Sabtu, 15 Februari 2014

Gunung Kelud Telah Meletus Lebih Dari Puluhan Kali

Latar belakang tulisan artikel  ini, penulis ingin berbagi dengan peristiwa seputar gunung kelud dan tulisan-tulisan di internet tentang gunung Kelud ini.

Latar belakang:
Hidup penuh ujian dan cobaan, penuh dengan bencana dan kesenangan. Bukan lantas banyak  bencana lalu kita baru disuruh merenung dan diperintah sholat.

Mungkin sudah menjadi kesukaan beberapa rakyat di negara kita yang suka membuat tulisan yang mengait-ngaitkan sesuatu hal bencana dengan ayat Al Qur'an, sehingga bila Anda membaca tulisan ini keseluruhan hingga selesai, maka seharusnya kita tidak perlu melakukan hal tersebut. Karena bukankah Allah memang menguji manusia dengan bencana dan harta yang banyak sekalipun (hidup dalam kemewahan sekalipun).


Banyak situs/artikel Yang Mengkait-kaitkan:
Banyak berita di internet yang memberitakan tentang dikait-kaitkannya meletusnya gunung Kelud dengan ayat-ayat Al Qur'an, seperti:
http://berita.plasa.msn.com/article.aspx?cp-documentid=255322345
http://www.aktual.co/wisatahati/191840membaca-matematika-gunung-kelud-ketika-tuhan-menyapa-kita

Bahkan ramai pesan via gadget:
Bahkan selain tentang ayat-ayat pada suntingan di atas ramai broadcast (penyebaran) berita via bbm yang menambahkan ada 129 gunung berapi aktif di Indonesia sehingga dikaitkan dengan kesesuaian dengan surat At Taubah yang jumlahnya 129 ayat. Menurut wikipedia ternyata ada 400 gunung berapi dan 127 gunung berapi aktif, bukan 129.
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_gunung_berapi_di_Indonesia
Kutipan dari wikipedia sebagai berikut:
Gunung berapi yang paling aktif adalah Kelut dan Merapi di Pulau Jawa, yang bertanggung jawab atas ribuan kematian akibat letusannya di wilayah tersebut. Sejak tahun 1000 M, Kelut telah meletus lebih dari 30 kali, dengan letusan terbesar berkekuatan 5 Volcanic Explosivity Index (VEI),[4] sedangkan Merapi telah meletus lebih dari 80 kali.[5] Asosiasi Internasional Vulkanologi dan Kimia Interior Bumi menobatkan Merapi sebagai Gunung Api Dekade Ini sejak tahun 1995 karena aktivitas vulkaniknya yang sangat tinggi
Hingga tahun 2012, Indonesia memiliki 127 gunung berapi aktif dengan kurang lebih 5 juta penduduk yang berdiam di sekitarnya. Sejak 26 Desember 2004, setelah gempa besar dan tsunami terjadi, semua pola letusan gunung berapi berubah, misalnya Gunung Sinabung, yang terakhir kali meletus pada 1600-an, tetapi tiba-tiba aktif kembali pada tahun 2010 dan meletus pada 2013.[6]

Dan berdasarkan info di atas kita telah tahu bahwa gunung Kelud telah meletus lebih dari 30 kali. Lalu jumlah gunung berapi yang dimirip-miripkan jumlahnya yiatu menjadi 129 di bbm, padahal jumlah gunung berapi aktif di indonesia 127 gunung (bukan 129), siapa juga yang punya 'gawean' awal menulis dan membroadcast nya berjumlah 129 ?

Coba Kita Perhatikan Wikipedia:
Gunung Kelud di wikipedia tercatat telah beberapa kali meletus, yaitu:
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kelud#Letusan_2014

 Meletusnya gunung Kelud 13 Februari sekitar pk. 22.49 hingga 14 Februari 2014 sekitar pk.01.40

Lantas mengapa begitu meletus yang di 13 February 2014 ini dikait-kaitkan dengan ayat Al Qur'an ?
Sehingga muncul tulisan yang lain di internet, yang penulis copy yaitu berbunyi:
Kebiasaan mengkaitkan bencana alam dengan surat dan ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an sering diulas di media. Terkadang pesan berantai lewat SMS juga kita terima berkaitan dengan peristiwa alam yang baru terjadi. Hebatnya banyak juga para ustadz yang meyakini itu dan menyampaikan pada jamaahnya dalam sebuah pengajian. Surat dan ayat Al-Qur’an disajikan pada jamaah sebagai penguat. Semua dicocok-cocokkan berdasarkan selera si Ustadz Hariri Sitompul saja.
Contoh perilaku suka mencocokan suatu peristiwa atau bencana ini juga terjadi pasca erupsi gunung Kelud di Jawa Timur. Entah siapa yang punya gawean, pesan berantai sering dikirim via SMS dengan menyatakan bahwa peristiwa meletusnya gunung Kelud pada 13 Februari 2014 sudah diisyaratkan dalam Al-Qur’an. Sekilas memang mengandung kebenaran bagi orang awam yang malas mengkaji suatu kebenaran.
Misalnya gunung Kelud meletus tanggal 13 Februari lalu dikaitkan dengan Surat 13 ayat 2 dalam Qur’an yakni surat Ar Ra’d yang berbunyi :
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.
Gunung Kelud konon meletus pukul 22.00 menit 49-50
Peristiwa ini lalu dikaitkan dengan surat 22 dari Al-Qur’an, yakni surat Al-Hajj ayat 49-50 yang berbunyi :
Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu”.
Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.
Meletus tahun 2014 dikaitkan dengan surat 20 dari Al-Qur’an, yakni Surat Thahaa ayat 14 yang berbunyi :
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.
Kalau kita perhatikan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya klaim itu seperti benar. Tetapi kalau kita kaitkan dengan peristiwa lain yang tak kalah dahsyat maka hasilnya jadi aneh. Misalnya kita kaitkan saja dua letusan gunung Kelud sebelumnya yang terjadi tahun 1919 (Tanggal dan bulan tak diketahui) dan letusan kelud pada 3-4 Nopember 2007. Jika kita kaitkan dengan Al-Qur’an maka klaimnya jadi begini :
Letusan tahun 1919. Mungkin akan dikaitkan dengan surat 19 ayat 19, yakni Surat Maryam yang berbunyi,” Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”. (Klaim tak masuk akal)
Letusan pada 3-4 Nopember 2007. Pada contoh sebelumnya akan kita kaitkan dengan Surat 3 (Ali Imran) atau Surat 4 (An-Nisaa) dengan ayat yang sama yakni ayat 11. Maka hasilnya :
Surat Ali Imran Ayat 11 berbunyi, “(keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya. (Klaim nggak nyambung).

