Minggu, 04 Oktober 2020

Kemana Untuk Menilai Evaluasi Pertumbuhan & PerkembanganTumbuh Kembang Bayi Down Syndrome Kami ?

Banyak sekali dari bulan ke bulan di setiap tahunnya bayi Down Syndrome yang selesai ikut metode ke kami di beberapa propinsi (Jakarta dan Jawa Barat / Bandung) dan propinsi-propinsi lain di hampir seluruh Indonesia.

Ada kisah 2 orang tua pasien kami yang menceritakan kisahnya ke kami, saat masih dalam proses treatment di saat usia 9 bulan atau 14 bulan atau yang sudah berjalan. 

Kemudian ke 2 orang tua ini ingin mengetahui hasil perkembangan tumbuh kembangnya ke 2 dokter ahli tersebut.

 


Di Jakarta orang tua pasien kami sampai meminta evaluasi kondisi dan kemajuan pertumbuhan dan perkembangannya ke Proffesor Dr.  dr. Rini Sekartini,  Sp. A (K).

Dan di Bandung (juga ada) yang meminta evaluasi penilaian pertumbuhan dan perkembangan hasil latihan dan treatment kami pada bayinya ke Prof. Dr. Purboyo Solek,  Sp. A (K). Kata  ibu pasien kami :
“Pak Kurniawan, saya sampai antri beberapa bulan untuk bisa ketemu proffesor di RS Melinda untuk anak saya.” Demikian karena saking banyaknya, jadi memang antri  untuk bertemu konsultasi anak ke beliau.

Kami diceritakan :
Ada salah satu ibu-ibu yang bayi DSnya ikut  metode kami sejak 1 bulan, saat anaknya yang usia 14 bulan disuruh berjalan mengitari meja, ternyata mengerti perintah Prof. Rini dan dites lainnya juga bagus kondisinya.

Begitu pula dengan yang di Bandung, begitu usia 9 bulan dites oleh kemampuan usia 9 bulan mengatakan ke Prof. Purboyo Solek :
“Wah ini kondisinya sudah sudah bisa melakukan kemampuan di usia 9 bulan prof.”

Di Indonesia ke 2 professor ini merupakan tempat konsultasi dan mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan terbaik di Indonesia. Alhamdulillah hasil metode latihan fisik, treatment kami termasuk passed (lulus) oleh ke 2 proffesor ini yang ke 2 orang tua pasien yang menceritakan ke penulis. Tentu kami turut bangga mendengar kabarnya. (Berpikir positiflah).

Bahkan ada juga pasien kami yang ikut fisioterapi kami sejak 2016  (usia 1 bulan) setelah bisa jalan di usia 18 bulan dan usia 19 bulan diam-diam melakukan tes CTScan otak di RS Puri Cinere. Dan yang mengetes adalah Dr. dr. Irawan Mangunatmadja, Sp.A (K) Pediatric Neurologist:
Begitu di CTscan dan ukuran lingkar kepala baik dan otaknya full (penuh) putih, maka beliau berkomentar (bernada bertanya) :
Bisa bagus begini ya otaknya, bisa penuh, biasanya ada warna abu-abu atau bagian yang gelap.

Dan setelah kami berkunjung kembali ke rumahnya, diceritakanlah oleh ibunya dan sambil memperlihatkan hasil CTScan otak anaknya (saat itu usia 19 bulan) di April / Mei 2017.

Jika kita lihat tarik pelajaran (lihatlah dari sisi positif) hasilnya bahwa otak bayi DS pun bisa full (penuh) volume otak dengan organ dengan sulur-sulur, sel syaraf dan neuron-neuron (di dalam tempurung kepalanya). Dan berceritalah ibu pasien kami ini (ke Pak dokter Irawan) bahwa sejak usia 1 bulan mengikuti metode kami bayinya ke kami hingga CTscan dilakukan pun masih berlanjut.

