Selasa, 08 Desember 2020

Down Syndrome Tak Bisa Disembuhkan, Tapi Mereka Bisa Dilatih, Bisa Sekolah, Bisa Kuliah, Bisa Bekerja dan bisa Menikah

Down Syndrome Tak Bisa Disembuhkan, Mereka Bisa Dilatih, Bisa Sekolah, Bisa Kuliah, Bisa Bekerja dan Bisa Menikah asalkan....?!


Perbandingan Jumlah Penderita Kelainan Down Syndrome

Down Syndrome (DS) adalah kelainan genetik (di untaian kromosom ke 21) yang menyebabkan penderitanya memiliki syndrome (kumpulan gejala) yang berbeda-beda di antara 1 anak DS dengan anak DS lainnya). Seperti batang hidung antar mata yang pesek,  (bukaan kelopak) mata sipit dan perawakan yang  pendek dan beberapa masalah organ dalam lain yang berbeda-beda antara satu bayi DS dengan bayi DS lainnya (seperti jantung bocor kecil yang tidak perlu dioperasi bahkan ada yang sampai jantung bocor besar sehingga harus dioperasi jantungnya), tapi banyak juga dari  mereka yang jantungnya normal (tidak ada masalah di jantung). Ada dari mereka yang mengalami tidak punya anus (atresia ani), sehingga butuh operasi di perut kiri untuk pembuatan colostomi bag. Jadi Down Syndrome bukanlah penyakit. DS adalah kondisi delay (lambat) tumbuh berkembangnya di beberapa (banyak) bagian tubuh hingga kekurang cerdasannya (dan sampai ke kecilnya urat nadi darah saat baru lahir sehingga untuk imunisasi haruslah sebaiknya dilakukan oleh dokter spesialis anak). Kadang mata minus/plus/silinder dan sebagian kecil telinga ada yang tuli (sangat jarang).


Anak DS Banyak Yang Bisa Lulus Kuliah


Total 88 Bayi DS Dari 100 Bayi DS Akhirnya Jantungnya Sangat Baik
Total bayi DS yang jantungnya pada akhirnya baik adalah 30 + 58 = 88 bayi DS menjadi sangat baik kondisinya tanpa operasi jantung. Dan sekitar 12 bayi DS perlu dioperasi, asalkan dijaga kesehatannya, dengan obat penahan dari hipertensi dan anti kerja berat jantung (konsultasilah dengan dokter spesialis anak kardiologi atau dokter Sp.Jp) dan dengan berat badan yang sudah memadai di usia tertentu akhirnya yang bayi DS 12 inipun bisa dioperasi, sehingga akhirnya mereka ini juga bisa baik kondisi jantungnya. Masalahnya adalah tergantung keuangan untuk dana operasi yang tidak sedikit untuk oeprasi dan dapatkah dana yang ditanggulangi (sepeerti BPJS) dengan di saat yang tepat waktu diperbolehkan oleh dokter sp jantung untuk dilakukan operasi bayi bapak/ibu juga menjadi faktor keselamatan jantungnya (nyawa tentunya pada akhrinya). Bila terlambat maka bayi DS yang jantung bocor besar ini akan menampakkan sesak, biru di bawah mata, di bibir dan sampai di kuku.


Kelainan tambahan yang terkadang mengalami (terindikasi) sebelum memulainya:
Per 30 bayi DS ada 1 yang mengalami tidak punya anus (atresia ani)
Per 80 bayi DS ada 1 yang mengalami leukimia.
Per 30 bayi DS ada 1 yang mengalami usus 12 jari melintir/penyempitan (stenosis duodenum) sering muntah
Per 100 bayi DS ada 1 yang mengalami GERD (penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease) cirinya sering muntah

Banyak Orang tua Pemilik Bayi DS bertanya ke penulis:
(mungkin dipikirnya kalau tanpa ada ciri lebam biru untuk apa dites echo jantung)
Pak Kurniawan ciri bayi ini mengalami kelainan Jantung apa ya ?

Jawaban saya adalah:
Ibu, namanya (bayi) kelainan tidak selalu yang mengalami jantung bocor atau masalah lain di jantung, di luar tubuh bayi selalu ada cirinya, memang sebagian bayi ada yang tampak lebam-lebam biru di punggung atau pinggul atau tensi agak tinggi tapi banyak juga yang tidak ada ciri sama sekali. Jadi sangat lebih baik agar dilakukan tes echo jantung ke rumah sakit. Kalau ada jantung bocor sekian (patokan penulis berikan khusus per Whatsapp), maka harus dapat obat penahan hipertensi, ada yang  bocor sekian di posisi ini (penulis berikan melalui Whastapp), maka bayi harus dapat obat anti kerja berat jantung agar bayi tidak bengkak jantungnya secara jangka panjang ke depan sebelum operasi dilakukan ataupun hipertensi. Jadi obat ini bukan untuk membuat lubang bocor jantung menjadi menutup ya bu.

Down Syndrome Tidak Bisa Disembuhkan, Tapi Banyak Cirinya Bisa Dihilangkan
Kembali ke judul, mengapa Down Syndrome dikatakan tidak bisa disembuhkan ?

1. Karena Down Syndrome bukanlah penyakit, jadi memang untaian 23 pasang kromosom manusia sudah ada di dalam darah dandi seluruh sel tubuhnya, jadi yang diperbaiki adalah ciri-ciri dan kelemahannya, buktinya yang bayi DS tadi 30% tadi MEREKA INI SEHAT-SEHAT saja dan terbukti bisa diimunisasi, jantungnya normal, kelainan ciri DS yang dialami hanyalah:
bukaan kelopak mata sipit, batang hidung antar mata pesek, mungkin ada kantung mata di bawah mata yang agak tebal  (bisa di sudut bawah mata, bisa di tengah di bawah mata, atau di sepanjang di bawah mata) ada yang tebal di pelipis (ada yang tidak) ada bayi yang gelambir di pundak saja,  ada yang sampai tebal ke bahu kanan kiri, jadi antar 1 dengan lainnya berbeda-beda (unik).

Bahkan yang bayi DS yang mengalami jantung bocor kecilpun (yang sekitaran 50an tadipun) juga sehat kondisinya dan bisa diimunisasi dengan baik, hanya saja mereka yang terkategori jantung bocor kecil (apalagi besar) sering berkala mengalami demam-demam agak panas di leher belakang dan kepalanya. Jadi bapak/ibu harus sangat butuh pembimbingan dengan ahli yang berpengalaman dengan fisioterapi bayi Down Syndrome (yang terkondisi ini), untuk bapak/ibu berkonsultasi dan fisioterapi dan treatment apa yang tepat dan bisa dilakukan sebelum jantungnya menutup ataupun sebelum jantungnya dioperasi (bagi yang jantung bocor besar). Khusus bagi yang jantung bocor besar masih banyak treatment dan fisioterapi yang bisa dilakukan sebelum dioperasi (KONSULTASILAH KE KAMI UNTUK KEHATi-HATIAN) jangan sungkan, jangan ragu, agar bayi bapak/ibu dapat lebih baik kondisinya (tidak terlambat-lambat amat tumbuh kembangnya sebelum operasi).

2. Seperti Kelainan Syndrome Patau
Adalah trisomi di untaian pasangan kromosom 13: ada ciri bayinya yaitu seperti bibir sumbing, ada bayi yang berciri jari lebih 1 di jempol tangan atau di kaki yang disebut polidaktili.
Secara medis tentulah bisa dioperasike 2 ciri tersebu, sehingga bentuk bibirnya jadi baik seperti anak biasa dan jari tangan atau kakinya bisa dioperasi dipotong tentunya agar bisa memakai sepatu dengan baik. Artinya bukannya lantas si bayi menjadi sembuh dari Syndrome Patau-nya tapi 2 macam cirinya TERPERBAIKI, si bayi ini (secara darah) tetaplah masih Syndrome Patau.

3. Pada Metode Fisioterapi Kami Ujung Hasil Fisioterapi Bayi DS ADALAH
Jadi babak/ibu jangan salah pengertian dengan ada orang yang menulis DS (ataupun bahkan dikatakan pihak medis) bahwa DS tidak bisa sembuh (akibat penjelasan yang sangat singkat tersebut, janganlah sampai bapak/ibu down atau terpuruk dalam kesedihan karena syok, dikarenakan Down Syndrome bukanlah penyakit. Ujung hasil pengobatan sakit penyakit (misalkan terinfeksi virus, bakteri, kuman, jamur, dan lain-lain seperti pilek, batuk, pneumonia, typhus) adalah sembuh (kesembuhan).  Segeralah konsultasikan dengan kami.

Apa ujung hasil perbaikan (fisik luar tungan kaki wajah dan fisik dalam) bayi DS ?
Adalah agar yang mengalami ciri kelainan DS di wajah yang tebal-tebal (maaf) kurang baik akibat:

a. lemah di otot lengan (sikut) tidak/belum bisa kuat tegak lurus, bisa diurut dan dilatih agar lebih kuat sekuat mungkin ==> UJUNG HASIL ADALAH SIKUT MAU LURUS

b. bahu belum kuat menyangga tubuh bagian atas, sehingga belum bisa tengkurap kepala tegak masih bisa diurut dan dilatih dikuatkan ==> UJUNG HASIL PERBAIKAN ADALAH KUAT

c. lemah di pinggul dan kaki belum bisa merayap di usia yang seharusnya sudah bisa, diurut dikuatkan dan dilatih ==> UJUNG HASIL BISA MERAYAP

d. telapak tangan yang sering mengepal diperbaiki agar bisa sering membuka ==> UJUNG HASIL FISIOTERAPI FISIK MOTORIK HALUS TANGAN BISA MEMBUKA DAN LEBIH MUDAH DILATIH poin e

e. saat dilatih didudukkan kalau sikut dan telapak tangan belum diurut penguatan maka posisi duduk tangannya akan lemah dalam menopang tubuh, jika ditreatment dengan pola berkelanjutan ==> UJUNG HASIL SAAT DIDUDUKKAN BAYI AKAN KUAT MENAPAK SIKUT LURUS

f. jaringan ikat di wajah masih kendur jadi kurang kuat secara elastis, mengakibatkan kantung mata yang tebal (bahkan ada yang tebal sekali), pipi ngondoi (turun menggelambir), sehingga wajahnya agak terlihat lebih tua dari usianya, ternyata diusap dengan pola yang benar sambil dido'akan dengan rajin ternyata alhamdulillah ciri DS ini dapat berkurang, lebih tipis, bahkan sangat tipis nyaris tidak ada ==> UJUNG HASIL KONDISI KANTUNG MATA TIPIS/HILANG

g. pipi ngondoi (turun menggelambir) dengan treatment yang benar maka pipi yang tebal ngondoi (turun) ==> UJUNG HASIL PIPI AKAN LEBIH NAIK

h. Pinggul lemah ditreatment dengan pola benar ==> UJUNG HASIL KUAT

i. Pundak bergelambir maka ditreatment yang benar ==> UJUNG HASIL GELAMBIR (MAKIN) TIPIS SEHINGGA CEPAT KUAT KEPALA TEGAK

j. Suara nangis terceat-cekat juga difisioterapi bagian organ dalamnya ==> UJUNG HASIL SUARA NANGIS AKAN LEBIH KUAT DAN LEPAS

i. Kecerdasan yang kurang juga difisioterapi ==>  UJUNG HASIL BAPAK/IBU pasien anak DS kami akan melihat hasilnya jika komunikasi dengan saya pribadi, bapak/ibu bisa berkenalan melalui WA & video call dengan banyak orang tua lain di berbagai propinsi di Indonesia yang anaknya sudah masuk sekolah (PAUD Umum , Pra TK Umum, TK A, TK B, SD/SD IT)

DAN PENCEGAHAN-PENCEGAHAN YANG HARUS DIFAHAMI

Dan masih banyak lagi yang perlu dilakukan segala pencegahan selagi masih bayi bawah 4 bulan agar belum terjadi perilaku kebiasaan kurang baik yang dapat menyebabkan kelainan masalah baru seperti: mata juling / jereng, mata nystagmus (mata gerak-gerak kanan kiri secara simultan), lengan melintir (memutar), kaki yang semula tidak pengkor lalu diperjalanan kehidupannya ke depan menjadi pengkor dan beberapa lainnya (bila tidak faham cara mencegahnya).

