Minggu, 26 Desember 2021

Memperbaiki Ciri-ciri Fisik Pada Wajah (Di Penampilan) Bayi Down Syndrome Adalah Untuk Kesehatan, Bukan Tidak Ikhlas Atau Tidak Menerina Kelahirannya

LATAR BELAKANG

Perkataan yang sangat tidak mengenakkan hati, sering diucapkan ibu-ibu di sebuah grup WA kepada para orang tua pasien kami dengan perkataan yang sangat tidak berdasar dan tentu bisa mempengaruhi banyak orang tua lain yang awam agar tidak memperbaiki ciri-ciri fisik Down Syndrome bayinya yaitu dengan mengatakan bila memperbaiki / mengurangi ciri-ciri fisik DS-nya maka berarti mengubah wajahnya.

1. Ibu kalau mengubah penampilannya berarti ibu tidak menerima kalau dia terlahir Down Syndrome. 

2. Ibu kalau mengubah wajah bayi ibu, berarti tidak ikhlas menerima wajahnya yang sudah demikian lahirnya (banyak ciri DS) 

Benarkah pendapat ini ?  

MARI KITA BAHAS 1 PER 1 PERBAIKAN PADA CIRI-CIRI FISIK DOWN SYNDROME APAKAH BERTUJUAN MENGUBAH WAJAH ATAU TIDAK.

APAKAH MEMPERBAIKI CIRI-CIRI FISIK DS DI WAJAH BERARTI TIDAK IKHLAS MENERIMA KELAHIRANNYA ?
 
Kepada orang-orang di luaran sana yang berpendapat serupa dengan mereka ini (mengatakan tidak ikhlas, tidak menerima) jadilah orang-orang yang mau tabayyun (tabayyun artinya mencari kejelasan hingga terang dan benar). Secara istilah pengertian tabayyun adalah menyeleksi informasi atau berita dengan melakukan check dan recheck, memverifikasi, dan mencari kebenaran dari informasi tersebut yang tentunya bisa mengacu pada tabel kesehatan dan merujuk kepada perawatan wajah (yang sudah diperbolehkan secara agama Islam) tentunya kalau mengubah dengan cara operasi plastik (padahal tidak ada kecelakaan padanya) maka mengubah yang seperti inilah yang dilarang / tidak diperbolehkan. Bila kita tidak mau mencari kebenaran cek dan ricek terhadap sesuatu berita, maka berarti kita termasuk orang yang fasik (Al Hujurat ayat 6).


GRAFIK SKRINING TUMBUH KEMBANG ANAK YAITU TABEL DENVER II

Di dalam ilmu medis terhadap perkembangan tumbuh kembang anak ada disebut pemeriksaan Denver II adalah suatu pemeriksaan yang digunakan untuk screening perkembangan Anak dari lahir sampai usia 6 tahun, yang meliputi 4 aspek penilaian yaitu personal sosial, motorik kasar, bahasa, dan motorik halus dengan 125 item di dalamnya. Bayangkan 125 item yang (seharusnya) dicapai, namun ini tentulah untuk anak yang bukan kelainan kromosom (dalam arti bayi biasa), dikarenakan bayi DS adalah mengalami kondisi delay (keterlambatan).



Jadi Tabel Denver II adalah revisi utama dari standardisasi ulang dari Denver Development Screening Test (DDST) dan Revisied Denver Developmental Screening Test (DDST-R). Jadi Tabel Denver II bukanlah acuan untuk perbaikan fisik bayi, namun bertujuan untuk mendeteksi dan memantau perkembangan anak usia (0-6 tahun), mengajarkan perilaku anak sesuai usia, perkembangan gerakan motorik kasar dan motorik halus serta berbahasa (bicara). Jadi semakin serong ke kanan atas dan dicapai anak, maka itu berarti adalah perkembangan terbaik. Artinya jika dicurigai (anak) mengarah ke keterlambatan perkembangan, bisa segera merujuk ke tenaga fisioterapis dan terapis tentunya, bila ada penyertaan kelainan organ dalam setelah tes medis tentulah dirujukkan ke dokter spesialis tertentu.

Tidak ada salahnya bayi kelainan kromosompun (semacam Down Syndrome atau lainnya) orang tuanya berusaha memperbaiki semaksimal mungkin terhadap bayinya (pada Tabel Denver II). Masalah kurang bisa tercapai, adalah masalah lain. Demikian pula dengan TABEL TINGGI BADAN yang seharusnya dicapai oleh balita kita walaupun kondisinya Down Syndrome, karena delay-nya itu maka perbaikan yang bisa menyebabkan terlambatnya itu harus diupayakan agar tercapai. Tentu pencapaian yang cepat sesuai target, sangat diingini oleh semua orang tua bayi DS. Baiklah mari kita lanjutkan dengan salah satu ciri fisik bayi DS 1 per 1 :

CIRI 1. CIRI FISIK ANAK DS PENDEK (KURANG TINGGI BADAN)

Ada 2 CIRI FISIK DIPERBAIKI PADA METODE KAMI YAITU AGAR MASUK TABEL KESEHATAN TINGGI BADAN STANDARD WHO/KEDOKTERAN

Terhadap 2 macam pernyataan (pada latar belakang) ini marilah kita kaji bersandarkan dari sisi kesehatan, dari tabel kesehatan (tabel) WHO, tabel kesehatan anak standar medis. A. Di bidang kesehatan ada yang namanya TABEL TINGGI TUBUH dan sudah menjadi standar medis sebagai tolok ukur, misalkan balita (bawah lima tahun) laki-laki/perempuan usia sekian tahun maka harus tinggi sekian centimeter, yaitu :



TABEL TINGGI BADAN BALITA (MENURUT KESEHATAN/MEDIS)

Apa kegunaan tabel ini yaitu kalau si kecil (balita) tidak sesuai menurut tabel tinggi kesehatan ini, maka bisa berkonsultasi ke kami selagi bayi usia bawah 7 bulan ada treatment khusus dari kami agar kaki lebih panjang dan lehernya lebih jenjang.

Kalau usia remaja, anak kita tau ada sejak lama bisa diupayakan bertambah tinggi anak yaitu dengan olahraga berenang atau lompat-lompat di trampolin, ikhtiar ini adalah itjitihad (upaya yang boleh dilakukan dan tidak ada sangkut pautnya dengan ibadah dalam Al Qur'an dan hadist), diperbolehkan dan bukan berarti kita berusaha memanjangkan tinggi badan anak lantas dikatakan tudak menerima anak kita kurang tinggi (maaf : pendek). Jadi jika sejak bayi (seperti pada bayi Down Syndrome) pada fisioterapi kami berusaha menambah panjang leher agar lebih ada/lebih jenjang, kaki agar lebih panjang, sehingga harapannya bisa masuk tabel tinggi minimal saja tercapai (apalagi tinggi anak reguler), maka jangan lantas dikatakan tidak menerima penampilannya yang (bakal) pendek atau tidak iklhas atas kelahirannya yang rata-rata kita semua tau di banyak situs kesehatan bahwa anak DS nantinya akan  agak pendek/tidak bisa mencapai tabel tinggi badan minimal. Nah upaya dalam fisioterapi kami ada ikhtiar memperpanjang anggota tubuhnya, jangan lantas dikatakan tidak menerima penampilannya yang kurang tinggi, karena ikhtiar ini tak jauh beda dengan ikhtiar pada anak-anak biasa yang berenang dan lompat pada trampolin, tapi selagi masih bawah 1 tahun belum boleh menggunakan trampolin, maka kami ada cara khusus perpanjangan kaki & leher.

Bagi yang mengatakan tidak setuju bayi DS lebih dipanjangkan sebagai upaya, Karena landasan berpikir Anda (yang mengatakan tidak menerima/tidak ikhlas) yang harus dubah adalah mind set (pola pikirnya), karena upaya memanjangkan tubuh adalah untuk pencapaian tinggi badan yang sudah ditetapkan tabelnya oleh WHO (World Health Organization).

Leher kurang jenjang / kurang panjang dan kaki kurang panjang  tentu yang akan mempengaruhi tinggi tubuh anak DS) merupakan 2 buah ciri fisik penampilan yang hampir semua bayi DS mengalaminya.
Jadi tidak ada hubungannya berusaha /ikhtiar meninggikan anak DS agar masuk range tinggi badan anak biasa lantas dikatakan tidak ikhlas / tidak menerima dengan kondisinya.


SEBENARNYA BAGAIMANA SIKAP ORANG TUA YANG TIDAK MENERIMA ATAU TIDAK IKHLAS DIBANDING DENGAN YANG AKHIRNYA MENERIMA DAN KEMUDIAN BERIKHTIAR SECARA BANYAK (MENYELURUH) HINGGA PERBAIKAN FISIK WAJAH

at dengan pasal 77 Juncto Pasal 78 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 5 tahun penjara

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Merasa Malu, Ibu Buang Bayinya yang Dianggap Cacat", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2018/11/14/07453231/merasa-malu-ibu-buang-bayinya-yang-dianggap-cacat?page=all.
Penulis : Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Editor : Khairina

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
jerat dengan pasal 77 Juncto Pasal 78 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 5 tahun penjara

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Merasa Malu, Ibu Buang Bayinya yang Dianggap Cacat", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2018/11/14/07453231/merasa-malu-ibu-buang-bayinya-yang-dianggap-cacat?page=all.
Penulis : Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Editor : Khairina

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
dijerat dengan pasal 77 Juncto Pasal 78 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 5 tahun penjara

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Merasa Malu, Ibu Buang Bayinya yang Dianggap Cacat", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2018/11/14/07453231/merasa-malu-ibu-buang-bayinya-yang-dianggap-cacat?page=all.
Penulis : Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Editor : Khairina

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

 
GAMBAR ZONA MENERIMA (IKHTIAR) DAN ZONA TIDAK MENERIMA

 

Jadi maksud dari gambar di atas ada 2 zona yaitu ZONA MENERIMA/IKHLAS DAN ZONA TIDAK MENERIMA. 

Maksudnya adalah ;

Kasus 1 : Jika ada seorang istri hamil, lalu menerima kondisi bayinya yang dinyatakan Down Syndrome misal dengan USG 4 dimensi di usia 15 minggu atau dengan cara medis lainnya, lalu sikapnya menerima tetap atas kehamilannya, yaitu tidak akan mengaborsi / tidak menggugurkan si jabang bayi (janin).

Kasus 2 : Jika ada seorang istri hamil, lalu tidak menerima kondisi bayinya yang Down Syndrome saat dites kandungannya dengan alat medis yang canggih saat ini, maka kalau tindakannya mengaborsi (setelah bayi divonis DS oleh pihak medis), maka wanita tersebut berarti tidak menerima/tidak ikhlas (akan) melahirkan bayi DS, lalu melakukan aborsi. Dan bisa jadi di akhirat kelak tentu ada balasan dari sang Maha Pencipta atas apa yang diperbuat (pengaborsian tersebut), karena bayi mempunyai hak hidup.

Kasus 3 : Jika si bayi akhirnya lahir, kemudian ke 2 orang tuanya di zona tidak menerima, maka (ada saja kasus, ada di internet) salah satunya orang tuanya meminta bercerai, ada kasus yang ibu bayi tidak mau merawat bayinya, ada kasus yang ayahnya si bayi tidak mau merawat bayinya yang DS, kejadian ini pasti ada dan biasanya akhirnya nenek/ibu mertualah yang menjadi tempat agar si bayi dirawat dan dibesarkan. Atau ada juga berita di internet yang orang tua yang membuang bayinya yang kelainan, ataupun karena si bayi mengalami cacat lalu dibuang. Na'udzubillah.

dijerat dengan pasal 77 Juncto Pasal 78 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 5 tahun penjara

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Merasa Malu, Ibu Buang Bayinya yang Dianggap Cacat", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2018/11/14/07453231/merasa-malu-ibu-buang-bayinya-yang-dianggap-cacat?page=all.
Penulis : Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Editor : Khairina

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Catatan: Tindakan membuang bayi (apapun alasannya misal karena si bayi ada kelainan atau cacat) maka bisa dijerat pasal 77 juncto pasal 78 Undang-Undang Nomor 235 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 5 tahun kurungan penjara.

Karena anak adalah ujian (apapun kondisinya termasuk kelainan kromosom, autis dll) dan kedua orang tuanya harus merawat kesehatannya, membesarkan dan mendidik dengan upaya terbaik yang disanggupi, bukan dengan menelantarkannya (neglect), membuangnya, apalagi sampai bercerai karena melahirkan bayi DS. Jangan lupa juga apapun tindakan kita di dunia ini, nantinya akan diminta pertanggung jawaban di akhirat kelak.

Kasus 4 : Bayi DS diterima kelahirannya oleh kedua orang tuanya masuk zona menerima (syok dan stres), namun ke dua orang tuanya pasrah saja tidak memfisioterapi bayinya yang DS (mungkin karena masalah ekonomi), hanya dikasih makan, dimandikan, layaknya bayi biasa, akibatnya si bayi DS banyak kasus akhirnya tidak bisa jalan, ada pula yang akhirnya bisa jalan tapi sangat lama mungkin di usia 8 tahun atau 9 tahun. Yang tidak bisa jalan, si anak hanya goler-goleran/ berguling-guling saja di tempat tidur atau di lantai. Dan pada kasus ini bagi yang bayinya jantung bocor besar, dengan tidak dilakukan operasi bedah jantung maka tentu akhirnya dapat menjadi bengkak jantung, bayi biru di wajah, area mata, lalu kuku, akhirnya gagal jantung kemudian bayi akan meninggal.