Usia 2 tahun ibunya ikut Sahabat Potads Indonesia 4 (sejak 2018- hingga saat ini 2020) dan anaknya keterima (dan masih bersekolah di 2020) ini di sekolah Lazuardi Cordova di Cinere usia 2 tahun 3 bulan lulus uji psikolog dan alhamdulillah puji syukur anaknya bisa mengikuti pelajaran di PAUD umum dan Pra TK Umum di usia 3,5 tahun. Setiap semester ibunya suka memperlihatkan ke kami nilai raport setiap semesternya, raport berbentuk essay (tuilsan) cukup panjang beberapa lembar.

http://kprihatmono.blogspot.com/2018/05/fisioterapi-menyeluruh-untuk-tumbuh.html

Di 2014-2017 bayi-bayi DS kami banyak sekali kami rekomendasikan ke dokter Piprim Sp. A (K) untuk dilakukan tes echo jantung, jadi saat bayi DS dari para ibu-ibu melakukan perulangan kembali tes echo jantung yang semulanya bermasalah, dokter Piprim melihat kemajuan membagusnya wajah dibandingkan tes echo jantung yang pertama.

Dan masih banyak prestasi hasil fisioterapi yang merupakan percontohan di beberapa dokter Sp. A lainnya di propinsi lain,  seperti di:
+di Aceh
+salah satu pasien kami di 2015 selesai fisioterapi disebut pasien tercantik saat ikut Terapi wicara di KKTK RSAB Harapan Kita Jakarta Barat
+di RS Mitra Cikarang
+di Banjarmasin
+dan masih banyak lagi

SETELAH KAMI PRESENTASI
Sejak 2017  kami banyak memberikan presentasi seputar metode kami kepada para dokter dan perawat-perawat dan bidan-bidan di beberapa  propinsi di Indonesia. Pihak medis (dokter-dokter, perawat-perawat, perawat bedah,  perawat konsultan anak, bidan-bidan) dari berbagai rumah sakitpun tak luput mereka juga banyak yang memiliki (melahirkan bayi DS) di Indonesia. Begitu penulis presentasi ke rumah-rumah mereka dan memperlihatkan banyak sekali bukti hasil foto-foto dan video sejak lahir hingga selesai (di berbagai propinsi termasuk Jabodetabek, Bandung) takjub dan terheran-heran dengan hasil kami karena banyak menjadi anak DS percontohan di berbagai rumah sakit di Indonesia di banyak propinsi.

Alhamdulillah hasil kami, sekaligus kami haturkan terima kasih penulis haturkan yang sudah percaya melalui tumbuh kembang kami, semoga anak bapak/ibu semakin cerdas, pintar dan berekspresi senyum yang bagus, manis juga dengan wajah yang sudah lebih baik jauh dari wajah kembar 1000 DS, tujuannya semoga anak bapak/ibu terminimalisir dari body shaming (diledek fisiknya).

https://terapidzikirds21.com/dampak-perlakuan-anak-lain-yang-melakukan-body-shaming-kepada-anak-down-syndrome#more-395

MENCEGAH KAKI PENGKOR KAMI JELASKAN
Mencegah adalah lebih baik. Bahkan kami menjelaskan berbagai macam pencegahan perilaku yang bisa membuat fisik menjadi (bisa) bermasalah, seperti melintir lengan, disposisi tulang lengan dan tumit agar menghindari seperti pengkor ke luar dan pengkor ke dalam.

KAMI MENERIMA SEMUA AGAMA DAN SUKU APAPUN DI INDONESIA.
TUJUAN LATIHAN FISIK KAMI HANYALAH DI MULAI DAN DITUJUKAN KEPADA BAYI YANG MASIH 9 BULAN (MAKSIMAL), HASIL TERBAIK MULAI MASIH BAWAH 6 BULAN.

===============
Salam dari penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
SMS kan nomor WA ke 081386837511
Buktikan bapak/ibu punya bayi DS

MAAF JANGAN EMAIL SAYA, Lebih cepat ber-WA
Hanya bagi yang serius memiliki bayi DS
IG: Terapidzikirds21

Menerima semua agama & suku apapun


Dampak Perlakuan Anak Lain Yang Melakukan Body Shaming Kepada Anak Down Syndrome


FISIOTERAPI KAMI MENERIMA SEMUA AGAMA DAN SUKU APAPUN DI INDONESIA.
HASIL BAIK SAMPAI PERBAGUSAN WAJAH DIMULAI KEPADA BAYI 9 BULAN (MAKSIMAL), HASIL TERBAIK MULAI IKUT MASIH BAWAH 6 BULAN.

Contoh 1 Bayi : Dengan mata Down Syndrome yang sipit kondisi mata kanan lebih kecil sebelah

Contoh 2 Bayi : Dengan mata Down Syndrome yang miring naik sudut / ujung mata digambarkan dengan garis putih

LATAR BELAKANG
1. Apa itu body shaming & apa dampak perlakukan body shaming pada anak down syndrome?
2. Mengapa wajah bayi down syndrome perlu dibaguskan ?
3. Metode Fisioterapi kami sampai keperbagusan wajah bertujuan untuk meminimalisir perlakuan body shaming dan agar anak lebih confident (percaya diri)
4. Fisioterapi kami bukan terapi alternatif, kami bukan  pengobatan alternatif. Kami adalah fisioterapi tumbuh kembang (bahkan ditambah/sambil) membaca do’a (dzikir) saat bayi distimulasi & ditreatment, bahkan 4 macam contoh foto kondisi bayi DS pada artikel ini sudah bisa kami atasi pada bayi-bayi ini

KEPADA IBU-IBU PEMILIK BAYI DOWN SYNDROME DIMANAPUN JANGANLAH MENUTUP DIRI / MALAS MEMBACA TERHADAP METODE FISIOTERAPI KAMI, karena bisa jadi sangat membawa kebaikan untuk buah hati ibu di usia masa sekolah nanti.

Apa itu body shaming ? Silakan baca artikel berikut:
https://www.ibupedia.com/artikel/keluarga/7-cara-ampuh-mengatasi-body-shaming

Disadari atau tidak kita mungkin sering mengkritik atau mengomentari fisik seseorang seperti ini. Baik diungkapkan langsung maupun hanya bergumam dalam hati. Nyatanya, hal tersebut termasuk dalam perilaku body shaming yang memiliki dampak negatif. Body shaming sendiri adalah perilaku mengkritik atau mengomentari fisik atau tubuh diri sendiri maupun orang lain dengan cara yang negatif. Entah itu mengejek tubuh gendut, kurus, pendek, tinggi, kulitnya terlalu hitam dan lainnya. Orang yang melakukan perilaku seperti ini biasanya justru merasa bahwa hal tersebut dilakukan atas dasar bercanda dan tidak sengaja…[..]

DAMPAK PADA ANAK KITA
Tulisan artikel di atas bertujuan untuk anak biasa yang (maaf) tidak kelainan genetik seperti down syndrome, caranya yaitu dikatakan: TUTUP KUPING saja. Tidak bisa semudah itu bila perlakukan body shaming itu dilakukan ke anak down syndrome, anak down syndrome mempunyai wajah yang khas, ada yang mata miring ke atas sudut-sudutnya, kantung mata berbeda-beda tebal sampai sangat tebal, mata sipit (bahkan ada yang sipit sebelah) dan miring.

Belum lagi anak down syndrome itu memiliki perasaan yang peka, pemalu, sensitif dan baik hatinya. Sifat ini memiliki kelebihan dan juga tentu kekurangan, karena bila saat sekolah nantinya (misalkan di usia 7 tahun, 8 tahun) ada anak yang melakukan body shaming (karena bercanda, karena anak lain itu belum faham apa dampak bercanda/meledek bodi fisik kepada anak down syndrome).  Karena anak-anak itu (yang meledek) fisik anak DS karena tidak faham.

 

Sifat-sifat tadi tentu memiliki kelebihan dan tentu juga ada kekurangannya. Bagi yang pemalu,  sensitif, namanya juga anak “iseng /bercanda” mungkin usia baru 7 tahun atau 8 tahun belum faham apa itu krosomom dan down syndrome, terhadap anak DS yang terkena body shaming dari anak lain (misalkan di sekolahan), bisa-bisa berdampak fatal, yaitu bisa jadi besoknya tidak mau (berangkat) sekolah.

(Maaf) Bila ibu-ibu ada yang mengatakan:
“Bayi saya (sudah) indah, sudah bagus jadi tidak perlu dibaguskan lagi…”
Atau : “Sudah ciptaan Allah begini ya sudah terima saja”

Terhadap hal ini memang benar, semua ciptaan Allah tidak ada yang salah, semua sudah kehendak-Nya, dan apapun kondisinya memang sudah seharusnya disyukuri dan diterima dengan lapang dada. Tapi bukan berarti lantas kita tidak diperbolehkan untuk membaguskannya, apalagi usia pertemanan 7 tahun-10 tahun adalah masa-masa pertemanan yang sangat rentan terjadi body shaming di lingkungan bermain dan lingkungan sekolah. Kalau bapak/ibu memilih tidak mau membaguskan ciri-ciri penanda DS tersebut, hal ini adalah masalah lain.

