekolah SLB kelas khusus Down Syndrome dan kelas khusus Autis) sejak 1990an hingga kini di 2022 belum dibuat secara khusus, yang sudah dibuat adalah jenis SLB A hingga SLB-G di atas, dengan maksud bahwa anak DS dijadikan 1 dengan anak tuna grahita di kelas SLB-C.

Jadi dikarenakan terjadi "kekosongan" jenis sekolah khusus DS ini, sejak 1995 hingga sekarang 2022 kelas khusus ini diadakan  / dibangun oleh pihak swasta yang biasanya kelasnya disebut Special School atau kelasnya disebut kelas Special Needs (SN), dan dipisahkan kelas SN untuk Down Syndrome dan kelas SN untuk kelas Autis, sehingga uang pendaftaran (gedung) dan uang sekolah bulanannya yang sangat mahal.

Tentunya bagi mereka golongan ekonomi di atas menengah bisa membiayai ke sekolah swasta (mahal) ini, biasanya bari ada di kota-kota besar propinsi. 1 kelas swasta SN ini rata-rata hanya berisi kelas 2 sampai 4 anak saja, jadi 1 guru di kelas saat mengajar lebih dimudahkan dalam menangani & menguasai kelas dalam mengajar, sehingga tidak menyulitkan 1 guru yang harus mengajar banyak murid sampai 20 dalam 1 kelasnya.

Itulah sebab sejak 1990an dengan muncul nya / dibangunnya sekolah spesial di Malaysia & Inggris, maka istilah anak DS (yang sekolah di Special School) maka muncullah sebutan "anak spesial" karena anak-anak DS usia 7 tahun, 8 tahun dan seterusnya, bersekolah di sekolah Special School ini. Akhirnya muncullah / merebaklah di internet kalimat : Special kids need special parents.

Demikian pula anak autis, ada 3 jenis spektrum autis, yaitu : PDD-NOS, ADHD dan AUTIS yang harusnya mereka ini bersekolah dalam 1 jenis kelas yaitu kelas Special Needs (SN) kelas autis. Karena sebaiknya anak autis (khususnya mereka yang berperilaku berperilaku tantrum: yaitu seperti mencakar, menggigit, memukul). tidak disatukan kelasnya dengan anak Down Syndrome, Tuna Grahita, ADHD dan PDD-NOS. Tentu Bapak/Ibu akan (dan harus) tau apa itu "Tantrum." Silakan browsing di google "apa itu tantrum ?". Berteriak, marah, menangis kencang, guling-guling di lantai, bahkan ada yang sampai mencakar, menggigit dan memukul. Karena kondisi inilah (perilaku tantrum), maka anak autis yang demikian ini harusnya tidak disatukan kelasnya dengan anak DS, ADHD & PDD-NOS, Tunagrahita.

SEKOLAH DI MANA ANAK DOWN SYNDROME METODE KAMI ?

Dengan diperbaiki ciri-ciri fisik penampilan DS metode kami, sehingga banyak mereka ini bisa sekolah di:

PAUD umum
Pra TK Umum
Sekolah Dasar inklusi (negeri)
SD IT (Sekolah Dasar Islam Terpadu)
Sekolah Alam
Dan sekolah lainnya tanpa terlalu kawatir ditanya-tanya secara fisik oleh teman-teman sekolahnya .

Silakan dibaca:
Perkembangan Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus masih sangat kurang di negara kita. Di 2017 sudah ada 1,6 juta anak ABK di negara kita, yang bersekolah baru 18%. Artinya di 2017 saja, 1 juta lebih anak ABK tidak bersekolah. ==

Makin ke sini tiap tahun lahir ratusan ribu anak ABK, sehingga di 2022 tentu semakin banyak lagi yang belum bersekolah.

JIKA MEMILIH HOMESCHOOLING
Homeschooling lebih kepada anak yang mengalami kondisi tidak bisa menuju sekolah karena sesuatu yang diidapnya, sehingga anak hanya bisa belajar di rumah bersama orang tuanya. Suasana memang kondusif, namun tidak ada sosialisasi antar pertemanan, tidak ada interaksi bertegur sapa dengan banyak anak seusianya dan belum lagi dengan bertambah usia anak di atas 7 tahun, 8 tahun dan seterusnya, tidak semua orang tua memiliki kemampuan ilmu pendidikan anak, ilmu pedagogik yaitu ilmu yang dimiliki seorang guru tanpa pendidikan mengajar dan belum tentu mampu dengan kompetensi (keahlian) mendidik anak dan menyelenggarakan pendidikan di rumah. 

Pada akhirnya bagi yang homeschooling tetaplah akhirnya harus memanggil guru privat ke rumah, akhirnya justru ke luar uang cukup besar pula bila tiap mata pelajaran tertentu bila memanggil guru privat setiap hari, tiap minggu dan setiap bulannya. Kecuali Anda berpikir tidak menyekolahkan anak DS Anda, itu lain hal. Berarti Anda tidak mentaati aturan bahwa orang tua wajib mendidik & mengedukasi anak, karena pendidikan itu adalah wajib & merupakan hak anak.

Semoga dengan ikut metode latihan fisik kami poin A, B dan C maka anak Bapak/Ibu bisa bersekolah dengan baik tanpa harus sekolah di sekolah khusus Special needs swasta yang mahal, lagi pula belum tentu ada di propinsi Bapak/Ibu. Kalaupun SN ini ada dan Anda termasuk keluarga yang keuangan sangat mampu, tentu tidak masalah dengan menyekolahkan di SN, bagi mereka yang menengah ke bawah tentu mencari sekolah dengan biaya terjangkau, kalau bisa yang gratis tentunya. Semoga anak-anak DS yang sudah cerdas dan banyak akal ini lebih mudah belajar ilmu dunia (benda-benda dan ilmu terapan dan lainnya dan ilmu akhirat (ilmu agama).

Kembali kepada SLB, jenis yang mana bagi anak Down Syndrome & autis ?

Anak yang kepo tidak bisa kita larang ini itu nantinya si anak akan menjadi anak yang tidak mampu mengexplore (mengembangkan keingin tahuannya, karena nantinya si anak sedikit-sedikit jadi takut salah, bila orang tua serba melarang apa-apa yang ingin ditanyakannya. Oleh karena itu, kita tidak bisa "membungkam keponya anak lain", karena kepo (keingin tahuan) anak-anak tidak bisa kita larang, walau bertanya / mengomentari fisik sekalipun, akibat fisik seorang anak terlihat berbeda, tapi yang harus kita usahakan adalah memperbaiki ciri-ciri fisik DS anak Anda sebanyak mungkin, sebaik mungkin yang masih bisa diusahakan. Kepo (sekedar nanya-nanya) bukanlah sebuah perundungan / bukanlah pembullyan secara verbal, tapi kepo adalah keingin tahuan akan sesuatu pada anak-anak umumnya di usia masih bawah 8 tahun yang sangat sering terjadi di kehidupan masa anak-anak.

"Kita tidak bisa 'membungkam' mulut anak-anak lain terhadap kondisi anak kita, yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki segala kondisi fisik anak kita semaksimal sebanyak mungkin yang masih bisa diusahakan sejak masih bayi & sedini mungkin."

LOGIKA BERPIKIR:
Contoh : Bayi DS mengalami ciri fisik DS nampak 6 macam di wajahnya, diperbaiki 5 macam atau dikurangi persentase kondisi sangat jelas terlihatnya, dan tersisa 1 (misal tersisa batang hidung antar mata yang masih terlalu flat), maka dengan berkurang 5 macam tadi, kepo anak lain terhadap anak DS ini tersisa hanya 1 saja, sedangkan ciri yang lain sudah tidak begitu ngeh bagi anak lain.

Kalau anak ABK (Down Syndrome & Autis) usia 5 tahun, 6 tahun banyak yang belum bisa bak (pipis) dengan jakan sendiri di toilet / kamar mandi sekolah, itulah makanya di sekolah Special Needs Bertaraf Internasional ada guru pendamping  (shadow teacher) karena selain membantu guru kelas, juga bisa membantu anak-anak ini kalau ke toilet. Coba pikirkan bila dalam 1 kelas usia 5 tahun (anggaplah) ada 14 anak atau 15 anak ABK lalu ada 3 atau 4 anak yang pada ingin ke toilet bersamaan ? Bisa berbahaya bagi anak-anak ini kalau tidak dituntun / ditemani oleh guru pendamping. Belum lagi toilet anak laki-laki & anak perempuan dipisah, maka harus ada guru pendamping berapa yang harus ada di kelas isi 15 anak tersebut, karena guru kelas harus tetap berada di kelas saat 4 anak sedang ke toilet tentunya, jadi guru kelas harusnya tidak bisa meninggalkan kelas.

Di sinilah kenapa 1 kelas anak ABK idealnya hanya 3 sampai 4 anak, dan pentingnya ada guru pendamping, itulah kenapa sekolah ABK khusus SN menjadi agak mahal, karena selain anaknya yang ditangani sedikit dalam 1 kelas, gurunya pun harus ada (minimal 2).

APA KEUNTUNGAN DAN PENGHEMATAN KE DEPAN YANG DIDAPAT ?

Akhirnya dami berkorban di awal seolah banyak ke luar biaya, untuk biaya-biaya pendidikan ke depannya karena menjadi lebih mudah & murah memilihkan kelanjutan latihan bicara dan kemampuan2 lainnya & jenis sekolahnya (karena secara penampilan, kecerdasan dan kepintaran) dan kehidupan ke depannya, justru jauh lebih murah. Lebih punya harapan besar anak Bapak/Ibu dapat bersekolah di sekolah dengan pendidikan di luar rumah yang lebih baik dan tidak mahal.

Salam,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
Silakan smskan nomor WA ke 081386837511
Atau DM saya di IG : Terapidzikirds21

Penulis : Lulusan S1 IKIP Jakarta (Institut Keguruan & Ilmu Pendidikan).

Maaf saya bukan promosi sekolah tapi menjelaskan & bukti bahwa dulu saya benar pernah bekerja di sekolah yang ada bagian SN (Special Needs) selama :
13 Tahun penulis (Desember 1999 - Agustus 2013) di SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) Cita Buana School di Jl. PASO CILANDAK Jakarta Selatan. Sekolah ini sekolah swasta umum ada TK, SD, SMP SMA umum dan ada SN (Special Needs) khususnya anak autis dan sebagian dari mereka ini suka berperilaku tantrum. Tak jarang guru-guru digigit, dicakar dan mereka suka memukul kepala atau marah-marah emosi. 1 kelas hanya 1 anak hingga 3 anak saja, dan SN ini biaya sekolahnya adalah :
SN < 6 tahun IDR 78.420.000 / anum or Rp 6.535.000 / bulan
SN 6-13 tahun IDR 117.300.000/anum or Rp 9.775.000 / bulan

Biaya development fee :
Rp 16 Juta for 1 year
Rp 39 Juta for 3 years
Rp 62 Juta for 6 years


Sekolah Cita Buana di jl. Paso Jakarta Selatan

Penulis saat masih bekerja di Sekolah Cita Buana :


Penulis (kiri) memakai name tag milik penulis saat masih bekerja di Cita Buana School, berfoto bersama George Michael Lucock (alumni SMA Umum Cita Buana) yang kini merupakan aktris film layar lebar dan sinetron.


Penulis saat masih aktif bekerja di Cita Buana School (saat menggunakan jas sekolah berlogo Cita Buana School) saat ada event berfoto bersama salah seorang admin - Front Office (Bu Agustina Leonora). Bu Agustina Leonora hingga saat ini 2022 masih aktif bekerja di sekolah ini.

Jumat, 08 April 2022

SOLUSI UNTUK MENIPISKAN KONDISI PENEBALAN DI TENGKUK HINGGA BAHU BAYI DOWN SYNDROME

TEMA Artikel kali ini tentang bukti hasil metode kami penebalan di tengkuk bayi DS yang menipis. Apa arti memberi "Semangat tapi kosong tanpa perbaikan" & perbedaannya dengan memberi "Semangat tapi dengan Memberi Solusi Perbaikan".

HASIL METODE KAMI MENGURANGI CIRI-CIRI FISIK DS

Metode latian fisik kami tidak saja bertujuan agar bayi Down Syndrome (DS) bisa tengkurap, duduk, merayap, berdiri, titah-titah dan jalan, motorik kasar dan motorik halus saja, namun sangat jauh dari itu hingga ke: perbaikan pengurangan ciri-ciri fisik DS di wajah dan tubuhnya. Bahkan ada beberapa ciri-ciri fisik DS yang dapat dihilangkan seperti: mata sipit menjadi lebih lebar bukaannya jadi seperti bukaan mata anak reguler (anak biasa pada umumnya dan ada beberapa lagi yang dapat dihilangkan ciri-ciri DS fisik tubuhnya). Bahkan cara mencegah mata menjadi nystagmus (kornea bergerak tanpa aturan ke sana kemari) akibat faktor luar. Karena mata yang nystagmus cukup sulit diperbaiki, rata-rata solusi adalah pemberiannya adalah kacamata. Padahal selagi masih bayi mengurangi nystagmus mata, sangat lebih baik dilakukan dibanding dengan pemberian kacamata di usia tertentunya nanti.


PENEBALAN TENGKUK DISEBUT NUCHAL FOLD

Salah satu ciri yang rata-rata terjadi pada bayi DS adalah adanya penebalan lipatan (istilah medis disebut NUCHAL FOLD) dengan ketebalan bervariasi pada setiap bayi DS. Kondisi inilah yang merupakan salah satu yang diamati oleh pihak medis saat bayi masih dalam rahim (janin) di usia janin tertentu lalu dilihat ketebalan yang terjadi (berapa milimeter) untuk menentukan bayi dalam kandungan Down Syndrome, Edward Syndrome atau tidak

Silakan browsing dengan keyword : Penebalan Nuchal Fold Pada Bayi Down Syndrome

Pada metode bayi DS kami, kondisi penebalan inipun kami berikan SOLUSI perbaikannya, ditipiskan setipis-tipisnya dengan arah yang benar dan intensitas kerajinan tertentu pula kami bimbing. Ada bayi DS yang mengalami penebalan (nuchal fold) di tengkuknya 2,5 mm, ada yang 3 mm, ada yang 4 mm bahkan bayi DS bisa sampai 6,5 mm tebalnya. Masalahnya adalah hingga kini obat untuk kondisi ini sudah ada atau belum di dunia medis silakan ditanyakan ke dokter spesialis anak di kota Anda. Bila jawabannya belum ada obatnya, segera hubungi kami di 081386837511.

TANYAKAN KE PIHAK MEDIS DAN FISIOTERAPIS BAYI DI KOTA ANDA
Sekalian ditanyakan pula ke pihak medis di kota Bapak/Ibu / fisioterapis di kota Bapak/Ibu ?
Bisakah melebarkan mata sipit bayi?
Bisakah memperbaiki ciri-ciri fisik DS di terlihat banyak di wajah dan leher dan tengkuk dan bahu dan lain-lain kondisi fisik DS bayi Bapak/ibu ?

Semakin banyak ciri fisik DS nya yang bisa diperbaiki, tentu semakin baik untuk kesehatan bayi dan kondisi kumpulan kelainan (syndrome) yang dialami bayi tentunya kondisinya semakin baik dan tumbuh kembangnya semakin cepat.


Bila memang tidak bisa diapa-apakan segera hubungi kami, alhamdulillah sudah banyak kami menemukan SOLUSI perbaikan ciri-ciri fisik DS di wajah dan tubuhnya, sampai ke perpanjangan kaki agar postur tinggi tubuh anak DS hasil treatment kami pada akhirnya tidak terlalu pendek jauh di bawah rata-rata anak reguler (anak biasa umumnya). Bahkan secara persentase 95% bayi yang  memiliki tinggi tubuh layaknya anak-anak biasa. Yaitu:

1. Tinggi tubuh seperti anak-anak biasa
2. Bukaan yang semula mata sipit akhirnya bukaan kelopak matanya menjadi lebar (tidak sipit) dan kondisi mata tidak lagi layu
3. Pipi yang semula tebal (dan turun) menjadi lebih naik dan tipis
4. 99% bayi DS lehernya sangat pendek, setelah ikut fisioterapi kami leher lebih panjang (jenjang)
5. Kaki juga panjang, sehingga postur menjadi seperti anak reguler
6. Batang hidung antar mata juga agak dimunculkan, sehingga lebih baik untuk bernafasnya dan daya tahan terhadap saat sakit pilek yang banyak slamp reak di dalam batang hidung ini (dibanding terlalu pesek maka akan sangat mudah mampet & kesulitan bernafas saat ada reak slamp)
7. Pada treatmentke otak sehingga berdampak baik anak lebih meningkat jauh kecerdasannya (dibanding yang tidak)

8. Penebalan di tengkuk & bahu dikurangi (ditipiskan) sehingga bayi lebih cepat duduk dengan posisi kepala tegak dan lebih jauh dari itu dengan kondisi tengkuk yang tidak gembyor maka akan sangat baik untuk penampilan dari belakang andaikan suatu saat di sekolahnya ada berenang) dan juga menjadi tidak berbeda dengan penampilan anak reguler.



BUKTI NYATA PASIEN KAMI

Foto bayi (perempuan) ini sudah dapat izin dari orang tuanya merupakan 1 bayi pasien kami yang memulai sejak 16 bulan lalu di saat usia baru 2 bulan. Tinggal di Boyolali (Jawa Tengah) dengan kondisi sangat tebal > 4 mm ketebalan tengkuknya. Dan ibunya selalu memfoto tiap 2 bulan sekali sejak awal memulai dengan kami NOVEMBER 2020. Bahkan kami pun hingga kini belum bertemu dengan ibunya maupun si bayi, tidak ada yang tidak mungkin dalam memperbaiki bayi DS dangan jarak jauh sekalipun kami sudah menangani sekitar 250 bayi DS dari berbagai propinsi Indonesia. Bukan dengan cara bayi ditaruh di depan ibu lalu hanya didoakan saja, tapi tentu ada treatment tertentu yang kami bimbing ibunya agar bisa mengusap yang benar, agar bisa mengurut yang benar, dengan ditambah doa oleh orang yang mampu memperbaiki organ dalam termasuk otak dari jauh, dan sang ibupun di rumahnya bersama bayinya ada treatment latihan, usap dan urut yang rutin, contoh nyata terlihat bukti tengkuknya yang semula sangat tebal sudah menjadi sangat tipis. 

Kami memberikan cara benar yang terbukti hasilnya sangat baik, karena ada beberapa video cara di media sosial yang mengusap & mengurut pipi dan lengan bayi DS dengan cara & arah yang (mengakibatkan justru) beberapa kondisi / cirinya malahan menjadi tidak baik. 


DI MEDIA SOSIAL BEBERAPA TREATMENT MEMBERIKAN CONTOH TIDAK BAIK

Contoh di media sosial yang pipi diusap ke bawah, maka sudah pasti salah, pipi akan semakin turun. Otot lengan diurut dengan disqueeze (diplintir), coba bayangkan atau lakukan pada handuk saat mencucinya dan lakukan plintir handuk tersebut bagian bawah ke kanan dan bagian atasnya ke kiri, andaikan itu otot (bayi DS yg rata-rata kendur), maka akan terjadi kerutan yang berlipat-lipat tentu saja kondisi ini tidak baik, karena otot bayi DS belum sekuat & seelastis bayi reguler (biasa pada umumnya) bisa kembali ke bentuknya semula bila disqueeze.

Bahkan pada pasien bayi DS kami pada ciri-ciri DS di wajahpun sangat berkurang, sehingga wajahnya menjadi sangat lebih baik kondisinya jauh dari sebutan kembar 1000 DS dan menjadi cantik (dan yang lali-laki menjadi ganteng) tidak lagi banyak ciri DS yang membuat layu, sayu, melongo dan tidak lagi berkantung mata tebal (kantung mata merupakan salah satu ciri degeneratif). 

Dan treatment urut di leher dan kaki menjadikan postur layaknya anak reguler, juga dengan peningkatan kecerdasan yang cukup baik untuk seusianya kini di 18 bulan yang Boyolali ini sudah hampir bisa jalan.


MEMBAHAGIAKAN KEDUA ORANG TUANYA
Bukannya tidak bersyukur dengan kelahiran bayi DS dengan berbagai cirinya, namun tentu saja pada awal kelahirannya dengan ciri-ciri DS yang banyak sangat membuat syok ke dua orang tuanya, karena kasihan bila kondisi terlihat degeneratif didiamkan saja, belum lagi kasihan bila diledek bahkan diejek fisik oleh anak lain nantinya di usia kritis anak (yaitu oleh anak lain usia 5 tahun-8 tahun yang masih polos suka asal "jeplak" karena belum tau apa itu kelainan kromosom). Kondisi perbaikan secara banyak di organ tubuhnya ini tentu sangat diperlukan, belum lagi wajahnya yang pipinya terlihat pada awalnya sangat tebal ke samping, lalu browsing dan bertemu website penulis, setelah penjelasan rinci plus TESTIMONI & BUKTI-BUKTI NYATA di website penulis, lalu yakinlah ke 2 orang tuanya ikut fisioterapi kami (atas rekomendasi dari salah satu orang tua bayi DS lain dari Majalengka Jawa Barat) bahwa fisioterapi kami sampai ke perbaikan ciri-ciri DS di wajah dan peningkatan kecerdasan otak bahkan menambah lebihkan 2 faktor tinggi tubuh (leher & kaki). Alhamdulillah puji syukur kepada Sang Maha Pencipta, fisioterapinya & latihan-latihan membuahkan hasil nyata yang sangat baik, semakin bulan ke bulan semakin membuat bahagia ke dua orang tuanya.


Chat WA permintaan izin penulis kepada ibu pemilik bayi di Boyolali - Jawa Tengah
Dan dikatakan bahwa (sehubungan dengan menipisnya tebal di tengkuk) : "Kalau dilihat dari belakang sudah seperti anak normatif".

 


Dengan perkembangan cantiknya, kecerdasannya dan postur tubuhnya dikatakan ibunya :"Kami sangat senang dan sangat bersyukur sekali". Dan dichat WA lainnya ke penulis, (dikatakan si ibu ini) suaminya sangat bahagia atas perkembangannya dan senang sekali bermain dengan anaknya.


JANGAN HANYA MEMBERI "SEMANGAT TAPI KOSONG SOLUSI PERBAIKAN"

Di luaran banyak pertemanan antar orang tua pemilik bayi Down Syndrome dengan memberikan "semangat" kepada orang tua pemilik bayi DS lain, padahal bayi DS yang lain tersebut sedang bermasalah atau banyak ciri kelainan yang belum diperbaiki DAN SANG ORANG TUANYA TIDAK MEMPERBAIKINYA (BISA JADI KARENA TIDAK TAU CARA MEMPERBAIKINYA) lalu diberi semangat oleh orang tua (anggaplah si A) dengan hanya berkata "semangat" atau "sabar ya Bun, semangat", tapi si A tanpa memberi solusi harus diapakan cara perbaikan ciri kelainannya agar kelainan-kelainan yang dimaksud bisa diperbaiki, ditipiskan & dikurangi, jadi tanpa tau harus ditreatment apa si bayi DS dari ibu B tersebut. Hal ini (maaf) penulis sebut dengan pemberian "semangat tapi kosong" maksudnya memberi semangat ke si ibu B tapi si bayi tidak ada solusi untuk diapakan perbaikan pada kondisi ciri yang ditanyakan bagaimana memperbaikinya, maka si bayi dari ibu B tetap saja ciri-ciri DS dimaksud tidak berubah (misal mata yang sipit, pipi yang turun, perut yang lebar ke samping, suara nangis yang tidak ada, atau masih tercekat tidak diberikan solusinya.

Contoh : "Semangat tapi kosong solusi perbaikan" itu seperti anak (misalkan kelas 6 sekolah dasar) akan segera ujian untuk naik jenjang ke SMP, tapi si anak malas belajar  lalu orang tuanya hanya berkata : "semangat" atau "sabar, semangat" tanpa menyuruhnya belajar dengan giat, tidak membimbing anaknya, maka bagaimana akan berhasil untuk bisa mengerjakan ujian nantinya. Ini namanya memberi semangat tapi kosong tanpa pemberian cara mesti bagaimana mengerjakan soal-soal yang sulit (misal matematika) dll yang sedang dihadapi si anak.

Harusnya anak diberikan semangat dengan baik: Nak belajar lagi belajar apa, kalau ada kesulitan maka coba ditanytakan dimana kesulitanmu, nanti akan kakakmu bimbing atau dipanggilkan guru kursus privat ke rumah dan seterusnya-seterusnya, barulah ini berarti memberi "semangat yang bersolusi" agar anak tidak malas.

Contoh yang lebih spesifik :

Seorang ayah A mempunyai mobil yang mengalami kerusakan yang parah dan kerusakannya (anggaplah) tidak biasa ditangani karena mengalami kelainan, belum bisa jalan juga, sudah mencoba menanyakan ke Customer Consultant Service Mobil di berbagai bengkel terbaik di mana-mana tapi hasilnya sangat minim, lalu si A menjelaskan ke Bapak B (pemilik mobil lain), mobil saya begini-begini, sudah ke bengkel-bengkel authorized ternama pun gak ada yang bisa karena kelainan mobil saya dianggap tidak biasa, lalu si Bapak B mengatakan ke Bapak A : "Semangat ya Pak" tanpa si Bapak B memberi tau tempat yang sebenarnya ada bengkel yang bisa & telah menemukan solusi perbaikan kelainan pada mobil si Bapak A. Nah si bapak B ini artinya adalah memberi semangat namun kosong solusi karena tidak berguna bagi mobil si B.

Jadi kalau mobil ini anggaplah misalkan bayi kelainan DS dgn berbagai kumpulan ciri yang membuat lemah & parah dan anghaplah bengkel terbaik tadi dianalogikan KTK Tumbuh Kembang di luaran (tapi memiliki cara-cara yang rata-rata sama tanpa fisioterapi ke otak dan perbaikan ciri di wajah), lalu kalau si Bapak A tau dimana memperbaiki ciri-ciri kelainan DS pada bayi yang cukup banyak ke kami, semoga dengan membaiknya banyak kelainan pada bayi si Bapak A, bisa saja suatu saat bayi Bapak A, menjadi lebih baik kondisinya 2 atau 3 tahun kemudian, lalu bisa jalan dan bisa sekolah, semoganya bisa (andaikan Islam) bisa baca Al Qur'an, si anak bisa sholat kelak dan ibadah lainnya, semoga Bapak A akan mendapat balasan kebaikan semoga berupa pahala di akhirat kelak atas solusi merekomendasinya itu ke fisioterapi kami, daripada hanya memberi "Semangat tapi Kosong Tanpa Sokusi" pada bayi orang lain sehingga tanpa ada perbaikan ciri kumpulan kelainan yang sedang dihadapi oleh bayi si Bapak B.

BERILAH SEMANGAT YANG BERSOLUSI BUKTI BAGUS TERLEBIH TRACK RECORD SUDAH TERBUKTI BAIK
Kini sang ibu bila ada orang tua pemilik bayi DS baru pun bersedia menjadi BUKTI PERTEMANAN BERKENALAN untuk menjadi contoh nyata pasien kami. Jadi bukan pertemanan para orang tua kami bukanlah hanya memberi "semangat tapi kosong" tanpa hasil baik, tapi para orang tua pasien kami memberi semangat dengan testimoni yang baik, memberi semangat dengan penjelasan yang baik, setidak-tidaknya memberi solusi mesti ke mana/ke siapa fisioterapis untuk memperbaiki kondisi ciri-ciri fisik DS nya yang andaikan jika ada pihak medis di kota Bapak/Ibu berkata ciri fisik DS bagian ini tidak bisa diapa-apakan lagi kondisinya (ciri fisik luar DS yang perbaikannya bukan melalui operasi), semoga di fisioterapi kami masih bisa diperbaiki, silakan hubungi kami (081386837511).

Bila orang tua yang biasa memberi semangat "kosong" ini membaca tulisan penulis ini, bukan berarti penulis berkata sekedar memberi "semangat" kosong ini tidak boleh. Boleh saja, hanya saja si bayi tetapi kasihan si bayi tersebut tidak ada solusi perbaikan pada sharing di chat tersebut. Pahadal dengan menginfokan ke kami (memberikan info web kami), harusnya si bayinya menjadi terperbaiki kondisinya. Dan seringkali orang tua yang tidak mau menginfokan ini berkata ke ibu B yang memiliki bayi DS : "Udah Bu fisioterapi ke KTK rs saja." Padahal si ibu B sudah ke KTK rs (demikian pula banyak ibu seperti ibu B yang fisioterapi ke kami) pada ciri-ciri fisik DS penampilan-nya sudah menanyakan solusi perbaikan beberapa ciri-ciri fisik DS yang kondisi tertentu terjadi di bayinya terlihat dari luarnya tidak ada perbaikannya dikatakan pihak medis sudah bawaan lahir Down Syndrome-nya jadi tidak bisa diapa-apain ciri fisik DS dimaksud, padahal si ibu B ingin ciri tersebut bisa diperbaiki/dikurangi pada bayinya.

 
HATI-HATI DENGAN FISIOTERAPI DENGAN CARA YANG KASAR

Cara kami tidak dengan kasar, bayi tidak diikat-ikat, dan ada di luaran (banyak) kalau menangis masih "digeber" terus karena di jam berikutnya sudah menanti pasien bayi berikutnya & ada juga dengan bola besar lalu bayi masih usia 5, 6 bulan badannya ditelungkupkan ke bola lalu disorong meju mundur padahal si bayi menangis berkepanjangan, cara-cara ini akan membahayakan bayi DS yang ada jantung bocor, padahal harus dihentikan dulu, dihibur dulu sehingga bayi tidak merasa dikasari, bayi akan nyaman, senang dan terhindar dari mental kesal trauma-an dan terhindar dari emosian (akibat cara yang terakumulasi tidak baik) jadi tercegah nantinya di usia tertentu penyimpangan perilaku yang banyak terjadi pada bayi DS di luaran kami yaitu menjadi suka memukul kepala, ada yang akhirnya di usia 2,5 tahun atau 3 tahun menjadi hiperaktif dan tantrum bahkan ada yang sampai menjedot-jedotkan kepala sampai dahi benjol besar.

Jadi pilihan memfisioterapi bayi DS Anda (misalkan bayi dikasari) dan lingkungan perkataan di rumah yang juga kurang lembut (misalkan ada kakak yang suka berteriak atau mencontohkan yang kurang baik) maka bayi Anda sedikit banyak dari bulan ke bulan akan terakumulasi bisa membuat anak DS menjadi hiperaktif dan tantrum, emosian. Cegahlah semua itu termasuk mengikuti metode kami untuk bayi Anda yang dengan cara kasih sayang, cara yang lembut, kalau menangis sebaiknya berhenti sementara (dihibur dulu), ada fisioterapi ke otak, pengurangan ciri-ciri fisik DS di wajah & tubuhnya serta ditambah doa, maka atas izin Allah pasti terbaik hasilnya.

Kami menerima semua agama damsuku apapun. Tidak menggunakan cara dan benda yang musryk.

Hubungi:
Drs.R. Kurniawan Prihatmono|
sms-kan nomor WA ke 081386837511
Bukti pasien kami ada di :

DM ke IG : Terapidzikirds21
https://terapidzikirds21.com/

Silakan dibaca info lainnya :
Pendapat Yang menyatakan ciri-ciri fisik Down Syndrome Tidak Bisa Diperbaiki, Gugur Sudah, Nyatanya banyak Yang Masih Bisa Diperbaiki

https://terapidzikirds21.com/dengan-diperbaiki-ciri-ciri-kelainan-down-syndrome-fisik-wajah-tubuhnya-dampaknya-akan-sangat-lebih-baik


Minggu, 26 Desember 2021

Memperbaiki Ciri-ciri Fisik Pada Wajah (Di Penampilan) Bayi Down Syndrome Adalah Untuk Kesehatan, Bukan Tidak Ikhlas Atau Tidak Menerina Kelahirannya

LATAR BELAKANG

Perkataan yang sangat tidak mengenakkan hati, sering diucapkan ibu-ibu di sebuah grup WA kepada para orang tua pasien kami dengan perkataan yang sangat tidak berdasar dan tentu bisa mempengaruhi banyak orang tua lain yang awam agar tidak memperbaiki ciri-ciri fisik Down Syndrome bayinya yaitu dengan mengatakan bila memperbaiki / mengurangi ciri-ciri fisik DS-nya maka berarti mengubah wajahnya.

1. Ibu kalau mengubah penampilannya berarti ibu tidak menerima kalau dia terlahir Down Syndrome. 

2. Ibu kalau mengubah wajah bayi ibu, berarti tidak ikhlas menerima wajahnya yang sudah demikian lahirnya (banyak ciri DS) 

Benarkah pendapat ini ?  

MARI KITA BAHAS 1 PER 1 PERBAIKAN PADA CIRI-CIRI FISIK DOWN SYNDROME APAKAH BERTUJUAN MENGUBAH WAJAH ATAU TIDAK.

APAKAH MEMPERBAIKI CIRI-CIRI FISIK DS DI WAJAH BERARTI TIDAK IKHLAS MENERIMA KELAHIRANNYA ?
 
Kepada orang-orang di luaran sana yang berpendapat serupa dengan mereka ini (mengatakan tidak ikhlas, tidak menerima) jadilah orang-orang yang mau tabayyun (tabayyun artinya mencari kejelasan hingga terang dan benar). Secara istilah pengertian tabayyun adalah menyeleksi informasi atau berita dengan melakukan check dan recheck, memverifikasi, dan mencari kebenaran dari informasi tersebut yang tentunya bisa mengacu pada tabel kesehatan dan merujuk kepada perawatan wajah (yang sudah diperbolehkan secara agama Islam) tentunya kalau mengubah dengan cara operasi plastik (padahal tidak ada kecelakaan padanya) maka mengubah yang seperti inilah yang dilarang / tidak diperbolehkan. Bila kita tidak mau mencari kebenaran cek dan ricek terhadap sesuatu berita, maka berarti kita termasuk orang yang fasik (Al Hujurat ayat 6).


GRAFIK SKRINING TUMBUH KEMBANG ANAK YAITU TABEL DENVER II

Di dalam ilmu medis terhadap perkembangan tumbuh kembang anak ada disebut pemeriksaan Denver II adalah suatu pemeriksaan yang digunakan untuk screening perkembangan Anak dari lahir sampai usia 6 tahun, yang meliputi 4 aspek penilaian yaitu personal sosial, motorik kasar, bahasa, dan motorik halus dengan 125 item di dalamnya. Bayangkan 125 item yang (seharusnya) dicapai, namun ini tentulah untuk anak yang bukan kelainan kromosom (dalam arti bayi biasa), dikarenakan bayi DS adalah mengalami kondisi delay (keterlambatan).



Jadi Tabel Denver II adalah revisi utama dari standardisasi ulang dari Denver Development Screening Test (DDST) dan Revisied Denver Developmental Screening Test (DDST-R). Jadi Tabel Denver II bukanlah acuan untuk perbaikan fisik bayi, namun bertujuan untuk mendeteksi dan memantau perkembangan anak usia (0-6 tahun), mengajarkan perilaku anak sesuai usia, perkembangan gerakan motorik kasar dan motorik halus serta berbahasa (bicara). Jadi semakin serong ke kanan atas dan dicapai anak, maka itu berarti adalah perkembangan terbaik. Artinya jika dicurigai (anak) mengarah ke keterlambatan perkembangan, bisa segera merujuk ke tenaga fisioterapis dan terapis tentunya, bila ada penyertaan kelainan organ dalam setelah tes medis tentulah dirujukkan ke dokter spesialis tertentu.

Tidak ada salahnya bayi kelainan kromosompun (semacam Down Syndrome atau lainnya) orang tuanya berusaha memperbaiki semaksimal mungkin terhadap bayinya (pada Tabel Denver II). Masalah kurang bisa tercapai, adalah masalah lain. Demikian pula dengan TABEL TINGGI BADAN yang seharusnya dicapai oleh balita kita walaupun kondisinya Down Syndrome, karena delay-nya itu maka perbaikan yang bisa menyebabkan terlambatnya itu harus diupayakan agar tercapai. Tentu pencapaian yang cepat sesuai target, sangat diingini oleh semua orang tua bayi DS. Baiklah mari kita lanjutkan dengan salah satu ciri fisik bayi DS 1 per 1 :

CIRI 1. CIRI FISIK ANAK DS PENDEK (KURANG TINGGI BADAN)

Ada 2 CIRI FISIK DIPERBAIKI PADA METODE KAMI YAITU AGAR MASUK TABEL KESEHATAN TINGGI BADAN STANDARD WHO/KEDOKTERAN

Terhadap 2 macam pernyataan (pada latar belakang) ini marilah kita kaji bersandarkan dari sisi kesehatan, dari tabel kesehatan (tabel) WHO, tabel kesehatan anak standar medis. A. Di bidang kesehatan ada yang namanya TABEL TINGGI TUBUH dan sudah menjadi standar medis sebagai tolok ukur, misalkan balita (bawah lima tahun) laki-laki/perempuan usia sekian tahun maka harus tinggi sekian centimeter, yaitu :



TABEL TINGGI BADAN BALITA (MENURUT KESEHATAN/MEDIS)

Apa kegunaan tabel ini yaitu kalau si kecil (balita) tidak sesuai menurut tabel tinggi kesehatan ini, maka bisa berkonsultasi ke kami selagi bayi usia bawah 7 bulan ada treatment khusus dari kami agar kaki lebih panjang dan lehernya lebih jenjang.

Kalau usia remaja, anak kita tau ada sejak lama bisa diupayakan bertambah tinggi anak yaitu dengan olahraga berenang atau lompat-lompat di trampolin, ikhtiar ini adalah itjitihad (upaya yang boleh dilakukan dan tidak ada sangkut pautnya dengan ibadah dalam Al Qur'an dan hadist), diperbolehkan dan bukan berarti kita berusaha memanjangkan tinggi badan anak lantas dikatakan tudak menerima anak kita kurang tinggi (maaf : pendek). Jadi jika sejak bayi (seperti pada bayi Down Syndrome) pada fisioterapi kami berusaha menambah panjang leher agar lebih ada/lebih jenjang, kaki agar lebih panjang, sehingga harapannya bisa masuk tabel tinggi minimal saja tercapai (apalagi tinggi anak reguler), maka jangan lantas dikatakan tidak menerima penampilannya yang (bakal) pendek atau tidak iklhas atas kelahirannya yang rata-rata kita semua tau di banyak situs kesehatan bahwa anak DS nantinya akan  agak pendek/tidak bisa mencapai tabel tinggi badan minimal. Nah upaya dalam fisioterapi kami ada ikhtiar memperpanjang anggota tubuhnya, jangan lantas dikatakan tidak menerima penampilannya yang kurang tinggi, karena ikhtiar ini tak jauh beda dengan ikhtiar pada anak-anak biasa yang berenang dan lompat pada trampolin, tapi selagi masih bawah 1 tahun belum boleh menggunakan trampolin, maka kami ada cara khusus perpanjangan kaki & leher.

Bagi yang mengatakan tidak setuju bayi DS lebih dipanjangkan sebagai upaya, Karena landasan berpikir Anda (yang mengatakan tidak menerima/tidak ikhlas) yang harus dubah adalah mind set (pola pikirnya), karena upaya memanjangkan tubuh adalah untuk pencapaian tinggi badan yang sudah ditetapkan tabelnya oleh WHO (World Health Organization).

Leher kurang jenjang / kurang panjang dan kaki kurang panjang  tentu yang akan mempengaruhi tinggi tubuh anak DS) merupakan 2 buah ciri fisik penampilan yang hampir semua bayi DS mengalaminya.
Jadi tidak ada hubungannya berusaha /ikhtiar meninggikan anak DS agar masuk range tinggi badan anak biasa lantas dikatakan tidak ikhlas / tidak menerima dengan kondisinya.


SEBENARNYA BAGAIMANA SIKAP ORANG TUA YANG TIDAK MENERIMA ATAU TIDAK IKHLAS DIBANDING DENGAN YANG AKHIRNYA MENERIMA DAN KEMUDIAN BERIKHTIAR SECARA BANYAK (MENYELURUH) HINGGA PERBAIKAN FISIK WAJAH

at dengan pasal 77 Juncto Pasal 78 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 5 tahun penjara

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Merasa Malu, Ibu Buang Bayinya yang Dianggap Cacat", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2018/11/14/07453231/merasa-malu-ibu-buang-bayinya-yang-dianggap-cacat?page=all.
Penulis : Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Editor : Khairina

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
jerat dengan pasal 77 Juncto Pasal 78 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 5 tahun penjara

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Merasa Malu, Ibu Buang Bayinya yang Dianggap Cacat", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2018/11/14/07453231/merasa-malu-ibu-buang-bayinya-yang-dianggap-cacat?page=all.
Penulis : Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Editor : Khairina

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
dijerat dengan pasal 77 Juncto Pasal 78 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 5 tahun penjara

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Merasa Malu, Ibu Buang Bayinya yang Dianggap Cacat", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2018/11/14/07453231/merasa-malu-ibu-buang-bayinya-yang-dianggap-cacat?page=all.
Penulis : Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Editor : Khairina

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

 
GAMBAR ZONA MENERIMA (IKHTIAR) DAN ZONA TIDAK MENERIMA

 

Jadi maksud dari gambar di atas ada 2 zona yaitu ZONA MENERIMA/IKHLAS DAN ZONA TIDAK MENERIMA. 

Maksudnya adalah ;

Kasus 1 : Jika ada seorang istri hamil, lalu menerima kondisi bayinya yang dinyatakan Down Syndrome misal dengan USG 4 dimensi di usia 15 minggu atau dengan cara medis lainnya, lalu sikapnya menerima tetap atas kehamilannya, yaitu tidak akan mengaborsi / tidak menggugurkan si jabang bayi (janin).

Kasus 2 : Jika ada seorang istri hamil, lalu tidak menerima kondisi bayinya yang Down Syndrome saat dites kandungannya dengan alat medis yang canggih saat ini, maka kalau tindakannya mengaborsi (setelah bayi divonis DS oleh pihak medis), maka wanita tersebut berarti tidak menerima/tidak ikhlas (akan) melahirkan bayi DS, lalu melakukan aborsi. Dan bisa jadi di akhirat kelak tentu ada balasan dari sang Maha Pencipta atas apa yang diperbuat (pengaborsian tersebut), karena bayi mempunyai hak hidup.

Kasus 3 : Jika si bayi akhirnya lahir, kemudian ke 2 orang tuanya di zona tidak menerima, maka (ada saja kasus, ada di internet) salah satunya orang tuanya meminta bercerai, ada kasus yang ibu bayi tidak mau merawat bayinya, ada kasus yang ayahnya si bayi tidak mau merawat bayinya yang DS, kejadian ini pasti ada dan biasanya akhirnya nenek/ibu mertualah yang menjadi tempat agar si bayi dirawat dan dibesarkan. Atau ada juga berita di internet yang orang tua yang membuang bayinya yang kelainan, ataupun karena si bayi mengalami cacat lalu dibuang. Na'udzubillah.

dijerat dengan pasal 77 Juncto Pasal 78 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 5 tahun penjara

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Merasa Malu, Ibu Buang Bayinya yang Dianggap Cacat", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2018/11/14/07453231/merasa-malu-ibu-buang-bayinya-yang-dianggap-cacat?page=all.
Penulis : Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Editor : Khairina

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Catatan: Tindakan membuang bayi (apapun alasannya misal karena si bayi ada kelainan atau cacat) maka bisa dijerat pasal 77 juncto pasal 78 Undang-Undang Nomor 235 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 5 tahun kurungan penjara.

Karena anak adalah ujian (apapun kondisinya termasuk kelainan kromosom, autis dll) dan kedua orang tuanya harus merawat kesehatannya, membesarkan dan mendidik dengan upaya terbaik yang disanggupi, bukan dengan menelantarkannya (neglect), membuangnya, apalagi sampai bercerai karena melahirkan bayi DS. Jangan lupa juga apapun tindakan kita di dunia ini, nantinya akan diminta pertanggung jawaban di akhirat kelak.

Kasus 4 : Bayi DS diterima kelahirannya oleh kedua orang tuanya masuk zona menerima (syok dan stres), namun ke dua orang tuanya pasrah saja tidak memfisioterapi bayinya yang DS (mungkin karena masalah ekonomi), hanya dikasih makan, dimandikan, layaknya bayi biasa, akibatnya si bayi DS banyak kasus akhirnya tidak bisa jalan, ada pula yang akhirnya bisa jalan tapi sangat lama mungkin di usia 8 tahun atau 9 tahun. Yang tidak bisa jalan, si anak hanya goler-goleran/ berguling-guling saja di tempat tidur atau di lantai. Dan pada kasus ini bagi yang bayinya jantung bocor besar, dengan tidak dilakukan operasi bedah jantung maka tentu akhirnya dapat menjadi bengkak jantung, bayi biru di wajah, area mata, lalu kuku, akhirnya gagal jantung kemudian bayi akan meninggal.

Kasus 5 : Bayi DS lahir kemudian masuk orang tuanya zona menerima (walau syok dan stres), kemudian masuk tahap tes medis dan kemudian mulai masuk tahap mencari fisioterapis tumbuh kembang, lalu masuk tahap terapi wicara, terapi sensori integrasi, terapi okupasi. (Tapi tidak memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajah dan leher), merupakan sebuah pilihan, boleh saja mengikuti yang ini, namun kasihan bila wajahnya sangat parah kondisinya, bisa diejek, diledek nantinya saat usia 5 tahun 6 tahun oleh anak sebayanya, tentu bisa-bisa tidak mau ke sekolah nantinya.

Kasus 6 : Bayi DS lahir kemudian orang tuanya masuk zona menerima / ikhlas (walau syok dan stres), kemudian masuk tahap tes medis dan mencari fisioterapis tumbuh kembang ditambah perbaikan ciri-ciri fisik DS di wajah, leher dan sebagainya hingga tapak kaki (andaikan tapak kaki datar), memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajah, leher dan lain-lain merupakan pilihan, yang tentunya pastilah kondisinya penampilannya akan lebih baik daripada yang tidak dikurangi ciri-ciri fisik DS, lalu masuk tahap terapi wicara, terapi sensori integrasi, terapi okupasi. Pastilah hasilnya akan sangat baik dibandingkan kasus 5.


TENTU IKHTIAR TERBAIK ADALAH KASUS 6

Jadi pada kasus 6, kepada orang tuanya yang ikut fisioterapi kami yang tentu juga memperbaiki ciri-cirinya yaitu bukannya lantas berubah zona menjadi zona tidak menerima / tidak ikhlas atas bentuk wajahnya ataupun kelahirannya yang DS. Tapi perbaikan ciri-ciri fisik DS di wajah dan leher termasuk ikhtiar untuk kesehatan area wajah, kesehatan pernafasan, mencegah cepat kondisi degeneratif (penuaan dini) pada anak dan agar masuk ketinggian tubuh (minimal) tabel tinggi badan WHO yang maksudnya tentu terbaik adalah tinggi di atas minimal. 

Jadi janganlah orang tua yang memiliki anak DS yang tidak memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajah bayinya, lalu mengatakan kepada orang tua bayi DS lain yang memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajah bayinya dikatakan tidak menerima /  tidak ikhlas. Berpedoman pada Tabel Denver II artinya kalau diciptakan sebuah Tabel Perbaikan Terbanyak artinya yang semakin banyak yang diperbaiki tentulah semakin bagus karena semua perbaikan apapun itu (asalkan bukan mengubah atau melakukan operasi plastik karena dilarang syariat, ada kekecualian misalkan operasi bibir sumbing, operasi langit-langit atas dalam mulut andaikan tidak ada langit-langitnya) adalah juga merupakan ikhtiar perawatan kesehatan bayi, jadi perbaikan ciri-ciri fisik masuknya adalah di zona ikhtiar atau pada zona menerima untuk kebaikan kesehatan. Karena merawat bayi demi kesehatan dan tumbuh kembangnya adalah kewajiban bagi orang tuanya dan tidak dibatasi hanya di tubuh / badan bayi saja, tapi haruslah menyeluruh yaitu sampai ke mulut, bibir, lidah, gigi, sekitaran mata, telinga, hidung tentu sampai jalur dalam hidung dan tengkorak pun jangan sampai peyang.


MARI KITA BAHAS 1 PER 1 CIRI-CIRI FISIK DS DI WAJAH DAN LEHER MENGAPA DIKATAKAN UNTUK KESEHATAN DAN BUKAN MENGUBAH

CIRI 2. MATA KATARAK (KATARAK KONGENITAL)
Salah satu ciri fisik DS di area wajah, adalah pada matanya. Di banyak website kedokteran, salah satu ciri bayi Down Syndrome adalah adanya katarak di area mata bayi Down Syndrome.  Katarak pada bayi DS terjadi pada area pupil dan bewarna buram atau abu-abu, sehingga sangat mempengaruhi kesehatan mata.

Jika terhadap ciri fisik di mata ini bila ada ibu yang membawa bayinya/anak DS-nya ke rumah sakit khusus mata anak, lalu dilaser kataraknya agar sangat berkurang kataraknya (syukur-syukur bersih bagus tidak bersisa kataraknya), menjadi baik penglihatannya, tidak kabur/buram lagi, pupil mata menjadi jernih, apakah lantas ibu yang melakukan perbaikan ciri-ciri DS ini dikatakan tidak ikhlas atau tidak menerima dengan ciri DS tersebut ?

Menurut penulis ibu yang mengusahakan ini adalah ibu yang sangat hebat, yang sangat sayang kepada buah hati mereka, mau ke luar uang pribadi mereka untuk perbaikan demi kesehatan bayinya yang DS pada salah satu cirinya, yaitu kesehatan mata. Mari lihat gambar di bawah ini.



Maksud Gambar di atas ini adalah orang tua yang di zona menerima (ikhlas) bayinya Down Syndrome ini, penulis buat dalam 2 pilihan jalur perbaikan yaitu A dan B.

PERBAIKAN PILIHAN JALUR A :
 
Pada jalur A, orang tuanya mengikutkan latihan fisik Tumbuh Kembang pada bayinya yang DS, misalkan dengan rincian yang dilakukan, melatih:
1. Tengkurap
2. Didudukkan
3. Merayap
4. Duduk sendiri
5. Pemberdirian
6. Merangkak
7. Berdiri sendiri
8. Titah-melangkah
9. Berjalan

Kemudian dilakukan terapi lanjutan (anggaplah) kemampuan diurutkan dan dianggap bisa :
10. Dilatih terapi bicara
11. Dilatih sensori integrasi
12. Dilatih terapi okupasi

(Option/pilihan perbaikan juga pada jalur A, yang bayinya bermata katarak juga diperbaiki, jari di kaki polidaktili dioperasi). Mungkin juga tapak kaki datar diperbaiki. Mulut bibir atas yang jeding diperbaiki.

Namun pada jalur pilihan A ini, orang tuanya tidak terlalu banyak melakukan perbaikan fisik ciri-ciri DS, maka kondisinya bisa jadi masih tebal lipatan di pundak, panjang leher pun masih sangat pendek, lidah masih menjulur sehingga dengan kondisinya masih ngeces-ngeces air liurnya, tapak kaki datar tidak diperbaiki, sehingga sangat kasihan sekali (bisa Bapak/Ibu bayangkan) seperti apa kondisinya ke depannya.


PERBAIKAN PILIHAN JALUR B :
Pada jalur B, yang orang tuanya memilih perbaikan sebanyak-banyaknya ciri-ciri fisik Down Syndrome-nya banyak yang diperbaiki, jangan lupa dengan banyak pencapaian Tabel Denver II, semakin banyak yang dicapai semakin cerdas dan semakin bisa maam-macam, demikian pula pada fisioterapi kami, semakin ciri-ciri fisik DS diperbaiki sejak masih dini sebanyak mungkin :

*Pipi yang turun diperbaiki
*Kantung mata yang tebal ditipiskan
*Batang hidung yang flat dibuat ada
*Bibir atas yang jeding diratakan
*Mulut yang mangap dibuat mingkem
*Lidah yang suka menjulur (dikeluarkan)
*Kelopak telinga yang berlekuk dibetulkan kembali
*Mata sipit dibuat lebih lebar
*Mata sipit yg sudut miring naik dibuat agar rata
*Leher kurang jenjang dibuat lebih jenjang
*Kaki kurang panjang ditreatment agar lebih
*Jari kelingking bengkok
*Lipatan tebal di pundak
*Mata katarak dioperasi agar baik
*Jari tangan polidaktili dioperasi
*Jari kaki yang terjadi polidaktili dioperasi
*Tapak kaki datar diperbaiki agar ada celong/legoknya

Lalu yang jalur B juga dilakukan:
1. Tengkurap
2. Didudukkan
3. Merayap
4. Duduk sendiri
5. Pemberdirian
6. Merangkak
7. Berdiri sendiri
8. Titah-Melangkah
9. Berjalan
10. Terapi wicara
11. Terapi sensori integrasi
12. Terapi okupasi

Maka sudah terlihat dan bisa dibayangkan kondisi bayi DS yang difisioterapi jalur B tentunya akan sangat lebih baik.

Apa saja tujuan perbaikan ciri-ciri DS :

Ciri 3. Batang hidung antar mata yang rata
Nose bridge = jembatan hidung antar mata pada bayi Down Syndrome kebanyakan (hampir semua bayi DS) adalah flat / rata, jika kondisi ini tidak dibuat lebih muncul (lebih naik/lebih ada), maka bayi DS akan sering kali masalah di pernafasannya, yaitu saat pilek maka bagian ini akan menyebabkan slamp lendir (reak) yang mengental mudah sekali bayi DS segera membutuhkan alat uap (nebulizer), ibarat selang yang pengok / gepeng. sedangkan bila dibuat lebih ada/lebih muncul, maka akan lebih sehat dan ketahanan nafas & sangat berguna untuk kemampuan meniup saat latihan bicara (terapi wicara).



Kondisi low nasal bridge (batang hidung antar mata yang rendah) ini disebabkan oleh:
   -kelainan down syndrome
   -williams syndrome
   -cleidocranial dysostosis
   -congenital syphilis (saat ibu hamil terkena bakteri treponema pallidum


Perhatikan gambar ini, batang hidung yang rendah pada bayi DS, kalau kondisinya masih terus saja (tidak diusahakan agar lebih muncul/lebih tinggi), maka ibarat selang air yang tertindih (gepeng), sehingga bayi DS kalau bayi DS pilek, slamp lendir (reak) di area nose bridge ini akan lebih cepat mengental, sehingga bayi akan kesulitan bernafas, sehingga sedikit-sedikit bayi DS butuh diuap (dinebulizer). Jadi membuat batang hidung agar muncul (tidak flat) tidak rata, dalam arti ada numbuh 2 sampai 3 milimeter saja (apalagi lebih tinggi), sudah merupakan upaya yang baik. Kalau tinggi ibarat selang yang utuh (tidak pengok). Jadi mengupayakan agar batang hidung lebih ada/lebih muncul, bukanlah bermaksud mengubah wajahnya karena tidak ikhlas, tapi agar jalur bernafas lebih lega, lebih plong, sehingga saat pilekpun, tidak mudah sesak nafas sehingga tidak terlalu cepat butuh nebulizer. Jadi ujung dari perbaikan ciri fisik bagian ini adalah untuk kesehatan bernafas.


Ciri 4. Bibir atas yang suka maju (jeding)
Bila diperbaiki, maka bayi DS akan semakin berkurang ngeces (mengeluarkan air liur). Jadi bertujuan untuk kesehatan mulut.

Ciri 5. Mulut yang mangap
Bila diperbaiki / dikurangi kebiasaan mulut mangapnya, maka akan lebih sehat, bayi DS akan terkurangi jilat-jilat lantai atau permukaan lain, sehingga terhindar (meminimalisir) masuk bakteri/virus seperti rota virus melalui mulutnya. Sehingga lebih sehat (semakin jarang sakit).

Ciri 6. Kantung mata
Kantung mata juga sebaiknya
diperbaiki setipis mungkin, maka akan menghindari kondisi penuaan dini (degeneratif).

Ciri 7. Pipi yang agak tebal (kadang) turun
Bila dinaikkan, maka kondisi degeneratif akan lebih tertunda. Kadang ada juga yang tebal sebelah, sehingga tidak simetris, pernah ada kasus pipi divonis dokter ada kista, maka bila tidak diperbaiki/ditipiskan, suatu saat harus dioperasi kecil.

Ciri 8. Lipatan (nuchal fold) di pundak
Bila tidak diperbaiki (ditipiskan) maka lipatan yang sering (banyak) terjadi pada bayi DS akan mengakibatkan saat dilatih didudukkan, kepalanya dan lehernya mudah ambruk/jatuh ke depan atau ke belakang. Akibatnya pencapaian tabel Tumbuh Kembang dan Tabel Denver II tentu akan menjadi molor (mundur). Sedangkan bila ditipiskan, maka akan lebih cepat kepala dan leher tegak, sehingga pencapaian kemajuan tumbuh kembang akan lebih cepat.



Lipatan di Pundak bila ditipiskan maka  leher dan kepala lebih cepat kuat

Ciri 9. Kelopak telinga yang sering terjadi berlekuk/bergelombang 
Salah satu penyebabnya adalah akibat tertekan selang oksigen ventilator saat bayi dirawat pasca lahir dalam beberapa jam. Maka kalau diperbaiki dengan treatment yang benar ke kondisi awal sebelum tertekan selang ventilator, maka bentuk kelopak telinga akan lebih baik.

Ciri 10. Jari kelingking yang bengkok
Kadang bayi DS ada beberapa yang mengalami ruas jari kelingking tangan bengkok ke arah dalam, kalau diperbaiki bentuk tulangnya, maka pertumbuhan tulang jari akan lebih sehat.


KADANG BUTUH OPERASI KECIL UNTUK PERBAIKAN POLIDAKTILI

Ciri 11. Kadang jari kaki bayi DS ada saja yang berlebih (polidaktili)
Maka perbaikan kelebihan jari ini tentulah dengan dioperasi, tujuan adalah agar muat memakai sepatu. Tentu para orang tua sekalian sudah tau kegunaan sepatu.

Ciri 12. Kadang jari tangan bayi DS ada saja yang berlebih (polidaktili)
Maka kelebihan jari ini cara perbaikannya dengan dioperasi, tujuan adalah agar muat misalkan memakai sarung tangan laboratorium yaitu untik belajar di lab. kimia/lab. biologi, seandainya nanti sekolah menengah, jadinya untuk bidang pendidikan. Atau memakai sarung tangan motor kalau suatu saat bisa naik motor.  


KESIMPULAN MEMPERBAIKI CIRI-CIRI FISIK DI WAJAH BAYI DOWN SYNDROME BUKAN UNTUK MENGUBAH BENTUK WAJAH, TUJUANNYA ADALAH ;

A. BAYI LEBIH SEHAT, KARENA JALUR NAFAS JEMBATAN HIDUNG DILEBARKAN

B. LIPATAN DI PUNDAK DITIPISKAN LEBIH CEPAT KUAT SAAT DIURUT

C. MEMINIMALISIR DEGENERATIF (PENUAAN DINI) AGAR TIDAK CEPAT TERLIHAT TUA

D.  LEBIH KUAT BERNAFAS KARENA JALUR HIDUNG DIPERLEBAR, KETAHANAN NAFAS SEPERTI MENIUP LEBIH KUAT YAITU SAAT DILATIH TERAPI WICARA NANTINYA

E. PENGLIHATAN LEBIH BAIK, JIKA MATA SIPIT LEBIH DILEBARKAN AKIBAT JARINGAN IKAT PELUPUK MATA TEBAL YANG AGAK TURUN DAN (BILA ADA) KATARAK DIPERBAIKI

F. KAKI DAN LEHER LEBIH PANJANG MAKA PENCAPAIAN TABEL TINGGI BADAN MENURUT KESEHATAN LEBIH MENDEKATI (PALING TIDAK DI MINIMAL) BUKAN DI LUAR BATAS MINIMAL, DAN DAMPAKNYA 

G. AREA BIBIR DAN MEMINIMAL MANGAP DAN LIDAH KE LUAR, MAKA BAYI LEBIH SEHAT DAN PERILAKU TAMPILAN DI WAJAH LEBIH BAIK


MASIH BANYAK LAGI KEBAIKAN MANFAAT YANG DIDAPATKAN DENGAN CIRI-CIRI FISIK DS DIPERBAIKI.

Jadi memperbaiki banyak ciri-ciri fisik Down Syndrome adalah tentu sangat lebih baik. Dengan diperbaiki sebanyak mungkin pastilah akan berkorelasi positif dengan tubuhnya yang semakin lebih sehat, tentulah semoga semakin semakin baik ketahanan nafasnya (karena batang hidung antar mata diperbaiki), semakin tidak terlalu cepat butuh alat nebulizer kalau pilek yang membuat mampet, ketinggian tubuh semakin baik sehingga suatu saat dengan kaki panjang normal begitu terapi ketangkasan berjalan yang setiap langkah harus bisa jauh semakin mudah dijangkau kakinya, dan semakin tinggi rasa PD (Percaya Diri) dalam pergaulan berinteraksi sosial di lingkungannya dan dengan difisioterapi otak metode kami, sudah terbukti semakin bertambah kecerdasannya dan banyak akalnya.


Jadi orang tua pemilik anak DS yang berkata bahwa memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajah dikatakan mengubah wajahnya maka dikatakan ke ibu pasien kami berarti tidak menerima kondisi bayinya yang DS atau tidak ikhlas dengan wajahnya yang sudah demikian adalah tidak berdasar adalah TIDAK BENAR alias NGAWUR.


TETAP POSITIF THINKING
Kepada para orang tua pasien yang ikut metode latihan fisik dan treatment usap dan urut kami, tetaplah positif thinking dengan perkataan yang tidak mengenakkan di hati, semoga dengan penjelasan tabel di atas, semoga orang-orang yang sempit (cara berpikirnya) menjadi tercerahkan juga. 

Tidak usah dihiraukan orang di luaran yang mengatakan kepada ibu bahwa tidak ikhlas/tidak menerima atas perbaikan maksimal terbaik yang Bapak/ibu lakukan demi memberikan yang terbaik untuk bayi Ibu. Kalian adalah pejuang terhebat dengan usaha terbaik bagi bayi-bayimu dengan memperbaiki ciri-ciri fisik di wajahnya. Semakin banyak yang diperbaiki, semoga semakin baik untuk perkembangan kondisi anak, jangan berkecil hati dengan orang-orang lain (padahal) mereka juga punya bayi/anak Down syndrome tapi kepada mereka ini yang tidak mengurangi ciri-ciri DS di wajahnya karena beralasan kalau memperbaiki ciri-ciri DS di wajah TIDAK SAMA DENGAN MENGUBAH WAJAH.

Karena mengurangi dengan memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajah bukanlah mengubah wajah. Layaknya remaja laki-perempuan dan wanita yang ke salon memperbaiki flek, pori-pori di wajah yang besar, kantung mata, jaringan kulit mulai turun semua ini adalah untuk perawatan agar wajah lebih sehat terawat, mencegah penuaan dini (degeneratif), terbukti salon diperbolehkan di seluruh dunia, tidak dilarang secara syariat agama, dikarenakan perawatan salon bukanlah mengubah wajah. Sama dengan metode kami memperbaiki (ciri-ciri fisik DS di wajah, leher, pundak) dan merawat wajah bayi DS bukanlah mengubah wajah tapi untuk perbaikan dan perawatan serta kesehatan.


YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN MENGUBAH WAJAH ADALAH DENGAN OPERASI PLASTIK DENGAN MAKSUD (TUJUAN) MENGUBAH MENJADI TAMBAH CANTIK (MEMPERCANTIK) SEDANGKAN KONDISI TIDAK ADA KELAINAN KROMOSOM APAPUN PADA TUBUHNYA

Jadi yang mengubah wajah dengan operasi plastik dengan tujuan menambah kecantikan tanpa ada sebab musabab masalah kesehatan, jaringan di wajah sebenarnya elastis dan sehat maka mengubahnya menjadi cantik secara hukum syariat (Islam) tidak diperbolehkan

(Ada kekecualian) Kini kasus khusus kalau mengembalikan wajah ke kondisi kecantikan semula/merekonsttuksi kembali (dengan operasi plastik) misalkan karena rusak akibat kecelakaan. Korban perang misalkan hidung rusak kena pedang, maka diperbolehkan operasi plastik. [HR An-Nasai 5161, Abu Daud 4232).

Tidak ada larangan tentang merawat wajah misalkan berkantung mata, pipi yang turun, flek hitam di wajah agar hilang, pori-pori di wajah kelewat lebar agar lebih rapat dan masalah-masalah di wajah lainnya agar mengurangi cepatnya kondisi degeneratif (lekas tua) lalu dirawat agar lebih rapat ke salon-salon seperti yang dilakukan wanita-wanita dan pria-pria masa kini dan semua tujuan perawatan wajah ini pada salon-salon di seluruh dunia dimanapun diperbolehkan karena berprinsip yaitu adalah untuk perawatan kesehatan.

Kepada ibu siapapun yang berkata tidak ikhas jika bayi DS diubah wajahnya (padahal memperbaiki ciri-ciri DS pada bayi) terhadap ibu pasien kami agar kantung mata bayi DS ibu sudah demikian jadi jangan diubah jangan diperbaiki, pipi bayi DS memang tebal dan kondisi suka turun sudah demikian adanya pada bayi ini jadi tidak usah diubah. Bisa jadi malahan ibu-ibu tersebut suka ke salon memperbaiki kantung mata di wajahnya sendiri (entah suatu saat nanti), mungkin menaikkan pipi yang mulai turun agar tidak ingin terlihat lekas tua (degeneratif), dan masalah-masalah lain di wajahnya di salon. Kalau mengatakan kantung mata, pipi yang turun pada bayi DS diperbaiki adalah mengubah wajah, harusnya para ibu-ibu yang berpendapat demikian jangan Anda ke salon kecantikan, ya dong ?

Berpikirlah out of the box, buka wawasan pola berpikir dan berpikir kreatif demi masa depan anak yang lebih baik.

Artikel di atas ini merupakan sambungan dari : Ciri-ciri fisik Bayi DS

Arti congenital : kondisi medis  yang biasanya diturunkan pada bayi sebelum dilahirkan hingga sesudah dilahirkan, seperti katarak bayi (sejak lahir sudah ada) dan kondisi polidaktili (jari berlebih).

Salam,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
Konsultan Fisioterapi Bayi DS
Smskan nomor WA ke 081386837511
Https://terapidzikirds21.com
Https://kprihatmono.blogspot.com
DM ke IG : terapidzikirds21
Youtube : Kurniawan Prihatmono

Mengapa saya tidak mencantumkan nomor WA di website ? Karena (maaf) banyak yang menelfon, tapi hanya ingin tau caranya, namun belum tentu orang itu punya bayi DS.