Kasus 5 : Bayi DS lahir kemudian masuk orang tuanya zona menerima (walau syok dan stres), kemudian masuk tahap tes medis dan kemudian mulai masuk tahap mencari fisioterapis tumbuh kembang, lalu masuk tahap terapi wicara, terapi sensori integrasi, terapi okupasi. (Tapi tidak memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajah dan leher), merupakan sebuah pilihan, boleh saja mengikuti yang ini, namun kasihan bila wajahnya sangat parah kondisinya, bisa diejek, diledek nantinya saat usia 5 tahun 6 tahun oleh anak sebayanya, tentu bisa-bisa tidak mau ke sekolah nantinya.

Kasus 6 : Bayi DS lahir kemudian orang tuanya masuk zona menerima / ikhlas (walau syok dan stres), kemudian masuk tahap tes medis dan mencari fisioterapis tumbuh kembang ditambah perbaikan ciri-ciri fisik DS di wajah, leher dan sebagainya hingga tapak kaki (andaikan tapak kaki datar), memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajah, leher dan lain-lain merupakan pilihan, yang tentunya pastilah kondisinya penampilannya akan lebih baik daripada yang tidak dikurangi ciri-ciri fisik DS, lalu masuk tahap terapi wicara, terapi sensori integrasi, terapi okupasi. Pastilah hasilnya akan sangat baik dibandingkan kasus 5.


TENTU IKHTIAR TERBAIK ADALAH KASUS 6

Jadi pada kasus 6, kepada orang tuanya yang ikut fisioterapi kami yang tentu juga memperbaiki ciri-cirinya yaitu bukannya lantas berubah zona menjadi zona tidak menerima / tidak ikhlas atas bentuk wajahnya ataupun kelahirannya yang DS. Tapi perbaikan ciri-ciri fisik DS di wajah dan leher termasuk ikhtiar untuk kesehatan area wajah, kesehatan pernafasan, mencegah cepat kondisi degeneratif (penuaan dini) pada anak dan agar masuk ketinggian tubuh (minimal) tabel tinggi badan WHO yang maksudnya tentu terbaik adalah tinggi di atas minimal. 

Jadi janganlah orang tua yang memiliki anak DS yang tidak memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajah bayinya, lalu mengatakan kepada orang tua bayi DS lain yang memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajah bayinya dikatakan tidak menerima /  tidak ikhlas. Berpedoman pada Tabel Denver II artinya kalau diciptakan sebuah Tabel Perbaikan Terbanyak artinya yang semakin banyak yang diperbaiki tentulah semakin bagus karena semua perbaikan apapun itu (asalkan bukan mengubah atau melakukan operasi plastik karena dilarang syariat, ada kekecualian misalkan operasi bibir sumbing, operasi langit-langit atas dalam mulut andaikan tidak ada langit-langitnya) adalah juga merupakan ikhtiar perawatan kesehatan bayi, jadi perbaikan ciri-ciri fisik masuknya adalah di zona ikhtiar atau pada zona menerima untuk kebaikan kesehatan. Karena merawat bayi demi kesehatan dan tumbuh kembangnya adalah kewajiban bagi orang tuanya dan tidak dibatasi hanya di tubuh / badan bayi saja, tapi haruslah menyeluruh yaitu sampai ke mulut, bibir, lidah, gigi, sekitaran mata, telinga, hidung tentu sampai jalur dalam hidung dan tengkorak pun jangan sampai peyang.


MARI KITA BAHAS 1 PER 1 CIRI-CIRI FISIK DS DI WAJAH DAN LEHER MENGAPA DIKATAKAN UNTUK KESEHATAN DAN BUKAN MENGUBAH

CIRI 2. MATA KATARAK (KATARAK KONGENITAL)
Salah satu ciri fisik DS di area wajah, adalah pada matanya. Di banyak website kedokteran, salah satu ciri bayi Down Syndrome adalah adanya katarak di area mata bayi Down Syndrome.  Katarak pada bayi DS terjadi pada area pupil dan bewarna buram atau abu-abu, sehingga sangat mempengaruhi kesehatan mata.

Jika terhadap ciri fisik di mata ini bila ada ibu yang membawa bayinya/anak DS-nya ke rumah sakit khusus mata anak, lalu dilaser kataraknya agar sangat berkurang kataraknya (syukur-syukur bersih bagus tidak bersisa kataraknya), menjadi baik penglihatannya, tidak kabur/buram lagi, pupil mata menjadi jernih, apakah lantas ibu yang melakukan perbaikan ciri-ciri DS ini dikatakan tidak ikhlas atau tidak menerima dengan ciri DS tersebut ?

Menurut penulis ibu yang mengusahakan ini adalah ibu yang sangat hebat, yang sangat sayang kepada buah hati mereka, mau ke luar uang pribadi mereka untuk perbaikan demi kesehatan bayinya yang DS pada salah satu cirinya, yaitu kesehatan mata. Mari lihat gambar di bawah ini.



Maksud Gambar di atas ini adalah orang tua yang di zona menerima (ikhlas) bayinya Down Syndrome ini, penulis buat dalam 2 pilihan jalur perbaikan yaitu A dan B.

PERBAIKAN PILIHAN JALUR A :
 
Pada jalur A, orang tuanya mengikutkan latihan fisik Tumbuh Kembang pada bayinya yang DS, misalkan dengan rincian yang dilakukan, melatih:
1. Tengkurap
2. Didudukkan
3. Merayap
4. Duduk sendiri
5. Pemberdirian
6. Merangkak
7. Berdiri sendiri
8. Titah-melangkah
9. Berjalan

Kemudian dilakukan terapi lanjutan (anggaplah) kemampuan diurutkan dan dianggap bisa :
10. Dilatih terapi bicara
11. Dilatih sensori integrasi
12. Dilatih terapi okupasi

(Option/pilihan perbaikan juga pada jalur A, yang bayinya bermata katarak juga diperbaiki, jari di kaki polidaktili dioperasi). Mungkin juga tapak kaki datar diperbaiki. Mulut bibir atas yang jeding diperbaiki.

Namun pada jalur pilihan A ini, orang tuanya tidak terlalu banyak melakukan perbaikan fisik ciri-ciri DS, maka kondisinya bisa jadi masih tebal lipatan di pundak, panjang leher pun masih sangat pendek, lidah masih menjulur sehingga dengan kondisinya masih ngeces-ngeces air liurnya, tapak kaki datar tidak diperbaiki, sehingga sangat kasihan sekali (bisa Bapak/Ibu bayangkan) seperti apa kondisinya ke depannya.


PERBAIKAN PILIHAN JALUR B :
Pada jalur B, yang orang tuanya memilih perbaikan sebanyak-banyaknya ciri-ciri fisik Down Syndrome-nya banyak yang diperbaiki, jangan lupa dengan banyak pencapaian Tabel Denver II, semakin banyak yang dicapai semakin cerdas dan semakin bisa maam-macam, demikian pula pada fisioterapi kami, semakin ciri-ciri fisik DS diperbaiki sejak masih dini sebanyak mungkin :

*Pipi yang turun diperbaiki
*Kantung mata yang tebal ditipiskan
*Batang hidung yang flat dibuat ada
*Bibir atas yang jeding diratakan
*Mulut yang mangap dibuat mingkem
*Lidah yang suka menjulur (dikeluarkan)
*Kelopak telinga yang berlekuk dibetulkan kembali
*Mata sipit dibuat lebih lebar
*Mata sipit yg sudut miring naik dibuat agar rata
*Leher kurang jenjang dibuat lebih jenjang
*Kaki kurang panjang ditreatment agar lebih
*Jari kelingking bengkok
*Lipatan tebal di pundak
*Mata katarak dioperasi agar baik
*Jari tangan polidaktili dioperasi
*Jari kaki yang terjadi polidaktili dioperasi
*Tapak kaki datar diperbaiki agar ada celong/legoknya

Lalu yang jalur B juga dilakukan:
1. Tengkurap
2. Didudukkan
3. Merayap
4. Duduk sendiri
5. Pemberdirian
6. Merangkak
7. Berdiri sendiri
8. Titah-Melangkah
9. Berjalan
10. Terapi wicara
11. Terapi sensori integrasi
12. Terapi okupasi

Maka sudah terlihat dan bisa dibayangkan kondisi bayi DS yang difisioterapi jalur B tentunya akan sangat lebih baik.

Apa saja tujuan perbaikan ciri-ciri DS :

Ciri 3. Batang hidung antar mata yang rata
Nose bridge = jembatan hidung antar mata pada bayi Down Syndrome kebanyakan (hampir semua bayi DS) adalah flat / rata, jika kondisi ini tidak dibuat lebih muncul (lebih naik/lebih ada), maka bayi DS akan sering kali masalah di pernafasannya, yaitu saat pilek maka bagian ini akan menyebabkan slamp lendir (reak) yang mengental mudah sekali bayi DS segera membutuhkan alat uap (nebulizer), ibarat selang yang pengok / gepeng. sedangkan bila dibuat lebih ada/lebih muncul, maka akan lebih sehat dan ketahanan nafas & sangat berguna untuk kemampuan meniup saat latihan bicara (terapi wicara).



Kondisi low nasal bridge (batang hidung antar mata yang rendah) ini disebabkan oleh:
   -kelainan down syndrome
   -williams syndrome
   -cleidocranial dysostosis
   -congenital syphilis (saat ibu hamil terkena bakteri treponema pallidum


Perhatikan gambar ini, batang hidung yang rendah pada bayi DS, kalau kondisinya masih terus saja (tidak diusahakan agar lebih muncul/lebih tinggi), maka ibarat selang air yang tertindih (gepeng), sehingga bayi DS kalau bayi DS pilek, slamp lendir (reak) di area nose bridge ini akan lebih cepat mengental, sehingga bayi akan kesulitan bernafas, sehingga sedikit-sedikit bayi DS butuh diuap (dinebulizer). Jadi membuat batang hidung agar muncul (tidak flat) tidak rata, dalam arti ada numbuh 2 sampai 3 milimeter saja (apalagi lebih tinggi), sudah merupakan upaya yang baik. Kalau tinggi ibarat selang yang utuh (tidak pengok). Jadi mengupayakan agar batang hidung lebih ada/lebih muncul, bukanlah bermaksud mengubah wajahnya karena tidak ikhlas, tapi agar jalur bernafas lebih lega, lebih plong, sehingga saat pilekpun, tidak mudah sesak nafas sehingga tidak terlalu cepat butuh nebulizer. Jadi ujung dari perbaikan ciri fisik bagian ini adalah untuk kesehatan bernafas.


Ciri 4. Bibir atas yang suka maju (jeding)
Bila diperbaiki, maka bayi DS akan semakin berkurang ngeces (mengeluarkan air liur). Jadi bertujuan untuk kesehatan mulut.

Ciri 5. Mulut yang mangap
Bila diperbaiki / dikurangi kebiasaan mulut mangapnya, maka akan lebih sehat, bayi DS akan terkurangi jilat-jilat lantai atau permukaan lain, sehingga terhindar (meminimalisir) masuk bakteri/virus seperti rota virus melalui mulutnya. Sehingga lebih sehat (semakin jarang sakit).

Ciri 6. Kantung mata
Kantung mata juga sebaiknya
diperbaiki setipis mungkin, maka akan menghindari kondisi penuaan dini (degeneratif).

Ciri 7. Pipi yang agak tebal (kadang) turun
Bila dinaikkan, maka kondisi degeneratif akan lebih tertunda. Kadang ada juga yang tebal sebelah, sehingga tidak simetris, pernah ada kasus pipi divonis dokter ada kista, maka bila tidak diperbaiki/ditipiskan, suatu saat harus dioperasi kecil.

Ciri 8. Lipatan (nuchal fold) di pundak
Bila tidak diperbaiki (ditipiskan) maka lipatan yang sering (banyak) terjadi pada bayi DS akan mengakibatkan saat dilatih didudukkan, kepalanya dan lehernya mudah ambruk/jatuh ke depan atau ke belakang. Akibatnya pencapaian tabel Tumbuh Kembang dan Tabel Denver II tentu akan menjadi molor (mundur). Sedangkan bila ditipiskan, maka akan lebih cepat kepala dan leher tegak, sehingga pencapaian kemajuan tumbuh kembang akan lebih cepat.



Lipatan di Pundak bila ditipiskan maka  leher dan kepala lebih cepat kuat

Ciri 9. Kelopak telinga yang sering terjadi berlekuk/bergelombang 
Salah satu penyebabnya adalah akibat tertekan selang oksigen ventilator saat bayi dirawat pasca lahir dalam beberapa jam. Maka kalau diperbaiki dengan treatment yang benar ke kondisi awal sebelum tertekan selang ventilator, maka bentuk kelopak telinga akan lebih baik.

Ciri 10. Jari kelingking yang bengkok
Kadang bayi DS ada beberapa yang mengalami ruas jari kelingking tangan bengkok ke arah dalam, kalau diperbaiki bentuk tulangnya, maka pertumbuhan tulang jari akan lebih sehat.


KADANG BUTUH OPERASI KECIL UNTUK PERBAIKAN POLIDAKTILI

Ciri 11. Kadang jari kaki bayi DS ada saja yang berlebih (polidaktili)
Maka perbaikan kelebihan jari ini tentulah dengan dioperasi, tujuan adalah agar muat memakai sepatu. Tentu para orang tua sekalian sudah tau kegunaan sepatu.

Ciri 12. Kadang jari tangan bayi DS ada saja yang berlebih (polidaktili)
Maka kelebihan jari ini cara perbaikannya dengan dioperasi, tujuan adalah agar muat misalkan memakai sarung tangan laboratorium yaitu untik belajar di lab. kimia/lab. biologi, seandainya nanti sekolah menengah, jadinya untuk bidang pendidikan. Atau memakai sarung tangan motor kalau suatu saat bisa naik motor.  


KESIMPULAN MEMPERBAIKI CIRI-CIRI FISIK DI WAJAH BAYI DOWN SYNDROME BUKAN UNTUK MENGUBAH BENTUK WAJAH, TUJUANNYA ADALAH ;

A. BAYI LEBIH SEHAT, KARENA JALUR NAFAS JEMBATAN HIDUNG DILEBARKAN

B. LIPATAN DI PUNDAK DITIPISKAN LEBIH CEPAT KUAT SAAT DIURUT

C. MEMINIMALISIR DEGENERATIF (PENUAAN DINI) AGAR TIDAK CEPAT TERLIHAT TUA

D.  LEBIH KUAT BERNAFAS KARENA JALUR HIDUNG DIPERLEBAR, KETAHANAN NAFAS SEPERTI MENIUP LEBIH KUAT YAITU SAAT DILATIH TERAPI WICARA NANTINYA

E. PENGLIHATAN LEBIH BAIK, JIKA MATA SIPIT LEBIH DILEBARKAN AKIBAT JARINGAN IKAT PELUPUK MATA TEBAL YANG AGAK TURUN DAN (BILA ADA) KATARAK DIPERBAIKI

F. KAKI DAN LEHER LEBIH PANJANG MAKA PENCAPAIAN TABEL TINGGI BADAN MENURUT KESEHATAN LEBIH MENDEKATI (PALING TIDAK DI MINIMAL) BUKAN DI LUAR BATAS MINIMAL, DAN DAMPAKNYA 

G. AREA BIBIR DAN MEMINIMAL MANGAP DAN LIDAH KE LUAR, MAKA BAYI LEBIH SEHAT DAN PERILAKU TAMPILAN DI WAJAH LEBIH BAIK


MASIH BANYAK LAGI KEBAIKAN MANFAAT YANG DIDAPATKAN DENGAN CIRI-CIRI FISIK DS DIPERBAIKI.

Jadi memperbaiki banyak ciri-ciri fisik Down Syndrome adalah tentu sangat lebih baik. Dengan diperbaiki sebanyak mungkin pastilah akan berkorelasi positif dengan tubuhnya yang semakin lebih sehat, tentulah semoga semakin semakin baik ketahanan nafasnya (karena batang hidung antar mata diperbaiki), semakin tidak terlalu cepat butuh alat nebulizer kalau pilek yang membuat mampet, ketinggian tubuh semakin baik sehingga suatu saat dengan kaki panjang normal begitu terapi ketangkasan berjalan yang setiap langkah harus bisa jauh semakin mudah dijangkau kakinya, dan semakin tinggi rasa PD (Percaya Diri) dalam pergaulan berinteraksi sosial di lingkungannya dan dengan difisioterapi otak metode kami, sudah terbukti semakin bertambah kecerdasannya dan banyak akalnya.


Jadi orang tua pemilik anak DS yang berkata bahwa memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajah dikatakan mengubah wajahnya maka dikatakan ke ibu pasien kami berarti tidak menerima kondisi bayinya yang DS atau tidak ikhlas dengan wajahnya yang sudah demikian adalah tidak berdasar adalah TIDAK BENAR alias NGAWUR.


TETAP POSITIF THINKING
Kepada para orang tua pasien yang ikut metode latihan fisik dan treatment usap dan urut kami, tetaplah positif thinking dengan perkataan yang tidak mengenakkan di hati, semoga dengan penjelasan tabel di atas, semoga orang-orang yang sempit (cara berpikirnya) menjadi tercerahkan juga. 

Tidak usah dihiraukan orang di luaran yang mengatakan kepada ibu bahwa tidak ikhlas/tidak menerima atas perbaikan maksimal terbaik yang Bapak/ibu lakukan demi memberikan yang terbaik untuk bayi Ibu. Kalian adalah pejuang terhebat dengan usaha terbaik bagi bayi-bayimu dengan memperbaiki ciri-ciri fisik di wajahnya. Semakin banyak yang diperbaiki, semoga semakin baik untuk perkembangan kondisi anak, jangan berkecil hati dengan orang-orang lain (padahal) mereka juga punya bayi/anak Down syndrome tapi kepada mereka ini yang tidak mengurangi ciri-ciri DS di wajahnya karena beralasan kalau memperbaiki ciri-ciri DS di wajah TIDAK SAMA DENGAN MENGUBAH WAJAH.

Karena mengurangi dengan memperbaiki ciri-ciri fisik DS di wajah bukanlah mengubah wajah. Layaknya remaja laki-perempuan dan wanita yang ke salon memperbaiki flek, pori-pori di wajah yang besar, kantung mata, jaringan kulit mulai turun semua ini adalah untuk perawatan agar wajah lebih sehat terawat, mencegah penuaan dini (degeneratif), terbukti salon diperbolehkan di seluruh dunia, tidak dilarang secara syariat agama, dikarenakan perawatan salon bukanlah mengubah wajah. Sama dengan metode kami memperbaiki (ciri-ciri fisik DS di wajah, leher, pundak) dan merawat wajah bayi DS bukanlah mengubah wajah tapi untuk perbaikan dan perawatan serta kesehatan.


YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN MENGUBAH WAJAH ADALAH DENGAN OPERASI PLASTIK DENGAN MAKSUD (TUJUAN) MENGUBAH MENJADI TAMBAH CANTIK (MEMPERCANTIK) SEDANGKAN KONDISI TIDAK ADA KELAINAN KROMOSOM APAPUN PADA TUBUHNYA

Jadi yang mengubah wajah dengan operasi plastik dengan tujuan menambah kecantikan tanpa ada sebab musabab masalah kesehatan, jaringan di wajah sebenarnya elastis dan sehat maka mengubahnya menjadi cantik secara hukum syariat (Islam) tidak diperbolehkan

(Ada kekecualian) Kini kasus khusus kalau mengembalikan wajah ke kondisi kecantikan semula/merekonsttuksi kembali (dengan operasi plastik) misalkan karena rusak akibat kecelakaan. Korban perang misalkan hidung rusak kena pedang, maka diperbolehkan operasi plastik. [HR An-Nasai 5161, Abu Daud 4232).

Tidak ada larangan tentang merawat wajah misalkan berkantung mata, pipi yang turun, flek hitam di wajah agar hilang, pori-pori di wajah kelewat lebar agar lebih rapat dan masalah-masalah di wajah lainnya agar mengurangi cepatnya kondisi degeneratif (lekas tua) lalu dirawat agar lebih rapat ke salon-salon seperti yang dilakukan wanita-wanita dan pria-pria masa kini dan semua tujuan perawatan wajah ini pada salon-salon di seluruh dunia dimanapun diperbolehkan karena berprinsip yaitu adalah untuk perawatan kesehatan.

Kepada ibu siapapun yang berkata tidak ikhas jika bayi DS diubah wajahnya (padahal memperbaiki ciri-ciri DS pada bayi) terhadap ibu pasien kami agar kantung mata bayi DS ibu sudah demikian jadi jangan diubah jangan diperbaiki, pipi bayi DS memang tebal dan kondisi suka turun sudah demikian adanya pada bayi ini jadi tidak usah diubah. Bisa jadi malahan ibu-ibu tersebut suka ke salon memperbaiki kantung mata di wajahnya sendiri (entah suatu saat nanti), mungkin menaikkan pipi yang mulai turun agar tidak ingin terlihat lekas tua (degeneratif), dan masalah-masalah lain di wajahnya di salon. Kalau mengatakan kantung mata, pipi yang turun pada bayi DS diperbaiki adalah mengubah wajah, harusnya para ibu-ibu yang berpendapat demikian jangan Anda ke salon kecantikan, ya dong ?

Berpikirlah out of the box, buka wawasan pola berpikir dan berpikir kreatif demi masa depan anak yang lebih baik.

Artikel di atas ini merupakan sambungan dari : Ciri-ciri fisik Bayi DS

Arti congenital : kondisi medis  yang biasanya diturunkan pada bayi sebelum dilahirkan hingga sesudah dilahirkan, seperti katarak bayi (sejak lahir sudah ada) dan kondisi polidaktili (jari berlebih).

Salam,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
Konsultan Fisioterapi Bayi DS
Smskan nomor WA ke 081386837511
Https://terapidzikirds21.com
Https://kprihatmono.blogspot.com
DM ke IG : terapidzikirds21
Youtube : Kurniawan Prihatmono

Mengapa saya tidak mencantumkan nomor WA di website ? Karena (maaf) banyak yang menelfon, tapi hanya ingin tau caranya, namun belum tentu orang itu punya bayi DS.

Senin, 20 Desember 2021

Kisah Nyata Bukti Hasil Latihan Fisik Kami Pada Bayi Down Syndrome Dari Tambun Utara Jawa Barat

KISAH BERIKUT SUDAH ATAS SEIZIN KE 2 ORANG TUA BAYI DAN PENULIS TEMUKAN  YOUTUBENYA (ARSAKA CHANEL) ATAS INFO DARI SALAH SATU IBU PASIEN KAMI DARI DEPOK DI SAAT SAKA TELAH BERUSIA 13,5 BULAN, SEMOGA MEMOTIVASI ORANG TUA PEMILIK DS LAINNYA DENGAN METODE LATIHAN FISIK DAN TREATMENT USAPAN DI WAJAH DAN URUT TUBUH BANYAK SEKALI KEMAJUAN PERBAIKAN
======================================


Kehamilan sudah pasti menjadikan kebahagiaan pada pasangan suami istri, karena tak jarang suami istri yang bisa hamil setelah belasan tahun menikah. Menantikan kelahiran si buah hati adalah suatu hal yang ditunggu-tunggu. Momen kehadiran dan pertumbuhan dalam rahim saja menjadi proses bulanan yang berharap cemas  akan kondisi si kecil, seperti yang dialami pasangan suami istri dari Tambun Utara dalam penantian kelahiran anak ke 3 mereka. Terlebih saat sudah hamil besar tinggal 1 bulan atau 2 bulan masa melahirkan, kedua orang tua biasanya sudah tidak sabar menunggu hari kelahirannya. 

Namun begitu dilahirkan dan melihat kondisinya, dari ciri-ciri fisik luar, wajah, lipatan tebal di pundak, suara nangis yang berat, putus-putus atau tercekat.Terlebih vonis dari pihak medis dikatakan suspect Down Syndrome (DS) kemudian atas saran dokter untuk dilakukan tes kromosom dan setelah ke luar hasilnya malahan kecemasan, syok berat semakin tinggi begitu hasil tes kromosom didapatkan hasilnya 3 minggu kemudian benar Down Syndrome.

Adalah sebuah keluarga sederhana di Tambun Utara ini, istrinya yang seorang ibu rumah tanggga, suaminya seorang karyawan swasta, betapa sedih, syok dan khawatir akan kondisinya nanti berteman (bergaul) dan tumbuh kembangnya apakah bisa baik, demikian pemikiran ayah dan ibunya bercerita ke penulis: dikatakan ayah Saka di saat sudah menemukan blogspot penulis bercerita (curhat), bukan tidak bersyukur atas kelahirannya, tapi lebih kepada kekhawatiran kondisinya, karena tulisan di internet rata-rata tidak sampai ke perbaikan ciri-ciri fisik DS agar dikurangi :

"Wah saya dan istri nangisan aja ber dua pak Kurniawan berhari-hari berminggu-minggu sampai bulanan bareng istri di kamar melihat kondisi Saka. Apalagi begitu ke luar hasil tes kromosom Saka dinyatakan benar DS, langsung saya browsing di usia 3 mingguannya, saya cari-cari apakah ada yang bisa memperbaiki dan melatih tumbuh kembang & perbaikan ciri-ciri DS di wajah, tapi begitu saya menemukan blogspot Pak Kurniawan, ternyata banyak yang bisa diperbaiki, alhamdulillah saya pikir ini semoga ada harapan lebih baik untuk Saka agar menjadi lebih baik kondisi penampilannya dan tumbuh kembangnya & semoga banyak yang bisa diperbaiki." demikian pikir ayahnya Saka.

Maka langsung (saat bertemu ayahnya Saka) berceritalah panjang lebar dan berkata : "Saya langsung sms nomor handphone pak Kurniawan". Dan kata ayah Saka : "Saya juga langsung ikut Sahabat Potads Indonesia 6 dan ikut Potads Regional Bekasi. Untuk menambah pengetahuan tentang anak DS (ke depannya) dan agar kita saling menguatkan saat mental kita down", demikian kata ayah Saka.

Dan usia 3 mingguan itu penulis langsung minta nomor WA ayah Saka, dan inilah kisahnya dari sisi penulis:
Suatu hari 12 November 2020 lalu seorang ayah menghubungi saya melalui sms dan menanyakan apa benar ini Pak Kurniawan, yang untuk perbaikan tumbuh kembang bayi DS ? Saya  Jawab : "Iya betul Pak." dan akhirnya kami langsung berteman Whatapp. Dan langsung penulis tanyakan data-data sehubungan kondisi kelahiran dan tes-tes medis apa saja yang sudah dilakukan. Termasuk beberapa phose foto wajah, suara nangis dan gerakannya. Kenapa butuh foto, karena nanti akan diperbaiki sebanyak-banyaknya ciri-ciri di wajahnya dan seputaran leher dan kaki dan perut. Termasuk perbaikan suara nangis yang masih terputus-putus. (Tapi perbaikan tidak termasuk panca indera). Temasuk tes telinga di rumah sakit, ternyata kondisi masih Refer dan suara nangis masih berat dan tercekat.

Sumber Youtube : Arsaka Chanel
Terlihat di menit ke 3 video ini, Saka dengan dilatih fisik dengan lembut kasih sayang dan memberi contoh pada ibu &  ayahnya agar bisa diulang di rumah sendiri setiap fase tahapannya

Setelah kemarin melalui WA penulis jelaskan gambaran diagnosa pada bagian-bagian mana saja ciri-ciri fisik DS-nya yang ditandakan dengan penulis penulis berikan / kirimkan ke ayahnya Saka dan sekilas cara memperbaiki dengan usapan yang benar arahnya lalu dengan logika permisalan arah yang benar (melalui WA), karena banyak di media sosial (penulis jelaskan ke ayahnya Saka), bahwa kini bertebaran video-video mengusap dengan arah yang tidak benar di wajahnya sehingga nantinya bukan makin menjadi baik kondisi wajahnya, arah usapan yang salah akan semakin membuat tidak bagus kondisi ciri-ciri DS di wajahnya, misalkan ada video yang di bagian hidung bukannya bagian antar mata yang agar dibuat agar lebih muncul/lebih ada, tapi malahan bagian bawah hidung yang dibuat lebih bangir, menjadi lebar di bagian bawah, sehingga hidung bagian antar mata (nose bridge) yang flat (rata) tetap rata.


ADA YANG BERPENDAPAT KALAU MEMBAGUSKAN WAJAH BAYI DS BERARTI TIDAK IKHLAS MENERIMA KELAHIRANNYA YANG SUDAH BERWAJAH DEMIKIAN...NO..NO..NO INI PENDAPAT YANG SANGAT TIDAK BERDASAR, JANGAN BERPIKIRAN SEMPIT

Kepada ayah Saka penulis jelaskan bahwa perbaikan ciri-ciri fisik DS yang akan diperbaiki pada pada wajah bayi (tentu) tidak ada hubungan bahwa berarti orang tuanya tidak ikhlas menerima kondisinya, bahkan perbaikan pada wajah merupakan ikhtiar yang diperbolehkan di manapun di dunia ini, silakan dibaca artikel website berikut: https://kprihatmono.blogspot.com/2020_10_20_archive.html?m=0

Lalu ayahnya Saka bertanya apa benar ciri-ciri fisik DS tidak bisa diperbaiki, karena banyak saya baca dan dari pihak medis pun berkata demikian, lalu penulis jelaskan ciri-ciri DS dan penguatan di tubuhnya yang bisa diperbaiki pada metode kami, dan hasil kami banyak menjadi anak DS percontohan hasil terbaik di beberapa rumah sakit di beberapa propinsi di Indonesia :

http://kprihatmono.blogspot.com/2021/11/ciri-ciri-fisik-pada-penampilan-akibat.html

Jadi sudah seharusnyalah jika mengikuti latihan bagi bayi Down Syndrome harus dilihat oleh orang tuanya, paling tidak diintip dari jauh (misalkan di balik pintu) tujuannya adalah :

1. Agar orang tuanya bisa mengulang caranya dilakukan kembali rumah, sehingga kemajuan tumbuh kembang akan lebih cepat
2. Agar orang tuanya melihat  bahwa bayinya diperlakukan tidak dengan kasar, karena cara kasar aka membuat mental bayi menjadi trauma dan kesal sehingga bisa menjadi anak yang kasar nantinya
3. dan agar bisa dilihat bayi selama dilatih kondisi yang nangis kalau dilanjut terus, bisa berakibat kurang baik. Khususnya bagi yang ada jantung bocor kaau menangis masih dilanjut terus maka bisa membahayakan jantungnya khususnya bagi yang ada jantung bocor (Kelainan Jantung Bawaan) bocor di ASD, VSD atau lainnya, seperti bisa bengkak jantung (cardiomegali), bocor bisa makin besar ataupun yang hipertensi pulmonal (PH) di jalur arteri maka bisa menjadi makin parah hipertensinya bagi yang  mengalami bocor di jalur arteri PDA

SEBAIKNYA DENGAN PEMBIMBINGAN YANG SUDAH BERPENGALAMAN

Jadi ada 2 hal yang sebaiknya para orang tua harus hati-hati agar bayi DS (1) jangan sampai orang tua tidak mengetahui / tidak melihat bayinya tidak diperlakukan agar tidak dengan cara-cara kasar dengan yang tidak dapat melihatnya saat proses berlangsung, (2)  untuk yang melatih  sendiri di rumah jangan asal mengikuti video di media sosial yang tidak menjelaskan tujuan sebuah treatment (arah usapan dan cara urut) yang dilakukan, karena salah arah usap di wajah bisa membuat ciri fisik DS justru semakin tidak baik.

Contoh di bagian pipi yang salah arah, maka bisa membuat pipi bayi DS yang cenderung lemas (ngondoi) ke bawah akan semakin turun (tebal di bawah) :


Sumber Youtube Kurniawan Prihatmono : Arah mengusap pipi yang kurang benar

Apa dampak mengusap pipi yang salah ?

Bayi Down syndrome kebanyakan memiliki pipi yang agak tebal dan kondisi pipi seringkali lemas menggelayut (ngondoi), maka bila diusap dengan arah seperti pada video di atas ini, pipi yang turun justru akan semakin turun dan tebal di bagian bawah. Itulah sebabnya maka bila punya bayi Down Syndrome tidak bisa sekedar cari-cari sendiri video di media ssosial tanpa ada penjelasan treatment dilakukan, alhamdulillah kami sudah dengan ratusan bayi yang sudah membuktikan hasil yang baik (testimoni-testimoni).


PRINSIP ADALAH: bila kita perhatikan sebuah kepala menekin, lalu pada wajah / pipinya kita lumuri (balurkan) tanah liat, kemudian usap ke bawah sesuai video ini, maka dampaknya pasti pipi yang tebal akan semakin turun.

Cara mengusap dan arah yang benar seharusnya adalah perhatikan video berikut :



Sumber Youtube Kurniawan Prihatmono : Cara dan Arah mengusap Pipi
Baiy Down Syndrome yang benar


Jadi dengan melihat video ini, maka usapan pipi diarahkan ke bagian telinga (serong menyamping ke atas), ternyata telinga berdasarkan ilmu anatomi fisiologi tubuh manusia merupakan bagian yang cukup kuat yang Allah ciptakan. Ternyata dengan diarahkan ke bagian ini pada bayi DS kondisi pipi yang menggelayut menjadi lebih baik (pada bayi biasa, pipi yang tebal akan berkurang sendiri karena sudah elastis pada usia 7 atau 8 bulan usia bayi), sedangkan pada bayi Down Syndrome perlu dibantu agar naik dan menjadi lebih elastis kuat. Jadi kalau da orang yang berkata cari saja cara mengusap wajah bayi di media sosial kita harus pintar-pintar mencarinya, ini merupakan pendapat yang bisa berakibat kurang baik kalau para ibu-ibu tidak punya patokan yang benar adalah video yang mana, sedangkan pada video yang dibuat rata-rata saat sedang diusap atau diurut tidak menjelaskan untuk apa kegunaan dilakukan arah tersebut pada video di media sosial tersebut (sebaiknya jangan asal contoh karena tidak jelas peruntukannya). Ada video yang mengurut bayi Down Syndrome cara di-squeeze (diremas agak diplintir) ini bisa berakibat kurang baik pada jaringan kulit jangatnya (di bawah kulit ari : kulit jangat terletak di antara epidermis dan hipodermis). Padahal banyak sekali bayi DS terlahir prematur  sehingga jaringan kulit jangat & ototnya sangat kendur dan lembek, kalau diurut dengan disqueeze maka bisa tidak baik kondisinya.





ARAH USAPAN SETIAP CIRI DS PUNYA ARAH YANG BERBEDA DENGAN TUJUAN PERBAIKAN CIRI PER CIRI

Dan di beberapa bagian wajah, seperti kantung mata yang tebal, pelipis yang tebal, , mata yang sipit (terlebih ada sudut mata yang miring) dan pundak yang tebal memliki arah yang berbeda lagi, jadi tidak sama antar setiap ciri-ciri DS di dalam memperbaikinya. Jadi sebaiknya jangan melakukan treatment sendiri tanpa pembimbingan.

Dan perbaikan suara nangis dengan didoakan agar saluran nafas dan tenggorokan menjadi lebih baik, jadinya atas ijin Allah nantinya terlihat bukti perkembangan baik suara nangisnya sangat lapas dan lancar tidak terputus ataupun tercekat. Kemampuan ini tidak dimiliki oleh sembarang orang, tapi dengan  kepekaan kemampuan doa terhadap terapi organ dalam yang sedang dilakukan, bayinya bukan dipaksa untuk menangis, tapi hanya dipegang saja 2 organ ini dan ini dalam beberapa kali demikian penulis jelaskan.

Alhamdulillah akhirnya ayah Saka ini langsung setuju karena sangat banyak yang bisa diperbaiki dengan metode kami dan terbukti, pada video usia 4 bulan berikut :


Sumber Youtube : Arsaka Chanel, suara nangis usia 4 bulannya


Saka di usia 6 bulan ciri di wajah mulai berkurang dan
sudah bisa tengkurap kepala tegak


LATIHAN PEGANG LANGSUNG SAKA JUMLAHNYA BISA DIHITUNG JARI

Ayah Saka / ibunya atas pembimbingan kami selalu rajin menginfokan perkembangan Saka ke kami. Saka hanya latihan fisik pegang langsung 2x / bukan, itupun dikarenakan kondisi masih PANDEMI COVID cukup tinggi pada awalnya hanya bisa dipegang langsung di November - Desember 2020 (4x) lalu pandemi tinggi, lalu pegang langsung di Februari-Maret-April 2021 (7x) kemudian Mei-September 2021 pegang langsung distop kembali karena Covid sangat tinggi kembali, baru mulai pegang langsung kembali di akhir September hingga Desember pertengahan ini baru 6x jadi total pegang langsung bisa dihitung jari baru 17x dalam masa 12 bulan (sejak usia 1 bulan). Tidak ada yang tidak mungkin atas Ke Maha KuasaNya Allah melalui orang yang diberi kemampuan di bidangnya dan melalui kepekaan rasa hati dalam doanya. Saka akhirnya setelah usia masuk fase duduk, Saka di usia 7 bulan :



Sumber Youtube : Arsaka Chanel, suara nangis usia 7 bulannya

Akhirnya Saka masuk masa titah-titah di usia 12 bulan :


Sumber Youtube Arsaka Chanel : Saka usia 12 bulan sudah dititah


Dan semakin hari dengan pengajaran dan pembimbingan dari kami kepada orang tuanya Saka, agar diusap dengan arah dan cara lembut kasih sayang sambil dido'akan, wajah Saka pun juga semakin lebih baik ciri-ciri fisik DS nya pun semakin berkurang. Kini di usia 14 bulan (kurang beberapa hari) wajah Saka terkini adalah:


Kondisi Saka, sudah sangat jauh lebih baik:

Kantung mata sudah sangaaatt tipis
Bukaan kelopak mata sudah lebar
Tatapan fokus, tajam melihat ke orang & sekitarnya
Wajah sudah tidak terlihat layu / sayu
Pipi tidak turun
Mulut sudah tidak banyak mangap apalagi ngeces
Mata tidak suka bengong ataupun tatapan kosong
Usia 13 bulan sudah bisa berdiri sendiri agak lama dan mulai titah bantuan pegang tangan 1
Pendengarannya sudah baik (sejak usia 7 bulan)

Di akhir video youtube (Arsakachanel), terlihat ayahnya Saka dan saya (penulis) berkata ke ayahnya Saka : "Heran ya Pak masih saja ada yang nanya bener atau gak ya Pak, padahal ini buktinya ini ya Pak, Saka sudah sangat lebih bagus wajahnya dan tumbuh kembangnya 13 bulan sudah bisa ini (berdiri sendiri dan dititah)." Yang langsung diiyakan oleh ayah Saka yang terheran-heran dengan orang tua di luaran masih saja mempertanyakan.

Kepada para ibu, kami latih Anda dimanapun berada menjadi ibu yang sabar, tegar, tangan & hati lembut penuh kasih sayang untuk sang buah hati, semoga membuahkan hasil terbaik atas izin Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa Sang Pencipta.

Ingat : CIRI-CIRI FISIK DOWN SYNDROME PADA PENAMPILAN TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN UNTUK DIPERBAIKI & DIKURANGI, DAMPAK  BAIK HASILNYA, SEDIKIT HINGGA BANYAK AKAN MEMPENGARUHI PENAMPILANNNYA DIBANDINGKAN SAAT USIA 0 BULAN - 6 BULANNYA, SEHINGGA AKAN SANGAT JAUH LEBIH BAIK. ASALKAN SEDINI MUNGKIN. (DAN BUKAN PADA PANCA INDERA).

Penulis Ucapkan : Selamat hari ibu 22 Desember.  BUAT ibu-ibu yang penuh semangat dengan usaha yang maksimal kepada buah hatinya dengan tidak berpasrah saja, kami do'akan semoga abak-anak ibu sekalian menjadi anak mandiri yang sejahtera kelak, amiin.

Semoga kisah nyata ini memberikan banyak harapan bayi Ibu ke depannya dan tidak lagi bertanya-tanya apa benar ? Dengan banyak solusi perbaikan pada bayi DS metode kami, iringi dengan ikhtiar rajin yang baik dan sabar dengan doa dan selalu semangat untuk buah hati ibu semua di seluruh Indonesia. Semoga contoh hasil Saka ini metode kami memberikan harapan baru yang lebih baik. Aamiin.


DAPAT REZEKI DARI ARSAKA CHANEL
AKHIR KATA: Semua video ini sudah diplublish oleh orang tuanya Saka di Youtube, tentu ada saja orang tua lain yang munngkin tidak sepaham atas dimuatnya video di youtube adalah kembali kepada masing-masing, bagi ayahnya Saka menebarkan ilmu semoga dapat meninggalkan ilmu bermanfaat selagi hidup di dunia bagi orang lain, yang tidak baik adalah yang berkomentar negatif, tapi dalam hidupnya tidak pernah menebar ilmu bermanfaat. Jadilah pribadi yang banyak manfaat untuk orang banyak. Dan kini ayah Saka, malahan mulai mendapat rezeki dari chanel youtube-nya, alhamdulillah. Padahal semula hanyaah ingin agar momen anaknya tidak hilang dari gallery handphone-nya.

Tentu saja ada saja orang tua yang mungkin berkomentar tidak setuju (apapun dalam kehidupan ini), tapi sebagai netizen, semoga tidak hanya bisa berkata yang tidak baik atas youtube orang lain, alangkah baiknya memberikan / menebar ilmu, semoga ayah Saka & ibunya mendapat amal atas ilmu yang ditinggalkan selama hidup di dunia. Aamiin. Semoga menginpirasi.
Akhir kata teriring do'a dari kami semoga ayah Saka sekeluarga selalu dilindungi Allah SWT dan semoga Saka menjadi anak cerdas, pintar dan sholeh. Dan semua bayi-bayi/anak-anak DS dimana-mana semoga baik-baik selalu. Aamiin.

https://www.youtube.com/channel/UCSCXy_fScqmEyhY74FEqB8w



Metode latihan fisik kami pada dasarnya bisa untuk se Indonesia hingga Malaysia adalah dengan home visit (khususnya Jabodetabek, Cikarang, Banten Bintaro hingga Serpong) dan dan dengan pengiriman video latihan fisik dengan doa disertai pembimbingan dan perlibatan orang tuanya agar bisa mentreatment (mengusap, mengurut, menstimulus dan melatih) dengan lembut dan cinta kasih sayang yang disertai dengan do'a kepada bayinya dengan pola, cara dan arah yang benar (bukan yang membuat ciri di wajah semakin tidak baik), sehingga bisa dilakukan di rumah secara mandiri dimanapun berada, sehingga dapat meminimalisir bayi sakit akibat capek, drop & sakit. 

Sehingga hasilnya sangat lebih cepat bisa melangkah & jalan bahkan ditambah ciri-ciri DS dikurangi diperbaiki di wajah menjadi lebih baik dan dengan ke doa ke otaknya semoga bayi akan lebih cerdas dan banyak akal. Rata-rata 90an% bayi DS kami bisa dititah di usia 13-14-15 bulan (bisa jalan di usia 15-16-17 bulan), bagi bayi DS yang jantung bedah terbuka dada rata-rata bisa dititah di usia 14-15-16 bulan dan bisa melangkah di usia 18-21 bulan. Tersisa bayi DS kurang dari 9% bagi yang leukimia, mata nistagmus dan GERD parah atau bayi DS yang kondisinya harus dioperasi sampai 2x (lebih) misalkan jantung & hernia, bisa dititah di usia 2 tahunan-2,5 tahun- 3 tahun tergantung keparahan kondisi.
Cara kami tidak dengan kasar, bayi tidak diikat-ikat, dan kalau menangis harus dihentikan dulu, dihibur dulu sehingga bayi tidak merasa dikasari, bayi akan nyaman, senang dan terhindar dari mental kesal traumaan dan terhindar dari emosian (akibat cara yang terakumulasi tidak baik) jadi tercegah nantinya di usia tertentu penyimpangan perilaku yang banyak terjadi pada bayi DS didi luaran kami yaitu menjadi suka memukul kepala, hiperaktif dan tantrum.

Hubungi:
Drs.R. Kurniawan Prihatmono
081386837511


Menerima agama apapun (Islam Protestan, Katholik, Budha, Hindu) silakan berdo'a menurut agamanya masing-masing & suku apapun.

Rabu, 17 November 2021

Pendapat Yang Menyatakan Ciri-ciri Fisik Penampilan Tidak Dapat Diperbaiki Pada Bayi Down Syndrome, Gugur Sudah, Ada Banyak Ciri Yang Bisa Diperbaiki.

LATAR BELAKANG PENULISAN

1. Ada orang yang mengatakan bahwa kondisi kelainan yang dialami (bayi/anak) Down Syndrome tidak ada tingkatan ringan, menengah dan parah (dikatakan oleh orang tersebut dilanjutkan bahwa) yang ada hanyalah dalam bentuk tipe saja, yaitu tipe Mosaik, Translokasi dan Trisomi 21 saja, benarkah pernyataan ini ?

2. Ada yang mengatakan dalam 2 buah kalimat pernyataan berbeda : 1). Down Syndrome tidak dapat disembuhkan. 2). Dan ciri-ciri fisik penampilan Down Syndrome juga tidak dapat diperbaiki, benarkah pendapat ini di masa kini ?

Sebelum ke pembahasan bayi DS mengapa ada jenis ringan, menengah atau parah, sebaiknya fahami dulu 3 tipe Down Syndrome:

https://www.halodoc.com/artikel/3-Tipe-Sindrom-Down-yang-perlu-diketahui

  1. Trisomi 21

Ini adalah tipe paling umum dari sindrom down yang terjadi ketika ada tiga kromosom nomor 21 yang ada di setiap sel tubuh. Alih-alih 46 kromosom yang biasa, seseorang dengan sindrom down memiliki 47. Ini adalah materi genetik tambahan yang mengubah jalannya perkembangan dan menyebabkan karakteristik yang terkait dengan down sindrom. Jenis sindrom down ini paling banyak ditemui dengan persentase kasus mencapai 95 persen per 100 bayi DS.

  1. Translokasi

Dalam translokasi, bagian dari kromosom 21 berdiam selama pembelahan sel dan menempel di kromosom lain, biasanya kromosom 14. Sementara jumlah total kromosom dalam sel tetap 46, kehadiran bagian tambahan kromosom 21 menyebabkan karakteristik sindrom down. Sindrom jenis translokasi menyumbang 4 persen dari semua kasus sindrom down.

  1. Mosaik

Setiap sel dalam tubuh manusia berasal dari satu sel awal telur yang dibuahi yang biasa disebut zigot. Setelah pembuahan, zigot kemudian mulai membelah. Ketika sel-sel baru terbentuk, kromosom menggandakan diri sehingga sel-sel yang dihasilkan memiliki jumlah kromosom yang sama dengan sel aslinya. Kadang-kadang kesalahan terjadi dan satu sel berakhir dengan jumlah kromosom yang berbeda. Ketika seseorang memiliki lebih dari satu jenis riasan kromosom, itu disebut mosaikisme, seperti gaya seni mosaik di mana gambar terdiri dari berbagai warna ubin. Pada sindrom down, mosaikisme berarti beberapa sel tubuh memiliki trisomi 21, dan sebagian lainnya memiliki jumlah kromosom yang khas.



MARI KITA BAHAS LEBIH DALAM
Kondisi Down Syndrome Mengalami Ringan Hingga Parah/Berat

1. Tipe Mosaik Umumnya Berkondis Cirii Fisik & Masalah Yang Sangat Ringan

Pada banyak website, Mosaik menyumbang 1 persen (artinya per 100 bayi DS hanya terjadi 1 bayi DS tipe ini). Dan tipe mosaik dari segi wajah sangat hampir seperti bayi/anak biasa, artinya ciri-ciri penampilan seperti kantung mata dan tebal di pelupuk mata tidak ada dan tebal di pundak pun bisa jadi tidak ada sehingga bayi DS ini cepat bisa tengkurap kepala tegak. Dan kondisi otot tubuh tipe mosaik cukup baik, tidak lemah dibanding jenis trisomi 21 (yang full tipe) yang cenderung otot lemah (hipotonia), dan tipe mosaik biasanya jantung normal dan tidak ada penyertaan kelainan organ dalam yang berat apapun, ciri utama biasanya terlihat sangat sedikit misalkan batang hidung antar mata yang flat (rata). Sehingga dari segi memfisioterapinya sangat mudah, karena cenderung seperti melatih bayi biasa. Dan tipe mosaik tidak diturunkan dari faktor genetik karier.

2. Tipe Translokasi & Trisomi 21 (Yang Tipe) Umumnya Berkondisi Fisik Menengah Hingga Berat
Ciri-ciri fisik 2 macam tipe ini cenderung dari segi wajah berciri berkantung mata dan ada penebalan lipatan di pundak, dan ciri-ciri lain yang cukup banyak di wajah dan leher serta seputaran kaki. Bahkan tipe translokasi kadang mengalami polidaktili (yaitu jari berlebih di kaki dan/atau jari tangan). Sehingga kondisi ini sebaiknya dioperasi agar jumlah jarinya normal banyaknya layaknya anak-anak biasa tujuannya agar kalau sekolah nantinya dapat menggunakan sepatu dengan baik, dan tangan dapat menggunakan sarung tangan yang rata-rata 5 jari tentunya kalau suatu saat sekolah ada praktik laboratorium di sekolah kelak karena mengharuskan pakai sarung tangan. Tipe Trisomi 21 juga tidak diturunkan melalui faktor genetik. Khusus yang tipe translokasi yang bisa diturunkan karena faktor genetik dari orang tuanya yang karier.


TRANSLOKASI ADALAH TIPE DS YANG BISA DITURUNKAN KARENA FAKTOR GENETIK DARI ORANG TUANYA (KARIER = PEMBAWA)

Down Syndrom tipe translokasi merupakan satu-satunya jenis yang dapat diturunkan dari orang tua pada anaknya. Akan tetapi, dari seluruh kasus sindrom Down, hanya 4% di antaranya yang merupakan sindrom Down translokasi dan hanya sekitar sepertiga orang penderita yang mewarisinya dari salah satu orang tuanya. Mengapa sindrom Down translokasi dapat diturunkan? Hal ini dikarenakan sang ibu atau ayah memiliki material genetika yang berbeda, tetapi tidak berlebih, maka hal ini berarti bahwa mereka merupakan seorang karier. Seorang karier biasanya tidak memiliki tanda atau pun gejala sindrom Down, tetapi dapat menurunkan materi genetik ini pada anaknya, yang membuat anaknya memiliki materi genetika tambahan pada kromosom 21.  SUMBER:
https://www.dokter.id/berita/apakah-sindrom-down-dapat-diturunkan-dari-orang-tua-pada-anaknya


BANYAK ORANG TUA TIDAK INGIN WAJAH BAYINYA YANG DS TIDAK DISHARE KE ORANG LAIN DAN TIDAK INGIN MUNCUL DI MEDIA SOSIAL SEPERTI IG/FB ATAU LAINNYA


Itulah (dikarenakan ada jenis yang bisa diturunkan melalui keturunan / karier inilah), makanya wajar orang tua pemilik bayi Down Syndrome banyak yang tidak mau foto wajah (dan tubuh) bayinya/anaknya dipajang-pajang di media sosial, karena menjaga privacy si bayi yang DS dan juga privacy kakak-kakak dan abang-abangnya (terhadap masa depan dan perasaannya). Sedangkan bagi orang tua pemilik bayi DS yang merasa tidak ada rasa khawatir (terhadap kakak si bayi) dan "cuek" misalkan sampai berpikiran :"ah ngapain saya menyembunyikan anak DS dari media sosial", ya monggo silakan saja, semua resiko terpampangnya keluarga Anda di media sosial merupakan tanggung jawab masing-masing keluarga, jadi ada orang tua yang tertutup, ada orang tua yang open dengan kondisi anaknya, semua adalah hak masing-masing orang tuanya, namun kita yang bukan pihak keluarganya juga tidak boleh memaksakan agar orang tua yang tertutup untuk memaksakan kehendak kita, agar anaknya yang DS harus dipampang di media sosial, mungkin orang tuanya masih mengikuti metode latihan fisik & treatment usapan wajah dan urut anggota tubuh metode kami agar lebih baik kondisi ciri-cirinya lebih dulu sambil menunggu kesiapan mental ke dua orang tuanya atas kemajuan perbaikan bayinya.


ILMU SAINS DAN TEKNOLOGI TERUS BERKEMBANG

Ilmu (sains) terus berkembang dari tahun ke tahun, seperti ilmu teknologi di bidang  transportasi penerbangan (mobil terbang, drone, dan sebagainya), termasuk perkembangan alat-alat ilmu kedokteran dan tentu juga ilmu perbaikan bayi kelainan dari segi perbaikan tumbuh kembang hingga pengurangan & perbaikan ciri-ciri fisik luar DS bisa saja ditemukan caranya.


BANYAK TULISAN DI INTERNET TENTANG DOWN SYNDROME BISA MEMBUAT SALAH PERSEPSI

Banyak tulisan di intenet yang bisa membuat salah persepsi, sehingga banyak orang tua yang berkesimpulan yang tidak benar saat pertama kali penulis berwhatsapp pada para orang tua pemilik bayi Down Syndrome (DS) dengan tulisan ciri-ciri kelainan pada fisik bayi mengira secara semua dialami barulah bayinya mengalami kelainan DS jika si bayinya mengalami semua ciri dan penyertaan yaitu jantung bocor, usus mengalami stenosis duodenum, mata mengalami brushfiled spots (titik putih), tapak kaki datar di telapak pasti ada simean crease, ruas jari kelingking tangan bengkok/miring ke arah jari manis dan lain-lain, padahal tidak demikian. Hal ini terjadi (salah pengertian) dikarenakan ada situs di internet yang langsung menulis ciri-ciri pada bayi Down Syndrome tanpa menjelaskan dengan paragraf pembuka apakah semua ciri tersebut ada di seorang bayi atau tidak, misalkan ada yang menulis tanpa paragraf pengantar penjelasan tapi langsung menulis ke 15 macam ciri-ciri DS adalah :

15 ciri fisik bayi Down Syndrome (dengan menulis) cirinya adalah 1. berkantung mata, 2. mata sipit, 3. lidah besar, 4. leher pendek, 5. garis simean crease di telapak tangan, 6. jantung bocor, 7. leukimia, 8. Bentuk telinga tidak normal, 9. hernia, 10. brushfield spot (titik putih di mata), 11. Sandal gap (celah antar jempol kaki dan telunjuk), 12. telapak kaki yang flat dan seterusnya.....

Jadi para orang tua menjadi berpikir ke 15 ciri itu tidak semuanya dialami bayinya maka mengira bayinya tidak DS, dan pada tulisan-tulisan itu sudah tentu juga ketiadaan yang menulis solusi apakah ciri-ciri fisik tersebut apa-apa saja yang bisa diperbaiki atau dikurangi keparahannya agar tidak terlalu mencolok agar berkurang.


AKIBATNYA PARA ORANG TUA PEMILIK BAYI BERPIKIR JIKA BAYINYA TIDAK MENGALAMI SEMUA KE 15 CIRI INI MAKA MENGIRA TIDAK DOWN SYNDROME

Bayinya dikira Down Syndrome kalau mengalami ke 15 ciri-ciri tersebut, barulah mengira DS, padahal belum tentu semua 15 ciri kelainan itu terjadi di seorang bayi Down Syndrome maka baru disebut bayi mengalami kondisi Down Syndrome. Bahkan 70% bayi DS terlahir prematur dan rata-rata di awal kelahirannya sering kali butuh masuk inkubator untuk difototerapi sinar lampu berwarna biru, karena mengalami kuning (bilirubin). Akibat lain dari lahir premature si bayi akan lemah di bagian leher, bahu dan dada (misal saat akan tengkurap kepala tegak).  Dan lahir dengan premature ini sangat tinggi terlahir ada KJB (Kelainan Jantung Bawaan). (Padahal) dengan melihat ini semua dan ditambah ada (minimal) 7 macam ciri utama yang sudah terlihat di fisik luar dari wajah sampai kaki, terlebih suara nangis dan ada jantung bocor (apalagi ditambah hipotiroid), maka sudah makin bisa dikerucutkan / dipastikan kondisinya adalah suspect Down Syndrome.

Jadi karena melihat kelopak telinganya normal tidak berlekuk-lekuk, maka mengira tidak DS (padahal mata sangat sipit, berkantung mata dan tebal di pundak belakang dan leher pendek dan (apalagi) ada jantung bocor).

Lalu begitu melihat telapaknya normal tidak ada simean crease, maka sudah langsung berasumsi bayinya normal, padahal ciri-ciri DS lainnya sangat banyak di wajah, leher dan kantug mata, mata sipit dan lipatan tebal di pundak/leher belakang bawah dan beberapa ciri lain.

Juga bukan berarti bahwa kelopak telinga bayi Down Syndrome selalu bentuknya tidak normal (bergelombang-agak suka tertekuk).

Juga bukan selalu telapak tangan di semua bayi Down Syndrome selalu terjadi 1 garis simean crease.

Lalu juga orang tua banyak yang mengira kalau bayinya jantungnya normal, lantas mengira tidak Down Syndrome, padahal ciri-ciri lainnya agak banyak seperti di wajah, leher depan yang pendek, tebal di leher belakang bawah (pundak) yang terjadi pada seorang bayi.

Memang pembuktian dengan tes kromosom adalah sangat lebih pasti, sedangkan melakukan tes kromosom cukup mahal (tes kromosom tidak ditanggung BPJS) atau bagi orang tua yang tidak mampu (dalam arti sangat syok) bila sampai melihat hasil tes kromosom bila dinyatakan positif Suspect Down Syndrome, sejak divonis oleh pihak medis baru beberapa hari lahir saja sudah membuat para orang tua pemilik bayi DS baru lahir sudah syok berat dan tidak bisa makan karena sudah tidak nafsu makan bahkan ASI (air susu ibu) langsung berkurang, sebagian besar para ibu langsung ada yang berhenti ke luar ASI karena stress berat. 

BANYAK YANG TIDAK SIAP MENTAL
Saat masih hamil, ibu yang hamil 4 bulanan, bahkan dari pembicaraan (curhat) ke penulis malahan banyak yang menyatakan bisa tidak nafsu makan (karena syok), akibatnya bayi yang dikandung malahan bisa kurang gizi dan menjadi cacat macam-macam di organ tubuh si jabang bayi. Jadi bukan alat tes pengecek kondisi janinnya yang salah, tapi mental dan perasaan si ibunya yang tidak/belum siap menerima berita (bayi divonis suspect Down Syndrome), terlebih di internet kejadian yang banyak terekspos justru anak-anak DS (maaf yang kondisinya menyedihkan sedang sakit/dirawat inap dan hidup hanya bisa ke sana kemari saja dalam rumah tanpa bisa sekolah atau tidak mendapat pendidikan). Jadi bukan salah di alat tes kehamilan yang salah, tapi ketidak siapan mentallah yang menjadi masalah, yang justru bisa berdampak tidak baik untuk janin (seharusnya tidak cacat) karena si ibu terpengaruh pola makannya, malahan bisa menjadi cacat si janin, seperti otak menjadi kurang berkembang akibat bayi  kurang asupan gizi dari ibunya.

Hingga banyak yang para orang tua ini menangis bukan karena tidak ikhlas menerima kondisi wajah dan tubuhnya, tapi kasihan bukan saja memikirkan kondisi wajah (penampilan fisik) yang tebal-tebal di wajah, mata terlalu sipit dan lain-lain pada si bayinya kelak bila tidak diperbaiki dikarenakan vonis bahwa perbaikan ciri-ciri fisik luar seperti di wajah penampilan karena bawaan lahir (akibat DS) dikatakan tidak bisa diapa-apakan (dalam arti tidak bisa diperbaiki ataupun tidak bisa dikurangi), TAPI JAUH DARI ITU sampai memikirkan apakah bisa sekolah/menerima pendidikan kelak. Semoga melalui metode latihan fisik dan treatment usap di area wajah banyak yang masih dapat diperbaiki sampai ke ciri-ciri fisik penampilan, asalkan mulai sedini mungkin sebelum usia 6 bulan, karena sebelum usia 1 tahun ciri-ciri ini harus sudah sangat berkurang.

BAYI DS SUARA NANGIS SERING MASIH TERPUTUS BAHKAN JARANG NANGIS

Belum lagi jenis suara nangis yang dialami si bayi DS (walau jantung normal, walau tidak simean crease) sering kali jenisnya masih terputus-putus, tercekat-cekat bahkan tidak jarang tidak ada suara nangisnya sama sekali atau sangat jarang menangis.

Dari pengalaman pada pasien kami dari 23 propinsi di Indonesia yang sudah fisioterapi ke kami, bayi Down Syndrome berdasarkan persentase kemunculannya mengalami :


JENIS SUARA NANGIS YANG KHAS Jenis suara nangis bayi DS sangat beragam, ada yang:
-ada yang jarang sekali menangis
-ada yang jenis terputus-putus atau terccekat-cekat
-bahkan ada bayi DS yang hampir tidak menangis sama sekali (sangat jarang sekali) kalaupun ada sangat pelan suara nangisnya

MATA DI SAAT LAHIR BELUM NISTAGMUS (KORNEA GERAK-GERAK TIDAK TERKENDALI)
Ada yang bagus kondisi kornea matanya tidak nistagmus.
Ada yang akhirnya di usia rentang 3 bulan - 8 bulan baru mulai terjadi nistagmus hingga seterusnya ke usia ke depannya, tanpa orang tuanya tahu harus bagaimana untuk mencari solusinya, padahal mata yang fokus melihat lurus ke depan sangat penting (walau minus atau plus bisa saja terjadi). Tapi mata nystagmus (kadang terjadi juling pada bayi DS) seharusnya ada upaya yang bisa dicegah agar tidak terjadi makin parah. 

Kondisi nistagmus muncul sekitar beberapa persen bayi DS per 100 bayi DS. Jadi tidak semua bayi DS mengalami nistagmus, persentasenya hanya sedikit saja.

Jadi jangan salah persepsi bahwa setiap bayi DS pasti nistagmus, TIDAK demikian. Jangan karena melihat bayi DS di IG lantas berpikiran anak DS pastilah akan nistagmus, TIDAK demikian, tapi perlu dijaga agar mata bayi DS bapak/Ibu tidak sampai terjadi nistagmus, karena beberapa bayi DS tejadi nistagmus (pengalaman kami) juga bisa terjadi akibat kurang baiknya perlakukan sanak keluarga pada area sekitaran mata bayi, seperti "memainkan" di sekitar matanya pada jarak dekat, atau mendiamkan si bayi saat matanya sering melihat ke atas, selain juga faktor akibat bawaan kelainan kromosomnya.


JADI BAYI DOWN SYNDROME ADA YANG RINGAN HINGGA BERAT

Sejak 2008 metode kami telah menemukan cara mengurangi ciri-ciri yang diakibatkan oleh kelainan Down Syndrome (DS) pada wajah, leher dan anggota tubuh lainnya tanpa obat dan tanpa herbal apapun untuk memperbaiki ciri-ciri yang muncul. Sejak 2011 sampai 2016 (5 tahun) penulis pelajari cara-cara perbaikan treatment pengurangan ciri-ciri (yang dilakukan istri penulis pada bayi DS) di wajah dan leher, bahkan beberapa ciri tipis dan ringan bisa dihilangkan, sebagian yang tebal-tebal dikurangi, ujung hasilnya ternyata penampilan fisik penampilan akan jauh dari wajah DS, sehingga orang di luaran menjadi tidak ngeh lagi pada bayi-bayi yang kami latih & treatment dengan orang tuanya yang rajin dan telaten mengikuti arahan metode dan caranya, jadi saat bayi berusia 1 tahun secara wajah menjadi jauh dari sebutan kembar 1000 DS. UNTUK VITAMIN sedangkan untuk kebutuhan gizi dan vitamin-vitamin yang dibutuhkan si bayi, tentunya bisa dikonsultasikan ke dokter spesialis anak  saat kontrol secara berkala, misalkan saat akan tes echo jantung atau saat akan tes hormon tiroid. Jadi lakukanlah pemeriksaan penunjang seperti jantung, hormon tiroid dan telinga tentu bisa dimintakan ke medis rumah sakit.


KEMBALI KE PERNYATAAN DI AWAL ARTIKEL INI:

1. Ada orang / pihak yang mengatakan bahwa kondisi kelainan yang dialami (bayi/anak) Down Syndrome tidak ada tingkatan ringan, menengah dan parah (dikatakan oleh orang tersebut dilanjutkan bahwa) yang ada hanyalah dalam bentuk tipe saja, yaitu tipe Mosaik, Translokasi dan Trisomi 21 saja, benarkah pernyataan ini ?

Sebutlah 4 contoh kasus bayi DS (dari yang bukan tipe mosaik) :

a. Seorang bayi DS mengalami kumpulan gejala :
Wajah: berkantung mata, mata sipit, pelupuk mata tebal, batang hidung antar mata flat (rata)
Leher: leher depan terlihat pendek (tidak jenjang), leher belakang ada lipatan penebalan
Mulut : (rahang) yang sering mangap, lidah suka dijulurkan, rahang agak lebar
Suara nangis: Masih terputus dan sangat jarang nangis
Jantung : jantung bocor ASD 2 mm
Telapak : Simean Crease (1 garis)
Hormon tiroid : Hipotiroid (yang tidak perlu obat) karena hanya selisih 1 poin lebih tinggi dari nilai rujukan normal
Berat Lahir 3,0 kg dan setiap bulannya ke depan naik 5 ons (stabil).
KESIMPULAN BAYI DS INI TIDAK BUTUH OPERASI JANTUNG
(
Terlebih yang jantungnya sejak lahir normal, maka tidak butuh operasi jantung)

b. Seorang bayi DS mengalami kumpulan gejala dan penyertaan :
Wajah: berkantung mata, mata sipit, pelupuk mata tebal, batang hidung antar mata flat
Leher: leher depan terlihat pendek (tidak jenjang), leher belakang ada lipatan penebalan
Mulut : sering mangap, lidah suka dijulurkan, rahang agak lebar
Suara nangis: Masih terputus dan sangat jarang nangis
Jantung : jantung bocor ASD Besar (Large), VSD bocor besar (Large) anggaplah 10 mm
Hormon tiroid : Hipotiroidnya perlu obat
Berat lahir 2,8 KG dan setiap bulannya ke depan naik 4 ons kadang 3 ons
KESIMPULAN BAYI DS INI BUTUH OPERASI JANTUNG

c. Seorang bayi DS mengalami kumpulan gejala dan penyertaan 
Wajah: berkantung mata, mata sipit, pelupuk mata tebal, batang hidung antar mata flat
Leher: leher depan terlihat pendek (tidak jenjang), leher belakang ada lipatan penebalan
Mulut : sering mangap, lidah suka dijulurkan, rahang agak lebar
Suara nangis: Masih terputus dan sangat jarang nangis
Jantung : jantung bocor ASD Besar (Large), VSD bocor besar (Large) anggaplah 9 mm yang mengharuskan operasi
KESIMPULAN BAYI DS INI BUTUH OPERASI JANTUNG
Hormon tiroid : Hipotiroid perlu obat hipotiroid
Paru-paru sejak masih 1 bulanan sudah terkena pneumonia dan ALERGI susu sapi / intolerance
Berat lahir hanya 2,4 kg dan alergi susu sapi, sehingga hanya naik 2 ons atau 3 ons / bulan

d. Ada yang kasus seorang bayi DS mengalami kumpulan gejala dan penyertaan 
Wajah: berkantung mata, mata sipit, pelupuk mata tebal, batang hidung antar mata flat
Leher: leher depan terlihat pendek (tidak jenjang), leher belakang ada lipatan penebalan
Mulut : sering mangap, lidah suka dijulurkan, rahang agak lebar
Suara nangis: Masih terputus dan sangat jarang nangis
Kondisi Leukimia dan kurangnya naik berat badan yang stabil  baik di tiap bulannya
Dan ALERGI susu sapi / intolerance
KESIMPULAN KELAINAN DARAH (BUTUH TRANSFUSI DARAH BERKALA & BISA JADI SAMPAI KEMO)


KESIMPULAN TERLIHAT BUKTI BAHWA BAYI DS ADA RINGAN HINGGA BERAT:

Dianggap lemahnya otot semua sama rata, maka tentulah yang :
Bayi DS kondisi dengan (leukimia) lah yang TERBERAT
Bayi DS kondisi c cukup PARAH, butuh operasi jantung dan alergi susu sapi
Bayi DS kondisi b di MENENGAH, setelah operasi bedah terbuka dada, barulah bisa lebih baik kondisinya
Bayi DS kondisi a di kondisi RINGAN, karena tidak butuh operasi apapun dan tidak ada alergi susu sapi dan berat lahir cukup baik


JADI KESIMPULANNYA BAYI DOWN SYNDROME ADA KONDISI RINGAN, MENENGAH HINGGA BERAT:

Orang yang mengatakan bahwa bayi Down Syndrome tidak ada kondisi ringan, menengah maupun berat adalah TIDAK BENAR. Yang tipe trisomi 21 yang di semua sel-sel tubuhnya itulah yang dapat menyebabkan ciri-ciri dan penyertaan kelainan organ dalam di tubuh bayi ini bisa terjadi secara banyak.
 

TERHADAP PERNYATAAN:

Ada yang mengatakan dalam 2 buah kalimat pernyataan berbeda : 1). Down Syndrome tidak dapat disembuhkan. 2). Dan ciri-ciri fisik penampilan Down Syndrome juga tidak dapat diperbaiki, benarkah pendapat ini di masa kini ?

JAWABANNYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

Di internet dan di media sosial memang dinyatakan hingga kini 2021 BELUM ditemukan obat yang dapat menyembuhkan kelainan kromosom Down Syndrome. Jadi pernyataan Down Syndrome belum dapat disembuhkan memang benar. Tapi yang ciri-ciri fisik DS tidak bisa diperbaiki juga adalah pernyataan yang TIDAK BENAR (sejak istri saya telah menemukan metode perbaikan ciri-ciri fisik DS di wajah sejak 2008). Ternyata sejak bayi masih dini hingga usia menjelang 1 tahun masanya, banyak yang bisa diperbaiki.


SOLUSI ==> CIRI-CIRI FISIK LUAR PENAMPILAN BISA DIPERBAIKI

Pernyataan ke 2 yang mengatakan ciri-ciri fisik DS yang ditimbulkan oleh trisomi 21 pada penampilan fisik luar sudah bisa diperbaiki. Jadi pernyataan yang mengatakan bahwa ciri-ciri penampilan fisik luar pada bayi Down Syndrome tidak dapat diperbaiki SUDAH TIDAK BENAR. Alhamdulillah kami sudah menemukan SOLUSI dengan latihan fisik dan treatment usap dan diurut banyak yang bisa diperbaiki banyak ciri-ciri fisik penampilannya, apa saja yang sudah bisa diperbaiki, dikurangi atau diminimalisir dan sebagian bahkan dihilangkan :

PERBAIKAN CIRI 13 MACAM DI WAJAH (HINGGA LEHER), 4 MACAM DI TUBUH + 7 MACAM PENGUATAN : 

PERBAIKAN DI WAJAH DAN SEPUTARAN LEHER (DENGAN POLA TREATMENT YANG BENAR) MAKA :
1. Tebal Kantung mata sangat bervariasi (yang sangat tebal bisa sangat berkurang) 
2. Mata yang sipit  => menjadi lebih lebar
3. Mata yang sipit dan sudut mata yang miring naik => menjadi lebih rata
4. Tebal di pelupuk mata => menjadi tipis
5. Tebal di pelipis => menjadi pipih rata
6. Kelopak telinga yang berlekuk => jadi sesuai alur kelopak
7. Kelopak telinga yang rendah => menjadi agak tinggi dari sudut garis mata
8. Leher depan yang pendek => menjadi lebih panjang / lebih jenjang
9. Lipatan di leher belakang / pundak (hasil bisa sangat tipis atau hilang)
10. Bentuk rahang yang terlalu lebar (kurang tirus) => menjadi lebih tirus
11. Batang hidung antar mata => agak sedikit lebih muncul
12. Pipi yang agak turun => menjadi lebih naik dan tidak lebar di bawah
13. Mulut => agar berkurang mangapnya

PERBAIKAN FISIK SELAIN WAJAH :

14. Jempol kaki agar tidak nekuk ke bawah
15. Dengkul agar tidak hipertonia (kondisi yang sering dikakukan bayi DS) => menjadi luwes
16. Sikut agar tidak lemah, rata-rata sukanya ditekuk
17. Perpanjangan kaki agar lebih panjang dari kondisi yang cenderung pendek (terlebih akondroplasia)


PENGUATAN FISIK MOTORIK KASAR & MOTORIK HALUS DAN TUBUH

18. Kemampuan penguatan jari-jemari agar bisa memegang dot dan meraih benda
19. Penguatan otot-otot lengan yang lemas/lemah
20. Penguatan otot-otot kaki yang lemas/lemah
21. Penguatan bahu kanan kiri
22. Penguatan leher
23. Penguatan punggung
24. Penguatan pinggul

METODE KAMI DILAKUKAN SAAT MENTREATMENT DITAMBAH DENGAN BERDOA AGAR ALLAH KABULKAN DENGAN HASIL YANG TERBAIK
25. Suara nangis agar lebih cepat lepas panjang seperti bayi biasa
26. Fisioterapi agar lebih meningkat kecerdasan & banyak akal, sehingga lebih cepat faham, contohnya bila diajarkan pengenalan anggota tubuh, ataupun saat disuruh sesuatu lebih cepat mengerti /mengikuti
      Ada doa khusus untuk kepalanya agar bayi DS cepat fokus menatap dan perhatian ke orang sekitarnya (jadi tidak melongo / bengong / tatapan kosong)

27. Treatment area wajah tujuan agar bayi menjadi anak yang menyenangkan, orang yang melihatnya sangat sayang (bisa saja) sangat ingin menggendong dan mengajak bermain


PENCEGAHAN KONDISI YANG KURANG BAIK YANG DIHINDARI KAMI AJARKAN:
28. Tulang leher agar tidak tengleng
29. Pergelangan / lengan agar tidak melintir
30. Mata agar tidak nistagmus dan juling (khusus bagi yang belum terjadi)

Salah satu bukti pasien kami mulai sejak sebelum usia 5 bulan, yaitu: Perbaikan ciri-ciri fisik akibat Down Syndrome harus spesifik (khusus) & detail (terinci) cukup banyak yang bisa diperbaiki:
-mata yang semula sipit berhasil menjadi lebih lebar
-kantung mata yang semula ada menjad sangat berkurang di usia 8,5 bulan
-batang hidung antar mata yang semula sangat flat (rata) menjadi lebih ada (lebih muncul)


Pada dasarnya semua perbaikan di atas dapat dilakukan pada bayi DS dimanapun berada di Indonesia dengan cara diaharkan latihan fisik dan diikuti oleh orang tuanya agar bisa dilakukan di rumah secara mandiri, bahkan bagi yang khusus Jabodetabek, Bintaro (Banten), Serpong sampai Cikarang Barat, bisa mendapat penanganan khusus tambahan bila ada kasus khusus yang perlu dibantu bila bayi mengalami (syarat sedini mungkin begitu baru beberapa hari kejadian) KASUS KHUSUS :

31. Perbaikan leher tengleng
32. Perbaikan lengan yang melintir
33. Perbaikan jari kelingking tangan yang bengkok ke arah dalam

Dan latihan-latihan fisik sesuai tumbuh kembang sudah pasti juga diajarkan caranya.


UJUNG HASILNYA ADALAH PENAMPILAN CIRI FISIK DS BANYAK YANG DAPAT DIPERBAIKI & DIKURANGI

Dengan memulai sejak masih bawah 6 bulan (terbaik memulai sejak usia 1 bulan - 3 bulan) dengan diperbaiki semua ciri-ciri yang terjadi pada bayi Bapak/Ibu maka penampilannya yang semula sangat mencolok menjadi sangat berkurang jauh, bahkan yang semula ada serba tipis-tipis bisa hilang, ujung dampak baiknya secara estetika wajah akan jauh lebih dari kondisi kembar 1000 DS. Syarat : Sebelum mencapai usia 13 bulan harus sudah selesai perbaikan ciri-ciri penampilan, karena jaringan ikat di bawah jaringan wajah sudah akan fixed (tetap) di usia 14 bulan. Karena jaringan di wajah (pengalaman kami) sudah akan fixed (tetap) dengan  ciri-ciri ini bila belum diperbaiki di usia 14 bulan.

34. (Terakhir yang berhubungan dengan fisik penampilan adalah) Tapak kaki datar, tapak kaki datar pada bayi DS sebaiknya juga harus diperbaiki. Kondisi ini akibat tendon yang lemah/kendur.


ALASAN MENGAPA CIRI-CIRI FISIK PENAMPILAN LUAR HARUS DIPERBAIKI ?

Penulis jelaskan alasan-alasan ciri-ciri fisik pada bayi DS mengapa perlu diperbaiki, dikurangi sebaik mungkin penulis bahas dari segi kelemahan/kekurangan bila tidak diperbaiki dan juga dari segi KEGUNAANNYA

1. Kantung mata yang tebal, pelipis ada tebal, pipi yang agak turun adalah akibat jaringan ikat yang kendur di area wajah, yang seharusnya yang baik adalah bersifat elatis dan tidak kendur dan kekurang elastisan bagian ini akan membuat anak lekas terlihat lebih tua dari usianya, dengan dikurangi setipis mungkin akan membuat anak menjadi sangat LEBIH PD (PERCAYA DIRI) untuk menempuh pendidikan dari segi penampilan. kalau sekiranya masih bisa, mengapa tidak diperbaiki.

2. Kelopak mata yang kurang membuka sehingga menjadi sipit juga kemiringan yang sering terjadi juga akibat kelainan Down Syndrome, sehingga dibuat lebih lebar bukaan kelopak dan dibuat kondisi sudut menjadi rata adalah merupakan kondisi yang sangat lebih baik dari segi penampilan KEGUNAANNYA JANGKAUAN melihat ke arah bawah dan atas menjadi LEBIH LEBAR



BUKTI KANTUNG MATA MENIPIS DAN KELOPAK LEBIH LEBAR


3. Batang hidung antar mata (nose bridge) bayi DS yang flat/rata memiliki 2 kelemahan yaitu (1) sangat terlihat wajah DS (2) sangat mudah sekali sesak nafas bila bayi mengalami pilek atau saat ada slamp reak mengumpul di jalur dalam batang hidung ini bayi sangat menderita sekali dibandingkan bayi DS yang akhirnya batang hidungnya lebih ada atau lebih tinggi (lebih muncul), pada bayi DS yang akhirnya batang hidung lebih muncul KEGUNAANNYA SAAT AGAK PILEK DAN BERNAFAS LEBIH LEGA (TIDAK MUDAH SESAK) dibanding yang flat (rata) jadi sangat baik untuk kesehatannya.


BUKTI BATANG HIDUNG LEBIH MUNCUL/LEBIH TINGGI (TIDAK FLAT)


4. Beberapa kasus bayi DS tidak hanya tebal di pundak, bila tidak ditipiskan / dikurangi maka kelemahannya bayi DS akan lebih lama (lebih molor) untuk bisa duduk dengan kepala tegak, karena lipatan-lipatan di pundak belakang yang tebal membuat lemah bagian leher dan pundak. Jadi KEGUNAAN lipatan lemak (nuchal fold) ditipiskan setipis-tipisnya akan membuat bayi sangat cepat tengkurap kepala tegak dan duduk kepala tegak, jadi pencapaian fisioterapi tumbuh kembang fase 1 dan 2 akan lebih cepat

BUKTI TIPISNYA LIPATAN DI PUNDAK PADA PASIEN DS KAMI


5. Ada yang tebal lipatan sampai tebal di samping leher, yang bila lipatan-lipatan tebal di samping leher tidak dikurangi atau ditipiskan, maka akan mengakibatkan lipatan tebal ini akan menjadi otot yang agak keras, sehingga si anak nantinya di usia 4 atau 5 tahun ke atas kalau menengok ke samping  kanan atau kiri 90 derajat, sampai harus agak memutarkan badannya ke samping, ibarat seperti sedang mengalami "salah bantal" padahal bukan, hal ini sangat membuat tidak baik kalau suatu saat nanti  saat remaja dan dewasanya kelak KEGUNAAN saat akan mengendarai motor atau mobil tidak perlu menengok seluruh badan ke samping untuk melihat spion kanan dan spion kiri, jadi gerakannya cukup seperti orang biasa yang tinggal melirikkan mata ke samping saja, konsultasikan dengan kami perbaikannya sebelum bayi berusia 7 bulan harus dimulai.

6, Jari jempol kaki pada bayi normal (dalam arti tidak DS) di usia 9 bulan-11 bulan mulai terlihat rata bahkan ada tanda-tanda suka digerakkan ke atas tanda akan mau berdiri dan jalan, sedangkan jari jempol kaki pada bayi Down Syndrome sering sekali menekuk ke bawah, bahkan hingga usia 13 bulan-16 bulan walau mulai titah-titah dan melangkah bila kondisi ini tidak diperbaiki, maka kakinya akan "macet" untuk melangkah dikarenakan jempol kaki menghunjam ke bawah. Konsultasikan dengan kami perbaikannya.

7. Tapak kaki yang datar (flat feed) pada bayi DS terjadi sekitar beberapa % per 100 bayi DS, kondisi ini juga sebaiknya harus dikoreksi/diperbaiki. Tapak kaki datar adalah akibat tendon yang kendur, keburukannya (saat remaja/dewasa) bila tidak diperbaiki, nantinya bila tidak diperbaiki akan :
-membuat kaki cepat pegal
-membuat cepat nyeri terutama pada area tumit
-bahkan lama kelamaan akan nyeri juga pada bagian kaki, betis bahkan hingga paha
-berjalan mudah terlepeset akibat jalan di permukaan yang sedikit licin

Ada sepatu khusus yang sudah dapat digunakan sejak usia 2 tahunan untuk membentuk celongnya. Tapak kaki datar itu ibaratnya ban mobil "tanpa kembangan", jadi tidak mencengkram jalan, jadi mudah slip, jadi pasti akan sangat kurang baik bila tidak ada kembangannya. Jadi sudah bisa difahami KEGUNAAN tapak kaki harus dibuat ada celongnya, artinya bagian tendon yang kendur/lemah ini harus diperbaiki.


CONTOH KONDISI TAPAK KAKI DATAR

Cara mengetahui bayi tapak datar atau tidak sangatlah mudah.
 
Silakan untuk perbaikan ciri-ciri fisik DS secara banyak hubungi 081386837511

***** Untuk alasan-alasan dan kegunaannya mengapa ciri-ciri fisik yang muncul akibat Down Syndrome sangat perlu diperbaiki dan dikurangi akan dijelaskan lebih banyak pada artikel selanjutnya. *****


Jadi terjawab sudah pernyataan ke 2 bahwa ciri-ciri penampilan luar fisik bayi Down Syndrome tidak dapat diperbaiki (yang katanya sudah bawaan lahir) TERNYATA BISA DIPERBAIKI dengan treatment yang benar (bukan arah yang salah) & intensitas rajin dan sabar dengan kasih sayang sambil dido'akan (dzikir / doakan aat melakukan treatment usapan di wajah dan saat urut metode kami yang sudah menghasilkan 250an bayi Down Syndrome menjadi sangat lebih baik sejak 2010-2021 ini menjadi cantik-cantik dan ganteng-ganteng jauh sekali dari wajah kondisi saat usia 1 bulan - 4 bulannya. Jadi tentunya semakin bisa dikurangi segala ciri-ciri fisik luar, bila memang masih bisa, tentu akan sangat lebih baik dibandingkan tidak dilakukan perbaikannya, sehingga anak akan sangat lebih PD (Percaya Diri), merasa lebih nyaman saat bermain dan anak dapat mengaktualisasikan diri di kehidupannya kelak. Jadi kalau masih bisa diperbaiki, MENGAPA TIDAK DILAKUKAN BUKAN ?

Bukti ilmiah adalah air yang didoakan (diberikan kata-kata baik) molekul-molekulnya akan bersinergi dengan bagus (Dr. Masaru Emoto) experiment keajaiban air. Ingat tubuh manusia 70% zat cairan.


TERBUKTI RATUSAN ORANG TUA : GURU, TNI, POLRI DAN STAF MEDIS RUMAH SAKIT DAN PUSKESMAS SEHINGGA MEREKA INI IKUT LATIHAN FISIK DAN TREATMEN BAYINYA YANG DS KE KAMI

Jadi dari 4 contoh kondisi bayi di atas (a,b,c,d) dengan wajah yang sangat banyak ciri-ciri DS nya, pada metode kami selain dilatih tumbuh kembang kemampuan tengkurap, duduk, diberdirikan, berdiri dan jalan dijelaskan caranya, JUGA DITAMBAH perbaikan penampilan wajahpun juga ditreatment agar jaringan di wajahnya menjadi lebih baik.
Dengan banyaknya ciri-ciri fisik luar DS yang dapat diperbaiki untuk dikurangi tebalnya, ditipiskan dan lain-lain sebutan hasil perbaikan kondisiya, sehingga banyak para orang tua pemilik bayi DS berlatar belakang pekerja medis yang setelah kami presentasi ke mereka ini, justru mau ikut dilatih fisik dan ditreatment bayi DS-nya ke kami, seperti:

-dokter umum dan dokter spesialis dari beberapa propinsi Indonesia
-dokter spesialis organ dalam dari Jawa Barat
-kepala perawat dari Bekasi Timur
-perawat bedah dari rs di Bandung
-perawat-perawat dari beberapa propinsi Indonesia
-bidan-bidan dari beberapa propinsi Indonesia seperti Bengkulu dan Jakarta
dan juga berbagai karyawan pabrik, karyawan swasta, guru-guru, hingga berbagai departemen Pemerintahan di Indonesia, hingga TNI dan Polri.

Semoga tulisan ini menjadikan penemuan ilmu yang dapat mengantarkan hasilnya yaitu bayi-bayi DS ini menjadi anak-anak DS yang sangat lebih bagus kondisi penampilannya juga kecerdasannya dan tunbuh kembangnya serta kesehatannya. 

Dan kejelasan kepada para orang tua pemilik bayi Down Syndrome, bahwa yang orang yang mengatakan hingga kini bisa jadi mereka belum/kurang faham apa itu kondisi down syndrome berdasarkan ringan hingga berat menjadi lebih mengerti. Dan orang yang belum mengerti cara mengurangi ciri-ciri fisik yang muncul di penampilan terjawab sudah bisa dikurangi dan banyak yang bisa diperbaiki. DAMPAK AKHIR DARI PERBAIKAN CIRI-CIRI FISIK DS DIKURANGI AKAN MENJADIKAN KONDISI KESEHATAN DAN PENAMPILAN AKAN SANGAT LEBIH BAIK.

Manfaat nyata, banyak orang tua yang bercerita setelah selesai metode kami, mengajarkan anaknya akhirnya lebih mudah, karena sudah cukup pintar, membuka baju diajari mudah, disuruh buka sepatu mudah, menaruh baju kotornya ke tempat keranjang pakaian kotor menjadi mudah mengajarkan kalau mau ke kamar mandi, banyak juga yang akhirnya mudah diajarkan sholat, berdo'a, dan yang non muslim juga bercerita usia 1 tahun kalau dengar musik rohani Kristen, langsung tangannya membentuk doa agamanya. Dan masih banyak lagi bukti kecerdasan lainnya.



 *) HOME VISIT KHUSUS JABODETABEK, BINTARO, SERPONG, HINGGA CIKARANG

Dan semoga menjadi jelas bahwa memperbaiki ciri-ciri penampilan luar bayi Down Syndrome sudah kami temukan caranya. Apa manfaatnya bayi DS diperbaiki fisik luarnya, tujuan utamanya adalah agar kondisi fisik lebih baik daripada kondisi didiamkan saja tanpa perbaikan, gunanya saat mereka usia sekolah 5, 6, 7, 8 tahun (dan seterusnya) lebih PD (Percaya Diri) untuk sekolah bersama anak lain di kelas inklusi (bergabung dengan anak biasa) dan bersosialisasi untuk meminimalisir diledek atau digoda, apalagi saat ini zaman now adalah zaman penuh dengan prank perledekan ke perasaan (zaman penuh prank) yang dilakukan anak-anak kecil. Jadi perbaikilah bayi DS Bapak/Ibu hingga ke penampilan sebanyak mungkin, kalau memang masih bisa, mengapa tidak diperbaiki ? Ya kan.

Perbaikan fisik kelebihan 1 jari kaki / tangan (polidaktili) tentu bisa dengan dioperasi.
Tapak kaki datar sudah banyak cara yang bisa dilakukan untuk perbaikannya.

Dengan latihan bertahap demi tahap dengan lembut kasih sayang.
Dengan metode mandiri di rumah maka kelebihan kami, bayi tidak mudah capek yang harus ke luar rumah tiap tiap bulan 8x, yang sering bayi DS rata-rata imun masih rendah maka mudah sakit. Belum lagi memeriksakan segala tes yang agak banyak, misalkan di bulan tersebut ada 1 macam tes dan 1 x pemberian imunisasi maka sudah akan mebajdi 10 hari harus ke rumah sakit, banyak bayi-bayi DS yang rumahnya sangat jauh sangat mudah capek lalu sakit, akibatnya jadi pikek, lalu mudah demam dan akhirnya tidak jarang menjadi pneumonia dan harus diopname (rawat inap), dan efeknya si bayi berat badan turun atau tetap di bulan tersebut, dan tumbuh kembangnya turun lagi. Jadi bukan metode yang tidak baik tapi lebih kepada kondisi bayi yang belum tentu kuat, jarak rumah yang sangat jauh ditambah iklim/cuaca yang kurang baik untuk tubuh bayi di lapangan/di luaran. Bayangkan jika 1 bulan 10x ke rs, maka dalam 10 bulan (mungkin bisa lebih), maka berapa ratus kali Bapak/Ibu harus membawa ke klinik tumbuh kembangnya hingga bisa berjalan ? Kuatkah bayi Bapak/ibu ? Banyak sekali bayi DS yang tidak sanggup dengan metode seperti ini, sehingga tak lama, drop lalu sakit, sehingga akibat sakit, kemudian sembuh si bayi lemas lagi dan kemampuan tumbuh kembangnya turun (merosot) lagi.

Jadi pada metode kami, bayi DS ke rumah sakit dikhususkan hanya periksa tes echo jantung, tes hormon tiroid, tes telinga dan tes mata di usia tertentu dan imunisasi (dan pemeriksaan jantung berulang bila diperlukan). Ke bagian gizi bila diperlukan. Dengan ini semua, maka sangat mengurangi bayi DS mengalami capek, yang berefek drop lalu mudah sakit, dampak baiknya semoga kenaikan berat badan selalu naik dengan lebih baik tiap bulan, jadi tidak stack (tetap), yang kebanyakan bayi DS sakit cenderung kebanyakan berat badan dan kemampuan menjadi turun akibat sakit sehingga menjadi makin lama naik berat badannya. Jadi pada metode kami, hanya keperluan yang penting saja bayi perlu memeriksakan sesuatu ke rumah sakit. Contoh jika perut kembung semoga tidak harus sampai ke dokter gastroenterologi. DAMPAK BAIKNYA MENGURANGI FASE TUMBUH KEMBANGNYA YANG MOLOR (SECARA USIA)

Agama apapun dan suku apapaun dipersilakan. Silakan berdoa menurut agama masing-masing. Kami tidak menggunakan benda-benda berikut dalam yaitu golongan benda tajam : keris, golok, dan lain-lain. Kami tidak memakai cara yang tidak higienis : sembur-sembur, diludahi. Dan tidak ada mandi-mandi tertentu/mandi khusus yang tidak berhubungan dengan latihan fisik seperti mandi kembang-kembang, dan sebagainya. Tidak menggunakan jin ataupun kho.dam dan lain-lain. Jadi tidak menggunakan golongan benda tajam apapun, tidak pakai cara yang tidak higienis dan tidak menggunakan apapun semua yang dilarang oleh syariat agama Islam. Dan kami tidak meramu/meracik obat sendiri dan tidak membuat jamu-jamuan apapun untuk diminum bayi. Kalaupun ada pemberian vitamin adalah silakan atas anjuran dokter spesialis anak, seperti Prolacta DHA for baby ataupun vitamin untuk tulang gigi bayi.

Jangan berprasangka buruk yang tidak-tidak terhadap kami, jangan pula underestimate (meremehkan) dan sebagai orang tua siapapun pemilik anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) terlebih khususnya pemilik bayi DS sangat baik harus bisa berpola pikir open minded (berpola pikir terbuka wawasan dan mau menerima masukan) dengan ide, informasi dan ilmu kemajuan latihan fisik kekinian. Untuk metode kami agar bayi ditangani selagi sedini mungkin sebelum 7 bulan, tujuan agar sebelum mencapai usia 13 bulan dari segi penampilannya sudah dibereskan menjadi lebih baik.

Semua niat dan treatment & latihan kami dimohonkan hanya kepada Allah Yang Maha Kuasa, dan treatment sambil berdoa seperti dengan sholawat nabi (atau kalimat thayyibah lainnya agar terlaksana dengan baik baik, semoga dapat keberkahan dan rahmat dari Allah SWT) & juga melibatkan ibunya, jadi dilakukan dengan kasih sayang, tidak kasar (mengkasari) kepada bayi. Hasil atas izin Allah semoga Allah berikan yang terbaik. Silakan konsultasikan langsung dengan kami. 081386837511.

JADI IBU YANG SABAR DAN LEMBUT TERHADAP ANAK & SUAMI - KELUARGA

Kepada para ibu, kami latih Anda dimanapun berada menjadi ibu yang sabar, tegar, tangan & hati lembut penuh kasih sayang untuk sang buah hati, semoga membuahkan hasil terbaik atas izin Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa Sang Pencipta.

Ingat : CIRI-CIRI FISIK DOWN SYNDROME TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN UNTUK DIPERBAIKI & DIKURANGI, DAMPAK  BAIK HASILNYA, SEDIKIT HINGGA BANYAK AKAN MEMPENGARUHI PENAMPILANNNYA DIBANDINGKAN SAAT USIA 0 BULAN - 6 BULANNYA, SEHINGGA AKAN SANGAT JAUH LEBIH BAIK.

Semoga metode kami memberikan harapan baru yang lebih baik. Aamiin.

Hubungi:
Drs.R. Kurniawan Prihatmono|
Sms kan nomor WA ke 081386837511
Bukti pasien kami ada di:

DM ke IG : Terapidzikirds21

Kemampuan lain:
kprihatmono.blogspot.com/2021/10/seorang-peruqyah-memiliki-kelebihan.html

Perlakuan Body Shaming Pada Anak DS:
https://www.blogger.com/blog/post/edit/4900501868943175850/5406621726169098543