Sabtu, 05 Desember 2015

Bayi Terlahir DS: Semula Orang Tua Syok & Menangis Lalu Ikhtiar Terapi Dzikir Dan Cloning Akhirnya Bahagia



Orang tua manapun pasti bahagia di kala hari yang membahagiakan itu datang yaitu kelahiran bayi mungil buah hatinya yang telah dikandungnya sekian bulan akhirnya telah lahir tanpa cacat dengan fisik luar perangkat anggota tubuh yang komplit. Dan mulailah di beberapa hari kemudian mulai tampak keganjilan seperti suara tangis tidak (belum) ada atau tangisan seperti tercekat-cekat, lalu juga tampak ciri-ciri lain yang makin jelas seperti kantung mata yang tebal, batang hidung antar mata yang pesek, mata yang sipit, leher yang pendek, leher belakang yang tebal atau lemah organ lainnya.

Lalu begitu sang ibu mendapat kabar bahwa bayinya dinyatakan mengarah Down Syndrome (DS) padahal sang ibu baru berusia 25 tahun sampai dengan 28 tahun dan baru saja beberapa tahun menikah dan anak pertama pula. Berbagai ungkapan perasaan para ibu-ibu muda ini saat menelfon (setelah ber-sms sebelumnya) dengan penulis, seperti:

"Apakah wajah DS-nya bisa berubah Pak ?" *)
"Bagaimana dengan kecerdasannya setelah diterapi metode dan cara terapi dari Pak Kurniawan ?" *)

Dan berbagai ungkapan pertanyaan lainnya.

Dan tak jarang di tiap bulan ibu-ibu yang menghubungi penulis (menelfon) menceritakan kondisi bayinya sambil menangis panjang selama komunikasi, dan tak jarang mereka masih berada di rumah sakit (nifas) karena bayinya masih dalam perawatan inkubator karena terlahir kuning (bilirubin), bahkan ada pula yang perlengketan pada usus sehingga asupan harus melalui selang sonde (dan lain-lain), penulispun ikut merasa kesedihan yang dirasakan beliau.



SEPANJANG TAHUN 2015
Cukup banyak yang bayi terlahir DS (down syndrome) sejak akhir 2014 hingga di sepanjang tahun 2015 ini, terlebih bagi mereka para istri yang merupakan pasangan suami istri baru menikah sekitar 1 tahun, lalu baru saja melahirkan anak pertama mereka yang kemudian ternyata diberitahukan oleh dokter bahwa bayi yang dilahirkannya (beberapa hari) kemudian dinyatakan suspect DS.

Memang wajar bagi ibu bayi ini akan syok, sedih, bahkan ada yang menangis berkepanjangan, bahkan sampai tidak bisa bekerja beberapa hari hingga sang suami akhirnya menemukan blogspot penulis, lalu akhirnya bicara dengan penulis.

Penulis berusaha menjelaskan dengan sabar dan sejelas-jelasnya bahwa bayi terlahir DS butuh kesabaran yang lebih dan extra telaten dalam memperbaiki dan menterapi (fisik)-nya. Dan penulis jelaskan terapi seperti apa yang dibutuhkan untuk awal-awal kehidupannya.
Lalu setelah saya mendengar semua curahan mereka, satu  per satu penulis jelaskan untuk awal-awal kehidupan bayi yang mesti ibu lakukan :

1.  Ibu, bagaimanapun kondisi bayi yang ibu terima selalulah kita harus syukuri dan ikhlas, pasti ada hikmah dibalik ini yang kita mungkin belum tahu, Allah tidak akan memberi ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Semoga ibu  menjadi orang yang (super) sabar, (super) baik dan kasih sayang yang tinggi kepada bayi ini. Ibupun harus tabah menerima dan jangan sedih berkepanjangan agar ASI (Air Susu Ibu) tidak kering (berhenti) atau  ASI yang ke luar akan berkurang / tidak cukup, karena bayi ini sangat membutuhkan ASI yang lebih dikarenakan kelainannya, efeknya imun (antibody)-nya rendah. ASI sangatlah dibutuhkan bayi ibu agar imunnya meningkat optimal.

2. Silakan ibu/Bapak baca artikel yang ada di blogspot penulis banyak sekali kisah nyata bayi-bayi DS yang telah kami terapi dan sudah baik kondisinya, bisa jalan dan wajahnyapun berubah jauh dari sebutan kembar 1000 down syndrome. Janganlah ibu bersedih jika ada tulisan  yang telah memvonis bahwa bayi DS tidak bisa ini-tidak bisa itu, karena kelainan bayi DS setiap bayi sangat berbeda, jadi antara bayi DS yang satu dengan bayi DS yang lain sangat “unik”, jadi ciri-ciri dan lemahnya pada tubuhnya akan berbeda-beda yang tentunya akan ada penanganan fisioterapi pada masing-masing fisik organ tubuhnya tentulah akan berbeda-beda pula. Dan insya Allah semua itu bisa kita mohonkan kepada Allah perbaikannya agar maksimal diperbaiki. *)

3. Bayi DS banyak sekali mengalami kejadian jantung bocor (walau tidak semua bayi DS), tapi melakukan tes echo jantung (echocardiography) pada bayi ibu sekalian adalah pilihan yang sangat baik, karena jantung adalah organ vital utama tubuh, yang akan mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh dan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh akan semakin meningkat dengan usia dan gerakan yang semakin banyak. Jadi tentunya kita harus mengetahui apakah ada kebocoran jantung atau tidak (seperti pada: ASD, VSD, CAVSD atau PDA). Tidak semua jantung bocor bercirikan lebam-lebam biru pada tubuhnya, bisa saja tidak ada lebam biru tapi bayi DS mengalami jantung bocor. Jadi bila sampai tidak diketahui kondisi jantungnya pada 4 bulan di awal kehidupannya bisa berakibat fatal. Jadi bila diketahui jantung bocor ataupun tidaknya, maka nanti akan ada pola berbeda pada tahapan terapinya.
Dan setelah 3 poin ini, baru kita terapi dan perbaiki kelainan DS-nya pada sebagian besar organ-organ fisiknya.

"Gejala yang timbul pada jenis kebocoran tadi sangat tergantung besar-kecilnya lubang kebocoran. Jika cukup besar, bisa menimbulkan gangguan pertumbuhan. Bicara soal gejala, perlu diingat bahwa tidak semua kelainan jantung bawaan ini memunculkan gejala warna biru. Soalnya, kelainan ini dibagi dua golongan: nonsianotik yang tidak menimbulkan gejala biru (contohnya ASD dan VSD) dan sianotik yang menimbulkan gejala biru (misalnya tetraologi fallot dam astresia tricuspid)"
https://aguss.wordpress.com/2006/09/01/jantung-bocor-tak-harus-biru/

Kateterisasi atau metode operatif:
http://www.anakku.net/penyakit-jantung-bawaan-pada-bayi-baru-lahir.html


Paling tidak 3 hal ini harus dipahami dan dilakukan akan kehadiran bayi ini di awal-awal kehidupannya (tes tyroidpun) boleh saja dilakukan.

KUNJUNGAN PRESENTASI, HASIL TERAPI DAN BUKTI BERTEMAN
Dan seterusnya satu persatu dan tahap demi tahap penulis jelaskan. Alhamdulillah pada akhirnya sang ibu mulai paham dan lega bahwa semua vonis apapun yang belum tentu terjadi (vonis tersebut), semoga tidak menjadi penghalang pikiran (semoga tidak menjadi penghalang do'a) bahwa Allah maha Kuasa dan tidak ada yang mustahil bagi Allah untuk perbaikan maksimal bayi ibu/bapak sekalian.

Alhamdulillah setelah penulis mengunjungi keluarga-keluarga ini melakukan presentasi dan melihat kondisi buah hatinya. Tak jarang ibu-ibu ini terharu dengan perbaikan kondisi bayi-bayi yang telah sangat bagus dan penulis jelaskan bahwa dengan ketelatenan ibu sekalian dan kita terapi luar dan dalam, insya Allah wajah juga bisa berubah baik dan akan jauh dari ciri wajah DS-nya, semua atas seizin Allah dan ridho-Nya. Insya Allah ada jalan-Nya dan semoga yang terapi dengan kami insya Allah akan mengalami juga.

Penulis juga jelaskan berbagai foto di tiap bulannya bayi setelah tahapan terapi di banyak kasus, bahkan video-video yang bayinya telah bisa jalan dan bahkan kami berikan ibu untuk berteman (sharing) dengan para orang tua yang telah baik anaknya dan Alhamdulillah banyak orang tua yang bersedia setelah penulis mintakan izinnya agar ibu dapat BUKTI eksistensi kami di bidang terapi bayi Down Syndrome. (Kami telah 8,5 tahun menterapi bayi DS dan tahun 2016 ini akan genap 9 tahun pengalaman kami).

