Selasa, 18 Agustus 2015

Kunjungan Terapi Bayi DS Ke Jombang & Malang di Jawa Timur

Perjalanan Jakarta ke Malang

Pada 29 Juli - 5 Agustus 2015 yang baru lalu, penulis bersama istri melakukan perjalanan dengan kereta api Majapahit ke Jawa Timur (jalur perjalanan melalui Kertosono, Kediri dan Tulungagung, Nganjuk lalu ke) Malang dikarenakan ada suatu keperluan keluarga. Sesampai di Malang, kami menginap sekitar 2 hari dan tak lupa kami bersilaturahmi dengan beberapa keluarga sanak family dari pihak istri.


Ternyata setelah melalui stasiun Pogajih (Pohgajih) daerah Blitar yang hanya tinggal sekitar 1 jam menjelang Malang, ternyata jalur kereta melalui perbukitan dan melalui terowongan, dan jalur kereta single track, jadi di stasiun ini kereta langsir dahulu menunggu kereta dari arah berlawanan yang datang untuk berselisihan.


Baru sekali ini penulis mengunjungi kota Malang yang terkenal sebagai penghasil buah apel. Dan sempat berjalan-jalan di keesokan harinya di alun-alun kota Malang, lalu berkunjung kesempatkan jalan-jalan ke Matos (Malang Town Square).

Kami sempatkan bertemu dengan keluarga yang akan memulai terapi di kota Malang dan memberi penjelasan tentang metode terapi, cara terapi sekaligus melihat kondisi bayi secara langsung, sedangkan keesokan harinya kami langsung ke kota Jombang dan terapi akan dilakukan jika kami akan kembali setelah beberapa hari sekembalinya dari Jombang terlebih dahulu. Dan sebelum ke Jombang, karena para penumpang kereta api dari Jawa Timur masih cukup padat arus balik ke Jakarta, maka kami sempatkan terlebih dahulu membeli tiket kereta api ke Jakarta dan harga tiketpun hanya tinggal yang eksekutif, karena kami harus segera kembali ke Jakarta di tanggal 5 Agustus yaitu dengan kereta api Gajayana.


Perjalanan Jombang ke Malang
Dan perjalanan melalui Taman Rekreasi Batu, Pasar Besar Kota Batu dan pemandangan bukit-bukit di antara dari Malang ke kota Jombang melalui Batu-Kandangan dan pegunungan hingga Diwek menuju Jombang.



Pemandangan perbukitan setelah Kota Batu dari Malang menuju Jombang.

Dan 2 Agustus 2015 menjelang sampai di kota Jombang, ternyata Jombang sedang ramai-ramainya Muktamar NU 1 – 5 Agustus 2015.

Selain itu kami sempatkan mengunjungi keluarga pasien yang selama ini telah memulai sejak Juni 2015 terapi dengan kami.  Sungguh senang kami dapat berkenalan dengan keluarga pasien di sini. Dan terapi bisa dilakukan pegang langsung untuk bayi di sini. Setelah mutar-mutar beberapa hari seperti di jalan Kediri melewati pesantren Tebuireng, dan lain-lain di kota Jombang kami ke kota lain di Jawa Timur. Setelah segala urusan di kota Jombang selesai, kami melanjutkan perjalanan ke Malang.  

Perjalanan Jombang ke Malang
Kembali ke kota Malang, bus sempat melalui pesantren Tebuireng untuk kemudian melalui Diwek dan melalui Kandangan. Di kota Malang kami kembali bertemu dengan keluarga pasien untuk kami terapi di beberapa hari sebelum ini bertemu. Terima kasih kembali penulis haturkan kepada keluarga pasien yang telah menerima kami di kota ini. Dan kita berfoto bersama, semoga kenangan ini dapat mempererat perkenalan kita dan semoga suatu saat kita dapat bertemu kembali. Insya Allah.


Penulis hanya dapat memfoto pesantren Tebuireng dari dalam bus Puspa Indah yang penulis naiki saat sedang macet di depan gerbang pesantren dari kota Jombang menuju Malang.


Kembali ke Jakarta
Semoga perkenalan kita menjadikan buah hati bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian semakin membaik secara maksimal perkembangan segala fisik organ tubuh jaringan dalamnya. Aamiin. Mari kita fokus dan khusyu' dan penuh kasih sayang dalam berikhtiar dan menterapinya.

Di kota Malang (Flower City) di Minggu pagi kami sempatkan senam pagi di depan museum Brawijaya, Tugu Bunga jalan Ijen. Di depan jalan Retawu.

 


Di depan Museum Brawijaya

Semoga awal perkenalan ikhtiar ini semakin membuat bapak dan ibu percaya bahwa terapi dengan dzikir dan cloning ini dengan seizin Allah dapat memperbaiki maksimal buah hati bapak dan ibu sekalian. Dan saat terapi pegang langsung terlihat bukti yang dapat meyakinkan ibu terhadap buah hatinya saat terapi baru pertama kali pegang langsung. Alhamdulillah. Semoga dengan terapi-terapi selanjutnya dan berkesinambungan terhadap buah hati bapak dan ibu, segala fisik organ tubuh jaringan dalam yang mengalami masalah dapat membaik secara maksimal yang diberikan Allah SWT. Aamiin.

Setelah semua urusan selesai, 5 Agustus 2015 kami kembali menuju Jakarta. Alhamdulillah kami selamat sampai di Jakarta di waktu subuh 6 Agustus 2015.


Drs.R. Kurniawan Prihatmono
081386837511
Harap SMS lebih dahulu
E-mail : kurniawanp18@yahoo.com

Kamis, 16 Juli 2015

Melalui Terapi Dzikir dan Do'a Akhirnya Anak Dari Bapak S Di Subang Dapat Berjalan



Kisah nyata ini adalah salah satu pasien bayi kami yaitu bapak S yang memiliki bayi laki-laki yang sudah menginjak usia 19 bulan lebih 1 minggu. Setelah beliau mencari terapi untuk anaknya yang down sindrom, akhirnya menemukan Blogspot penulis 19 Maret 2015. Beliau bercerita setelah kami bertemu bahwa istrinya sudah berkali-kali menyuruhnya mencari terapis untuk bayi mereka yang masih belum bisa berjalan hingga usia 19 bulanan. Penulis jabarkan kisahnya sejak SMS pertama, pertemuan pertama (menjelaskan presentasi dengan netbook), perkembangan kemajuan terapi di tiap bulannya hingga sang buah hati dapat berjalan di Juli 2015 ini.

Semoga kisah nyata ini membuka wawasan para orang tua yang memiliki bayi terlahir down syndrome  (DS) agar tetap semangat menterapi bayi sedini mungkin dan dengan terapi dzikir, do’a dan sentuhan kasih sayang dengan mengharap karunia Allah  SWT bahwa semua ini bisa membaik atas seizin Allah SWT.



SMS Pertama 19 Maret 2015
Pak S : “Assalamu’alaikum. Mohon maaf pak, minta penjelasan tentang terapi down sindrom, anak saya down sindrom, anak saya umur 19 bulan, terima kasih.”
Penulis: “Wa’alaikumussalam. Terima kasih telah membaca Blogspot saya. Maaf ini dari Bapak / Ibu siapa ? Dari kota mana ? Bisa dikirim pin Blackberry (BB) atau nomor Whatsapp (WA) agar saya lebih mudah menjelaskan.”

Pak S : “Saya dari Subang Jawa Barat, ini pin BB saya xxxxxxxx, terima kasih.”

Sejak itu kami berteman bbm (blackberry messenger) dan penulis jelaskan metode 4 gabungan terapi kami, cara terapi secara  singkat saja karena ternyata Pak S bekerja di sebuah perusahaan di daerah Jakarta Kota. Yang penulis ketahui ternyata beliau pulang ke Subang setiap Jum’at dan Senin pagi sekali langsung berangkat kembali ke Jakarta Kota untuk bekerja di sana, jadi hanya Senin sampai Jum’at pagi beliau mengontrak di daerah Kranji Bekasi.

Janji Bertemu Dengan Pak S
Hingga kemudian penulis mengatur janji untuk kita bisa bertemu di suatu tempat di daerah mendekati tempat kerja Pak S agar penulis dapat menjelaskan secara terperinci tentang :
-METODE TERAPI YAITU GABUNGAN 4 METODE TERAPI
-MACAM & BANYAKNYA DZIKIRAN YANG HARUS DILAKUKAN DI HARI (1 HARI SEBELUM) DILAKSANAKAN TERAPI OLEH ORANG TUA PASIEN BAYI
-BACAAN DZIKIRAN YANG DILAKUKAN SAAT TERAPI BERLANGSUNG
-APA YANG ORANG TUA LAKUKAN SAAT TERAPI DILAKSANAKAN
-BUKTI FOTO-FOTO TIAP 2 MINGGU SEKALI DARI PASIEN-PASIEN BAYI (Yang sudah selesai dan yang masih sedang berjalan terapi saat ini) SERTA BUKTI VIDEO pasien-pasien kami sekarang sudah masuk sekolah swasta umum (yang penulis dapat dari kiriman para orang tua yang penulis masih terus berteman bbm hingga sekarang)
-DAN TEKNIS DAN CARA PELAKSANAAN TERAPI DILAKUKAN

Pertemuan Di Daerah Stasiun Pangeran Jayakarta Senin 23 Maret 2015
Setelah beliau minta izin dengan Supervisor di kantornya, akhirnya kami bisa berkenalan dan bertemu dan kami cari tempat untuk presentasi di sekitar P. Jayakarta-Jakarta Utara.

Menit-menit pertama penulis meminta Pak S  agar menjelaskan apa-apa saja yang telah dilakukan selama ini, beliau memperlihatkan foto bayi beliau dan menjelaskan kemampuan apa saja yang telah bisa dilakukan dan apa-apa saja yang belum bisa dilakukan, yaitu baru bisa duduk sambil dibantu didudukkan, belum bisa berdiri sendiri dan jalan pernah bisa tapi hanya sebentar.  Setelah selesai menjelaskan semuanya, penulis berkata silakan dirembukkan dahulu dengan istri Pak S.

Pak S: “Alhamdulillah semua sudah jelas Pak. Terima kasih atas penjelasannya Pak Kurniawan, insya Allah saya akan memulai terapi ini, terima kasih sudah menyediakan waktu untuk bertemu.”

Penulis: “Sama-sama Pak, semoga dengan ikhtiar ini atas seizin Allah anak bapak mendapat banyak kemajuan hingga bisa jalan. Aamiin.”

Pak S: “Aamiin.”