JADI UJUNG HASIL PERBAIKAN FISIOTERAPI BAYI DS UMUMNYA
dapatlah disimpulkan memang DS bukanlah disembuhkan/sembuh melainkan menjadi:
-lebih kuat (leher, lengan, kaki, pinggul, kepala)
-perbaikan motorik kasar (agar bisa berdiri, rembetan, jalan)
-Proprioseptif : motorik halus jadi bekerja dengan baik (tangan bisa meraih benda/memegang benda, melempar benda dan lain-lain
-keseimbangan ==> latihan keseimbangan kanan kiri tubuh

BAHKAN PADA FISIOTERAPI TUMBUH KEMBANG KAMI JUGA DITAMBAHKAN

-wajah lebih bagus (lebih cantik, lebih ganteng) harapannya menjadi tidak ngeh orang-orang di sekitarnya nanti (sehingga meminimalisir perledekan, digoda dan lain-lain), sehingga juga agar terjaga perasaan abangnya / kakaknya yang masih sekolah dasar (bila adiknya diketahui DS) karena wajah  adiknya sudah jauh dari wajah kembar 1000 DS
-wajah tidak melongo (aura wajah baik) jadi membuat orang di sekitarnya senang dan sayang di kala melihatnya
-fisioterapi ke otak agar kecerdasannya menjadi sangat meningkat

PADA FISIOTERAPI KAMI, SEKALIGUS DIINFOKAN

Juga kami berikan informasi MPASI, GIZI yang baik
Info makanan (ada buah dan sayuran tertentu) ada yang kurang baik untuk pencernaan bayi DS
Info makanan bagi yang ibunya masih bisa menyusui
Info cara  pemberian pola makan disesuaikan kenaikan usia
Info vitamin disesuaikan dengan berat tercapai atau tumbuhnya gigi (sudah disimpulkan dari segala dokter spesialis anak dari berbagai propinsi)

KELEBIHAN FISIOTERAPI KAMI
Selain wajah lebih baik, anak jarang sakit karena tidak sampai belasan kali ke rumah sakit setiap bulannya sehingga fase tumbuh kembang lebih cepat terkejar dari keterlambatannya dan lebih cerdas.
Pada metode kami, cukup ke rumah sakit untuk pemeriksaan yang inti & urgent saja (jantung, hormon tiroid, telinga dan mata) sekitar 6 bulan sekali periksa tumbuh kembang, misal:
^setelah fase 1 bisa dan fase 2 mulai bisa yaitu usia 6 bulan
^lalu setetah fase 3 bisa yaitu usia 12 bulan
^lalu setelah fase 4 bisa yaitu usia 18 bulan.

10-11x / BULAN KE LUAR RUMAH MALAHAN BAYI DS MUDAH SAKIT

Metode di luar kami, rata-rata caranya bayi DS dibawa ke luar rumah (untuk fisioterapi ke luar mencapai 8x dalam 1 bulan, belum pemeriksaan segala macam tes-tes sehingga mencapai 10 atau 11 kali / bulan ke luar rumah), malahan sering saya dapat info dari orang tua yang melakukan demikian berakibat sering terjadi pada bayi DS yang bawah 1 tahun yag rata-rata antibody masih rendah: capek, lalu sakit, akibat sakit lalu berat badan turun, kalau berat badan turun maka tumbuh kembangnya akan turun lagi,  sehingga usia 15 bulan belum bisa duduk, usia 18 bulan belum bisa diberdirikan, lalu usia 20 bulan baru bisa duduk (padahal berat badan sudah 8 kg dan tidak ada kelainan organ dalam apa-apa, jantung normal). Dampak buruknya semua fase tumbuh kembangnya jadi terlambat, bukan dikarenakan bayi DS berbeda-beda kondisinnya,  memang bayi DS berbeda-beda, tapi sekitar 80% (80 bayi DS dari 100 bayi DS) kondisinya rata-rata bisa sama, tapi metode fisioterapi tumbuh kembangnya dan kekurang intensitas treatment dan latihannyalah yang membuat hasilnya berbeda-beda di 80 bayi DS tersebut.

DAMPAK BAIK TERHADAP KEMANDIRIAN
Dari perbaikan secara LUAS/BANYAK MENYELURUH tersebut ini, maka terbukti akhirnya banyak sekali pasien-pasien kami menjadi lebih mudah / cepat diajari mengucapkan kosa kata bermakna walau belum usia 2 tahun, karena sudah cukup cerdas dan pintar, sehingga mudah diajari okupasi kemandirian seperti pegang dot sendiri (saat sebelum 1 tahun), mudah dilatih buka celana dan pakai celana, mudah dilatih makan sendiri, naik sepeda, dance di sekolah PAUD-nya dan lain-lain.

Jadi ujung hasil sekolahnya diharapkan dapat sekolah yang baik ujung hasilnya adalah diharapkan dapat masuk sekolah umum atau kelas inklusi yaitu 2 anak DS yang sudah cerdas di 1 kelas, kelas anak-anak biasa.

LANJUTKAN PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN ANAK DS
Semoganya bisa bekerja dan hidup mandiri yang sejahtera nantinya atau tidaknya semua kembali kepada ke 2 orang tuanya dimulai sejak pemilihan awal terapinya.

Ke 88 anak DS yang penulis jelaskan di atas (di awal artikel ini) pun juga anak DS yang telah operasi jantungnyapun rata-rata yang fisioterapi ke kami pada akhirnya cukup cerdas dengan wajah sudah baik dan motorik kasar dan motorik halus yang baik mereka bisa mengejar ketertinggalan karena terjeda operasi (karena sebelum operasi kita sudah lakukan penguatan doa untuk jantung pendahuluan lebih dulu).

BAYI DS MEMANG BERBEDA-BEDA KONDISINYA TAPI PENCEPAIAN SEBUAH KEMAMPUAN DI SEBANYAK 88 BAYI DS KAMI RATA-RATA TERCAPAI

Kalaupun bayi DS berbeda-beda memang kondisinya ke 88 bayi DS tadi, tapi bila dilakukan fisioterapi secara menyeluruh dengan pola kami yang berat badan stabil naik di usia 6 bulan 5,5 kg sampai 6,0 kg dan usia 10 bulan mencapai berat 7 kg-an (atau lebih), maka dengan pola treatment usap, urut dan latihan yang benar, rajin berkesinambungan dan intensitas yang sering maka usia 11-12 bulan sudah pada bisa diberdirikan tegak dengan wajah sudah baik.

Tersisa yang 12 bayi DS tadi yang harus dioperasi lebih dulu maka setelah operasi dilakukan dan bayi sudah pulih dari operasinya (mungkin di berat 5,5 kg atau di berat 6-7 kg tergantung dari dokter sp jantung) maka bisa dikejar kembali treatment dan latihan-latihannya, sehingga akhirnya bisa jalan juga sebelum usia 2 tahun (atau usia 19 bulan sampai 26 bulan), tergantung kerajinan melatih.

Ujung hasil sebuah treatment fisik  dan latihan fisik yang baik dan sekolah yang baik harapannya bayi DS dapat hidup mandiri, semoga ke 2 orang tuanya dapat memfasilitasi seperti anak biasa yang bisa mencapai sekolah setinggi-tingginya, kuliah dan semoga bisa lulus sarjana (graduated).

HASIL KAMI BANYAK MASUK SEKOLAH UMUM
Hasil kami sekitar 80% anak DS kami membuktikan bisa masuk sekolah umum (PAUD hingga SD/SD IT. Dan ada 1 anak hasil metode kami berkasus autis (bukan DS) sudah lulus 2023 S1 universitas Binus (Bina Nusantara) kuliah Animasi Grafis dan dapat mengikuti pelajarannya dengan baik sisanya lebih karena gangguan di panca indera seperti mata (nystagmus) sejak sebelum komunikasi dengan kami, atau di kedupan keseharian ayahnya /kakaknya sangat susah dilarang agar si bayinya tidak diganggu matanya, atau kondisi ke 2 telinganya tuli (sangat kurang bisa mendengar) atau orang tuanya di masa anak toddler (usia 1 sampai 3 tahun) kurang memberikan perhatian, kurang diberikan mainan edukasi yang baik, sehingga anak DS yang sudah bisa jalan tadi dibiarkan saja (jarang) diajar / dibimbing bicara untuk menambah kosa kata, kurang dilatih okupasi karena orang tuanya sibuk sendiri (maaf) bebenah rumah atau masak atau tugas rumah tangga lainnya. 

BANYAK DI LUARAN ORANG/PIHAK YANG MEMBUAT PIKIRAN MAKIN DOWN

Janganlah pikiran bapak/ibu terpengaruh oleh orang-orang / pihak-pihak yang mengatakan bahwa anak DS tidak bisa sekolah dan bekerja. Bahkan jangan terpengaruh pada orang-orang yang membuat Bapak/Ibu syok lebih dalam, atau pesimis dengan dikatakan orang tersebut misalnya:

"Jangan tersugesti yang mengatakan anak kita kalo digitu giniin (oleh fisioterapis) pasti bakalan sembuh, pasti DS-nya hilang atau sebagainya."


KINI BAPAK IBU SUDAH FAHAM KESALAHAN BERPIKIRNYA ORANG YANG BERKATA DI ATAS INI, yaitu:
DS bukanlah penyakit ==>  jadi ujung hasil bukanlah sembuh (nyatanya 88% bayi DS semua kondisi sehat, terlebih setelah jantung bocor yang kecil sudah menutup bisa di usia 4 sampai 10 bulan)
DS-nya pasti hilang ==> salah pernyataan orang ini karena memang DS tidak hilang, karena kromosom 23 pasang itu selalu diproduksi oleh pabrik darah (sum-sum tulang), karena bukan DS nya yang diperbaiki tapi ciri-ciri dan kelainan penyertaan organ dalam yang merupakan akibat DS-lah yang ditreatment dan diperbaiki sehingga menjadi (lebih) baik, bagus dan kuat.

Jangan terpengaruh oleh kata-kata seperti di atas ini, artinya orang tersebut kurang faham apa itu hasil akhir  ciri-cirinya dapat diperbaiki dan ditipiskan dikuatkan yang lemah dan lain-lain (baca poin a sampai i).

Ingat hadist Qudsi:
(Karena) Allah SWT (berbuat) sesuai prasangka hamba-Nya.