Akhirnya proses terapi berlangsung selama sekian bulan dengan mengikuti berbagai tahapan terapi dan kefokusan yang selalu bertahap dan berkesinambungan melihat segala perkembangan yang terjadi, mulailah segenap ibu dan bapak bayi ini mulai terlihat senang terlihat dari wajah mereka dari minggu ke minggu dan dari bulan ke bulan bahwa akhirnya bayi-bayi mereka tidak tertinggal bahkan menyamai kemampuan bayi normal.

PRASANGKA BAIK / POSITIF SELALU KEPADA ALLAH SWT
Dan penulis jelaskan memang ada hal-hal yang akan mempengaruhi hasil terbaik terapi dan semua tak lepas dari usaha kualitas dzikir yang baik oleh ibu dan suami dan ikhtiar yang rajin sehingga Allah mengabulkan do’a (segala sesuatu sesuai dengan niat) Ibu sekalian. Dan banyak-banyaklah bersyukur kepada Allah SWT, di sini membuktikan yang semula (mungkin) Ibu dan Bapak sekalian selalu berpikir bahwa kelainan juga harus dengan alat medis saja (ini kembali kepada kasus apa yang sedang akan diperbaiki, contoh jantung bocor yang bocor sedang dan besar haruslah diambil tindakan segera). Lalu kasus atresia ani (tidak ada lubang anus), maka tentulah haruslah dioperasi pembuatan jalur. Memang dalam perbaikan kelainan pada bayi Down Syndrome harus gabungan medis dan  terapi dengan perbaikan bertahap untuk seluruh organ tubuh yang kelainan termasuk wajah, agar si bayi di usia sekolah (misalkan di usia 5, 6, 7 tahun) nanti tidak merasa minder atau malu terutama di usia-usia  sekolah dasar di mana usia ini anak-lain (temannya) tentu sulit diberikan penjelasan.

Dan ternyata kemukjizatan karunia perbaikan yang di dalam organ tubuh yang selama ini tidak terpikirkan oleh logika kita, ternyata terjadi pada buah hati ibu dan bapak sekalian. Hal ini dapat terjadi sesuai dengan prasangka kita terhadap Allah SWT, seperti dalam hadits Qudsi: "Aku (Allah) tergantung dengan persangkaan hamba-Ku pada-Ku."

Jadi jika Ibu dan bapak berprasangka bahwa bayi ini tidak akan berkembang maksimal hanya berkemajuan sedikit atau mendekati bayi normal, maka itulah yang ibu dan bapak akan dapatkan, haruslah kita tidak berprasangka seperti ini, karena hal ini kita telah membatasi ke Maha Kuasa-nya Allah SWT. Sedangkan jika kita percaya bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik dan maksimal, insya Allah tidak ada yang tidak mungkin bagi bayi yang kelainan ini. Dan dengan tahap demi tahap, alhamdulillah kami telah membuktikannya terhadap banyak bayi pasien kami. Sedini mungkin saat masih usia 0 tahun (makin di bawah 5 bulan kami terapi semakin cepat penerimaan kemajuan perkembangan, semakin tua usia bayi, semakin agak melambat kemajuan perbaikannya), jadi janganlah ditunda-tunda terapinya dan JANGAN bersikap Wait and See (Tunggu dan Lihat) :
http://kprihatmono.blogspot.co.id/2015/02/jangan-wait-and-see-bila-bayi-anda-yang.html

Akhir Bahagia Pada Keluarga Ini Merupakan Kebahagiaan Kami Pula di 2015
Lagi di sepanjang tahun 2015 ini hingga akhir Desember ini cukup banyak sudah yang membaik yang mengikuti saran-saran kami sejak usia 1 bulan, harus bagaimana, lalu bulan ke 2 harus periksa echo jantung. Lalu bulan ke 3 usia bayi dan seterusnya hingga wajah berubah, kantung mata tebal yang menjadi rata, tebal di leher belakang yang menjadi rata, bahkan akhirnya sudah bisa berdiri dan bisa titah-titah bahkan sudah bisa jalan. Selain segenap ibu dan bapaknya berbahagia akan bayinya yang berwajah membaik (perbaikan wajah sebaiknya mulai menterapi tidak lebih dari usia 8 bulan) dan bisa berdiri dilepas dan bisa jalan.

Berbagai ungkapan penulis terima melalui bbm dan ada WA (whatsapp) dari :

1. Seorang ibu yang bayinya telah bisa berdiri (yang semula sekitar 4 bulan lalu baru menemukan Blogspot penulis dan anaknya yang sudah 1 tahun, tapi kondisinya duduk saja masih sangat lemah dan memegang bendapun langsung dijatuhkan (dilepas) dan kini (setelah 4 bulanan terapi) sudah sangat baik perkembangannya, sudah bisa berdiri, memegang benda dan botol dot sendiri dan memegang buku sudah kuat menulis ke kami:

“Terima kasih Bu, saya sudah bangga hingga anak saya bisa mencapai seperti ini.”

2. Ada yang juga mengalami berbagai macam kelainan pada tubuh bayinya hingga atresia ani, ada juga alergi susu sapi, ada juga yang mengalami kelainan tyroid yang biasanya kelainan tyroid harusnya minum obat untuk menormalkan hormon tyroidnya, lalu setelah minum obat sekian bulan sesuai anjuran dokter dan ikut terapi kami, ternyata suatu hari si ibu menelfon bahwa kadar tyroid menjadi normal. Alhamdulillah sangat bersyukur orang tua ini kepada Allah berkata (kepada kami) bahwa telah ikut terapi dengan kami dan juga banyak lemahnya kondisi tubuh akibat trisomi 21 membaik kondisinya dan banyak sekali kemajuan bahkan deangan wajah yang sudah jauh dari sebutan kembar 1000. Padahal banyak bacaan di internet bahwa kelainan tyroid harus minum obat selamanya. Menurut kami janganlah pikiran ini menjadi memblok (membatasi) terhadap  Allah yang Maha Kuasa terhadap segala sesuatu; atresia aninya sudah selesai dioperasi, lemahnya semua DS-nya sudah membaik, mata sudah belok (baca dengan e-pepet) yang semula sipit dan ujung runcing dan tyroidnya sudah normal. 

3. Kisah anak Bapak S yang di lebaran Juli 2015 lalu anaknya sudah bisa jalan, tapi tetap melakukan terapi untuk peningkatan syaraf motorik halus (untuk kecerdasan dan gerakan jari-jemari). Dan beliau mengucapkan terima kasih kepada kami bahwa kini mereka bahagia di Desember 2015 ini.

Kisah Nyata di Juli 2015 telah penulis tuangkan dalam Blogspot ini, bahwa akhirnya anak Bapak S telah bisa berjalan dan di bawah ini ungkapan beliau kepada penulis yang telah bahagia dengan kemampuan anaknya:
http://kprihatmono.blogspot.co.id/2015/07/melalui-terapi-dzikir-dan-doa-akhirnya.html 

Bapak S: “Terima kasih sudah membuat keluarga kecil kami senang atas perkembangan …..” (maaf) nama anak beliau penulis tutup karena kerahasiaan nama pasien bayi.

Penulis: “Semua ini tidak lepas dari kesabaran dan ketelatenan istri bapak juga yang telah rajin melakukan yang kami arahkan. Semoga semakin bagus kemajuannya ya Pak ke depannya dan bisa berguna untuk kehidupan kemandiriannya kelak. Jika kita mau berdo’a dan berikhtiar yang tepat atas seizin Allah, Allah SWT meridhoi usaha (terapi) ini mendapatkan hasil baik yang maksimal seperti  yang anak bapak alami. Sekali lagi selamat anak Bapak sudah kuat, wajahnya juga sudah beraura bagus, antibodinya juga baik, sudah bisa jalan dan lain-lainnya.”







WAJAH BERUBAH SEPERTI BAYI TERLAHIR KEMBALI
Kami sangat bersyukur dan bangga akan kemajuan perkembangan dan perbaikan yang terjadi padamu nak. Jadilah anak yang dapat membanggakan sesuai dengan harapan orang tuamu, seperti kau telah "dilahirkan kembali" dengan wajah dan segala kemampuan fisik layaknya bayi normal lain. http://kprihatmono.blogspot.co.id/2015/06/lanjutan-jangan-wait-and-see-bila-bayi.html

Selalu berpikiran positif dan jangan diterima perkataan siapapun, bahkan tulisan di internet walaupun ribuan tulisan jumlahnya bahwa bayi ini (bahkan mungkin bayi ibu divonis) bayi ibu dikatakan dengan istilah gagal tumbuh, ataupun tidak bisa ini tidak bisa itu bahkan dikatakan akondroplasia (kaki pendek), maka hal ini belum terbukti, banyak pasien bayi kami yang telah divonis ini itu, nyatanya setelah terapi sekian bulan, akhirnya semua vonis tersebut tidak benar dan tidak terbukti pada akhirnya.  Masih ada Kuasa Allah terhadap segala perbaikan kelainan lemahnya organ-organ ini yang tidak bisa terukur oleh logika otak manusia.

Perkataan orang-orang seperti ini karena mereka belum melihat dan membuktikan terapi kami dengan dzikir dan cloning melalui sentuhan kasih sayang. Jadi janganlah menjadikan hal ini memblok (hijab/batas) pikiran kita akan ke Maha Kuasa Allah yang dapat dan bisa memperbaiki kelainan sekalipun. Percayalah bahwa Allah Maha Berkehendak dan Maha Kuasa dan Tidak ada Yang Mustahil bagi-Nya, Kun Fayakun. Ribuan sel, jutaan sel  bahkan miliaran sel tubuh untuk memperbaiki segala yang lemah pada tubuh bayi DS ini yang dapat kita mohonkan perbaikannya kepada Allah SWT sebagai pencipta dan perancang tubuh kita.

KEBAHAGIAAN BAPAK & IBU SEKALIAN MERUPAKAN KEBAHAGIAAN BAGI KAMI.

Alhamdulillah penulis ucapkan dan selamat kepada Bapak S dan istrinya, semoga hasil terapi ini bermanfaat untuk buah hati Bapak / Ibu sekalian. Dan terima kasih kepada Bapak S yang telah bersedia bila ada ibu-ibu lain yang baru saja melahirkan bayi terahir DS untuk dikuatkan agar bahagia pula seperti Bapak.  Dan  juga selamat kepada segenap orang tua yang sepanjang tahun 2015 ini sudah banyak bayinya yang akhirnya selesai terapinya dengan kondisi yang baik.

Bagi para orang tua yang memiliki bayi down syndrome usia 0 tahun atau 1 tahunan, jangan ragu untuk menghubungi kami, semakin dini semakin baik dan semakin lebih bagus /  baik perkembangan kemajuan organ yang lemah hingga wajahnya. Semoga bermanfaat untuk Bapak dan Ibu khususnya bagi mereka yang baru memiliki bayi terlahir down syndrome.

*) Bersambung pada tulisan artikel selanjutnya.

Penulis,
Drs. R.  Kurniawan Prihatmono
HP : 081386837511
Harap SMS Lebih Dahulu
Hanya bagi yang serius memiliki bayi Down Syndrome

Selasa, 17 November 2015

Daerah Kunjungan Terapi DS (Down Syndrome) Fisik Organ Dalam

TERAPI BAYI DS FISIK ORGAN DALAM
Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT telah banyak pasien bayi DS (down syndrome) yang saat ini telah berusia 1 tahun ke atas yang terapi ke kami dan saat ini telah mengalami perkembangan kemajuan yang tidak hanya pada otot-ototnya saja, akan tetapi mengalami perkembangan menyeluruh pada organ tubuhnya, seperti :
http://kprihatmono.blogspot.co.id/2015/02/jangan-wait-and-see-bila-bayi-anda-yang.html
-terapi fisik untuk perubahan wajah
-terapi fisik untuk kantung mata
-terapi fisik untuk lipatan di sekitar mata (epikantus)
-terapi fisik untuk bagian esofagus
-terapi fisik untuk kekuatan agar bayi bisa tengkurap
-terapi fisik agar bayi mulai bisa tengkurap lalu kepala mendongak ke atas
-terapi fisik agar bayi bisa semakin sering (aktif) tengkurap sendiri dan berputar ke sana kemari
-terapi fisik penguatan pinggul agar bisa duduk sendiri
-terapi agar bayi bisa merangkak (artinya kekuatan otot di kaki, dengkul dan pinggul)
-dan lain-lain yang dominan berhubungan dengan motorik kasar di 12 bulan pertama usia bayi dengan tujuan agar bayi bisa jalan.



Contoh pertanyaan yang sangat sering diajukan para orang tua kepada kami:

Tanya: Apakah wajah bisa berubah dari wajah DS-nya ?

Jawab : Iya Bapak / Ibu, pada terapi kami insya Allah (atas seizin Allah) dengan ambles (rata)-nya kantung mata, lipatan epikantus di atas mata diperbaiki, juga pipi yang terlalu tembem diperbaiki maka penampilan wajah akan berubah sama sekali, sehingga jauh dari sebutan wajah DS kembar 1.000. Sehingga si anak akan dapat bergaul dengan teman sebanyanya sewaktu di TK (Taman kanak-Kanak) baik TK kecil ataupun TK Besar atau saat di sekolah dasar, dibandingkan jika wajah tidak mengalami  perubahan yang bisa jalan akan tetapi wajah tetap saja dengan wajah kental down syndromenya. Tujuan wajah berubah akan berkorelasi positif kepada perkembangan kecerdasan EQ (Emotional Quotient).

EQ (Emotional Quotient) / kecerdasan emosi : Emosi adalah letupan perasaan seseorang. EQ juga dapat didefinisikan sebagai berikut : Kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri, perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik, dan berhubungan dengan orang lain (Daniel Goldman).

Contoh hal-hal yang mempengaruhi EQ anak menjadi meningkat adalah:
-dapat bersosialisasi
-disukai
-bekerja sama bersama teman (jika di TK artinya bermain bersama)
-berinteraksi sesama teman
-keramahan antar teman
-sikap hormat dan saling menghargai sesama teman

Jika penulis bertanya kepada para orang tua sekalian:
Inginkah anak Bapak / Ibu sekalian memiliki EQ yang baik ?
Tentunya kasihan bukan bila anak Anda yang kelainan DS tetap berwajah DS saat TK dan sekolah dasar, karena ini akan bisa membuatnya bersedih bukan. Mari bangkitlah dan berbuatlah yang terbaik untukbuah hati Anda yang terlahir DS bersama kami. Jika Anda sabar dan rajin, insya Allah semua dapat membaik maksimal. Bahkan kelainan sekalipun jika Allah berkehendak, bukan hal yang mustahil.


WILAYAH SE-JAKARTA YANG KAMI KUNJUNGI & HASIL KEMAJUAN
Banyak sekali wilayah se-Jabodetabek yang telah kami kunjungi untuk terapi, seperti Parung, Tj. Priok, Pluit, Jati Asih, Jati Warna, Pekayon, Kranji, Kayu Manis, Tebet, dan lain-lain.

Artinya telah cukup banyak bayi down syndrome yang telah membaik dari bulan ke bulan dan telah mencapai usia tahunan. Mulai dari yang sebelumnya :
-tidak ada tangis sama sekali alhamdulillah akhirnya bisa menangis lepas dan lantang
-tidak bisa tengkurep akhirnya bisa tengkurep
-tidak  bisa tengkurep sambil mendongakkan kepala akhirnya bisa mendongakkan kepala
-minum susu 70 cc bisa 50 menit sd 1 jam akhirnya bisa habis hanya sekitar 10 sd 15 menit
-sehari hanya 300  cc akhirnya bisa minum sekitar 600 cc sd 700 cc
-tidak bisa duduk sama sekali padahal  usia sudah 1 tahun (karena baru menemukan Blogspot penulis)
      akhirnya bisa duduk
-tidak bisa memegang benda (seperti botol dot atau buku) akhirnya bisa memegang buku dan botol dot
-tidak mau menginjak ubin (tidak mau menapakkan kaki) akhirnya mau menapakkan kaki
-tidak bisa berdiri akhirnya bisa berdiri
-tidak mau jalan akhirnya bisa melangkah dan jalan
dan segala kemajuan lainnya kita perbaiki bersama dengan orang tua.

Bila September yang lalu penulis membuat artikel berjudul di bawah ini hingga kunjungan ke Cilegon, seperti yang dapat Bapak / Ibu baca pada link di bawah ini:
http://kprihatmono.blogspot.co.id/2015/09/memperluas-kunjungan-terapi-bayi-down.html

PANGGILAN KUNJUNGAN TERAPI HINGGA KE JAWA TIMUR
Kunjungan terapi kami telah berbagai wilayah di pulau Jawa, seperti : Cilegon, Bandung, Kediri, Malang dan berbagai kota lainnya. Maka di bawah ini penulis jelaskan lebih rinci area yang juga kami menerima panggilan kunjungan terapi bayi down syndrome ke rumah-rumah Bapak / Ibu sekalian yaitu berdasarkan kecamatan:


JAKARTA PUSAT: 
GAMBIR  TANAH ABANG MENTENG  SENEN  CEMPAKA PUTIH  JOHAR BARU  KEMAYORAN  SAWAH BESAR

JAKARTA TIMUR:
MATRAMAN   PULO GADUNG   JATINEGARA  DUREN SAWIT   KRAMAT JATI   MAKASAR
PASAR REBO   CIRACAS   CIPAYUNG   CAKUNG


JAKARTA UTARA:
CILINCING    KOJA   KELAPA GADING   TANJUNG PRIOK  PADEMANGAN  PENJARINGAN


JAKARTA SELATAN:
KEBAYORAN BARU   KEBAYORAN LAMA   PESANGGRAHAN   CILANDAK  JAGAKARSA   PASAR MINGGU   MAMPANG PRAPATAN   PANCORAN   TEBET   SETIABUDI

JAKARTA BARAT:
CENGKARENG    GROGOL PETAMBURAN   KALIDERES    KEBON JERUK   KEMBANGAN  PALMERAH   TAMAN SARI   TAMBORA

Selain wilayah di atas, juga kami kunjungi daerah:  Pondok Ungu, Ciputat, BSD City, Gading Serpong, Bitung, Harapan Indah Bekasi, Bogor, Ciomas.

Semoga bermanfaat untuk Bapak / Ibu sekalian yang memiliki bayi terlahir down syndrome.

Drs. R Kurniawan Prihatmono
HP 081386837511
Harap SMS lebih dahulu
Maaf hanya untuk yang serius yang memiliki bayi Down Syndrome.

Kamis, 12 November 2015

Selamat Jalan Ibunda Tercinta Semoga Bahagia di Akhirat Kelak


Tidak akan ada yang pernah menghindar dari kematian meskipun dia bersembunyi di tempat yang paling aman sekalipun. Mungkin sedang di jalanan dengan mobil, di pesawat terbang, dalam benteng yang kokoh bahkan di rumah yang kita anggap sangat aman sekalipun. Seperti terjatuh dalam rumah, bahkan di saat ibu sudah dengan pendamping untuk dijagai oleh seseorang terlebih lagi bila tidak dijaga atau dituntun, bila sudah di atas usia 75 tahun ke atas.

Ibu penulis (lahir 1939) saat usia 30an tahun


Akan tetapi lain halnya bila orang tua kita, masih merasa kuat, sehingga saat kita mungkin sedang izin sebentar tapi ada kalanya kita lengah 1 atau 2 menit saja semisal kita ingin ke kamar mandi atau hal lainya, lalu ibu kita jalan sendiri (padahal sudah dikatakan agar menunggu sebentar), lalu bisa saja jalannya terserimpet atau terpeleset, yang mengakibatkan patah tulangnya di bagian yang bukan tungkai sehingga tidak bisa dilakukan ke pengobatan patah tulang, semisal tulang yang patah pada bagian dalam tulang panggul, yang mengakibatkan harus dioperasi besar, padahal syarat operasi 5 organ tubuh bagi orang yang sudah sepuh (usia tua) harus terpenuhi, seperti jantung, paru-paru, ginjal, tidak darah tinggi dan tidak osteporosis (tulang keropos). Operasi besar ini bisa saja beresiko fifty-fifty bagi hidupnya. Misalkan dulu pernah perdarahan otak juga di usia 40 an tahun dan akibat ini setahun penulis pernah menangis lamanya, bagi ibu tercinta.

Jadi bagi Anda yang masih memiliki kedua orang tua yang sudah di atas 70 tahun, sayangilah mereka, jagalah dengan pendamping yang semaksimal mungkin terbaik yang dapat Anda berikan, jika kita sedang bekerja ke luar rumah.