Peta Lokasi gunung Kelud

Hikmah untuk kita: Terlepas dari kait mengkaitkan hal di atas yang menurut penulis seharusnya tidak perlu dikait-kaitkan karena sudah puluhan kali (bahkan sudah 30 kali) gunung Kelud meletus dan bisa jadi tidak ada hubungannya sama sekali, seperti sudah 5 kali di wikipedia tertulis meletusnya dan tidak bisa kita kaitkan dengan ayat.
 


Ujian-Nya dengan nikmat harta kekayaan dan berbagai kesenangannya, pada hakekatnya lebih berat daripada ujian dengan bencana, musibah dll. Betapa banyak diantara kita yang memperoleh kekayaan, tapi justru menyebabkan kecelakaan bagi diri kita karena kita tak dapat menggunakannya dengan baik, sehingga membuat kita semakin jauh dari Allah dan hidup penuh bergelimang dosa dan maksiat.
Ujian dan cobaan itu tidak hanya berupa kesusahan, kesulitan dan kesakitan saja, tetapi dapat juga berbentuk kesenangan, kesukaran dan kedukaan, sebagaimana Firman Allah swt :

Al-Anbiya (21 ayat 35):
Dan kami akan uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan dan kepada kamilah kalian kembali.
Ujian Allah swt dengan nikmat harta kekayaan dan berbagai kesenangan, pada hakikatnya lebih berat dari pada ujian dengan bencana, siksaan dan lain-lain. Hal ini di peringatkan oleh Allah Swt: dengan firman-Nya :

Al-Alaq (96 ayat 6-8):
Ketahuilah ! Sesungguhnya manusia benar-benar malampui batas di kala menganggap dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada Rab-mulah kembali.

Rasulullah saw pernah berkata :
Demi Allah, bukanlah kakafiran atau kemiskinan yang aku kuatirkan atas kalian, akan tetapi justru aku kuatir (kalau-kalau) kemewahan dunia yang kalian dapatkan sebagaimana telah di berikan kapada orang-orang sebelum kalian, lalu kalian bergelimang dalam kemewahan itu sehingga binasa, sebagaimana mereka bergelimang dan binasa pula.

Di atas telah telah kita terangkan bahwa ujian yang terberat ialah nikmat kesenangan, sedang yang teringan ialah ujian pada tubuh, seperti terkena penyakit atau kecalakaan, ujian pada tubuh ini dimaksudkan untuk menguji kesabarannya, kerelaannya dalam menerima Qodlo dan Qodar Allah.

Kalau ternyata ia sabar, ditetapkanNyalah pahala atau dihapuskan sebagian dari dosa atau diangkat derajatnya, hingga ujian itu menjadi satu nikmat baginya. Sebagaimana Hadist Rasullullah saw. :
Tidak ada seorang muslimpun yang ditimpa gangguan semacam tusukan duri atau lebih berat dari padanya melainkan dengan ujian itu dihapuskan Allah swt perbuatan buruknya serta di gugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.

Ujian yang tiada henti-hentinya menimpa kaum mukminin pria atau wanita, yang mengenai dirinya, penyakitnya, hartanya, anaknya, tetapi ia tetap bersabar, ia akan menemui Allah Swt dalam keadaan tiada berdosa. Tidak ada musibah yang menimpa seperti keletihan, kelesuan, sakit, duka, susah atau gangguan sekedar tusukan duri sekalipun, melainkan dihapuskan Allah swt sebagian dari dosanya.

Berkenaan dengan ujian Ujian yang terbesar kepada umat Nabi Muhammad SAW. Berupa harta benda dan kekayaan. Hadist Nabi :
Sesungguhnya setiap umat ada ujian dan ujian bagi umatku ialah umatku ialah harta kekayaan.

Walaupun ada bencana dan tidak ada bencana bahkan dengan bergelimangan harga sekalipun, bagi kita umat muslim memang sudah diperintah wajib untuk sholat (bukan karena pada saat ada bencana saja). Dan dengan ujian banyak harta itulah (kesenangan), apakah akan dimanfaatkan untuk semakin besar amal sedeqah, sehingga diri kita semakin banyak peduli dan bermanfaat untuk orang lain.

Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar