Rabu, 22 Oktober 2014

Seorang-Ibu-Jakarta-Barat: Mukzizat-Nya-Disediakan-Bagi-(Anak)-ku

Dengan bermaksud hanya ingin berbagi cerita (kisah nyata), barangkali ada yang mengalami hal serupa mungkin dapat menjadi penyemangat para orang tua (keluarga) yang memiliki anak terlahir ds (down syndrome) ataupun suspect ds dan semoga bisa bermanfaat bagi hidup orang lain.

Jika kita browsing di google.com hingga saat ini dengan mengetik "Adakah obat untuk kelainan down syndrome trisomi 21", Maka mucul situs-situs yang menjelaskan tentang penelitian yang menjelaskan bahwa usia sang ibu makin tua makin banyak (makin tinggi persentase) melahirkan anak gejala ds (trisomi 21), dan situs tentang pencegahan agar tidak lahir anak ds, hingga segala macam yang harus diperiksakan bila anak sudah terlahir ds mulai dari pemeriksaan kromosom, hormon, jantung, mata, telinga dan lain-lain dan ternyata hingga saat ini yang ujung-ujungnya kebanyakan adalah terapi bagi anak ds (suspect ds)-lah yang harus dilakukan.

Hingga saat ini di luaran sana masih dilakukan penelitian (riset) mengenai kromosom manusia yang 23 pasang ciptaan Allah SWT yang berkaitan dengan ds ini. Artinya obat untuk mengobati kelainan kromosom 21 ini hingga saat ini masih masih tahap dalam penelitian. (Wallahu a'lam). Tetapi kita sebagai orang tua tentu tidak boleh berputus asa dengan kehadiran anak ds tersebut, pasti ada hkmah dibalik lahirnya anak ini dan masih banyak ikhtiar dengan cara terapi zikir dan cloning salah satunya. Silakan ketik di google.com: terapi ds zikir cloning atau terapi ds zikir dan kloning.



Sekitar 3 atau 4 bulan sebelum penulis menikah dengan istri penulis (kami menikah akhir Juni 2013), artinya sekitar Maret / April 2013 penulis diajak berkeliling ke pasien-pasien (waktu itu masih calon istri) ke ibu E di daerah Jakarta Barat. Penulis diajak untuk menemani dan berkenalan sekaligus penulis melihat cara menterapi dengan zikir dan cloning anak ibu E yang (menurut hasil lab adalah) suspect ds. Ternyata di bulan-bulan itu adalah masa-masa akhir dari terapi untuk anak ibu E yang sudah menginjak usia 1 tahun, dan terapi sudah dimulai saat anak berusia bayi sekitar usia 2 atau 3 bulan. Dan di usia 1 tahun tersebut perkembangan anak ibu E sudah sangat bagus sekali.

Suatu hari sekitar 10 Oktober 2014 yang baru lalu, ibu E yang berteman BB (blackberry) mengirim video berdurasi sekitar 1 menit kepada istri. Dan bertepatan dengan jadwal terapi ke pasien kami yang di Cengkareng http://kprihatmono.blogspot.com/2014/09/karunia-allah-pada-anak-perempuanku-1.html  di Minggu 12 Oktober 2014 yang baru lalu, saat siang hari saat istri sedang menterapi anak bayi yang ditemani ibunya dan penulis di ruang tengah duduk sambil menunggu bersama ayahnya, penulis meminta (menginvite) agar ibu E menerima pertemanan BB dengan penulis. Alhamdulillah langsung diconfirm oleh ibu E. Lalu penulis teringat akan video anak ibu E yang ternyata sudah masuk playgrup di Juli 2014 ini, dan bulan Oktober ini anaknya berusia 2 tahun 6 bulan.

Penulis memperlihatkan video kepada ayah pasien ds yang di Cengkareng dan beberapa foto ini sambil berbbm-an dengan ibu E. Di video kami (dan dijelaskan oleh ibu E) kata
Ibu E: Alhamdulillah banget, gak tertinggal dengan teman-teman lainnya
           Padahal teman sekolahnya anak-anak biasa / bukan anak special need (berkebutuhan khusus)
Penulis: Alhamdulillah
Ibu E: Anaknya aktif lagi
Penlis: Semoga semakin baik terus ya perkembangannya
Ibu E: Aamiin, umurnya 2,5 tahun
Ibu E: Saat diterima playgrup umurnya 2 tahun 3 bulan
Penulis bertanya kok bisa umur segitu masuk playgrup, bukannya harusnya umur 3 tahun?
Ibu E: Alhamdulillah bisa Pak, (dan sudah) diobservasi sama psikolognya*
Penulis: Oh begitu, syukurlah
Ibu E: Iya Alhamdulillah

Di video terlihat (juga ayah dari anak bayi yang minggu tepat ini berusia 5 bulan ikut melihat video dari gadget panulis) anak ibu E seperti sedang melakukan gerakan-gerakan senam anak-anak bersama 2 anak lainnya yang berusia mungkin sekitar 3 tahunan dan anak ibu E ini bisa mengikuti aktifitas yang diajarkan di playgrup. Dan penulis juga memperlihatkan foto-foto aktifitas di kelas saat sedang duduk di meja belajar di ruang kelas bersama teman-teman sebayanya.

Selesai memperlihatkan itu semua, ayah bayi ds di Cengkareng ini berujar kepada penulis:
"Semoga anak saya juga bisa seperti itu nantinya." dengan raut muka senang sekali dan suka cita penuh harap terlihat di wajahnya.
Kata penulis: "Insya Allah (dengan seizin Allah) bisa Pak. Aamiin.'

Lalu esok hari penulis meminta izin kepada ibu E agar sedikit cerita nyata ini boleh penulis buat artikel di blogspot penulis. Penulis mengucapkan terima kasih sekali kepada ibu E yang telah mengirim video dan foto-foto (perkembangan) anaknya dan membolehkan penulis untuk berbagi cerita.

Ibu E: Okey Pak. Gakpapa silakan.
Penulis: Terima kasih ya sekali lagi saya ucapkan semoga anak ibu terus dapat mengikuti pelajaran dengan baik di sekolahnya.
Ibu E: Aamiin bapak, memang ikhtiar kita dengan sungguh-sungguh insya Allah diridhoi Allah SWT.
Ibu E: Bagi Allah tidak ada yang mustahil, mukzizat-Nya disediakan bagi (anak) ku.

Semoga kisah nyata di atas bermanfaat untuk Anda. Dan bagi Anda yang memiliki bayi dengan down syndrome, segeralah sedini mungkn untuk melakukan terapi ds zikir dan cloning untuk bayi Anda, sebelum terlambat. Sebaiknya jangan menunda dan menunggu hingga anak lebih dari 2 tahun. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah asalkan kita mau berikhtiar seperti yang ibu E alami.

Kami menerima para orang tua di seluruh Indonesia yang anaknya ternyata terlahir dengan down syndrome (suspect ds) trisomi 21 untuk kami terapi dengan zikir dan cloning yang insya Allah gejala-gejala ds nya akan terkoreksi. Sebaiknya jangan menunda dan menunggu hingga anak lebih dari 2,5 tahun. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah asalkan kita mau berikhtiar seperti yang ibu E alami semoga Allah SWT juga memberikan mukzizat bagi buah hati Anda yang telah terlahir dengan gejala-gejala down syndrome (suspect ds) juga. Aamiin.

Silakan baca juga link kisah nyata di bawah ini:
http://kprihatmono.blogspot.com/2014/05/kami-mendapat-kabar-gembira-tentang.html

Sore di hari yang sama penulis memberi kabar via bbm bahwa artikel tentang kisah anak ibu E, dan ibu E memberi tahu tambahan ke penulis bahwa anaknya lahir prematur (belum mencapai usia kandungan 9 bulan). Artinya perkembangan sejak lahirnya hingga sekolah (saat ini) sangat bagus sekali. Alhamdulillah, semua terjadi atas kehendak-Mu ya Allah.

Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
HP : 081386837511
(Harap sms lebih dahulu)
*) Psikolog adalah dari pihak sekolah.

Senin, 08 September 2014

Karunia-Allah-Pada-Anak-Perempuanku (1 dari 2 Tulisan)


 
Martina McBride – In My Daughter’s Eyes
In my daughter's eyes I am a hero
I am strong and wise and I know no fear
But the truth is plain to see
She was sent to rescue me
I see who I wanna be
In my daughter's eyes

In my daughter's eyes everyone is equal
Darkness turns to light and the
world is at peace
This miracle God gave to me
Gives me strength when I am weak
I find reason to believe
In my daughter's eyes

And when she wraps her hand
around my finger
Oh it puts a smile in my heart
Everything becomes a little clearer
I realize what life is all about

It's hangin' on when your heart
has had enough
It's giving more when you feel like giving up
I've seen the light
It's in my daughter's eyes

In my daughter's eyes I can see the future
A reflection of who I am and what will be
Though she'll grow and someday leave
Maybe raise a family
When I'm gone I hope you see how happy
she made me
For I'll be there
In my daughter's eyes



Terjemahan kira-kira:
Dalam pandangan anak perempuanku
Aku adalah seorang pahlawan
Aku kuat dan bijak dan aku tak kenal takut
Tapi sesungguhnya adalah mudah dilihat
Dia yang telah dikirim untuk menolongku
Aku tahu jadi siapa aku
Dalam pandangan anakku

Dalam pandangan anakku semua adalah sama
Kegelapan berubah menjadi cahaya
Dan dunia ada dalam damai
Keajaiban Tuhan yang diberikan padaku
Memberikan aku kekuatan ketika  aku lemah
Aku menemukan alas an untuk mempercayai
Pada pandangan anak perempuanku

Dan ketika dia menggenggam jari-jemariku
Ini memberikan senyum dalam hatiku
Semua menjadi lebih jelas
Aku menyadari arti  semua kehidupan
Ini membuat dirimu bisa bertahan ketika hatimu telah merasa cukup
Ini  membuatmu merasa lebih ketika kamu ingin menyerah
Aku telah melihat cahaya
Itu di dalam pandangan mata anak perempuanku

Dalam pandangan anak perempuanku
Sebuah refleksi dari siapa aku dan ingin jadi siapa aku
Dan walaupun dia (anak perempuanku) akan tumbuh dan suatu hari nanti akan meninggalkanku
Mungkin membina sebuah keluarga
Ketika aku tiada aku berharap kamu melihat
Dia telah membuat aku bahagia
Karena aku disana pada pandangan mata anak perempuanku.



Sungguh indah untaian bait-bait lagu ini.
Bahagia tentu perasaan membesarkan anak-anak kita…
Melihat anak kita hidup sehat & bahagia…
Dan suatu saat mereka berkeluarga…
Dan jadilah (ibu) pahlawan bagi anak-anak kita.

Akan tetapi jika anak yang kita lahirkan……
mengalami kelainan Down Syndrome (DS)…..
tentulah kita sedih dan kawatir dengan masa depannya
Kepada ibu janganlah bersedih….
Dengan seizin Allah ada jalannya…mudah-mudahan belum terlambat….
Maha Besar Karunia Allah kepada hamba-Nya di dunia ini yang masih mau berikhtiar…
Untuk kesembuhan dan kesehatan sang buah hati…
Jadilah ibu pahlawan untuk anak Anda.
 


JUMLAH BAYI LAHIR DI INDONESIA
Wanita melahirkan di usia antara 25 – 35 tahun per 1000 kelahiran melahirkan  1 bayi DS.
Wanita melahirkan di usia antara 36 – 40 tahun per   800 kelahiran melahirkan  1 bayi DS.
Wanita melahirkan di usia antara 41 – 46 tahun per   500 kelahiran melahirkan 1 bayi DS.
Berarti wanita usia 41 – 46 tahun per  1000 kelahiran melahirkan 2 bayi DS.
Jadi semakin tua seorang wanita melahirkan, maka tingkat melahirkan bayi DS semakin tinggi.
Menurut beberapa situs di internet di negara Indonesia dalam tiap 1 menit lahir 7 bayi.
Artinya tiap jam lahir sekitar  420 bayi, maka tiap hari sekitar 10.000 bayi.
Jadi tiap hari lahir 10 sampai dengan 12 bayi down syndrome (DS) saat sekarang ini.

Dalam 1 bulan saat  ini bisa 2 sampai dengan 3 orang yang menghubungi penulis dari berbagai propinsi di Indonesia yang memberitahu anaknya terlahir DS. Namun semua kembali kepada sang orang tua (ayah dan ibu), janganlah bersedih, pasti ada hikmah di setiap kejadian termasuk lahirnya sang buah hati dengan DS, seperti kisah nyata di bawah ini.


PENULIS MENDAPAT TELPON MINGGU KE 4 MEI 2014



Seperti kejadian nyata berikut ini:
Suatu siang di minggu ke -4 Mei 2014 ini handphone penulis berdering  dengan nomor yang belum dikenal dan seorang wanita bicara setelah mengucapkan salam dan perkenalkan nama, wanita ini bertanya tentang tulisan penulis di internet *) tentang terapi zikir dan cloning untuk anak DS.

Penulis: ”Insya Allah, bisa saya minta nomor HP dari anak Ibu yang DS disms saja ya Bu?”
Lalu setelah sms penulis terima, penulis hubungi ibu itu secara langsung  dan berceritalah sang ibu. Ibu ini bercerita dengan suara agak bergetar dan kawatir dan seperti ibu-ibu pada umumnya (kebanyakan) para ibu ini memang stres setelah dinyatakan  DS oleh pihak rumah sakit (setelah melihat hasil tes 23 kromosom dan terlihat kromosom ke 21 bercabang 3 disebut  juga trisomi 21). Dan juga anak bayi perempuan ini juga jantung bocor sekitar 0,6 mm. “Bagaimana Pak ?” tanyanya. Bahkan setelah kami datang ke rumahnya 2 hari kemudian, bercerita bahwa suaminyapun sampai 7 hari tidak bisa masuk kerja.


Contoh : TRISOMI di kromosom ke 21

Penulis: “Ibu tenang ya Bu, insya Allah kami akan datang segera ke  tempat ibu, insya Allah istri saya yang akan menterapi, istri saya sudah sekitar 7 atau 8 tahun khusus menterapi anak DS. Dan saya telah mengikuti istri saya selama 2 tahun belakangan ini dan alhamdulillah hasilnya setelah terapi 6 sampai dengan 8 bulan, DS kan bukan penyakit ya Bu tapi kelainan, walaupun kelainan dengan seizin Allah  gejala DS anak ibu insya Allah akan membaik dan terkoreksi. Kromosom manusiapun adalah ciptaan Allah, kita tetap harus berusaha sedini mungkin yaitu saat anak DS yang akan diterapi belum mencapai 3 tahun.”



Ibu sang bayi: “Apa bisa sembuh Pak DS nya ?”
Penulis: “Ibu…, DS adalah kelainan pada kromosom, tapi kebanyakan kromosom 21-nya bercabang 3, harusnya 23 kromosom yang normal pada manusia harusnya bercabang 2. Jadi ini bukan karena virus, bakteri kuman ataupun jamur. Yakinlah bu dengan kami pandu zikir dan ada teknik cloning untuk terapi kunjungan dan terapi jarak jauh, walaupun itu kelainan dengan seizin Allah akan membaik, kan kromosom manusia yang menciptakan Allah, kita mohon juga agar Allah membantu kita untuk mengobati dan memperbaiki gejala-gejala DS pada bayi ibu.”