JALAN-JALAN TERAKHIR BERSAMA IBU

23 September 2015

Saat kakak sedang pergi bersama suaminya, penulis bersama istri menemani ibu (usia 76 tahun) yang ingin pizza hut di siang 23 September 2015 lalu. Dan penulis mengajak istri agar menemani ibu yang jalan di rumah masih biasa tapi sudah tidak berjalan lancar, sehingga di SMS Mall daerah Sumarecon Serpong dan ada fasilitas kursi roda di pintu masuk bagi orang yang sudah lanjut (manula). Lalu penulis memarkir mobil dan menemui ibu dan istri yang sedang mencari baju untuk ibu di pameran busana di lantai dasar mall.

Dan ibu minta dibelikan baju (tas plastik warna merah), lalu kita ke pizza hut. Lalu penulis ingin berfoto bersama ibu. Di sini penulis sudah merasa, serasa jelas perasaan ini, dan penulis berharap agar (janganlah) foto ini adalah foto terakhir bersama ibu berjalan-jalan di luar. Mungkin ini sebuah pertanda, karena memang perasaan itu begitu kuat di hati.


JATUH DAN DIRAWAT DI RUMAH SAKIT


Setelah dari rumah sakit menjenguk ibu, berkumpul bersama Oom & Tante dari kampung halaman dari pesisir Selatan, juga bersama kakek [(berbaju kaos merah dan memakai topi) yang juga pejuang angkatan '45 melawan penjajahan tahun 1945 saat ini berusia 91 tahun] dan nenek serta saudara-saudara. Penulis berdiri di kiri belakang dan istri penulis posisi di depan penulis (berbaju merah).

Setelah info dari dokter bahwa rencana operasi yang berisiko fifty-fifty persen, sungguh banyak memang tanda-tanda sebelum menjelang perawatan bagi ibu, mulai suka membingkai foto dengan foto-foto kunonya digabung dengan fotonya yang baru. Ya Allah ini tanda semakin jelas saja.

Setelah operasi yang berjalan lancar di Selasa 3 November 2015, ternyata Kamis 5 November terjadi perdarahan hebat lebam gelap darah di leher di bawah kulit hingga lengan, yang sudah dipastikan ini adalah tidak kuatnya saluran darah di kepala (otak) yang dulu tahun Desember 1984 pernah dioperasi (setelah pengangkatan tumor rahim) dulu penulis masih berusia 16 tahun, dan saat ini terjadi lagi yaitu tidak kuatnya aliran darah dikepala mengingat usia sudah 76 tahun. Sedangkan bila tidak dioperasi juga sangat bahaya, karena tulang bundar di pinggul patah yang menyebabkan sakit luar biasa. Dan akhirnya ibu sangat tidak kuat dengan kondisi sehingga hb sampai 6 dan 5 hari kemudian masuk ke kondisi gagal nafas.

Terima kasih kepada pimpinan dan segenap karyawan dokter dan perawat di rumah sakit Bethsaida atas operasi untuk ibunda penulis yang berjalan lancar akan tetapi (takdir) Allah berkehendak lain. Hingga sampai penguburan ibunda tercinta kami diberikan fasilitas ambulan berikut vorider dan bus gratis untuk keluarga besar kami dan TPU Pondok Kelapa pp.

SAAT SEDIH MENGURUS LIANG KUBUR
Ya Allah janganlah Engkau beri siksa kubur / azab kepada ibuku. Ampunilah segala dosanya ya Allah. Tersayat hati ini saat melihat sejengkal demi sejengkal liang kubur yang semakin dalam saat digali di Selasa 10 November 2015.





Setelah acara penguburan selesai dan semua pelayat pulang. Dan bersama teman-teman kakak sulung (kakak no. 1), sedangkan penulis adalah nomor 3 (bungsu). Penulis paling kiri (berbaju koko putih) di sebelah adalah U c y  B i n g  S l a m e t.



Bersama istri (kiri) dan U c y  B. S l a m e t (tengah)

Hanyalah do’a yang bisa aku panjatkan, semoga diri ibu bahagia di surga akhirat yang kekal abadi. Selalu kukirimkan Al Fatihah untukmu ibu. Ampunilah segala dosanya Ya Allah yang Maha Pemberi ampun.
Sungguh berat siksaan-Mu Ya Allah yang tak akan ada seorangpun yang sanggup menerima hukuman-Mu yang maha dahsyat. Terimalah ibuku di tempat terbaik di sisi-Mu Ya Allah. Aamiin.

Drs. R. Kurniawan Prihatmono
Penulis