Jadi kalau hamba-Nya yakin semua (sebagian besar) ciri-ciri kelainan ini dapat dibaguskan, diperbaiki dengan ikhtiar ke metode fisioterapi kami inshaa Allah semua dengan kerajinan dan atas izin Allah yang bisa menutup sendiri seperti jantung bocor kecil, wajah yang tebal-tebal jadi tipis atau rata, batang hidung antar mata lebih ada, mata sipit lebih lebar, pelipis yang tebal jadi lebih rata dan lain-lain semua dengan pembimbingan dari penulis akan membuktikan hasilnya.


NYATANYA BANYAK ANAK DS BISA KULIAH DAN BEKERJA
Berikut memang bukan hasil kami, tapi membuktikan bahwa anak DS bisa sekolah dan berhasil dalam hidupnya. Di luar negeri banyak ditulis anak-anak Down Syndrome bisa sekolah tinggi (high school), kuliah di universitas dan lulus menjadi sarjana lalu bisa bekerja dan bahkan bisa menikah.

Sudah banyak anak Down Syndrome yang kuliah, lulus sarjana, bekerja, jadi model, jadi bos suatu usaha, menjadi miliarder. Semua kembali kepada ikhtiar bapak/ibu sekalian dan jangan percaya perkataan orang-orang yang memvonis bahwa anak bapak/ibu nantinya tidak bisa sekolah dan bekerja.

Silakan browsing di google utamakan menggunakan keyword berbahasa Inggris, seperti:
Down Syndrome graduated
Down Syndrome graduate
Down Syndrome success
Down Syndrome success story
Down Syndrome success stories
Down Syndrome marriedDown Syndrome kuliah
Down Syndrome bekerja
Down Syndrome menikah
Bisnis sukses 5 anak down syndrome




Anak DS banyak Yang Bisa Bekerja Bahkan Menjadi Sukses dan Kaya

Walau di Indonesia yang bisa kuliah masih bisa dihitung jari dan segala tulisan saya bisa saja ada orang yang berpikiran (sempit) :
Itu kan di luar negeri Pak Kurniawan ?

Jawaban saya:
Mengapa bapak/ibu menjadi pesimis, jadilah orang yang optimis dan raihlah sukses untuk buah hati bapak/ibu, jangan hiraukan orang lain yang membuat Anda syok atau down lebih dalam banyak bukti kami perlihatkan kepada bapak/ibu. Dan yakin kepada Allah bahwa ikhtiar bapak/ibu akan berhasil juga seperti anak-anak DS lain yang telah selesai kami fisioterapi.

Memfisioterapi menyeluruh tubuh bayi DS sampai ke wajah sangatlah penting :
http://kprihatmono.blogspot.com/2018/05/fisioterapi-menyeluruh-untuk-tumbuh.html

TIDAK MELANGGAR SARA DAN KAMI MENERIMA BAYI KELAINAN SEMUA AGAMA DAN SUKU APAPUN DI INDONESIA.

Salam dari penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
SMS kan nomor WA ke 081386837511
Jangan menelpon sampai terbukti dengan diagnosa kami bapak/ibu punya bayi DS

MAAF JANGAN EMAIL
Hanya bagi yang serius memiliki bayi DS
DM ke IG : Terapidzikirds21


Selasa, 20 Oktober 2020

Menepis Anggapan Bahwa Memperbaiki Wajah Bayi Down Syndrome Berarti Tidak Ikhlas, Mengapa ?

TUJUAN SEBUAH PERNIKAHAN ADALAH BERKEMBANG BIAK (KETURUNAN)

Tujuan sebuah pernikahan (selain ibadah) adalah mendapatkan keturunan, semoga memiliki keturunan yang baik secara fisik, sehat dan perilaku dan keimanannya, semoga setelah sepeninggal kita (orang tuanya) memiliki penerus keluarga dan semoga anak yang ditinggalkan menjadi anak baik, anak sholeh / sholehah yang mendo'akan kedua orang tuanya kelak.

Menjadi orang tua mempunya kewajiban terhadap bayi (anak) yang dilahirkan, bagaimanapun kondisinya, adalah mengusahakan yang TERBAIK semaksimal mungkin untuk bayi yang dilahirkannya yaitu:
1. pola perawatan yang baik (bila sakit, atau mengalami kelainan atau lainnya)
2. pola asuh yang baik (termasuk gizi)
3. pola didik yang baik (mendidik formal sebaik mungkin dan pendidikan informal dan pendidikan keluarga).

BAGAIMANA BILA BAYI YANG DILAHIRKAN KELAINAN ATAU MENGALAMI CACAT

Namun bagaimana bila bayi yang dilahirkan adalah mengalami kelainan seperti Down Syndrome (DS), dengan wajah yang mengalami kantung mata tebal, ada yang mata sipit, bahkan terkadang ujung mata naik dan pipi turun (ngondoi) dan masih ada beberapa ciri-ciri kelainan DS di wajah yang berbeda-beda antara satu bayi DS dengan bayi DS lainnya. Otot yang lemah, ada yang kelainan jantung (seperti jantung bocor dan lain-lain).

Pernah penulis mendapat kabar di 2015 bahwa ada di sebuah seminar atau pertemuan yang berkata: Kalau bapak/ibu ingin mengubah wajah bayi DS berarti bapak/ibu tidak ikhlas menerima kelahirannya yang berwajah demikian. http://kprihatmono.blogspot.com/2015/06/lanjutan-jangan-wait-and-see-bila-bayi.html

PERTANYAAN DARI BEBERAPA IBU PASIEN KE PENULIS
Penulis mendapat info dari beberapa orang tua yang fisioterapi ke kami bahwa:
Pak, ada dikatakan oleh (seseorang mungkin sekelompok orang di grup chatnya) berkata bahwa kalau kita ingin membaguskan wajah bayi kita yang down syndrome maka kita disebut tidak ikhlas menerima kondisi bayi DS kita ini pak yang sudah berwajah demikian, benar gak Pak ?
Bahkan pernyataan dari orang yang mengatakan memperbaiki wajah bayi DS menjadi lebih bagus, masih saja sering digaungkan sampai sekarang di 2020 ini.

KEPADA SELURUH ORANG TUA YANG BARU MEMILIKI BAYI DOWN SYNDROME (USIA BAYI BAWAH 8 BULAN) SILAKAN DIBACA ULASAN BERIKUT:

Sebenarnya bila dikaji pada bidang fisioterapi metode kami (banyak orang tua pasien berkata metode kami satu-satunya di Indonesia yang sampai ke perbagusan wajah bayi DS), penggunaan kata "perbagusan wajah" tidak bermakna seperti kata "mengubah" wajah pada operasi plastik seperti hasil dari operasi wajah seperti yang dilakukan di negara Korea.  Di negara ini (Korea) kita semua sudah tau jika wajah ingin cantik sampai dioperasi sampai berubah dari wajah aslinya. Khusus operasi plastik sudah ada dalilnya: https://muslim.or.id/43280-hukum-operasi-plastik-untuk-kecantikan.html

IKHTIAR UNTUK MEMBAGUSKAN PENAMPILAN WAJAH JANGAN DIKATAKAN TIDAK IKHLAS (PADA BAYI DS METODE KAMI BUKANLAH DENGAN OPERASI)

Pada situs di atas penulis jelaskan bahwa, contoh manusia selalu ingin membaguskan (memperbaiki) wajahnya dengan macam-macam cara, asalkan bukan dengan yang dilarang syari'at, dan bukan dengan cara-cara dan barang-barang/benda-benda dilarang agama MAKA TIDAK DILARANG dan tidak ada hubungannya dengan tidak ikhlas.

Jadi kepada bapak ibu jangan punya pola pikir yang sempit, kita harus berpikir jauh ke depan, untuk apa wajah lebih baik bagi si anak nantinya di sekolah dasar (SD) agar tidak diledek, digoda (apalagi sampai dibully). Kalau diledek, digoda, (anak DS peka & perasa) nantinya akan malu, minder, tidak PD lalu tidak mau sekolah, maka akan sangat disayangkan, karena pendidikan dan bersosialisasi merupakan pendidikan kharakter dan pendidikan ilmu kognitif yang sangat penting :
a. (maaf) gigi yang akan tonggos lalu pakai behel merupakan IKHTIAR agar susunan kontur tumbuhnya lebih baik
b. (maaf) bibir yang mengalami sumbing maka haruslah IKHTIAR dengan cara operasi agar bibir yang"sobek" itu agar bisa nyatu dan rapat menjadi kondisi sewajarnya.

MENGAPA WANITA MEMAKAI KOSMETIK ?

Para wanita ingin tampil cantik, sehari-hari menggunakan rias wajah mengunakan make-up (kosmetika) bukankah ingin tampil cantik ? Yaitu seperti menggunakan:
-Lipstik (pemerah bibir agar tidak pucat)
-Penghitam alis mata, mungkin kurang naik, kurang tebal dan sebagainya
-Menggunakan bedak di pipi
-Menggunakan eye shadow dan sebagainya
Harusnya (kalau berhubungan dengan TIDAK IKHLAS) para wanita juga tidak usah pakai kosmetik di setiap harinya ke mana-mana, ya kan ?
Bahkan di salon kecantikan pipi wanita ditarik ke samping atas agar lebih naik pun TIDAK DILARANG SECARA SYARI'AT, karena konteksnya bukan merubah wajah tapi mengencangkan jaringan ikat di pipi. TERBUKTI : bahwa para wanita pada memakai kosmetik dan alat tertentu tersebut untuk membaguskan penampilan wajahnya bahkan facial wajah.

SALON KECANTIKAN DI SELURUH DUNIA
Bahkan salon kecantikan wanita muslimah dan muslim bertebaran di seluruh negara yang umat Islamnya sangat banyak di manapun, di Indonesia, Malaysia dan di negara-negara Arab. Bahkan sampai-sampai untuk membaguskan jambang dan jenggot saja, para pria muslim di negara-negara Arab memangkas rambut, bahkan jenggot dan jambang-nya ke salon-salon, karena untuk kerapian dan keindahan paras wajah. Silakan browsing dengan keyword : Salon kecantikan di Arab.

Kenapa ikhtiar membaguskan wajah pada bayi Down Syndrome kok dianggap TIDAK IKHLAS ??
Kenapa hingga hari ini masih saja ada orang / pihak yang mengatakan bahwa kalau membaguskan ciri kelainan di wajah bayi DS adalah tidak ikhlas menerima kondisinya. Benarkah pendapat ini benar ?

Kini kelainan semakin bermacam-macam, bagaimana bila ada tulang yang muncul 'tumbuh" tanduk di kepala bayi disebut encephalocele, kejadian di akhir 2018 tentulah hal ini harus dilakukan operasi untuk perbaikannya yang merupakan sebuah USAHA / IKHTIAR. Dan tidak / janganlah menghubungkan kalau memperbaiki penampilan berarti tidak ikhlas dengan kelahirannya seperti "tumbuh" tanduk pada bayi pada website berikut:
https://id.theasianparent.com/bayi-unicorn/


JANGAN MENGIKUTI SARAN YANG TIDAK MENGARAH KEBAIKAN MASA DEPAN

Jadi tentulah karena tidak biasa, haruslah kita (selaku orang tuanya) berikhtiar melakukan yang terbaik atas kondisi ini (seperti pada bayi yang tumbuh "tanduk" ini. Jadi jangan pasrah dengan keadaan dengan mengaitkan dengan istilah "tidak ikhlas" bila membaguskan penampilannya wajahnya, apakah itu karena tidak biasa akibat cacat maupun kelainan DS. Kepada bapak/ibu bila ada orang lain yang mengatakan "tidak ikhlas" kalau dibaguskan wajahnya, jangan dituruti, karena pendidikan yang dilalui oleh anak bapak/ibu nantinya, bila sampai akhirnya terjadi body shaming, bapak/ibu sendiri yang rugi terhadap pola didik formal yang tidak didapat oleh anak bapak/ibu. Jangan dituruti bila saran dari orang lain, bukan kebaikan untuk buah hati bapak/ibu. Jambang, jenggot (para pria), pipi yang turun (pada wanita) pada melakukan perbagusan wajah ke jutaan salon di dunia, dan banyak contoh perbaikan lain pada artikel di web penulis ini semua orang ingin baik kondisinya, aneh bila memperbaiki jaringan ikat di wajah pada bayi DS (agar menjadi baik) dikatakan "tidak ikhlas" bagi yang ingin membaguskannya.

METODE PERBAGUSAN WAJAH FISIOTERAPI UNTUK BAYI DOWN SYNDROME

Sedangkan metode fisioterapi kami sejak 12 tahun lalu (2008) alhamdulillah kami sudah menemukan pola memperbagus (bukan mengubah dimaksud degan operasi wajah seperti di Korea. Dulu di 2015 ada yang berkata (tapi tidak ke kami secara langsung):
"Kalau metode Pak Kurniawan bisa mengubah wajah bayi, mau dong wajah saya diubah kayak artis si A, si B atau si C." ==> sungguh perkataan yang meledek ke penulis.

Istilah mengubah wajah pada bayi DS metode perbagusan wajahnya ada 5 sampai 8 poin, juga bukan mengubah wajah menjadi wajah seorang artis misalkan) tetapi yaitu pada 5 bagian utama wajah yang Allah SWT sebenarnya sudah memberikan titik acuan di wajah pada bagian apa saja yang bisa dibaguskan dengan usapan yang benar dan rajin:
1. Pipi bayi DS yang cenderung turun agar lebih naik
2. Rahang bawah yang cenderung datar lebar agar lebih tirus
3. Bukaan mata yang sipit agar menjadi lebih lebar
4. (Terkadang) Ujung mata juga naik (sipit + naik miring) agar lebih mendatar
5. (Kebanyakan hampir semua bayi DS) Batang hidung antar mata (nose bridge) yang pesek agar lebih muncul atau lebih ada
6. (Terkadang) Pelupuk mata agak tebal agar lebih tipis
7. (Terkadang) Pelipis (kanan & kiri) ada tebal agar juga ditipiskan
8. TAMBAHAN: Oral motor mulut & treatment tertentu agar lidah tidak menjulur dan mulut tidak mangap

Dengan 8 poin macam ini dilakukan (SILAKAN KONSULTASI DENGAN PENULIS) maka semoganya (besar harapannya), wajah bayi DS bapak/ibu sekalian akan menjadi sangat lebih cantik, lebih ganteng dan jauh dari wajah kembar 1000 DS ciri khasnya yang tebal-tebal.

JARINGAN IKAT WAJAH BAYI NORMAL SEJAK LAHIR ELASTIS DAN LENTUR, JARINGAN IKAT BAYI DOWN SYNDROME DI WAJAH DAN OTOT MASIH "KENDOR"

Wajah manusia memiliki jaringan ikat (bahasa medis istilah jaringan ikat ini berfungsi sebagai "perekat"). Pada bayi normal jaringan ikat ini sudah berfungsi dengan baik yaitu bersifat elastis dan lentur dalam mencengkram sel-sel, sehingga (contoh) area wajah bayi normal tidak berkantung mata. Nah pada bayi Down Syndrome jaringan ikat ini masih kendor dan lemas dalam mencengkram sel-sel kulit di atasnya (di sekitarnya) sehingga (contoh) menjadi di bawah mata terjadi kantung mata (terkadang sangat tebal). Terkadang di leher samping dan leher belakang (pundak) sampai tebal menggelambir, bahkan terkadang di leher terjadi tebal seperti kelenjar, bahkan pipi (banyak juga kejadian pada bayi DS walau tidak semua bayi DS) pipi ngondoi menggelayut.

Semua masalah kendornya jaringan ikat ini bila diusap dengan arah yang benar, porsi kerajinan yang sering dan sambil dibacakan doa bagi agama lain (atau dengan dzikir bagi umat Islam) inshaa Allah jaringan ikat yang kendor ini akan berfungsi dengan baik menjadi kuat, elastis dan lentur. Bila kemampuan jaringan ikat ini kembali berfungsi baik dalam memegang sel-sel di atasnya (di permukaan wajah) maka fungsi jaringan ikat ini bekerja lebih baik sehingga jika 8 poin ini dengan treatment (pola usap lembut) ternyata masih dapat diperbaiki, dengan minimal 5 yang diperbaiki saja, maka wajah bayi DS akan sudah sangat baik dibandingkan jika hanya didiamkan saja (tidak diapa-apakan yang ciri-ciri tersebut), wajahnya sudah akan sangat bagus, akan jauh berbeda dari wajah kembar 1000 DS-nya. Walau secara kromosom di darah dan sel-sel tubuh memang tetap trisomi 21 (DS), namun kondisi jaringan ikatnya sudah sangat lebih baik.

Sedangkan jaringan ikat di wajah bayi normal (yang tidak kelainan DS) sudah bagus dan lentur dan kuat, sedangkan pada bayi DS kekuatan elastis dan kelenturannya masih sangat kurang dalam mencengkram dengan kata lain masih kendor sehingga harus dibantu dengan treatment (perlakuan)  pola tertentu yang benar. Jika salah pola treatmentnya, maka tidak akan bagus hasilnya. KONSULTASILAH DENGAN KAMI. SMS-KAN NOMOR WA KE 081386837511

JADI KONDISI YANG "KENDOR" INI SEMUA SEBAIKNYALAH DIKUATKAN AGAR BERFUNGSI KEMBALI SEPERTI PADA BAYI NORMAL

Demikian pula jaringan ikat di otot-otot lengan atas, lengan bawah (istilah medisnya : biceps dan triseps) pada bayi Down Syndrome rata-rata banyak yang masih kendor (bahasa medis disebut dengan istilah "hipotonia"), kondisi hipotonia ini ada kategori keparahannya, mulai dari yang ringan, menengah dan bahkan terkadang ada bayi DS yang mengalami hipotonia (lunglai) cukup parah. Sehingga semua ini perlu dikuatkan dengan treatment diurut yang benar arahnya dan porsi frekuensi yang rutin.  Jaringan ikat bila kuat pada motorik halus (jari-jemari) dan motorik kasar (kaki) maka bayi akan mudah meraih dan memegang benda, untuk kaki maka akan cepat berdiri dan jalan.

                                 BICEPS DAN TRICEPS

Jadi jaringan ikat ini ada di semua otot-otot tubuh dan jaringan tulang hingga sel-sel wajah, pipi, leher dan di pelupuk mata dan di bawah mata dan pelipis, hingga tangan, kaki dan tulang. Jaringan ikat penyokong adalah jaringan ikat yang berperan dalam membentuk dan menyokong tubuh. Jaringan ikat tersusun atas 3 jenis serat.[2] Serat tersebut adalah serat kolagen, serat elastis, dan serat retikuler.[2] Serat kolagen terbentuk dari protein dan memiliki sifat lentur.[2] 
https://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_ikat


HASIL FISIOTERAPI KAMI SUDAH RATUSAN BAYI DS BERWAJAH MENJADI LEBIH BAGUS, CERDAS DAN MASUK SEKOLAH UMUM

Alhamdulillah sejak 2008 hingga 2020 ini sudah hampir mencapai 270an bayi DS di Indonesia dari berbagai propinsi yang ikut fisioterapi metode kami, akhirnya bayinya menjadi sangat baik wajahnya, sehingga meminimalisir agar orang di luaran tidak ngeh akan kondisinya bahwa adalah DS (di kromosomnya), harapannya lebih PD (Percaya Diri) ke sekolah : PAUD, Pra TK, TK A dan TKA B dan sekolah dasar nantinnya. Sudah banyak anak DS hasil fisioterapi kami di berbagai propinsi masuk sekolah biasa/sekolah umum.

Jadi sebelum wajah lebih baik, lebih baik jangan diupload-upload dulu wajahnnya sampai lebih baik kondisinya, sebaik mungkin, setelah usia 1 tahun, barulah bapak/ibu silakan upload setelah lebih baik kondisi wajahnya.

Menggunakan behel gigi, atau ikhtiar lain (semisal ada teknlogi baru) tidak ada hubungannya dengan tidak ikhlas bila ingin kontur tumbuhnya gigi (dan gusi) ingin lebih baik


Contoh bayi dengan kasus (bayi bukan bayi Down syndrome) tapi mengalami bibir sumbing lalu orang tuanya IKHTIAR membawa ke rumah sakit yang dengan dokter spesialis ahli mengoperasi bibir sumbing agar penampilannya jadi bagus TIDAKLAH BERARTI TIDAK IKHLAS bayinya lahir dengan bibir sumbing melainkan agar kondisinya lebih baik, apakah itu dari segi mengunyah makanan maupun nantinya berineteraksi sosial bersama teman (sensori integrasi). Kalau berbibir sumbing dibiarkan (maaf) kasihan si anak saat TK dan sekolah dasar, sekolah usia ini adalah masa "kritis" jatidiri dari malu diledek/diolok. Apalgi kalau bertanduk dan juga berkantung mata dan mata sipit pada anak DS, dikurangi kantung matanya semoga semakin Percaya Diri, semakin lebar bukaan matanya (sesuai mata orang tuanya) maka ciri kelainan DS di wajah akan berkurang persentasenya.


CIRI KELAINAN LAIN YANG KADANG TERJADI PADA BAYI DS

Jari berlebih di kaki maka harus dioperasi agar sepatu tidak terhalang untuk dipakai (dan juga untuk kebagusan penampilan si anak saat tidak pakai sepatu).
Jari berlebih di tangan (biasanya kelainan Syndrome Patau) lalu dioperasi adalah agar si anak PD (Percaya Diri),  tidak malu saat di sekolah nantinya agar terus bersekolah dengan baik.

Kaki lumpuh sebelah, lalu IKHTIAR menggunakan kaki "cyborg" merupakan salah satu ikhtiar untuk memperbaiki motorik kasar (kaki) untuk masa depan kehidupannya



Kaki yang (maaf) buntung ke dua kaki lalu menggunakan alat teknologi terkini yang bisa dipasang didengkul merupakan IKHTIAR TEKNOLOGI TERKINI yang patut diapresiasi kepada penemunya dan yang menggunakan dapat mengikuti olahraga PARALYMPIC GAMES.
 

Contoh hasil fisioterapi kami:

ORANG TUA YANG HEBAT DAN PATUT DIAPRESIASI

Jadi semua bayi yang dilahirkan apapun kondisinya, merupakan sebuah keikhlasan yang patut disyukuri, namun bila berwajah ada ciri-ciri:
-kelainan genetik Down Syndrome (di wajah) (di tubuh lain juga pasti ada lemahnya dan gelambir)
-kelainan genetik Syndrome Patau (seperti bibir sumbing)
-kecacatan di area wajah (kepala) seperti "tumbuh tulang" di atas kepala atau di manapun di wajahnya
dan lain-lain kelainan, BERIKHTIAR-lah yang TERBAIK untuk buah hati bapak/ibu sekalian dan jangan menghubungkan ke sebuah ketidak-ikhlasan kalau memperbaikinya/membaguskannya, karena kondisi ini sebuah ketidak biasaan.

Jaringan ikat yang kendor adalah jaringan ikat yang umumnya baru terjadi pada manusia lanjut usia (lansia) yang disebut kondisi DEGENERATIF artinya penurunan fungsi organ dan struktur jaringan yaitu seharusnya baru terjadi mulai usia 55 tahun ke atas, tapi kondisi "kendor" jaringan ikat ini terjadi di banyak bayi DS di banyak organ sel tubuhnya mulai dari otot-otot sampai ke wajah. Silakan browsing "Apa arti degeneratif".

Jadi kita harusnya men-support (mendukung) para orang tua yang mau ikhtiar membaguskan wajah buah hatinya, jangan justru mengatakan (mempengaruhi) pola pikir orang tua sekalian yang bayinya sangat khas wajahnya dengan berkata bahwa membaguskan wajah bayi DS berarti tidak ikhlas. Bukalah pola pikir (mind set)  wawasan bapak/ibu sekalian bila ada orang yang berkata 'tidak ikhlas" tersebut BENARKAH DEMIKIAN ?

Lihat kondisi di manapun terhadap banyak masalah kelainan. kecacatan yang rata-rata semua orang tua di manapun ingin membaguskan dengan segala tujuan baik dari segala sisi, seperti dari sisi  INTERAKSI SOSIAL (AGAR TIDAK MINDER), dari sisi agar anak PD (mau rajin ke sekolah) dan meminimalisir TIDAK DILEDEK/DIOLOK oleh teman anak usia 6 tahun, 7 tahun yang tidak mengerti apa itu kelainan Down Syndrome dan kecacatan seperti di atas kepala tadi.

BIAYA FISIOTERAPI KAMI SANGAT TERJANGKAU
Biaya fisioterapi bulanan kami relatif murah, hanya kisaran RATUSAN RIBU/BULANNYA.

(TIDAK BENAR bila ada yang menginfokan bahwa fisioterapi kami dengan paket sampai selesai mencapai Rp 30 Juta), bahkan orang tua yang fisioterapi ke kami pekerja OJOL, buruh pabrik, driver online pun sanggup ikut fisioterapi kami.

(TIDAK BENAR bila ada orang tua pemilik bayi DS bapak/ibu yang menginfokan bahwa fisioterapi kami dinamakan terapi dzikir ini sudah 8 tahun, metode fisioterapi istri memang sudah 12 tahun (sejak 2008) tapi belum diberi sebutan nama, namun penulis baru menikah di 2013 dengan istri penulis yang seorang fisioterapis bayi DS di Juni 2013 lalu menamakan dengan sebutan fisioterapi dzikir baru sejak 2014, baru 6 tahun lalu).

Ada orang tua pemilik anak DS yang berkata:
Kalau bayi DS saya wajah dibaguskan bagi saya tidak penting, yang penting perawatannya kesehatan, fisioterapi tumbuh kembangnya, kemandiriannya, bicaranya (TW), sekolahnya.
 
Komentar penulis terhadap orang tua ini adalah:
Masalah "wajah tidak perlu dibaguskan" adalah hak pilihan pribadi. Metode kami  diperuntukkan general kepada ribuan bayi DS yang rata-rata kondisinya (nyatanya penulis menerima kondisi wajah bayi DS dari belasan WA orang tua pemilik bayi DS per 2 bulannya) dengan kondisi ingin dibaguskan karena tebal-tebal di wajah dan seputaran leher/pundak sangat tebal. Bahkan bagi kami sebagai fisioterapis MENYELURUH HINGGA WAJAH dan agar anak (maaf) TIDAK MELONGO.
 

MULAI DARI PERBAGUSAN WAJAH SAMPAI DOA DI SETIAP TREATMENT SEMUA SANGAT PENTING

Bagi metode fisioterapi tumbuh kembang kami semua perbaikan pada bayi down syndrome seluas-luasnya dan sampai ke wajah + do'a (dzikir) saat melakukan treatment kepadanya sangatlah perlu dan sangat penting dengan segala macam alasan nanti di kehidupan anak agar lebih baik, lebih cerdas dan bahkan dengan difisioterapi otaknya, sehingga berkorelasi baik lebih cepat pintar saat diajari bicara / berkata-kata. Jadi semua hal berikut sangat penting:

Ya fisioterapi tumbuh kembangnya (motorik kasar & motorik halus) => sangat penting
Ya perawatan kesehatannya ==> sangat penting
Ya peningkatan kecerdasan otaknya (agar perintah dari otak ke tangan, ke kaki semua ada perintah yang benar, anak tidak melongo tatapan kosong) ==> sangat penting
Ya wajah juga dibaguskan (jadi Percaya Diri) tidak malu, meminimalisir diledek /digoda (body shaming) ==> sangat penting https://terapidzikirds21.com/dampak-perlakuan-anak-lain-yang-melakukan-body-shaming-kepada-anak-down-syndrome
Bahkan setiap treatment saat melakukan fisioterapi metode kami dengan doa (dan dzikir) ==> SANGAT HARUS, agar ada kridhoan dari Yang Maha Pencipta Manusia
sehingga kesemuanya ini akan memudahkan dilatih bicara, kemandirian dan harapannya masuk sekolah umum (biasa) bukan sekolah Berkebutuhan Khusus (ABK). Karena di negara kita sejak 1990 sampai 2020 memang SLB (tuna rungu, tuna netra, anak cacat, tuna grahita, tuna daksa) cukup banyak dibangun oleh pemerintah, tapi khusus untuk anak ABK (autis dan down syndrome, ADHD) pemerintah kita masih kurang dalam hal dibangunnya sarana dan memfasilitasi untuk pendidikan anak-anak ABK ini. Sedangkan di Inggris sudah sangat maju yang diusahakan oleh pemerintahnya, https://www.specialneedsuk.org/

ADA 1,6 JUTA ANAK ABK (2017) DI INDONESIA
Akhirnya cara terobosannya pemerintah (kemendikbud) sejak beberapa tahun lalu agar anak ABK yang sudah tidak sekolah ke SLB (disebut NON SLB) maka anak ABK dimasukkan ke sekolah inklusi yaitu gabungan 1 kelas dengan anak reguler, misalkan dalam 1 kelas ada 20 anak 2 anak DS + 18 anak biasa. Nah untuk 2 anak DS tadi haruslah masuk kriteria cukup cerdas tentunya (mungkin tes psikolog dan lain-lain agar diterima). Jadi untuk para bapak/ibu berjuanglah (ikhtiar)  agar bayi DS difisioterapi sampai ke otaknya agar secerdas mungkin sejak dini. IKUTLAH FISIOTERAPI KAMI SMS-kan NOMOR WA ke 081386837511
Perbaikan tubuh bayi DS sampai ke wajah sangatlah penting :
http://kprihatmono.blogspot.com/2018/05/fisioterapi-menyeluruh-untuk-tumbuh.html

TIDAK MELANGGAR SARA DAN KAMI MENERIMA BAYI DS SEMUA AGAMA DAN SUKU APAPUN DI INDONESIA.

Salam dari penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
SMS kan nomor WA ke 081386837511
Buktikan bapak/ibu punya bayi DS

MAAF JANGAN EMAIL
Hanya bagi yang serius memiliki bayi DS

DM ke IG : Terapidzikirds21

https://terapidzikirds21.com/

Minggu, 04 Oktober 2020

Kemana Untuk Menilai Evaluasi Pertumbuhan & PerkembanganTumbuh Kembang Bayi Down Syndrome Kami ?

Banyak sekali dari bulan ke bulan di setiap tahunnya bayi Down Syndrome yang selesai ikut metode ke kami di beberapa propinsi (Jakarta dan Jawa Barat / Bandung) dan propinsi-propinsi lain di hampir seluruh Indonesia.

Ada kisah 2 orang tua pasien kami yang menceritakan kisahnya ke kami, saat masih dalam proses treatment di saat usia 9 bulan atau 14 bulan atau yang sudah berjalan. 

Kemudian ke 2 orang tua ini ingin mengetahui hasil perkembangan tumbuh kembangnya ke 2 dokter ahli tersebut.

 


Di Jakarta orang tua pasien kami sampai meminta evaluasi kondisi dan kemajuan pertumbuhan dan perkembangannya ke Proffesor Dr.  dr. Rini Sekartini,  Sp. A (K).

Dan di Bandung (juga ada) yang meminta evaluasi penilaian pertumbuhan dan perkembangan hasil latihan dan treatment kami pada bayinya ke Prof. Dr. Purboyo Solek,  Sp. A (K). Kata  ibu pasien kami :
“Pak Kurniawan, saya sampai antri beberapa bulan untuk bisa ketemu proffesor di RS Melinda untuk anak saya.” Demikian karena saking banyaknya, jadi memang antri  untuk bertemu konsultasi anak ke beliau.

Kami diceritakan :
Ada salah satu ibu-ibu yang bayi DSnya ikut  metode kami sejak 1 bulan, saat anaknya yang usia 14 bulan disuruh berjalan mengitari meja, ternyata mengerti perintah Prof. Rini dan dites lainnya juga bagus kondisinya.

Begitu pula dengan yang di Bandung, begitu usia 9 bulan dites oleh kemampuan usia 9 bulan mengatakan ke Prof. Purboyo Solek :
“Wah ini kondisinya sudah sudah bisa melakukan kemampuan di usia 9 bulan prof.”

Di Indonesia ke 2 professor ini merupakan tempat konsultasi dan mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan terbaik di Indonesia. Alhamdulillah hasil metode latihan fisik, treatment kami termasuk passed (lulus) oleh ke 2 proffesor ini yang ke 2 orang tua pasien yang menceritakan ke penulis. Tentu kami turut bangga mendengar kabarnya. (Berpikir positiflah).

Bahkan ada juga pasien kami yang ikut fisioterapi kami sejak 2016  (usia 1 bulan) setelah bisa jalan di usia 18 bulan dan usia 19 bulan diam-diam melakukan tes CTScan otak di RS Puri Cinere. Dan yang mengetes adalah Dr. dr. Irawan Mangunatmadja, Sp.A (K) Pediatric Neurologist:
Begitu di CTscan dan ukuran lingkar kepala baik dan otaknya full (penuh) putih, maka beliau berkomentar (bernada bertanya) :
Bisa bagus begini ya otaknya, bisa penuh, biasanya ada warna abu-abu atau bagian yang gelap.

Dan setelah kami berkunjung kembali ke rumahnya, diceritakanlah oleh ibunya dan sambil memperlihatkan hasil CTScan otak anaknya (saat itu usia 19 bulan) di April / Mei 2017.

Jika kita lihat tarik pelajaran (lihatlah dari sisi positif) hasilnya bahwa otak bayi DS pun bisa full (penuh) volume otak dengan organ dengan sulur-sulur, sel syaraf dan neuron-neuron (di dalam tempurung kepalanya). Dan berceritalah ibu pasien kami ini (ke Pak dokter Irawan) bahwa sejak usia 1 bulan mengikuti metode kami bayinya ke kami hingga CTscan dilakukan pun masih berlanjut.

Usia 2 tahun ibunya ikut Sahabat Potads Indonesia 4 (sejak 2018- hingga saat ini 2020) dan anaknya keterima (dan masih bersekolah di 2020) ini di sekolah Lazuardi Cordova di Cinere usia 2 tahun 3 bulan lulus uji psikolog dan alhamdulillah puji syukur anaknya bisa mengikuti pelajaran di PAUD umum dan Pra TK Umum di usia 3,5 tahun. Setiap semester ibunya suka memperlihatkan ke kami nilai raport setiap semesternya, raport berbentuk essay (tuilsan) cukup panjang beberapa lembar.

http://kprihatmono.blogspot.com/2018/05/fisioterapi-menyeluruh-untuk-tumbuh.html

Di 2014-2017 bayi-bayi DS kami banyak sekali kami rekomendasikan ke dokter Piprim Sp. A (K) untuk dilakukan tes echo jantung, jadi saat bayi DS dari para ibu-ibu melakukan perulangan kembali tes echo jantung yang semulanya bermasalah, dokter Piprim melihat kemajuan membagusnya wajah dibandingkan tes echo jantung yang pertama.

Dan masih banyak prestasi hasil fisioterapi yang merupakan percontohan di beberapa dokter Sp. A lainnya di propinsi lain,  seperti di:
+di Aceh
+salah satu pasien kami di 2015 selesai fisioterapi disebut pasien tercantik saat ikut Terapi wicara di KKTK RSAB Harapan Kita Jakarta Barat
+di RS Mitra Cikarang
+di Banjarmasin
+dan masih banyak lagi

SETELAH KAMI PRESENTASI
Sejak 2017  kami banyak memberikan presentasi seputar metode kami kepada para dokter dan perawat-perawat dan bidan-bidan di beberapa  propinsi di Indonesia. Pihak medis (dokter-dokter, perawat-perawat, perawat bedah,  perawat konsultan anak, bidan-bidan) dari berbagai rumah sakitpun tak luput mereka juga banyak yang memiliki (melahirkan bayi DS) di Indonesia. Begitu penulis presentasi ke rumah-rumah mereka dan memperlihatkan banyak sekali bukti hasil foto-foto dan video sejak lahir hingga selesai (di berbagai propinsi termasuk Jabodetabek, Bandung) takjub dan terheran-heran dengan hasil kami karena banyak menjadi anak DS percontohan di berbagai rumah sakit di Indonesia di banyak propinsi.

Alhamdulillah hasil kami, sekaligus kami haturkan terima kasih penulis haturkan yang sudah percaya melalui tumbuh kembang kami, semoga anak bapak/ibu semakin cerdas, pintar dan berekspresi senyum yang bagus, manis juga dengan wajah yang sudah lebih baik jauh dari wajah kembar 1000 DS, tujuannya semoga anak bapak/ibu terminimalisir dari body shaming (diledek fisiknya).

https://terapidzikirds21.com/dampak-perlakuan-anak-lain-yang-melakukan-body-shaming-kepada-anak-down-syndrome#more-395

MENCEGAH KAKI PENGKOR KAMI JELASKAN
Mencegah adalah lebih baik. Bahkan kami menjelaskan berbagai macam pencegahan perilaku yang bisa membuat fisik menjadi (bisa) bermasalah, seperti melintir lengan, disposisi tulang lengan dan tumit agar menghindari seperti pengkor ke luar dan pengkor ke dalam.

KAMI MENERIMA SEMUA AGAMA DAN SUKU APAPUN DI INDONESIA.
TUJUAN LATIHAN FISIK KAMI HANYALAH DI MULAI DAN DITUJUKAN KEPADA BAYI YANG MASIH 9 BULAN (MAKSIMAL), HASIL TERBAIK MULAI MASIH BAWAH 6 BULAN.

===============
Salam dari penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
SMS kan nomor WA ke 081386837511
Buktikan bapak/ibu punya bayi DS

MAAF JANGAN EMAIL SAYA, Lebih cepat ber-WA
Hanya bagi yang serius memiliki bayi DS
IG: Terapidzikirds21

Menerima semua agama & suku apapun


Dampak Perlakuan Anak Lain Yang Melakukan Body Shaming Kepada Anak Down Syndrome


FISIOTERAPI KAMI MENERIMA SEMUA AGAMA DAN SUKU APAPUN DI INDONESIA.
HASIL BAIK SAMPAI PERBAGUSAN WAJAH DIMULAI KEPADA BAYI 9 BULAN (MAKSIMAL), HASIL TERBAIK MULAI IKUT MASIH BAWAH 6 BULAN.

Contoh 1 Bayi : Dengan mata Down Syndrome yang sipit kondisi mata kanan lebih kecil sebelah

Contoh 2 Bayi : Dengan mata Down Syndrome yang miring naik sudut / ujung mata digambarkan dengan garis putih

LATAR BELAKANG
1. Apa itu body shaming & apa dampak perlakukan body shaming pada anak down syndrome?
2. Mengapa wajah bayi down syndrome perlu dibaguskan ?
3. Metode Fisioterapi kami sampai keperbagusan wajah bertujuan untuk meminimalisir perlakuan body shaming dan agar anak lebih confident (percaya diri)
4. Fisioterapi kami bukan terapi alternatif, kami bukan  pengobatan alternatif. Kami adalah fisioterapi tumbuh kembang (bahkan ditambah/sambil) membaca do’a (dzikir) saat bayi distimulasi & ditreatment, bahkan 4 macam contoh foto kondisi bayi DS pada artikel ini sudah bisa kami atasi pada bayi-bayi ini

KEPADA IBU-IBU PEMILIK BAYI DOWN SYNDROME DIMANAPUN JANGANLAH MENUTUP DIRI / MALAS MEMBACA TERHADAP METODE FISIOTERAPI KAMI, karena bisa jadi sangat membawa kebaikan untuk buah hati ibu di usia masa sekolah nanti.

Apa itu body shaming ? Silakan baca artikel berikut:
https://www.ibupedia.com/artikel/keluarga/7-cara-ampuh-mengatasi-body-shaming

Disadari atau tidak kita mungkin sering mengkritik atau mengomentari fisik seseorang seperti ini. Baik diungkapkan langsung maupun hanya bergumam dalam hati. Nyatanya, hal tersebut termasuk dalam perilaku body shaming yang memiliki dampak negatif. Body shaming sendiri adalah perilaku mengkritik atau mengomentari fisik atau tubuh diri sendiri maupun orang lain dengan cara yang negatif. Entah itu mengejek tubuh gendut, kurus, pendek, tinggi, kulitnya terlalu hitam dan lainnya. Orang yang melakukan perilaku seperti ini biasanya justru merasa bahwa hal tersebut dilakukan atas dasar bercanda dan tidak sengaja…[..]

DAMPAK PADA ANAK KITA
Tulisan artikel di atas bertujuan untuk anak biasa yang (maaf) tidak kelainan genetik seperti down syndrome, caranya yaitu dikatakan: TUTUP KUPING saja. Tidak bisa semudah itu bila perlakukan body shaming itu dilakukan ke anak down syndrome, anak down syndrome mempunyai wajah yang khas, ada yang mata miring ke atas sudut-sudutnya, kantung mata berbeda-beda tebal sampai sangat tebal, mata sipit (bahkan ada yang sipit sebelah) dan miring.

Belum lagi anak down syndrome itu memiliki perasaan yang peka, pemalu, sensitif dan baik hatinya. Sifat ini memiliki kelebihan dan juga tentu kekurangan, karena bila saat sekolah nantinya (misalkan di usia 7 tahun, 8 tahun) ada anak yang melakukan body shaming (karena bercanda, karena anak lain itu belum faham apa dampak bercanda/meledek bodi fisik kepada anak down syndrome).  Karena anak-anak itu (yang meledek) fisik anak DS karena tidak faham.

 

Sifat-sifat tadi tentu memiliki kelebihan dan tentu juga ada kekurangannya. Bagi yang pemalu,  sensitif, namanya juga anak “iseng /bercanda” mungkin usia baru 7 tahun atau 8 tahun belum faham apa itu krosomom dan down syndrome, terhadap anak DS yang terkena body shaming dari anak lain (misalkan di sekolahan), bisa-bisa berdampak fatal, yaitu bisa jadi besoknya tidak mau (berangkat) sekolah.

(Maaf) Bila ibu-ibu ada yang mengatakan:
“Bayi saya (sudah) indah, sudah bagus jadi tidak perlu dibaguskan lagi…”
Atau : “Sudah ciptaan Allah begini ya sudah terima saja”

Terhadap hal ini memang benar, semua ciptaan Allah tidak ada yang salah, semua sudah kehendak-Nya, dan apapun kondisinya memang sudah seharusnya disyukuri dan diterima dengan lapang dada. Tapi bukan berarti lantas kita tidak diperbolehkan untuk membaguskannya, apalagi usia pertemanan 7 tahun-10 tahun adalah masa-masa pertemanan yang sangat rentan terjadi body shaming di lingkungan bermain dan lingkungan sekolah. Kalau bapak/ibu memilih tidak mau membaguskan ciri-ciri penanda DS tersebut, hal ini adalah masalah lain.

Anak kita indah, tentu saja itu penilaian kita sebagai orang tua terhadap anak kita sendiri (bagi orang tua pemilik anak DS yang sudah merasa wajah anaknya memang sudah indah dan bagus ya syukurlah, karena fisioterapi kami bukan diperuntukkan untuk anak DS bapak/ibu ini), fisioterapi kami bagi mereka yang bayinya masih bawah 9 bulan dan ingin wajahnya lebih baik dari ciri-ciri penanda DS-nya, agar nantinya mulutnya tidak mangap dan menjulurkan terus lidahnya (seperti banyak terjadi di luar sana). Kata "indah" terhadap ciri yang (masih) banyak pada bayi DS adalah bersifat relatif tergantung siapa memandangnya. Kata indah barulah berarti lebih bernilai benar, bila dinyatakan jika ada 10 orang, lalu 7 orang atau lebih memang mengatakan indah, barulah memang indah dari segi arti secara kebersamaan. Karena seharusnyalah ciri-ciri DS apabila memang sudah bisa dieprbaiki dan ada metodenya, mengapa tidak dilakukan ? Tidak ada salahnya dan tidak ada keburukannya memperbaiki wajah dari ciri kelainan DS-nya.

MENGAPA ? Karena yang tidak bisa kita “kontrol” adalah mulut anak orang lain terhadap anak ibu (anak kita di usia 7, 8, 9 tahun). Kan yang sekolah adalah anak ibu, bukan ibu (bukan orang tuanya). Yang bisa jadi menerima “bercandaan” body shaming tadi anak ibu, bukan ibu-(nya). Bagi yang sudah merasa kondisi baik wajahnya, abaikan saja metode fisioterapi kami. Tapi KHUSUSNYA bagi mereka yang masih usia bawah 9 bulan, dan ingin wajahnya yang ada ciri-ciri khas penanda DS, seperti:
^mata sipit ==> supaya lebih lebar
^mata sipit dan sudut miring naik ==> supaya lebih ^lebar (bukaan matanya) dan menjadi lebih rata sudutnya tidak naik miring ke atas
^kantung mata tebal
^gelambir di leher belakang
^pipi ngondoi turun
^pipi bawah rahang tirus, tidak rata lebar
^leher tidak lagi sangat pendek, tapi lebih jenjang
^batang hidung antar mata flat (rata) supaya lebih ada
^dan kami jelaskan cara-cara pencegahan agar mata (semoga) tidak menjadi nystagmus (gerak-gerak kanan kiri kornea
^dan kemi jelaskan cara-cara pencegahan agar mata (semoga) tidak menjadi juling, juling adalah kornea mata berada mendekati posisi nose bridge.

Contoh 3 Bayi : Dengan bentuk wajah bayi Down Syndrome yang tebal-tebal seperti ini (sampai tebal lebar di leher) tentu kasihan bila sampai besar masih berbentuk dengan ciri seperti ini

Contoh 4 Bayi : Bayi Down Syndrome yang mengalami bisa mengalami tengleng di leher, akibat bayi suka ke satu sisi miring atau disusukan asi oleh ibunya ke satu sisi dan memang kebanyakan bayi DS ada kelemahan di tulang lehernya

MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI
Banyak bayi DS yang bisa menjadi kondisi mata nystagmus dan juling kalau salah perlakuan, lebih baik mencegah dari pada kondisi anak menjadi nystagmus / juling lalu diberikan kacamata sebagai solusinya. Belum lagi anak DS cukup banyak yang bermata minus/silinder, jadi jangan lagi bertambah-tambah dengan kelainan mata lainnya (nystagmus dan juling). Bila ada masalah baru menjadikan biaya-biaya perbaikannya menjadi lebih mahal.

JANGAN BERPIKIRAN NEGATIF DAN SEMPIT
Bila ada orang tua yang melarang bayi pemilik DS orang lain (USIA BAWAH 8 BULAN) untuk ikut fisioterapi perbagusan wajah dan kondisi (seperti yang terlihat di bayi-bayi 4 contoh ini atau ciri-ciri kelainan lain) yang sebenarnya kami sudah punya pola perbagusan bayinya, berarti orang (yang melarang) tersebut tidak ingin bayi DS orang lain menjadi lebih baik kondisinya. Seharusnya kita menjadilah manusia yang mendukung bayi orang lain agar tampak dan kalau bisa tampil lebih baik, mengapa tidak bayi tersebut dilebih baguskan ciri penampilannya. Baca artikel sifat buruk manusia:
http://kprihatmono.blogspot.com/2012/03/7-15-sifat-buruk-manusia-dalam-al-quran.html

MENGAPA BANYAK ORANG TUA PASIEN MEMFISIOTERAPI KE KAMI
(Salah satu kejadian) Pernah kami mempunyai pasien bayi usia 4 bulan, perempuan dari Jawa Barat, dan setiap bulan datang ke Jakarta Timur (untuk mendekati kami) karena metode kami diharapkan untuk membaguskan wajahnya yang kondisinya:
-mata sipit
-pipi kiri agak bengkak lebih besar (suspect kista di pipi dikatakan oleh dokter Sp. Anak)
-batang hidung antar mata pesek
-berkantung mata
Begitu suatu hari kami datang kunjungan (home visit) fisioterapi ke kontrakannya usia bayinya baru di 5 bulanan (fisioterapi) baru berlangsung 1,5 bulanan, ada anak tetangga perempuan usia sekitar 6 tahun mengembalikan sebuah barang kepada ibunya (di saat istri masih memfisioterapi latihan didudukkan karena usia sudah 5,5 bulanan) si anak tetangga berkata wajahnya kurang baik (tapi dalam bahasa Jawa)
Langsung si ibunya menangis dan memohon dengan sangat ke kami agar cepat bisa bagus wajahnya, apalagi pipinya yang lebih besar sebelah, takutnya nantinya kejadian saat sang anak sekolah kalau dikatakan (bercanda) demikian oleh anak lain, maka bisa tidak mau berangkat sekolah lagi nantinya.

KITA TIDAK HIDUP SELAMANYA DI DUNIA
Kita sebagai orang tua (pemilik bayi apapun kondisinya, kelainan DS maupun tidak) tidak akan hidup selamanya di dunia. Suatu saat nanti kita akan meninggalkan anak-anak kita. Rezeki memang sudah ada yang mengatur, tapi rezeki ada yang didapat secara gratis (udara oksigen & cahaya matahari), tapi rezeki uang harus dicari (sistim  jemput bola), maka tentunya  kita sebagai orang tua harus bisa membekali anak (walaupun itu kelainan DS sekalipun) agar mendapat pendidikan yang sebaik-baiknya. Banyak di luar negeri, anak-anak DS bisa sekolah di sekolah umum sampai lulus Sarjana S1. Tujuannya adalah agar sepeninggal kita nanti semoganya anak ibu dapat membuat pekerjaan bagi dirinya sendiri (wirausaha), atau bisa bekerja di tempat bisnis orang lain. Di luar negeri banyak yang bisa punya usaha kuliner, punya usaha bisnis kaos sablon, model, aktor  dan lain-lain sehingga menjadi jutawan.

Lain hal kalau kita (bapak/ibu) sekalian orang kaya, misalkan suka tampil di tivi, publik figur, selebritis, politikus atau pejabat, maka kalau punya anak DS, si anak sampai tidak bersekolahpun, kekayaan orang tuanya bisa jadi masih bisa membiayai/membekali hidup anaknya atau bahkan sampai ke cicit-cicitnya. Nah bagi yang tidak (kelas menengah ke atas), bagaimana keadaan nantinya andaikan ibu melahirkan usia 35 tahun, lalu anak ibu yang DS sampai tidak sekolah, masa depannya bagaimana akan dapat “jemput bola” mencari rezeki tadi ? Bagaimana nasib anak bapak/ibu di usia 30 tahun, sementara suami ibu mungkin sudah di usia 70 tahun, ibu sudah di 65 tahun (sudah tua tidak punya penghasilan) suami tidak punya penghasilan (karena sudah tua), ibu juga, anak DS kondisi tidak bisa bekerja pula ?? Atau suami ibu (maaf mungkin) sudah meninggal. Sampaikah wawasan berpikir ibu ke sini ?
Apa mau titip ke kakak ibu/ke adik ibu, mungkin kakak dan adik ibu juga kondisi tidak berpunya.

Jadi metode fisioterapi kami yang sampai perbagusan wajah tujuannya adalah sangat jauh ke depan ibu, yaitu agar anak DS ibu nantinya tidak di-body shaming, lebih terminimalisir karena sedapatnya yang miring sudut mata sudah lebih mendatar,  yang kantung mata tebal  sudah tipisan, yang mata sipit sudah lebih lebar, yang gelambir di leher sudah hilang. Jadi anak usia 7, 8, 9 tahun saat di lingkungan sekolahnya diharapkan sudah tidak “ngeh” lagi dengan kondisi ciri penanda khas di wajahnya, harapannya semoga sekolahnya terus berlanjut dengan baik, harapannya agar dapat mandiri yang sejahtera sepeninggal ibu dan suami ibu. (Yang anak-anak biasa saja (tidak down syndrome) yang sekolah saja terkadang masih sulit mendapat pekerjaan, apalagi kalau anak bapak/ibu tidak bersekolah).
Pendidikan adalah merupakan aset terpenting bekal ilmu dari orang tuanya dalam merawat anak dan mengasuh dan mendidik anak. Dengan wajah dibuat agar anak lain tidak “ngeh” tadi, harapannya dapat terus bersekolah setinggi-tingginya. Semoga dapat ilmu yang bermanfaat kelak di usia 20an tahun, jadi anak tidak diam di rumah tanpa ngapa-ngapain dalam artian untuk pemenuhan hidupnya di masa depan kelak.

Dampak hasil fisioterapi kami yang baik di wajah bayi DS yang fisioterapi ke kami dan juga penjelasan mengapa tidak cukup hanya stimulus saja, maka bapak/ibu harus faham apa arti stimulus. Contoh yang perbaikan organ dalam, spt tangisan bayi DS, banyak bayi DS tidak menangis, ada yang  menangis terputus-putus, tercekat-cekat. Pada metode fisioterapi kami atas izin Allah bisa bersuara menangis pada beberapa kali setelah fisioterapi, dan yang terputus atas izin Allah menjadi lepas panjang dalam beberapa kali fisioterapi organ dalamnya:
https://terapidzikirds21.com/bayi-ds-tidak-cukup-jika-hanya-stimulus-tapi-harus-ditreatment-luar-dalam-seluruh-fisiknya

 

Salam dari penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
Konsultasi Bayi DS (Fisioterapi oleh istri)
SMS kan nomor WA ke 081386837511
Buktikan bapak/ibu punya bayi DS

MAAF JANGAN EMAIL
Hanya bagi yang serius memiliki bayi DS
IG : Terapidzikirds21

Menerima semua agama & suku apapun

https://terapidzikirds21.com/

LATAR BELAKANG PENULIS
1999 sd 2013 bekerja di sebuah sekolah bertaraf internasional :
13 tahun bekerja di lingkungan anak-anak autis & down syndrome (ABK = anak berkebutuhan khusus).

2011 sd 2013 ikut MLM K-Link dan mengikuti seminar-seminar kesehatan yang diadakan oleh stokis-stokis (selama 2,5 tahun dengan pembicara-pembicara adalah banyak dokter-dokter sampai dokter anatomi fisiology tubuh manusia dari Malaysia (saat ini penulis sudah mencapai peringkat Emerald Manager di K-Link).


2011 sd 2020 (9 tahun) bersama istri keliling ke rumah-rumah pasien dalam memfisioterapi bayi DS. Dari 270 bayi yang sudah ditangani 70% mengalami jantung bocor (dari 70% sekitar 10% harus melalui operasi jantung bedah terbuka). Penulis sudah membaca hasil tes echo jantung sekitar 150 kasus bayi DS. Total sudah 20 tahun lebih penulis (hampir separuh hidup penulis, usia saat ini 52 tahun) berurusan dengan anak-anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).


LATAR BELAKANG ISTRI SELAKU FISIOTERAPIS
Pengalaman sudah melakukan fisioterapis penyakit medis 2002 - 2008
Pernah diminta memfisioterapi pasien berpenyakit medis ke Singapura
Sejak 2007 sampai 2020 sudah 13 TAHUN melakukan fisioterapis khusus bayi DS di banyak propinsi Indonesia & terapi aura
Di 2016 sampai sekarang sudah memfisioterapi bayi DS dari beberapa negara lain:, seperti:
Malaysia, Qatar, Sidney (Australia)

 

Senin, 25 Mei 2020

Kisah Nyata Perjuangan Ibu D di Cimahi Jawa Barat

LAHIR N ANAK PERTAMA IBU D DI CIMAHI

Banyak kisah nyata yang membuat para orang tua syok begitu lahir bayinya yang divonis Down Syndrome (DS), setelah itu perjuangan panjang dimulai. Kejadian membahagiakan, senang-gembira atas kemajuan yang terjadi / terlihat pada bayi, mengharukan bila bisa fase tumbuh kembang tertentu dan sedih bila sakit dan juga seperti kisah ibu D (di Cimahi) dengan bayinya N (maaf hanya inisial saja).

Semoga kisah nyata (yang telah mendapat izin dari ke 2 orang tua N) menjadikan ladang amal tersendiri untuk ilmu yang ditinggalkan di dunia ini. Ini membuktikan konsultasian yang maksimal dari penulis dan fisioterapi kami pada wajah dan pernafasan, pencernaan dan aura wajah dan hasil akhir menjelang usia 10 bulan membuktikan kepada bapak/ibu sekalian. Dan semoga kisah ini menjadikan hati-hati di masa pancaroba ini dari lingkungan kita (yang di Maret-April – Mei 2020 ini) akan hujan dan panas silih berganti…



N adalah anak pertama dari ibu D (31 tahun) lahir di salah satu rumah sakit di Bandung 8 Juni 2019 dengan berat 2,4 kg. Dan saat kontak sms pertama kali dengan penulis sudah usia 1 bulan (sms di 6 Juli 2019 dengan berat 2,8 kg).



Berceritalah Bu D (yang karyawan di sebuah pabrik di Bandung dan masih cuti melahirkan tinggal 1,5 bulan lagi) bahwa N jarang nangis, berat BBLR dan sudah diurus surat kelahiran dan sedang diurus BPJS-nya. Dan langsung secara cepat kami berkirim foto-foto untuk saya diagnosa ciri penanda DS-nya. Dan Bu D bertanya kalau home visit (kunjungan ke rumah) ke Bandung dan berapa kali fisioterapi dalam sebulan yang dilakukan di rumah dengan cara jarak jauh dan saya jelaskan lengkap setelah semua foto-foto N saya terima lengkap.

HARUS SEGERA TES ECHO JANTUNG
Dan saya jelaskan harus segera tes echo jantung, walau tidak ada tanda apapun di tubuhnya (misalkan  tidak biru, tidak sesak) dan ternyata diketahui bahwa N harus operasi bedah terbuka dada karena N mengalami Ebstein Anomaly.


Apa itu Ebstein Anomaly : Sumber Youtube

Semua cara mentreatment yaitu membaguskan wajah (mengusap khusus perbagusan untuk bayi down syndrome) dan agar kondisi tubuh, tungkai yang lemah dan kelainan-kelainan lain (harus diurut dengan pola khusus untuk bayi down syndrome) kami jelaskan saat kami kunjungan pertama dengan presentasi cara, metode dan bukti-bukti hasil fisioterapi kami pertama ke bandung di 14 Juli 2019 dan langsung fisioterapi pertama. (Bandung merupakan area kunjungan kami selain Jabodetabek). Cikarang Purwakarta hingga Bandung (Buah Batu & Cisaranten Kulon & Pinus Regency).



Terlihat ciri: Mata sipit, kantung mata tebal, jembatan batang hidung antar mata (nose bridge) flat/rata dan suara nangis yang jarang (tercekat-cekat), berat lahir N adalah BBLR), kondisi jantung ada KJB (Kelainan Jantung Bawaan) jadi sudah tidak diperlukan lagi tes kromosom, karena sudah dipastikan DS (demikian ibu D dan suami sudah menerima N dengan ikhlas tanpa perlu tes kromosom).

SECOND OPINION KE DOKTER RUMAH SAKIT KE 2

Dengan kondisi jantung Ebstein Anomaly  haruslah dapat obat anti kerja berat dan anti hipertensi (arteri) sehingga penulis berikan penjelasan dampak bahayanya bila tidak dapat obat jantung ke ibu N, dan sebagai second opinion (pendapat dokter ke 2) di Bandung di rumah sakit lain. Pun ternyata masih tidak juga tidak mendapat obat dimaksud dari dokter yang memeriksakan (padahal sudah jelas ebstein anomaly). Entahlah kami (penulis, istri penulis dan ke 2 orang tua N) hingga kini tidak jelas kenapa tidak memberikan obat jantung (?).



Akhirnya di usia menjelang 2 bulan (kurang beberapa hari) N mengalami diare di akhir Juli 2019 dan harus dirawat beberapa hari di salah satu RS di Bandung, tapi yang mengherankan penulis adalah N dengan jantung bocor yang harus operasi kenapa tidak diberi obat (penahan) kerja berat jantung ?

THIRD OPINION KE RS JANTUNG NASIONAL

Karena second opinion tidak membuahkan hasil, saya suruh kembali ibu D (ke usaha  ke 3) agar menuju RSJP Harapan Kita di Slipi Jakarta Barat untuk tes echo jantung second opinion (walau sudah 2 rumah sakit di Bandung tidak juga memberikan obat untuk jantungnya yang Ebstein Anomaly), karena N sudah ke luar dari rumah sakit di Bandung walau N sudah dengan bantuan tabung Oksigen untuk bernafasnya, itupun hanya selisih beberapa hari saja dari rs di Bandung (second opinion).



PERJUANGAN N & ORANG TUANYA BEGITU TINGGI

Ternyata prediksi kami benar (dari pengalaman kami) haruslah ada obat jantung seperti Captopril (dan 1 obat lainnya) dan Bu N bercerita ke saya mumpung tinggal 3 hari lagi akan masuk kerja (cuti kerja akan berakhir):
kata Bu N: 16 Agustus (2019) saya & suami ke RSJP Harapan Kita walau N pakai selang tabung Oksigen. dan benar N dapat 2 macam obat yang harus diminum setiap hari. Alhamdulillah, semoga kondisi jantungnya dapat bertahan dan semoga selang nafas dari tabung oksigen suatu saat bisa lepas dari ketergantungannya. Aamiin.


N masih memakai selang nafas saat terapi ke 2 kunjungan kami ke Bandung di Agustus 2019 dan selain itu kami jelaskan cara mentreatment untuk membaguskan wajah dan menguatkan tubuh (motorik kasar) agar cepat kuat, juga kami jelaskan cara mentreatment motorik halusnya.



Saat terapi di September 2019 N masih menggunakan selangnafas dari tabung oksigen. Istri penulis memfisioterapi jantung, saluran pernafasan dan otak dan pencernaan juga termasuk aura wajah agar lebih baik semuanya. Gambar di atas ini sangat disukai oleh Bu D yaitu N saat dipegang oleh istri penulis sambil nengok ke wajah istri penulis dengan mimik lucunya.



Kemajuan perkembangan N September 2019:
Suara nangis udah kencang walau baru sebentar-sebentar. Mata masih sipit, kantung mata sudah mulai tipis. Kondisi nafas mulai bisa 5 menit pagi hari lepas nafas dari tabung oksigen.


Perkembangan N Pertengahan Oktober 2019:
Kantung mata mulai tipis, mata sipit mulai lebih membuka agak besar, nafasnya sudah bisa 10 menit – 15 menit pagi sore lepas dari tabung oksigen dan mulai bisa senyum-senyum. Suara nangis sudah makin sering, lebih lepas.



Perkembangan kemajuan akhir Oktober 2019:
Mata sipit sudah makin lebar, kantung mata sudah sangat tipis, semakin bisa 30 menit – 1 jam N bisa bernafas tanpa tabung oksigen. Hingga di sinipun tabung oksigen masih harus punya 2 tabung ukuran sedang,  karena saat pengisian tabung oksigen masih butuh waktu pengantaran dan pengambilan yang bisa memakan waktu 2  jam, jadi kami (penulis & istri) masih melarang untuk mengembalikan 1 tabung, karena harus punya cadangan.

Perkembangan kemajuan N 12 November 2019:


12 November 2019 kondisi kantung mata  sudah hampir hilang, bukaan mata sudah cukup lebar (tidak sipit lagi) kondisi nafas N sudah bisa 3 jam – 4 jam lepas dari tabung oksigen. Dan  di akhir November 2019 N sudah bisa lepas dari tabung oksigen.
Fisioterapi berlanjut terus dengan berkesinambungan: treatment yaitu (usapan dengan pola yang benar), diurut (dengan arah dan cara yang baik) distimulus (rangsangan-rangsangan dan dorongan) dan latihan-latihan (seperti didudukkan dan latihan lainnya), dido’akan setiap treatment dan stimulus yang selalu dilakukan dengan sesering mungkin sesuai dengan arahan yang kami jelaskan ke ibu D.


Akhirnya wajah N di akhir Februari 2020 sudah sangat bagus, coba bandingkan dengan kondisi sewaktu usia-usia sebelumnya, terlebih saat baru usia 1-2 bulan. Semua ini atas ikhtiar pola yang benar melalui fisioterapi penulis sungguh-sungguh dengan rajin, sabar dan selalu berdo’a kepada Yang Maha Pencipta kita agar ada keridhoan atas di setiap ikhtiar (treatment & stimulus) yang dilakukan.
Tapi  sejak 15 Maret 2020 ini kami tidak bisa kunjungan ke N dikarenakan pandemi Corona, tanpa diduga kami mendapat kabar di masa pandemi corona (Covid-19) ini N di 27 Maret 2020 ini terkena demam tinggi & ada bintik-bintik merah (ternyata terkena DBD). Entah karena rumah sakit penuh, atau sedang banyak sekali yang sakit dirawat sehingga kurang cepat tertangani,  belum lagi harus tes darah lebih dulu, sehingga N 28 Maret jam 22an malam (usia 9 bulan 20 hari) dipanggil Yang Maha Kuasa.

APA PELAJARAN DARI KEMAJUAN & KONDISI N:

1. Hati-hatilah kepada para orang tua sekalian di pancaroba ini terhadap nyamuk Aedes Aegypti (DBD).
2. Jaga tidur bayi bapak/ibu sekalian lebih baik menggunakan kelambu.
3. Terlihat BUKTI HASIL FISIOTERAPI bisa bapak/ibu lihat perbagusan wajah N membuahkan hasil yang baik dan terlihat konsultasian maksimal yang telah kami berikan sangat baik untuk kemajuan (tumbuh kembang & nafas) N yang semakin baik.
Semoga N di akhirat kelak menjadi “tabungan” untuk kedua orang tuanya di akhirat kelak atas ikhtiar yang benar-benar tinggi dalam mengusahakan yang terbaik. Terima kasih keda ibu D dan suami yang telah percaya mau berikhtiar melalui metode fisioterapi kami (yang seharusnya tinggal selangkah lagi yaitu operasi bedah jantungnya), lalu  latihan berdiri, merangkak, titah & jalan.

Chat WA April 2020 penulis dengan Bu D, katanya:
Iya Pak banyak perjuangannya. Dari Pak Kurniawan & Bu Arfah (istri penulis) saya,  suami dan keluarga. Dari yang dilakukan sehingga bisa lepas dari tabung oksigen.
Dan bu D mengucapkan terima kasih atas usaha fisioterapi dari kami kepada N selama 9 bulan yang sudah diusahakan.

Bu D chat terakhir 16 April: Kami (sekeluarga) bersyukur masih bisa merawat dan memperbaiki hingga usia hampir 10 bulan, padahal di awal usia N sudah tau kondisinya seperti sudah tidak ada harapan untuk hidup. Ternyata N kuat, N berjuang untuk ibu dan ayahnya (suami Bu D) agar bisa main dan ngobrol.
Terakhir ibu D menceritakan 28 Maret tengah malam, N, Bu D dan  ibunya Bu D dites Rapid Tes dan 1 jam kemudian keluar hasilnnya ternyata NEGATIF CORONA. Tapi N (oleh pihak RS) di Bandung, sudah keburu diplastikkan dan dibungkus kain kafan. Namun di rumah dijelaskan bahwa N tidak dikubur dengan prosedur Covid-19 karena N tidak  terkena virus Corona, tapi positif DBD. Terbukti hingga 16 April  2020 seluruh keluarga ibu D sehat-sehat semua.

Selamat jalan N semoga suatu saat nanti kita berkumpul bersama di surga kelak. aamiin
============================

Artikel selanjutnya:
Apa perbedaan treatment dengan stimulus ? Dan mengapa bayi down syndrome tidak saja memerlukan stimulus namun juga sangat membutuhkan  latihan fisik dan treatment yang banyak pada seluruh tubuhnya ?

Salam dari penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
SMS kan nomor WA ke 081386837511
Buktikan bapak/ibu punya bayi DS