Anak kita indah, tentu saja itu penilaian kita sebagai orang tua terhadap anak kita sendiri (bagi orang tua pemilik anak DS yang sudah merasa wajah anaknya memang sudah indah dan bagus ya syukurlah, karena fisioterapi kami bukan diperuntukkan untuk anak DS bapak/ibu ini), fisioterapi kami bagi mereka yang bayinya masih bawah 9 bulan dan ingin wajahnya lebih baik dari ciri-ciri penanda DS-nya, agar nantinya mulutnya tidak mangap dan menjulurkan terus lidahnya (seperti banyak terjadi di luar sana). Kata "indah" terhadap ciri yang (masih) banyak pada bayi DS adalah bersifat relatif tergantung siapa memandangnya. Kata indah barulah berarti lebih bernilai benar, bila dinyatakan jika ada 10 orang, lalu 7 orang atau lebih memang mengatakan indah, barulah memang indah dari segi arti secara kebersamaan. Karena seharusnyalah ciri-ciri DS apabila memang sudah bisa dieprbaiki dan ada metodenya, mengapa tidak dilakukan ? Tidak ada salahnya dan tidak ada keburukannya memperbaiki wajah dari ciri kelainan DS-nya.

MENGAPA ? Karena yang tidak bisa kita “kontrol” adalah mulut anak orang lain terhadap anak ibu (anak kita di usia 7, 8, 9 tahun). Kan yang sekolah adalah anak ibu, bukan ibu (bukan orang tuanya). Yang bisa jadi menerima “bercandaan” body shaming tadi anak ibu, bukan ibu-(nya). Bagi yang sudah merasa kondisi baik wajahnya, abaikan saja metode fisioterapi kami. Tapi KHUSUSNYA bagi mereka yang masih usia bawah 9 bulan, dan ingin wajahnya yang ada ciri-ciri khas penanda DS, seperti:
^mata sipit ==> supaya lebih lebar
^mata sipit dan sudut miring naik ==> supaya lebih ^lebar (bukaan matanya) dan menjadi lebih rata sudutnya tidak naik miring ke atas
^kantung mata tebal
^gelambir di leher belakang
^pipi ngondoi turun
^pipi bawah rahang tirus, tidak rata lebar
^leher tidak lagi sangat pendek, tapi lebih jenjang
^batang hidung antar mata flat (rata) supaya lebih ada
^dan kami jelaskan cara-cara pencegahan agar mata (semoga) tidak menjadi nystagmus (gerak-gerak kanan kiri kornea
^dan kemi jelaskan cara-cara pencegahan agar mata (semoga) tidak menjadi juling, juling adalah kornea mata berada mendekati posisi nose bridge.

Contoh 3 Bayi : Dengan bentuk wajah bayi Down Syndrome yang tebal-tebal seperti ini (sampai tebal lebar di leher) tentu kasihan bila sampai besar masih berbentuk dengan ciri seperti ini

Contoh 4 Bayi : Bayi Down Syndrome yang mengalami bisa mengalami tengleng di leher, akibat bayi suka ke satu sisi miring atau disusukan asi oleh ibunya ke satu sisi dan memang kebanyakan bayi DS ada kelemahan di tulang lehernya

MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI
Banyak bayi DS yang bisa menjadi kondisi mata nystagmus dan juling kalau salah perlakuan, lebih baik mencegah dari pada kondisi anak menjadi nystagmus / juling lalu diberikan kacamata sebagai solusinya. Belum lagi anak DS cukup banyak yang bermata minus/silinder, jadi jangan lagi bertambah-tambah dengan kelainan mata lainnya (nystagmus dan juling). Bila ada masalah baru menjadikan biaya-biaya perbaikannya menjadi lebih mahal.

JANGAN BERPIKIRAN NEGATIF DAN SEMPIT
Bila ada orang tua yang melarang bayi pemilik DS orang lain (USIA BAWAH 8 BULAN) untuk ikut fisioterapi perbagusan wajah dan kondisi (seperti yang terlihat di bayi-bayi 4 contoh ini atau ciri-ciri kelainan lain) yang sebenarnya kami sudah punya pola perbagusan bayinya, berarti orang (yang melarang) tersebut tidak ingin bayi DS orang lain menjadi lebih baik kondisinya. Seharusnya kita menjadilah manusia yang mendukung bayi orang lain agar tampak dan kalau bisa tampil lebih baik, mengapa tidak bayi tersebut dilebih baguskan ciri penampilannya. Baca artikel sifat buruk manusia:
http://kprihatmono.blogspot.com/2012/03/7-15-sifat-buruk-manusia-dalam-al-quran.html

MENGAPA BANYAK ORANG TUA PASIEN MEMFISIOTERAPI KE KAMI
(Salah satu kejadian) Pernah kami mempunyai pasien bayi usia 4 bulan, perempuan dari Jawa Barat, dan setiap bulan datang ke Jakarta Timur (untuk mendekati kami) karena metode kami diharapkan untuk membaguskan wajahnya yang kondisinya:
-mata sipit
-pipi kiri agak bengkak lebih besar (suspect kista di pipi dikatakan oleh dokter Sp. Anak)
-batang hidung antar mata pesek
-berkantung mata
Begitu suatu hari kami datang kunjungan (home visit) fisioterapi ke kontrakannya usia bayinya baru di 5 bulanan (fisioterapi) baru berlangsung 1,5 bulanan, ada anak tetangga perempuan usia sekitar 6 tahun mengembalikan sebuah barang kepada ibunya (di saat istri masih memfisioterapi latihan didudukkan karena usia sudah 5,5 bulanan) si anak tetangga berkata wajahnya kurang baik (tapi dalam bahasa Jawa)
Langsung si ibunya menangis dan memohon dengan sangat ke kami agar cepat bisa bagus wajahnya, apalagi pipinya yang lebih besar sebelah, takutnya nantinya kejadian saat sang anak sekolah kalau dikatakan (bercanda) demikian oleh anak lain, maka bisa tidak mau berangkat sekolah lagi nantinya.

KITA TIDAK HIDUP SELAMANYA DI DUNIA
Kita sebagai orang tua (pemilik bayi apapun kondisinya, kelainan DS maupun tidak) tidak akan hidup selamanya di dunia. Suatu saat nanti kita akan meninggalkan anak-anak kita. Rezeki memang sudah ada yang mengatur, tapi rezeki ada yang didapat secara gratis (udara oksigen & cahaya matahari), tapi rezeki uang harus dicari (sistim  jemput bola), maka tentunya  kita sebagai orang tua harus bisa membekali anak (walaupun itu kelainan DS sekalipun) agar mendapat pendidikan yang sebaik-baiknya. Banyak di luar negeri, anak-anak DS bisa sekolah di sekolah umum sampai lulus Sarjana S1. Tujuannya adalah agar sepeninggal kita nanti semoganya anak ibu dapat membuat pekerjaan bagi dirinya sendiri (wirausaha), atau bisa bekerja di tempat bisnis orang lain. Di luar negeri banyak yang bisa punya usaha kuliner, punya usaha bisnis kaos sablon, model, aktor  dan lain-lain sehingga menjadi jutawan.

Lain hal kalau kita (bapak/ibu) sekalian orang kaya, misalkan suka tampil di tivi, publik figur, selebritis, politikus atau pejabat, maka kalau punya anak DS, si anak sampai tidak bersekolahpun, kekayaan orang tuanya bisa jadi masih bisa membiayai/membekali hidup anaknya atau bahkan sampai ke cicit-cicitnya. Nah bagi yang tidak (kelas menengah ke atas), bagaimana keadaan nantinya andaikan ibu melahirkan usia 35 tahun, lalu anak ibu yang DS sampai tidak sekolah, masa depannya bagaimana akan dapat “jemput bola” mencari rezeki tadi ? Bagaimana nasib anak bapak/ibu di usia 30 tahun, sementara suami ibu mungkin sudah di usia 70 tahun, ibu sudah di 65 tahun (sudah tua tidak punya penghasilan) suami tidak punya penghasilan (karena sudah tua), ibu juga, anak DS kondisi tidak bisa bekerja pula ?? Atau suami ibu (maaf mungkin) sudah meninggal. Sampaikah wawasan berpikir ibu ke sini ?
Apa mau titip ke kakak ibu/ke adik ibu, mungkin kakak dan adik ibu juga kondisi tidak berpunya.

Jadi metode fisioterapi kami yang sampai perbagusan wajah tujuannya adalah sangat jauh ke depan ibu, yaitu agar anak DS ibu nantinya tidak di-body shaming, lebih terminimalisir karena sedapatnya yang miring sudut mata sudah lebih mendatar,  yang kantung mata tebal  sudah tipisan, yang mata sipit sudah lebih lebar, yang gelambir di leher sudah hilang. Jadi anak usia 7, 8, 9 tahun saat di lingkungan sekolahnya diharapkan sudah tidak “ngeh” lagi dengan kondisi ciri penanda khas di wajahnya, harapannya semoga sekolahnya terus berlanjut dengan baik, harapannya agar dapat mandiri yang sejahtera sepeninggal ibu dan suami ibu. (Yang anak-anak biasa saja (tidak down syndrome) yang sekolah saja terkadang masih sulit mendapat pekerjaan, apalagi kalau anak bapak/ibu tidak bersekolah).
Pendidikan adalah merupakan aset terpenting bekal ilmu dari orang tuanya dalam merawat anak dan mengasuh dan mendidik anak. Dengan wajah dibuat agar anak lain tidak “ngeh” tadi, harapannya dapat terus bersekolah setinggi-tingginya. Semoga dapat ilmu yang bermanfaat kelak di usia 20an tahun, jadi anak tidak diam di rumah tanpa ngapa-ngapain dalam artian untuk pemenuhan hidupnya di masa depan kelak.

Dampak hasil fisioterapi kami yang baik di wajah bayi DS yang fisioterapi ke kami dan juga penjelasan mengapa tidak cukup hanya stimulus saja, maka bapak/ibu harus faham apa arti stimulus. Contoh yang perbaikan organ dalam, spt tangisan bayi DS, banyak bayi DS tidak menangis, ada yang  menangis terputus-putus, tercekat-cekat. Pada metode fisioterapi kami atas izin Allah bisa bersuara menangis pada beberapa kali setelah fisioterapi, dan yang terputus atas izin Allah menjadi lepas panjang dalam beberapa kali fisioterapi organ dalamnya:
https://terapidzikirds21.com/bayi-ds-tidak-cukup-jika-hanya-stimulus-tapi-harus-ditreatment-luar-dalam-seluruh-fisiknya

 

Salam dari penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
Konsultasi Bayi DS (Fisioterapi oleh istri)
SMS kan nomor WA ke 081386837511
Buktikan bapak/ibu punya bayi DS

MAAF JANGAN EMAIL
Hanya bagi yang serius memiliki bayi DS
IG : Terapidzikirds21

Menerima semua agama & suku apapun

https://terapidzikirds21.com/

LATAR BELAKANG PENULIS
1999 sd 2013 bekerja di sebuah sekolah bertaraf internasional :
13 tahun bekerja di lingkungan anak-anak autis & down syndrome (ABK = anak berkebutuhan khusus).

2011 sd 2013 ikut MLM K-Link dan mengikuti seminar-seminar kesehatan yang diadakan oleh stokis-stokis (selama 2,5 tahun dengan pembicara-pembicara adalah banyak dokter-dokter sampai dokter anatomi fisiology tubuh manusia dari Malaysia (saat ini penulis sudah mencapai peringkat Emerald Manager di K-Link).


2011 sd 2020 (9 tahun) bersama istri keliling ke rumah-rumah pasien dalam memfisioterapi bayi DS. Dari 270 bayi yang sudah ditangani 70% mengalami jantung bocor (dari 70% sekitar 10% harus melalui operasi jantung bedah terbuka). Penulis sudah membaca hasil tes echo jantung sekitar 150 kasus bayi DS. Total sudah 20 tahun lebih penulis (hampir separuh hidup penulis, usia saat ini 52 tahun) berurusan dengan anak-anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).


LATAR BELAKANG ISTRI SELAKU FISIOTERAPIS
Pengalaman sudah melakukan fisioterapis penyakit medis 2002 - 2008
Pernah diminta memfisioterapi pasien berpenyakit medis ke Singapura
Sejak 2007 sampai 2020 sudah 13 TAHUN melakukan fisioterapis khusus bayi DS di banyak propinsi Indonesia & terapi aura
Di 2016 sampai sekarang sudah memfisioterapi bayi DS dari beberapa negara lain:, seperti:
Malaysia, Qatar, Sidney (Australia)