Terapi Pertama Di Rumah Penulis 12 April 2015
Karena rumah Pak S cukup jauh yaitu di Subang, maka beliau membawa anaknya naik motor berboncengan bersama istrinya dan anaknya ber 3 ke Jakarta Selatan menuju rumah penulis menempuh perjalanan 3 jam lebih. Lalu setelah melepas lelah sejenak, mulailah terapi pertama (kurang lebih 30 menit).

Sambil melepas lelah, penulis meminta penjelasan apa-apa saja yang telah dilakukan yang lebih komplit agar istri penulis ikut mengetahui lebih detil tentang kemampuan-kemampuan anaknya. Duduk masih didudukkan dan setelah bisa duduk bisa dilepas, tapi proses agar bisa duduk masih dibantu.

Terapi pertama dilakukan dan istri penulis menjelaskan teknis cara pelaksanaan semua proses terapi kepada istri beliau, karena nanti akan lebih peran istri Pak S untuk terapi nantinya. Untuk selanjutnya penulis pikir karena cukup jauh, penulis berpikir kasihan cukup lelah untuk bayi pak S melakukan perjalanan jauh lalu langsung terapi, dan Alhamdulillah untuk selanjutnya terapi pegang langsung dilakukan di rumah Pak S yang ternyata mengontrak sebuah rumah di daerah Kranji Bekasi. Jadi terapi pertemuan berikutnya dilakukan di  Kranji.

Alhamdulillah Terjadi Banyak Kemajuan Perkembangan Perbaikan Di Segala Organ Fisik
Selain terapi kunjungan, juga kami terapikan terapi jarak jauh. Dan Alhamdulillah penulis selalu meminta foto-foto phose tubuh tertentu untuk mendapatkan kemajuan perkembangan tubuh yang terjadi dan info perkembangannya. Dan Pak S dan istrinya mengambil keputusan bahwa bilang ke orang tuanya agar penulis dan istri lebih dekat dan agar anak Pak S tidak lelah, mereka menetapkan akan tinggal sementara ber 3 di kontrakan Pak S di Kranji. Dan Alhamdulillah orang tua (mertua Pak S) mengizinkan.

Perkembangan Mei 2015
– bisa berguling untuk duduk sendiri
Lalu begitu pertemuan selanjutnya setelah sebulan berjalan di April atau Mei komunikasi kami semakin dekat dengan keluarga ini. Alhamdulillah banyak sekali kemajuan yang terjadi si anak mulai bisa duduk sambil menggulingkan tubuhnya sendiri untuk duduk sendiri. Alhamdulillah penulis melihat sangat terharu.

Barulah si istri bercerita ke kami atas segala kemajuan baik ini: “Padahal saya dari dulu sudah ngomong berkali-kali sama bapaknya (maksudnya sauminya, agar secepatnya mencari terapis untuk anak mereka), tapi belum dicari juga, sampe saya marah (nyuruhnya).”  Berkata sang istri sambil senyum.

Saya komentari : “Iya Bu berarti itu memang kita belum ditakdirkan Allah dulunya untuk bertemu, pada akhirnya sekarang kita sudah dipertemukan kan.”

Istri Pak S dan Pak S hampir bersamaan: “Padahal dulunya pernah bisa jalan (maksudnya sebelum terapi di April 2015 - penulis), tapi kemudian terkena panas yang sangat panas ada kali 40o C lebih, setelah itu semua kemampuannya menurun drastis, sampai gak bisa jalan dan agar bisa dudukpun mesti dibantu untuk duduk sendiri.”

Penulis: “Oh begitu.”

Penulis  baru mengerti di sini dan berkata: “Alhamdulillah sekarang kita akhirnya bisa bertemu dan Alhamdulillah sekarang sudah bisa duduk kembali dengan usahanya sendiri dan tangannya dalam memegang barang sudah bisa dan aktif.” Sambil penulis menunjuk ke bayinya yang sudah bisa berguling sendiri hingga duduk beberapa kali berlatih selesai terapi di hari itu.

Istri Pak S penulis perhatikan di wajahnya mulai tersenyum bahagia melihat segala perkembangan kemajuan anaknya dalam 2 bulan ini yaitu di usia 22 bulan (saat itu pertengahan Mei 2015).

Perkembangan JUNI 2015
- sudah bisa berdiri, walau belum bisa melangkah
Lalu di Juni saat kami berkunjung kembali untuk terapi, sesudah terapi kami diperlihatkan bahwa si anak (saat ini usia menginjak 22 bulan) sudah mulai bisa berdiri sambil tangannya berpegangan di meja kecil untuk meletakkan televisi. Akan tetapi si anak masih belum bisa melangkah, baru bisa berdiri saja sambil berpegangan tangan di meja kecil untuk televisi.

Alhamdulillah ya Allah atas kegigihan ikhtiar keluarga ini, segala usahanya mulai memperlihatkan hasil kemajuannya. Penulis berharap dan berkata ke Pak S dan istrinya: “insya Allah di lebaran Idul Fitri Juli 2015 nanti sudah bisa jalan Pak.”

Pak S dan istri : “Aamiin” kata mereka serempak.

Penulis berkata tinggal memberi fasilitas apalah untuk berjalan saja, agar si anak bisa pegangan untuk latihan, yaitu mengadakan tempat untuk si anak berpegangan tangan untuk rembetan. 

Perkembangan Pertengahan JUNI 2015
-Mulai  Bisa Melangkah
Penulis dapat kabar bahwa akhir Juni anak Pak S sudah bisa berdiri dan mulai bisa melangkah 1 langkah walau masih pegangan meja kecil untuk televisi.