Penulis: “Ibu ada BB (blackberry) ? Jadi ibu kirim foto nanti kami lihat berapa banyak gejala DS anak ibu.”
Ibu sang bayi: “Ada Pak…..iya Pak nanti saya kirim foto-fotonya. Tolong ya Pak …”          

dengan nada suara sang ibu agak terdengar sedih sambil memohon… lanjutnya:
“Kami agak tenang dan ada harapan dan sejuk hati kami setelah membaca tulisan artikel pada situs bapak yang bapak buat…..karena dikatakan anak ini kalau dewasa nanti tidak bisa ini tidak bisa itu……” yang telah membuatnya semakin down.

Penulis: “Iya Bu insya Allah ya Ibu, ibu tenang ya, Ibu jangan syok dan jangan terlalu bersedih ya Bu, di
kelainan DS ini Bu, bila gejala-gejalanya diperbaiki istilahnya gejala DS-nya terkoreksi bu. Insya Allah
semua gejala-gejalanya akan terperbaiki dan terkoreksi ya Bu. Jadi yakinlah Bu insya Allah saya dan istri saya akan datang ke rumah ibu. Prasangka Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Kalau hamba-Nya berprasangka tidak bisa, maka Allah akan kabulkan yang dalam pikiran kita tidak bisa itu, tapi kalau prasangka kita adalah “BISA” maka insya Allah “BISA” inilah yang akan dikabulkan oleh Allah. Jadi kami mohon nanti dengan terapi dan zikir dengan do’a  dan cloning kepada anak Ibu dan ibu ikut zikiran juga, dimohon dengan sangat untuk yakin ya Bu…yakin seyakin-yakinnya bahwa anak ibu bisa baik kondisinya.”



MEI 2014 LAHIR BAYI DS

Bila di sebuah keluarga setelah bayi yang dilahirkan dinyatakan oleh dokter /pihak  rumah sakit bahwa bayi yang dilahirkannya menunjukkan gejala-gejala DS akan stress dan syok. Demikian pula dengan keluarga yang tinggal di daerah Cengkareng ini seorang ibu (27 tahun) telah melahirkan bayi dengan gejala DS.


Jangan sampai ada keraguan walaupun Anda (ibu dan suami) bekerja dengan mengandalkan LOGIKA, maksud saya yang berpikiran logika lebih tinggi, seperti seorang yang bekerja di bidang teknik ataupun  science. Jangan lupa Allah SWT Maha Kuasa, tidak adaapapun yang mustahil bagi-Nya untuk melakukan perubahan  dengan kekuasaanNya dalam bentuk karunia “KEAJAIBAN” kepada anak Anda. Berikhtiar, do’a dan yakin sekuat-kuatnya kepada Allah SWT bahwa kelainanpun bisa diperbaiki. Aamiin.



KUNJUNGAN UNTUK MELIHAT KONDISI SANG BAYI
Saat kami datang ke rumahnya, dijelaskan sang ibu yang anaknya DS :
“Wanita yang menelpon ke Pak Kurniawan 2 hari lalu adalah kakak saya dan sudah banyak situs yang dia cari di GOOGLE dan situs *) bapak yang terapi zikir dan cloning yang bisa mengatakan akan berubah bentuk fisiknya. Semula saya sampai sedih banget Pak dikatakan bahwa anak saya saat dewasa tidak bisa………………….dan saya jadi syok engga bisa masuk kerja 3 hari Pak, dan suami bahkan sampai seminggu tidak bisa masuk kerja.” berkata sang ibu sambil agak bersuara sendu.



Wajar memang keluarga di manapun karena kurangnya pengetahuan tentang kelainan DS langsung syok dan stres, karena banyak pihak di luaran sana yang menyatakan bahwa DS tidak bisa membaik atau berubah, sehingga hanya pasrah saja tanpa ihktiar sehingga sang anak tetap dengan gejala DS-nya hingga dewasa; seperti kepala (mata sipit, bentuk kepala (agak) mongoloid, di pelupuk mata tebal, jantung bocor, leher pendek, kondisi pinggang lemah, masalah dengan tiroid dan lain-lain). 

Lalu penulis mengeluarkan netbook dan memperlihatkan presentasi dalam bentuk PowerPoint kepada keluarga di Cengkareng ini tentang anak-anak yang sudah kami tangani beberapa tahun  ini dan
perkembangan perubahan membaik dari bulan ke bulan. Dan kemudian sang ayah mengeluarkan hasil  tes kromosom 23 dari rumah sakit H di Jakarta dan juga dengan gambaran kondisi jantung bocornya.

Setelah kami selesai presentasi dan istri menjelaskan tentang jumlah dan macam zikiran dan biaya-biayanya dan lamanya tergantung perkembangan nanti, syukurlah ibu dan ayah ini bersedia untuk memulai terapi bagi sang buah hati.

Terlihat kesejukan di mata sang ibu ada setitik harapan akan kesembuhan yang insya Allah karuniakan kepada buah hati ibu ini. Katanya : “Setelah saya dikasih  lihat bacaan dari blogspot bapak. Ya Allah sejuk hati saya membaca tulisan blogspot bapak, serasa ada harapan yang timbul di diri saya.”

Penulis: “Iya Bu, Alhamdulillah. Dari beberapa batita yang saya ikut keliling dan melihat istri saya menterapi anak-anak, yang 1 anak lamanya berkisar  6 sampai 8 bulan, saya yang juga seorang IT computer jaringan yang tentu logikalah semua dalam pikiran saya, beberapa tahun lalu saya percaya tidak percaya. Tapi semua anak kan difoto Bu dan saya minta keluarga itu untuk memfoto tiap minggu atau 2 minggu sekali, ternyata berubah. Setelah kejadian ini saya (penulis) yakin bu, kelainan pun diterapi bisa membaik, akhirnya sayapun percaya keajaiban ini bisa terjadi terhadap anak siapapun. Itulah Bu, Allah kan Maha Kuasa, Allah SWT akan memberikan perubahan ke arah yang baik, paling tidak mendekatilah kalau tidak bisa dikatakan sembuh total 100%. Tapi jelas sangat banyak gejala-gejala DS-nya yang terkoreksi sehingga berubah menjadi baik.”

Penulis sendiri sering terharu bahagia melihat ibu dan ayah yang anaknya DS mengalami perubahan membaik  ini, karena saya melihat dengan mata kepala sendiri perkembangan perubahan baik ini dari hari ke hari, terlebih dengan melihat perkembangan dari fotonya.  Sangat terlihat perubahan yang tidak lepas karena kekuasaan Allah SWT di depan mata saya. Artinya keluarga-keluarga ini yakin dan zikiran dan do’a dengan arahan kami. Yah semua kembali kepada yakinnya ibu dan bapak (hamba-Nya) kepada Allah SWT akan membaiknya anak yang diterapi  ini.



SETELAH TERAPI 1 BULAN PERTAMA

Terapi jarak jauh 2 hari sekali dan terapi kunjungan di hari minggu yang dilakukan dalam 1 atau 2 minggu sekali, dilakukan ke seluruh tubuh yaitu konsentrasi ke mata, telinga, dada, leher, punggung, pinggang dan sebagainya. Lalu dalam 1 bulan mulai tampak perubahan dan Alhamdulillah di bulan Juli kedua mata sang bayi telah normal dan sama ukurannya, baru benar-benar bertambah keyakinan sang ayah.

Mata yang agak sipit mulai berubah membesar. Gerakan bayi semakin banyak.

Mimik mulut membuat semakin senang yang melihat dari hari ke hari.

Suara tangisan makin panjang layaknya anak normal dan perkembangan baik lainnya.



SETELAH TERAPI 3 BULAN
Terapi dimulai akhir Mei 2014 dan setelah 3 bulan terlewati  yaitu akhir Agustus 2014 sang suami yang memang berkecimpung dalam bidang teknik yang dominan logika, semula dalam bulan pertama melihat gejala DS anaknya terutama di mata sang anak, begitu tampak sipit mata sebelah telah sama ukurannya dengan mata yang sebelahnya, kini semakin yakinlah sang ayah dan sangat senang dan bahagia terpancar dari raut mukanya.


BERSYUKUR & SUKA-CITA
Sekitar 2 minggu lalu saat usia bayi menginjak usia 3 bulan, saat dibawa ke rumah sakit di bilangan Cengkareng untuk jadwal imunisasi, susterpun bertanya dengan heran bahwa bayi perempuan tersebut sangat baik perkembangannya, sangat lain sekali dibandingkan kondisinya saat 3 bulan lalu.


JANGAN RAGU-RAGU
Kepada para orangtua yang memiliki anak DS janganlah cuma sekedar pasrah tanpa usaha atau ikhtiar untuk terapi zikir dan cloning bagi bayi (selagi masih berusia di bawah tiga tahun atau BATITA).
Semoga bermanfaat bagi yang memiliki anak BATITA (bawah tiga tahun) dengan DS.

Jangan lupa bagi anak DS yang dengan gejala masih dibawa hingga dewasa, maka pada saat berusia  5, 6, 7 tahun dan seterusnya, bisa jadi biaya pendidikan Rp 3 sd 5 juta / bulan.
Jangan ragu-ragu untuk menghubungi penulis, khusus bagi Anda yang memiliki anak DS (usia batita) yang serius ingin menterapi buah hati Anda, untuk bisa penulis memintakan izin kepada keluarga ini yang sedang kami terapi untuk berkunjung agar Anda yakin, semua demi buah hati Anda tercinta. (Maksimum hanya 3 bulan ke depan sejak tulisan ini dimuat).

Jadilah ibu pahlawan untuk buah hati Anda…..
Insya Allah tulisan ini masih akan bersambung dengan perkembangan sang bayi ke depannya dan semoga semakin baik dari bulan ke bulan. Aamiin. 



 *) Blog yang dilihat kakak dari ibu sang bayi:



Kami (penulis / penterapis) mengucapkan sangat berterima kasih sekali kepada keluarga ini yang membolehkan kami untuk mengangkat kisahnya, semoga bermanfaat bagi mereka yang memiliki anak dengan terlahir DS.

TULISAN INI BERSAMBUNG……

HINGGA PERKEMBANGAN TERAPI

BEBERAPA BULAN KE DEPAN.
 

Penulis,

Drs. R. Kurniawan Prihatmono
HP: 081386837511
(Harap sms lebih dulu) 


--------------------


Keywords:Terapi-zikir-cloning, terapi-ds-zikir-cloning, terapi-zikir-kloning-ds, terapi-zikir-kloning-down-syndrome, terapi-zikir-ds-kisah-nyata, terapi-down-syndrome-nyata, terapi-zikir-kloning-nyata, terapi-ds-zikir-berubah-fisik, kisah-nyata-terapi-ds-bayi, kisah-nyata-terapi-ds-zikiran-bayiku, terapi-down-syndrome-bayi-zikir-do’a, terapi-kloning-bayi-ds, terapi-zikir-ds-kromosom, terapi-ds-kromosom-trisomi, terapi-zikir-kloning-kromosom-trisomi, terapi-do’a-zikiran-ds, terapi-zikiran-cloning-ds-trisomi, kemana-terapi-ds-batita, dimana-terapi-ds-batita, terapi-zikir-bayi-down-syndrome, blogspot-terapi-ds-zikir-cloning.