Perkembangan JULI 2015
-Berjalan dengan bantuan kursi plastik
Alhamdulillah di awal Juli ini penulis diperlihatkan video anak Pak S yang saat ini masuk usia 23 bulan,  akhirnya bisa berjalan sambil dengan bantuan mendorong kursi plastik setinggi perut si anak.

Penulis ucapkan: “Alhamdulillah ya Pak 3 bulan (tepatnya 11 minggu-penulis) terapi akhirnya sudah bisa mulai jalan walau masih dengan bantuan kursi. Insya Allah tidak lama lagi Pak.” Dan penulis meminta dikirim video anak Pak S untuk menjadi file kami, untuk diperlihatkan kepada calon pasien kami yang lain yang insya Allah bisa menguatkan dan memberi harapan  untuk seluruh pasien khususnya di Jabodetabek dan Indonesia umumnya, bahwa bayi Bapak/Ibu yang terlahir dengan down syndrome janganlah putus semangat, syok boleh saja, tapi kita harus bangkit dan semangat berihktiar dengan mencari terapis bayi dengan kelainan DSini untuk kemajuan dan masa depan sang buah hati.

Perkembangan di Minggu ke 2 Juli 2015 (Idul Fitri 1436H)
-Berjalan Sambil Mendorong Kursi Plastik
Sehubungan telah mulai bisa jalan sambil mendorong kursi plastik, dan terapi yang masih akan dilakukan hanya tinggal beberapa kali saja lagi di Juli ini, yaitu untuk perbaikan dan peningatan syaraf motorik kasar (kemampuan gerak tangan, tungkai dan kaki) dan syaraf motorik halus (kemampuan gerakan jari-jemari dan kecerdasan).  Insya Allah di Agustus bulan depan tinggal 2x terapi saja yaitu terapi kunjungan saja   tanpa terapi jarak jauh lagi, sekalian kontrol terakhir kemampuannya, dan terapi fisik organ-organ jaringan dalamnya. Alhamdulillah di Agustus 2015 nanti insya Allah sudah selesai. Jadi genap 3 bulanan, sedangkan di bulan ke 4 masa terapi (Agustus) hanya tinggal 2x saja, atas seizin Allah anak Bapak S/Ibu sudah dapat berjalan dengan baik.

Kami (penulis dan istri) ucapkan selamat kepada Pak S dan istri, bahwa semua ini bisa terjadi dimulai Pak S menemukan Blogspot saya, pertemuan pertama hingga terapi ini berjalan dan semua perkembangan baik dan kemajuan yang tercapai hingga bisa jalan di Juli 2015 ini atas seizin Allah SWT.

Kepada Pak S dan istri semoga dengan ikhtiar ini yang hingga jauh-jauh meninggalkan tempat tinggalnya di Subang sehingga jauh dari nenek sehingga (sang cucu) dan tinggal sementara di Kranji Bekasi ini menjadikan fisiknya baik, saluran pencernaan makin membaik, organ saluran pernafasan lebih baik dan koordinasi gerakan tangan dan kaki dan kemampuan jari tangan semakin baik. Mudah-mudahan anak bapak menjadi mudah untuk latihan dan beraktifitas apapun ke depannya, selain itu dengan kondisi imun (daya tahan tubuh) yang lebih kuat. Kepada neneknya sang buah hati semoga menjadi lebih bahagia melihat segala kemajuan cucunya. Aamiin.

Dan kepada pasien dan calon pasien di manapun berada yakinlah bahwa KeMaha Kuasaan Allah tidak terhalang jarak dan waktu, bagi yang baru memiliki bayi terlahir down syndrome (DS), janganlah bersedih berkepanjangan demi buah hati Bapak/Ibu sekalian semoga bukti-bukti foto-foto per 2 minggu atau bulanan dan video bayi pasien-pasien bayi kami yang suatu saat dapat penulis perlihatkan kepada Bapak/Ibu.

Tidak Ada Yang Mustahil Dengan Karunia Allah, Perbaikan Kelainanpun Dapat Maksimal
Semoga kisah nyata ini menjadikan secercah harapan bagi Bapak/Ibu sekalian bahwa karunia dan kemukzizatan Allah sangat dekat dengan kita walau terhadap kelainan sekalipun, tinggal kita mau berihktiar atau tidak dengan terapi yang menyeluruh di sebagian besar organ-organ tubuh bayi DS yang mengalami kelainan seperti yang dilakukan Pak S pada kami sebagai perantara terapis anaknya usia 20 hingga 24 bulan.

Terapi Do’a & Terapi Sentuhan Kasih Sayang
Tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT akan perbaikan segala organ dan semaksimal mungkin akan bisa terjadi walaupun terhadap organ tubuh yang mengalami kelainan akibat trisomi 21, tinggal pola pikir Bapak/Ibu sekalian yakin atau tidak akan terapi karunia Allah dan terapi kasih sayang yang kami terapkan dan kualitas dzikiran serta fokus (yang akan kami arahkan dan pandu) saat terapi dilakukan akan juga menentukan hasilnya terhadap buah hati Bapak/Ibu. Dari Abu Hurairah ra. Berkata Rasulullah SAW : Allah berfirman : “Allah tergantung pada prasangka hamba kepada-Ku. Aku akan bersamanya kalau dia mengingat-Ku,….”. Jadi selalulah berprasangka baik kepada Allah bahwa do’a ditambah ikhtiar yang tepat bagi bayi dengan kelainan trisomi 21 sedini mungkin pada perbaikan menyeluruh pada organ bayi atas seizin-Nya mendapat karunia perbaikan semaksimal mungkin. Insya Allah.

Dan juga saran-saran penulis dan istri penulis saat berjalannya proses selama masa terapi untuk diperhatikan dan dijalankan, yaitu saran-saran ini tidak jauh berbeda dengan menangani bayi normal lainnya, hanya ada sedikit yang perlu penulis dan istri tambahkan sehubungan bisa ada kelainan tiroid dan jantung bocor atau masalah pendengaran atau lainnya pada bayi terlahir DS.

Terima kasih ya Allah atas bantuan karunia-Mu Ya Allah semua ini bisa terjadi, semoga usaha penulis dan istri yang tidak seberapa ini menjadikan kehidupan anak Bapak S dan istrinya menjadi kan lebih baik di kehidupan buah hatinya di masa depan. Aamin.

Semoga kisah nyata ini bermanfaat khususnya untuk bapak/Ibu yang memiliki bayi terlahir DS di Indonesia. http://kprihatmono.blogspot.com/2015/02/jangan-wait-and-see-bila-bayi-anda-yang.html?m=1

Akhir kata, semoga semakin cepat memulai terapi bayi down syndrome Bapak/Ibu sekalian dan langsung segera berkonsultasi ke kami untuk memulai terapi bayi terlahir DS dengan metode dzikir, do'a dan cloning, insya Allah semua fisik organ-organ jaringan dalam yang mengalami kelainan dapat diperbaiki (saluran  esofagus / tenggorokan), NAFSU MAKAN DITINGKATKAN: perbaikan nafsu asupan dan saluran pencernaan (usus); DAYA TAHAN TUBUH TERHADAP PENYAKIT DIOPTIMALKAN: sum-sum tulang belakang (sebagai penghasil sel darah putih membaik agar imun bayi meningkat), KECERDASAN: wajah (agar mata tidak sipit dan kantung mata yang tebal bisa menipis), syaraf motorik halus ditingkatkan; OTOT-OTOT : syaraf motorik kasar, kemampuan tengkurap, duduk, berdiri dan berjalan akan lebih dini, sehingga kemampuan bayi normal dapat terkejar. Aamiin.

Drs. R. Kurniawan Prihatmono
081386837511
Harap SMS lebih dahulu
E-mail: kurniawanp18@yahoo.com

Rabu, 01 Juli 2015

LANJUTAN 2 Jangan-Wait-and-See-Bila-Bayi-Anda-Suspect-DS

Tulisan ini adalah Lanjutan ke 2 dari artikel http://kprihatmono.blogspot.com/2015/06/lanjutan-jangan-wait-and-see-bila-bayi.html

Terapi Ditujukan Pada Organ-organ Tubuh Fisik Jaringan Dalam Bayi
Bahwa bayi down syndrome memiliki kelainan dan lemah di segala organ tubuhnya, jadi berdasarkan hal ini maka sudah sebaiknyalah juga dilakukan perbaikan pada segala organ-organ tubuh yang mengalami lemah tersebut dan tentunya frekuensi jumlah terapi tidak cukup 1 atau hingga 5x saja seperti mengobati sakit medis (semisal asam urat atau radang tenggorokan), maka terapi ini diperlukan terapi yang terintegrasi (menyeluruh pada bagian yang luas) secara berkala dan berkesinambungan (sambung-menyambung) dan terus ditingkatkan ke bagian-bagian lain, jadi TIDAK CUKUP HANYA MELATIH OTOT-OTOT YANG LEMAH SAJA, silakan baca yang lebih lengkap gejala-gejala pada seluruh organ tubuh yang mengalami kelainan pada situs berikut: http://m.kaskus.co.id/thread/532b5cdd3fcb17de348b4742/mengenal-sindrom-untuk-memperingati-hari-down-syndrome-se-dunia

BUKA WAWASAN BERPIKIR BAPAK/IBU SEHUBUNGAN TERAPI FISIK JARINGAN DALAM
Jika Bapak/Ibu telah membaca gejala-gejala pada situs kaskus di atas ini, (konteks perbaikan kita sempitkan ke perbaikan yang berhubungan dengan fisik tubuh saja, maksud saya yang bukan latihan bicara dan belajar kehidupan kemandirian pakai baju dan lain-lain, karena ini masih bayi), lalu coba kita telaah dengan logika pemikiran kita, yaitu PERTANYAANNYA ADALAH : cukupkah untuk perbaikan segala organ bayi down syndrome yang banyak mengalami kelainan itu (bisa jadi seorang bayi mengalami 6 sampai dengan 8 macam kelainan) hanya dengan melatih otot-otot yang lemah saja tanpa memperbaiki organ-organ tubuh lainnya yang di dalam tubuh ?

Jadi bagaimanakah terapi bayi down syndrome, menjadi sebuah keharusanlah melalukan perbaikan fisik jaringan dalam secara menyeluruh dan berkesinambungan yang sudah tentu kita mohonkan kepada Allah sebagai pencipta segala organ, melihat segala organ bayi usia di bawah 1 tahun adakah obat untuk perbaikan kelainan usus, kelainan esofagus (tenggorokan) dan lain-lain ?? Jikapun ada terjangkaukah harganya ??

Dengan Terapi Pada Bagian Kepala Maka Kecerdasan Bayi DS Akan Meningkat
Terapi pada kedua bagian besar di bawah ini akan berpengaruh besar pada kecerdasan bayi DS yaitu:
-Terapi kepala (Syaraf motorik kasar dan halus)
-Terapi pada wajah (mata dan kantung mata)
Penampilan membaik (wajah mata dan tidak ada kantung mata sehingga tidak lagi atau lepas dari sebutan kembar 1.000) menurut penulis tentulah akan mempengaruhi kecerdasan EQ, karena akan semakin memudahkan pergaulan di usia Pra TK, dan Sekolah Dasar. Sehingga anak ini akan lebih mudah bergaul dengan teman-temannyanya layaknya anak normal dibandingkan bila wajah DS-nya masih terus terbawa hingga usia sekolah dasar, maka kecerdasan EQ-nya akan meningkat.
Dengan terapi kami sekaligus menterapi syaraf motorik halus, insya Allah bayi juga akan mengalami kemajuan perkembangan dan peningkatan kecerdasan lainnya yang diakibatkan dampak baik pada membaiknya syaraf motorik halus ini.

Kecepatan kemampuan bayi bisa jalan tentulah akan berpengaruh kepada kecerdasan IQ & EQ (Emotional Quotient.  Kalimat di bawah (warna biru) dikutip dari sumber di situs di bawah:
Pengertian Tes EQ
EQ, yang beberapa pakar menyebutnya sebagai ”IQ Sosial”, adalah kemampuan untuk memahami dan bertindak bijaksana dalam menghadapi atau berhubungan dengan orang lain.
http://saptaabimanyu.blogspot.com/2011/03/assesment-psikologi-tes-iq-dan-eq.html

Kisah Nyata Pada Artikel Blogspot Selanjutnya
Di bulan Desember 2014 hingga Mei 2015 cukup banyak yang menterapi pasien-pasien bayi dengan suspect down syndrome ke kami, artikel blogspot di ke depannya penulis akan berusaha memintakan izin kepada para orang tua sekalian yang buah hatinya dalam beberapa bulan terapi dengan terapi kami yaitu terapi dengan metode terapi dzikir dan cloning dengan tujuan terapi kami adalah perbaikan fisik segala jaringan dan organ-organ tubuh dalam tubuh bayi yang tidak memerlukan waktu yang singkat untuk perbaikan segala organ tubuh yang bisa jadi miliaran sel-sel tersebut, yaitu:
-jalur esofagus (tenggorokan) dan jalur pernafasan
-wajah agar mata menjadi lebar (belok) atau tidak sipit dan ujung mata yang runcing
-kantung mata agar menjadi rata (tidak seperti mata bengkak pada kantung mata)
-sum-sum tulang belakang agar bekerja dengan baik menghasilkan sel-sel darah putih sebagai antibody (imun) darah kita untuk melawan penyakit (virus atau bakteri dalam tubuh/darah)
-saluran pencernaan (usus, lambung dan juga nafsu asupannya (minum & makannya agar membaik)
-syaraf motorik kasar (untuk gerakan tungkau tangan dan kaki untuk gerakan besar)
-syaraf motorik halus (untuk gerakan jari-jemari, untuk main puzzle atau mainan lain dan kecerdasan agar meningkat)
-dan organ-organ tubuh lainnya
Kepada para orang tua dengan bayinya yang mengalami kelainan trisomi 21 atau baru diberitahu dan dinyatakan oleh dokter Bapak/Ibu akan kelainan DS ada yang baru saat usia 2 bulan atau 3 bulan atau 4 bulan ataupun saat ini bayi sudah 12 bulan atau 18 bulan dan sudah sejak beberapa bulan lalu mengikutkan terapi lain tapi belum berhasil dengan menyeluruh perbaikan hasil terapi dari tempat lain, kami sangat berterima kasih atas kepercayaannya sehingga memulai terapi ke kami hingga sekarang ini.



Dan penulis ucapkan terima kasih atas info yang diberikan ke kami sehubungan dengan banyaknya kemajuan yang terjadi dari hari ke hari dan dari minggu ke minggu pada buah hati bapak & Ibu sekalian.

Terima kasih kepada Orang Tua Yang Memulai Terapi di Juni 2015
Dalam bulan Juni 2015 ini kembali kami menerima 2 pasien baru dari luar kota yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur. Walaupun kita belum pernah kenal sebelumnya, tapi atas kepercayaan Bapak/Ibu sekalian kepada kami, kami sangat berterima kasih sekali untuk memulai melakukan terapi demi bayi Bapak/Ibu. Kami usahakan melalukan yang terbaik untuk buah hati Bapak/ibu dan selalu kita sama-sama mohonkan kepada Allah SWT agar mendapatkan karunia perbaikan kepada buah hati Bapak/ibu semaksimal mungkin pada seluruh organ-organ tubuhnya sesuai dengan tujuan-tujuan di atas.

Dan jangan lupa segala saran-saran terus penulis berikan tiap bulannya (melalui bbm/WA/ FB) agar dapat diikuti & dilakukan, demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada bayi bapak/Ibu sekalian, seperti kebersihan dot (dididihkan) dan lain-lain.

Semoga kemajuan karunia dari Allah melalui terapi dengan metode dzikir dan cloning melalui kami, bermanfaat untuk buah hati Bapak/Ibu di masa depannya. Aamiin.

Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
HP 081386837511
Harap SMS lebih dahulu
E-mail: kurniawanp18@yahoo.com

Rabu, 17 Juni 2015

Beribadah Tanpa Ilmu, Amalnya Ditolak Allah SWT



Khutbah sholat Jum'at Mei 2015 masjid di daerah Kabupaten Pemda Bogor di daerah Jl. Sukahati. Semoga menjadi wawasan bahwa jika : “Beribadah Tanpa Ilmu (Agama), Amalnya Tertolak”


Hadirin Sholat Jum’at

Ada 4 syarat agar ibadah diterima oleh Allah SWT, yaitu:

1.Miliki Ilmu (Agama) 
Ada kejadian di zaman Rasululloh bahwa ada seorang yang rajin sholatnya, lalu orang ini meninggal tapi kemudian di dalam kuburnya orang ini disiksa. Lalu disampaikan kepada para sahabat dan sahabat bertanya kepada Rasullulloh: “Kenapa dia  sampai disiksa ya Rasullulloh ?”
Apa kata Nabi: “Dia disiksa gara-gara tumitnya tidak kena air wudhu (untuk melaksanakan sholatnya)”

Berapa banyak orang yang rajin sholat, tapi kalau berwudhunya tidak benar (seperti tumit tidak kena air wudhu), maka hanya capek yang dia dapat. Beribadah tanpa ilmu, maka amal ibadah itu akan tertolak.
Di bulan suci Ramadhan berapa banyak umat muslim pergi ke masjid untuk sholat tarawih. Astaghfirullah. Gara-gara tidak punya ilmu, orang lain sedang sholat dia lewati (persis hingga depan tempat sujud orang yang sholat tersebut). Karena ada hadits: lebih baik menunggu orang yang sedang sholat selama 40 tahun daripada melewati. Berapa banyak orang yang melewati orang yang sedang sholat. Astaghfirullah. Dosa yang dilakukan oleh orang yang melewati gara-gara tidak punya ilmu.
Menjelang bulan suci Ramadhan berapa banyak orang yang datang ke kuburan keluarganya* (karena biasanya ke kuburan menjelang bulan suci Ramadhan sangat ramai dan bisa sampai penuh sesak-penulis), dia ingin berdo’a,  di dalam bahasa orang Sunda disebut “Nyekar”. Astaghfirullah. Gara-gara dia tidak  punya ilmu, apa yang dia lakukan (?) kuburan orang lain dia injak-injak. Hadits shohih menyatakan menginjak-injak kuburan orang lain hukumnya tidak baik. [Ada yang berpendapat makruh, ada yang haram-penulis]. Gara-gara tidak punya ilmu (ilmu agama) ibadah hanya sia-sia. Pantas di salah satu ayat Al Qur’an Allah menyebutkan: 

Fas Alu Ahla dzikri in kuntum laata'lamun 
Yang artinya : Tanyalah kepada ahli ilmu bila kita tidak tahu.
Jangan kita tanya orang yang hanya sekedar berbicara, tapi tidak tahu ilmunya.
Tanyakanlah kepada para ulama, bertanyalah kepada para kiai, bertanyalah kepada para ustadz, agar kita tidak terjerumus melakukan ibadah yang hanya sia-sia belaka.

Syarat selanjutnya agar ibadah kita diterima Allah SWT adalah:

2. Niat 
Sesungguhnya amal tergantung niat (kepada Allah  SWT).
Di zaman nabi Muhammad SAW ada seorang berhijrah ternyata bukan karena Allah dan Rasul, tapi dia berhijrah karena ada seorang wanita cantik, maka dia berhijrah karena ingin menikahi wanita itu.
Kata hadits: “Dia hanya dapat sesuai dengan yang dia niatkan saja."

Ada juga yang dihadapkan di akhirat, bahwa akan ada jika meninggalnya seorang anak Adam maka akan putus kecuali yang 3, yaitu salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Orang dengan ilmu dan ilmunya bermanfaat. Pas sampai dihadapan Allah, dia akan menyangka akan dimasukkan ke dalam surga, ternyata dia diseret ke dalam neraka. Dia bingung, dia bertanya : Saya ini ahli ilmu, ilmu saya bermanfaat untuk orang banyak. Apa yang disampaikan ke dia (orang ini), kamu punya ilmu tapi untuk menyombongkan diri dan bukan karena Allah SWT, sombong dengan titel, sombong masuk kampus bergengsi, giliran sudah menjadi sarjana hanya sibuk memperkaya diri, bahkan ilmu yang dia dapat hanya membuat susah orang banyak, ilmunya hanya untuk jalan tidak halal, betapa orang yang pintar seperti ini tidak dibutuhkan di negeri ini, karena hanya menjadi parasit di negeri ini. Ilmu tidak bermanfaat, salah niat lagi-lagi.

Lalu orang yang dermawan, banyak harta tapi pas sampai di hadapan Allah, kamu hanya ingin disebut dermawan. Ilmunya dia sudah tahu, sayang niatnya tidak tepat, (dermawannya) niatnya bukan karena Allah semata.



3. Sabar 
Sabar dalam beramal. Sabar dalam beriman. 
Allah berfirman dalam Al Qur’an, surat Al Baqarah : 153 
“Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong.”
Sabar dalam beramal sholeh.
Dan Allah SWT akan melihat amal bukan banyak (nya). Amal sedikit tidak apa, tapi “istimror  artinya dilakukan terus-menerus. Buat apa amalnya banyak sholat tahajud seminggu tidak putus, sesudah itu 3 bulan tidak tahajud. Amal sedikit tapi istimror…terus-menerus, inilah yang lebih bermanfaat. Sabar.

Berdo’a untuk anak kita di rumah. Mendidik anak di rumah. Sabar kita berdo’a. Sabar kita mendidiknya. Sebagaimana nabi kita Ya’kub as yang ditinggal oleh putranya (nabi Yusuf) dan dijahati oleh saudara-saudaranya. Nabi Ya’kub as sabar berdo’a. Beliau adalah rasul. Do’anya baru dikabul sesudah beliau tua renta menjelang ajal. Sedangkan kita (saat berdo’a) ingin agar do’anya cepat dikabul (oleh Allah).

Jadi syarat kita dalam mengerjakan ibadah, sabar. Dan sabar dalam beramal sholeh. 

4. Ikhlas

Amal kita tidak akan diterima jika tidak ikhlas, seperti kejadian anak-anak Adam yaitu (kisah) Qabil dan Habil yang berkurban yang satu ihklas yang satu tidak ihklas, maka sia-sia kurban (yang tidak ikhlas ini) yang dia lakukan.
Semoga menjelang bulan suci Ramadhan kita akan belajar, ilmunya kita pelajari.
Bagaimana ilmu agama menyambut bulan suci Ramadhan.
Semoga niat kita benar semua karena Allah  SWT. Dan kita sabar dalam menjalankan ibadah puasa dan yang lain sebagainya di dalam bulan suci itu dan kita melakukannya ikhlas, hanya karena Allah SWT.



Demikian khutbah Jum'at.
=================
Tambahan penulis:

"Lebih baik menunggu selama 40 (tahun) daripada lewat di depan orang yang sedang shalat."
(H.R Bukhari)” Jadi, jika kita mengalami situasi seperti demikian, lebih baik kita menunggu hingga orang tersebut selesai menunaikan ibadah shalatnya. Jika tidak bisa menunggu, maka coba cari jalan lain sehingga kita tidak harus berlalu di hadapan oang yang shalat tersebut.

Jadi sebagai umat muslim kita harus punya ilmu agama, dan harus tahu ilmu dunia pula, seperti:
-mana hal-hal yang syarat-syarat wajib dan rukun saat wudhu dan lain-lain
-mana hal-hal yang hukumnya: Wajib, Sunnah, Mubah (boleh-boleh saja), Makruh (buruk jika dikerjakan) dan haram disebut 5 Hukum Taklifi.
-dan kita juga harus belajar Mengapa suatu hal bila tidak ada di zaman Rasululloh tidak dicontohkan, tapi ternyata sekarang ini diperbolehkan, apa hukumnya dan dasarnya ?

Contoh di bawah ini suatu hal tidak ada di zaman Rasululloh, lalu kita lakukan dan pergunakan untuk bekerja di zaman sekarang  ini, seperti dalam mencari penghasilan saat ini padahal tidak ada di zaman Rasulullah, dan baru beberapa tahun lalu (sekarang) telah ditemukan teknologi baru artinya hal baru tersebut bisa saja diluar Al Qur'an dan Hadits seperti penemuan mobil, motor, pesawat terbang, kereta api tentu tidak ada di zaman rasul, yang ada hanya unta dan kuda.

Teknologi Komunikasi : Handphone, Ipad, komputer, notebook, internet pada zaman Rasul belum ada.
Teknologi Informasi : Komputer Server, Internet dan Satelit juga pada zaman Rasul belum ada.
Teknologi Pengiriman Informasi : Faximile (fax) dan e-mail: pengiriman berita jarak jauh, yang zaman Rasululloh pesan dikirim lewat orang utusan dan utusan ini menggunakan unta atau kuda.
Teknologi Pengobatan: Stetoskope (Stetoskope ditemukan di Perancis tahun 1816), Alat Rontgen, alat Ct scan Otak (MRI) yang di zaman Rasululloh juga belum ada, tapi beberapa dekade belakangan ini ditemukan.
Teknologi Perbankan: Kartu ATM atau kartu debit
Teknologi Fotografi (disebut teknologi bayangan) baru ditemukan tahun 1000 silakan buka link : http://heryfosil.blogspot.com/2010/11/fotografi-sebuah-sejarah-bagi-dunia.html?m=1
Teknologi di zaman Rasul belum ada artinya tidak Rasul contohkan, lalu saat ini berada di rumah Bapak/Ibu sekalian yaitu : Televisi, Video Player (pemutar video), alat karaoke, blender, mixer, rice cooker (penanak nasi) dan lain-lain.
Teknologi Pendingin : Kulkas, AC (pendingin ruangan)
Teknologi Penerangan : pada zaman Rasul baru ada lampu minyak, tapi saat ini kita memakai yang tidak dicontohkan Rasul, yaitu Lampu neon, lampu TLD, lampu bohlam.
Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Semua ini adalah hasil kemajuan otak manusia yang diperbolehkan yang dasar landasannya untuk kebaikan (bukan dipergunakan untuk ke-rusak-an, ke-jahat-an, pem-fitnah-an dan tidak melanggar aurat jika berupa foto), untuk kemaslahatan dan kebaikan hidup manusia yang semuanya asalkan tidak (musyrik) yaitu tidak untuk menjadikan sesembahan selain Allah SWT.


Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono