Senin, 26 Maret 2012

LEBIH DARI 15 SIFAT BURUK MANUSIA DALAM AL QUR'AN


بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

RENUNGAN UNTUK KITA SEMUA. SEMOGA BERMANFAAT:


Ada 7 sifat yang suka ada di dalam diri (hati) manusia, yang seharusnya jauh dari diri kita agar kita selalu dekat dengan Allah SWT, dan terutama penulis jabarkan khusus penyakit hati SOMBONG, karena sifat ini yang paling sering ada di antara diri kita maka penulis kutip dengan sumber lebih banyak, yaitu:

1. Iri Hati – Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan rezeki dan nikmat yang diperolehi oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Iri hati yang diperbolehkan dalam ajaran Islam adalah iri dalam hal berbuat kebajikan, seperti iri untuk menjadi pintar agar dapat menyebarkan ilmunya di kemudian hari. Atau iri untuk membelanjakan harta di jalan kebenaran.

2. Dengki - Dengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia dan berusaha untuk menghilangkan nikmat tersebut. Sifat ini sangat berbahaya kerana tidak ada orang yang suka dengan orang yang memiliki sifat seperti ini.

3. Hasut – Hasut adalah suatu sifat yang ingin selalu berusaha mempengaruhi orang lain agar marah orang tersebut meluap dengan tujuan dapat memecah-belahkan persatuan dan tali persaudaraan agar timbul permusuhan dan kebencian antara sesama.

4. Fitnah – Fitnah lebih kejam dari pembunuhan dan ia suatu kegiatan menjelek-jelekkan, menodai, merusak, menipu, atau membohongi seseorang agar menimbulkan permusuhan, sehingga dapat berkembang menjadi tindakan jenayah pada orang lain tanpa bukti yang kuat.

5. Buruk Sangka – Buruk sangka adalah sifat yang curiga atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas.

6. Khianat - Khianat adalah sikap tidak bertanggung jawab atas amanat atau kepercayaan yang telah dilimpahkan kepadanya. Khianat biasanya disertai bohong dengan janji. Khianat adalah ciri-ciri orang munafik. Orang yang telah berkhianat akan dibenci orang disekitarnya dan kemungkinan besar tidak akan dipercayai lagi di kemudian hari.

7. Sombong - Kesombongan (takabbur) atau dikenal dalam bahasa syariat dengan sebutan al-kibr yaitu melihat diri sendiri lebih besar dari yang lain. 

- Tidak Sepantasnya Seorang Manusia Menyombongkan Diri
Orang sombong itu memandang dirinya lebih sempurna dibandingkan siapapun. Dia memandang orang lain hina, rendah dan lain sebagainya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan hakikat kesombongan dalam hadits beliau Shallallahu ‘alaihi wa salllam,
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” [H.R. Muslim, no. 2749, dari 'Abdullah bin Mas'ûd]

Inilah yang membedakan takabbur dari sifat ‘ujub (membanggakan diri, silau dengan diri sendiri). Sifat ‘ujub, hanya membanggakan diri tanpa meremehkan orang. Sedangkan takabbur, disamping membanggakan diri juga meremehkan orang.

“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa” (al-Isra’ 83)

SEBAB-SEBAB KESOMBONGAN
Sebab-sebab kesombongan, antara lain:
1- ‘Ujub (Membanggakan Diri)
Ketahuilah wahai hamba yang ber-tawadhu’ –semoga Allah lebih meninggikan derajat bagimu-, bahwa manusia tidak akan takabbur kepada orang lain sampai dia terlebih dahulu merasa ‘ujub (membanggakan diri) terhadap dirinya, dan dia memandang dirinya memiliki kelebihan dari orang lain. Maka dari ‘ujub ini muncul kesombongan. Dan ‘ujub merupakan perkara yang membinasakan, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ثَلاَثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَهُوَيَ مُتَبَعٌ وَإِعْجَابٌ اْلمَرْءِ بِنَفْسِهِ
Tiga perkara yang membinasakan: sifat sukh (rakus dan bakhil) yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ‘ujub seseorang terhadap dirinya.” [Silsilah Shahihah, no. 1802]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
بَيْنَمَا رَجُلٌ يَتَبَخْتَرُ يَمْشِي فِي بُرْدَيْهِ قَدْ أَعْجَبَتْهُ نَفْسُهُ فَخَسَفَ اللَّهُ بِهِ الْأَرْضَ فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Ketika seorang laki-laki sedang bergaya dengan kesombongan berjalan dengan mengenakan dua burdahnya (jenis pakaian bergaris-garis; atau pakaian yang terbuat dari wol hitam), dia mengagumi dirinya, lalu Allah membenamkannya di dalam bumi, maka dia selalu terbenam ke bawah di dalam bumi sampai hari kiamat.” [HR. Bukhari, no. 5789; Muslim, no. 2088; dan ini lafazh Muslim]

2- Merendahkan Orang Lain.
Ketahuilah wahai hamba (Allah), bahwa orang yang tidak meremehkan manusia, tidak akan takabbur terhadap mereka. Sedangkan meremehkan seseorang yang dimuliakan Allah dengan keimanan sudah cukup untuk menjadikan sebuah dosa.


3- Suka Menonjolkan Diri (Taraffu).
Ketahuilah wahai hamba yang tunduk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwa jiwa manusia itu menyukai ketinggian di atas sesamanya, dan dari sini muncul kesombongan.

Oleh karena itu, barangsiapa memperhatikan Al-Qur’an niscaya akan mendapati bahwa orang-orang yang bersombong pada tiap-tiap kaum adalah para pemukanya, yaitu orang-orang yang memegang kendali berbagai urusan. Allah Ta’ala berfirman tentang suku Tsamud, kaum Nabi Shalih Alaihissalam yang artinya, “Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, ‘Tahukah kamu bahwa Shalih di utus (menjadi Rasul) oleh Tuhannya?’ Mereka (yang dianggap lemah-red) menjawab, ‘Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya.’
Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.
Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. dan mereka berkata, “Hai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).” [al-A’râf/7:75-77]
Dan Allah Ta’ala memberitakan tentang kaum Nabi Syu’aib Alaihissalam,
Pemuka-pemuka dari kaum Syu’aib yang menyombongkan dan berkata, ‘Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami.’ Syu’aib berkata, ‘Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?‘” [Al-A’raaf/7: 88]
Namun orang yang berakal akan berlomba pada ketinggian yang tetap lagi kekal, yang di dalamnya terdapat keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kedekatan kepadaNya. Dan dia meninggalkan ketinggian sementara yang akan binasa, yang akan diikuti oleh kemurkaan Allah dan kemarahanNya, kerendahan hamba, kesibukannya, jauhnya dari Allah dan terusirnya (dari rahmat) Allah. Inilah ketinggian yang tercela, yaitu sikap melewati batas dan takabbur di muka bumi dengan tanpa kebenaran. Allah Ta’ala berfirman,
Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin ketinggian (menyombongkan diri ) dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” [Al-Qashash/28: 83]
Adapun ketinggian yang pertama (yakni ketinggian yang tetap lagi kekal di akhirat) dan bersemanagat untuk meraihnya, maka itu terpuji. Allah Ta’ala berfirman,
Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” [Al-Muthaffifin/83: 26]
Maka disyari’atkan berlomba-lomba untuk (meraih) derajat-derajat tinggi di akhirat yang kekal, dan berusaha meraih ketinggian pada tingkatan-tingkatannya, serta bersemangat untuk itu dengan berusaha melakukan sebab-sebabnya. Dan hendaklah seseorang tidak merasa puas dengan kerendahan, padahal dia mampu meraih ketinggian.

4- Mengikuti Hawa Nafsu.
Ketahuilah wahai hamba Allah, bahwa kesombongan itu muncul dari sebab mengikuti hawa nafsu, karena memang hawa nafsu itu mengajak menuju ketinggian dan kemuliaan di muka bumi. Allah Ta’ala berfirman,

Apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?” [Al-Baqarah/2: 87]

BAHAYA KESOMBONGAN
Ketahuilah wahai hamba Allah yang hatinya dihiasi dengan tawadhu’ (rendah hati) bahwa bencana kesombongan itu sangat besar, orang-orang istimewa binasa di dalamnya, dan jarang orang yang bebas darinya, baik para ulama, ahli ibadah, atau ahli zuhud. Bagaimana bencana kesombongan itu tidak besar, sedangkan kesombongan itu:

1- Dosa Pertama Yang Dengannya Allah Azza Wa Jalla Dimaksiati.
Kesombongan adalah dosa pertama yang dilakukan Iblis laknatullah dalam bermaksiat kepada Allah Azza wa jalla. Kesombongan itu menyeret Iblis untuk menjadikan takdir sebagai alasan terus-menerus sombong. Allah Azza wa Jalla berfirman,

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!,’ Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” [Al-Baqarah/2: 34]

2- Kesombongan Merupakan Kawan Syirik Dan Penyebabnya.
Oleh karena itulah Allah Azza wa Jalla menggabungkan antara kekafiran dengan kesombongan di dalam kitab-Nya yang mulia, Dia Azza wa Jalla berfirman,

Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.” [Shaad/38: 73-74]
Allah Azza wa Jalla juga berfirman,
(Bukan demikian) sebenarya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir.” [Az-Zumar/39: 59]
Karena barangsiapa takabbur dari patuh kepada al-haq (kebenaran) –walaupun kebenaran itu datang kepadanya lewat tangan seorang anak kecil atau orang yang dia benci dan musuhi- , maka sesungguhnya takabburnya itu adalah kepada Allah, karena Allah adalah Al-Haq, perkataan-Nya adalah haq, agama-Nya adalah haq, al-haq merupakan sifat-Nya, dan al-haq adalah dari-Nya dan untukNya. Maka, jika seorang hamba menolak al-haq, takabbur dari menerimanya, maka sesungguhnya dia menolak Allah dan takabbur terhadap-Nya. Dan barangsiapa takabbur terhadap Allah, niscaya Allah akan menghinakannya, merendahkannya, mengecilkannya, dan meremehkannya.

3- Orang-Orang Yang Sombong Tempat Kembalinya Adalah Neraka.
Oleh karena itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan neraka sebagai rumah bagi orang-orang yang sombong, sebagaimana di dalam surat Al-Ghafir ayat 76 dan surat Az-Zumar ayat 72. Allah Azza wa Jalla berfirman,

Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya”. Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.” [Az-Zumar/39: 72]
Dan orang-orang yang sombong adalah para penduduk neraka Jahannam, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّ أَهْلَ النَّارِ كُلُّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ جَمَّاعٍ مَنَّاعٍ وَأَهْلُ الْجَنَّةِ الضُّعَفَاءُ الْمَغْلُوبُونَ
Sesungguhnya penduduk neraka adalah semua orang yang kasar lagi keras, orang yang bergaya sombong di dalam jalannya, orang yang bersombong, orang yang banyak mengumpulkan harta, orang yang sangat bakhil. Adapun penduduk sorga adalah orang-orang yang lemah dan terkalahkan.” [Hadits Shahih. Riwayat Ahmad, 2/114; Al-Hakim, 2/499]
Mereka akan merasakan berbagai macam siksaan di dalam Jahannam, akan diliputi kehinaan dari berbagai tempat, dan akan diminumi nanah penduduk neraka. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ
Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan).” [Hadits Hasan. Riwayat Bukhari di dalam al-Adabul Mufrad, no. 557; Tirmidzi, no. 2492; Ahmad, 2/179; dan Nu’aim bin Hammad di dalam Zawaid Az-Zuhd, no. 151]

4- Kesombongan Merupakan Tirai Penghalang Masuk Surga.
Oleh karena itu, Allah mengusir Iblis dari surga, Dia Azza wa Jalla berfirman,

Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya!” [Al-A’râf/7: 13]
Kesombongan itu menjadi tirai penghalang masuk surga karena menghalangi seorang hamba dari akhlaq orang-orang beriman. Orang sombong tidak menyukai untuk kaum mukminin kebaikan yang dia sukai untuk dirinya. Dia tidak mampu bersikap rendah hati dan meninggalkan hasad, dendam, dan marah. Dia juga tidak mampu manahan murka, dia tidak menerima nasehat, dan tidak selamat dari sifat merendahkan dan menggibah manusia. Tidak ada sifat yang tercela kecuali dia memilikinya.

5- Allah Tidak Mencintai Orang-Orang Yang Sombong.
Barangsiapa yang memiliki sifat-sifatnya seperti ini, maka dia berhak mendapatkan laknat Allah, jauh dari rahmatNya, Allah memurkainya dan tidak mencintainya. Allah Azza wa Jalla berfirman,

Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” [An-Nahl/16: 22-23]

6- Kesombongan Merupakan Sebab Su-ul Khatimah (Keburukan Akhir Kehidupan).
Oleh karena itu Allah memberitakan bahwa orang yang sombong dan sewenang-wenang adalah orang-orang yang Allah menutup hati mereka, sehingga mereka tidak beriman. Sehingga akhir kehidupannya buruk. Allah Azza wa Jalla berfirman,

Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.” [Al-Mukmin/40: 35]

7- Kesombongan Merupakan Sebab Berpaling Dari Ayat-Ayat Allah.
Yang demikian itu karena orang yang sombong tidak bisa melihat ayat-ayat Allah yang menjelaskan dan berbicara dengan dalil-dalil yang pasti. Juga karena kesombongan itu menutupi kedua matanya, sehingga dia tidak melihat kecuali dirinya. Allah Azza wa Jalla berfirman,

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi.” [Al-A’raaf/7: 146]

8- Kesombongan Merupakan Dosa Terbesar.
Kesombongan memiliki berbagai bahaya seperti ini; maka tidak heran jika ia merupakan dosa terbesar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

لَوْ لَمْ تَكُوْنُوْا تُذْنِبُونَ لَخِفْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ الْعُجْبُ الْعُجْبُ
Jika kamu tidak berbuat dosa, sungguh aku mengkhawatirkan kamu pada perkara yang lebih besar dari itu, yaitu ‘ujub, ‘ujub (kagum terhadap diri sendiri).” [Hadist Hasan Lighairihi, sebagaimana di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 658, karya Syaikh Al-Albani]

Sumber: At-Tawaadhu’ fii Dhauil Qur’anil Kariim was Sunnah ash-Shahiihah karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali hafizhahullah, hlm. 35-44; Penerbit. Daar Ibnul Qayyim; Cet. 1; Th. 1410 H/1990 M
Diadaptasi dan disadur secara bebas oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari

Artikel www.UstadzMuslim.com

Sumber: http://ustadzmuslim.com/tidak-sepantasnya-seorang-manusia-menyombongkan-diri/ 

Sehubungan dengan sifat buruk HASUT, FITNAH DAN BURUK SANGKA, dijabarkan lebih rinci dalam hadist yaitu:

Bagi umat Islam, berita yang mengandung ghibah, fitnah dan namimah dilarang. Mengenai ghibah dan fitnah, dalam riwayat Muslim dan Abu Daud disebutkan bahwa Nabi Saw bersabda, “Tahukah kamu apa itu ghibah?”
Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasulullah yang lebih tahu.”
(Arti ghibah) Nabi bersabda, “Menceritakan hal saudaramu yang ia tidak suka diceritakan pada orang lain.” Sahabat bertanya, “Bagaimana jika memang benar sedemikian keadaan saudaraku itu?”
Nabi Saw bersabda, “Jika benar yang kau ceritakan itu, maka itulah ghibah, tetapi jika tidak benar ceritamu itu, maka itu disebut buhtan (tuduhan palsu, fitnah) dan itu lebih besar dosanya.”
Adapun mengenai namimah (adu domba), Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Maukah kuberitahukan kepada kalian apa itu al’adhhu? Itulah namimah, perbuatan menyebarkan berita untuk merusak hubungan di antara sesama manusia.”


15 SIFAT BURUK LAIN DI MANUSIA DALAM AL QUR'AN: 
pertama, manusia itu LEMAH
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah” (Q.S. Annisa; 28)

kedua, manusia itu GAMPANG TERPERDAYA
“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah” (Q.S Al-Infithar : 6)

ketiga, manusia itu LALAI
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (Q.S At-takaatsur 1)

keempat manusia itu PENAKUT / GAMPANG KHAWATIR
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S Al-Baqarah 155)

kelima, manusia itu BERSEDIH HATI
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Q.S Al Baqarah: 62)

keenam, manusia itu TERGESA-GESA
Dan manusia mendo'a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo'a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (Al-Isra’ 11)

ketujuh, manusia itu SUKA MEMBANTAH
“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.” (Q.S. an-Nahl 4)

kedelapan, manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdo'a kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdo'a kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S Yunus : 12)
“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Q.S al-Alaq : 6)
kesembilan, manusia itu PELUPA
“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdo'a (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.” (Q.S Az-Zumar : 8 )

kesepuluh, manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH
“Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” (Q.S Al Ma’arij : 20)
“Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (Q.S Al-Fushshilat : 20)

kesebelas, manusia itu KIKIR
“Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan adalah manusia itu sangat kikir.” (Q.S. Al-Isra’ : 100)

kedua belas, manusia itu SUKA MENGKUFURI NIKMAT
Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). (Q.S. Az-Zukhruf : 15)
sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (Q.S. al-’Aadiyaat : 6)

ketiga belas, manusia itu DZALIM dan BODOH
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, ” (Q.S al-Ahzab : 72)

keempat belas, manusia itu SUKA MENURUTI PRASANGKANYA
“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Q.S Yunus 36)

kelima belas, manusia itu SUKA BERANGAN-ANGAN
“Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.” (Q.S al Hadid 72)



Ya Rabb, aku memohon kepada-Mu agar mensucikan hati-hati kami dari kotoran dengki dan iri hati, kecenderungan kepada keburukan dan nista, penyakit dendam dan benci, serta tanamkanlah rasa cinta dan kasih sayang ke dalam hati kami, penuhilah dengan kebaikan dan anugrah, serta segerakanlah dengan perasaan belas kasihan. Amin.
Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan tingkatkanlah derajatku dan berikanlah rizki kepada ku, Ya Rabb aku bersujud dan bersimpuh berserah diri kepada-Mu.Turunkanlah magfirah-Mu....
Ya Allah, kumohon kepada-Mu keselamatan dalam menjalankan agama, sehat badanku, bertambah ilmuku, berkah rizkiku, sempat bertaubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati, Ya Rabb hanya engkaulah tempat hamba memohon, selamatkan saudara-saudara dan keluarga-keluarga yang kami temui yang saat ini sedang dalam menanti kesembuhan atas kehendak-Mu....
Ya Rabb jauhkanlah hamba Mu dari golongan orang-orang baik teman lama atau pun yang akan menjadi teman baru hamba kini dan esok hari dari yang mempunyai penyakit hati dan sifat buruk tersebut... Aamiin Yaa Robbal Alamiin.

ALLAH SWT selalu ada untukku, untukmu dan untuk kita semua.

Penulis,
Drs. R.Kurniawan Prihatmono

Selasa, 28 Februari 2012

APAKAH MOTIVASI BISNIS ANDA ???


APA MOTIVASI BISNIS ANDA, KARENA PRODUK, INGIN DAPAT JODOH ATAUKAH LAINNYA ?

A. LATAR BELAKANG
Apa yang memotivasi dalam bekerja Anda, apakah uang, jodoh atau lainnya ?
Banyak alasan dan pendapat berbeda setiap orang untuk bekerja dalam mencari penghidupan. Di sini pendapat pribadi penulis dengan mencari pendapat yang beragam dari internet yang sengaja penulis tuangkan dari beberapa aspek, mungkin bisa memberi motivasi yang lebih baik untuk Anda dalam berbisnis. Semoga bermanfaat !!!

B. DEFINISI.
Memang uang bukanlah segala-galanya, tapi segala yang kita butuhkan perlu uang !!!
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Tentu Anda sudah tahu kegunaan uang, antara lain penulis jabarkan di bawah ini.

Dengan uang Anda bisa:
-Makan sehari-hari
-Transport untuk bekerja
-Membiayai pendidikan yang berkualitas untuk diri sendiri dan anak-anak
-Menjalankan ibadah & beramal sholeh (umroh,ibadah haji,dll)
-Kesehatan sekeluarga dan orang yang Anda cintai
-Beli rumah yang bagus untuk keluarga Anda
-Beli kendaraan pribadi keluarga Anda
-Bahkan untuk internet sehingga bisa buka dan membaca blogspot saya, dengan uang
-Bahkan segala tagihan rumah, listrik, air, sampah, keamanan, dll juga perlu uang.



Contoh di bidang kesehatan:
Di manapun di muka bumi ini, setiap orang pasti menginginkan sehat, baik jasmani maupun rohaninya. Ada yang berkata ke penulis, semua penyakit ada obatnya itu benar. Salah satu hadist Nabi yang mengatakan bahwa “Likuli da'in dawaun” atau tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya.
Memang yang menyembuhkan penyakit adalah Allah S.W.T akan tetapi berobat (apakah ke dokter, rumah sakit, pengobatan terapi, pengobatan alternatif dan-lain-lain) merupakan ikhtiar dan obat / herbal / terapi merupakan media kita untuk mendapatkan kesembuhan dan yang menentukan kita sembuh itu adalah Allah SWT. Karena kita tidak boleh berpasrah saja dengan kondisi sakit yang kita derita.


PENULIS KUTIP DARI :
Jacob Needleman di: http://www.thewicaksonos.info/uang-dan-makna-hidup.html#.T02U-HmBWSo

Jacob Needleman, seorang ahli filosofi menulis bahwa jika kita mengerti peran uang yang sebenarnya dalam hidup kita, maka kita tidak akan berfikir untuk menghabiskan atau menabungnya saja. Uang menggerakkan pengaruh emosional yang mendalam terhadap siapa diri kita sebenarnya dan uang juga mempengaruhi kita dalam mengatakan apa yang tidak kita miliki. Ketidak inginan kita untuk memahami efek uang secara emosional dan spiritual berlandaskan atas kenapa kita harus memberikan harga terhadap segala barang dan bagaimana kita bisa mengetahui nilai dari barang yang tidak berharga. Uang mempunyai pengaruh yang penting dalam segala aspek di dalam mengejar hidup yang idealistik. Tetapi sejalan dengan itu, uang merupakan akar dari frustasi yang kita alami setiap hari.
Uang bukan sumber kebahagiaan ataupun penderitaan. Pernyataan ini jelas, dan sebagian besar orang sudah mengalaminya sendiri. Needleman menyebut bahwa kebahagiaan dan kekhawatiran adalah berasal dari (dalam) diri kita sendiri.
Jika kita bisa bahagia manakala tidak memiliki uang maka kita akan bahagia juga saat memilikinya. Sebaliknya, jika kita merasa khawatir ketika tak memiliki uang maka kitapun tetap akan khawatir meski memiliki uang.

Menurut penulis: Lebih tepatnya semakin banyak uang, insya Allah semakin baik hidupnya. Semakin kecil uang yang dimiliki tentu, yang justru semakin membuat frustasi. Karena ada ayat Al Qur’an: ”Kefakiran (kemiskinan) akan membawa kepada kekafiran.” Sedangkan menurut penulis ada pendapat yang mengatakan bahwa uang yang juga dapat menjerumuskan dirinya kepada kesombongan dan lain-lain, hal ini ini hanyalah masalah keimanan dan kurangnya bersyukur diri pribadi saja, sehingga memikirkan uang saja maka akan lupa dengan keluarga, ini hanya masalah keimanan pribadi yang perlu diperbaiki. Tapi berpikirlah dari pribadi kita dengan sisi positif: Yaitu sebaiknya bila keimanan baik, maka harusnya setiap pribadi kita, justru semakin kuat keinginan termotivasi untuk mencari uang barulah uang akan banyak datang untuk Anda, sehingga Anda dapat beramal sedeqah materi lebih banyak, seperti lbnu Umar menasehati, “Bekerjalah untuk duniamu seperti engkau hidup selamanya, dan beramal dan beribadahlah seperti engkau akan mati esok pagi.”

C. APA MOTIVASI ANDA DALAM DALAM BEKERJA ???
Penulis saat ini sedang dalam masa perjuangan hidup sebagai karyawan kantor dan juga ikut di sebuah MLM yang bergerak dalam bidang herbal kesehatan di Jakarta. Hari minggu 26 Februari 2012 lalu mengikuti pertemuan yang cukup bagus yang diikuti sekitar 600an peserta.

Di tengah-tengah acara ini ditanya oleh salah satu dari 6 orang motivator:
Apakah motivasi Anda bergabung di bisnis ini karena ikut-ikutan ?
Apakah motivasi Anda bergabung di bisnis ini karena terpaksa ?
Apakah motivasi Anda bergabung di bisnis ini karena produknya ?
Ataukah motivasi Anda bergabung karena mencari JODOH di bisnis ini ?

Di setiap pertanyaan, cukup banyak yang mengacungkan tangan. Tapi begitu sampai ke pertanyaan siapa yang ikut termotivasi bergabung karena ingin dapat “jodoh”, ditanya selanjutnya oleh pemotivator:
“Jadi bagi yang karena jodoh, maka andaikan Anda tidak mendapatkan Jodoh Anda dalam bisnis ini apakah Anda akan berhenti dari bisnis ini ???
Serempak dijawab: “Tidaaaaaak” (sambil terdengar beberapa peserta tertawa).
Ditanya kembali : “Jika Anda tidak mendapat jodoh Apakah Anda akan menyerah?
Serempak dijawab: “Tidaaaaaak”.
Jika motivasi Anda karena ingin mendapat jodoh, maka jika Anda tidak mendapat jodoh atau lainnya maka pasti Anda akan kecewa, hanya kekesalan yang didapat, ubahlah motivasi Anda. Fokus dan kerja keras, sukseskan downline Anda, maka Anda akan sukses di bisnis ini !

Tapi kemudian pemotivator melanjutkan: “Ubahlah motivasi Anda jika Anda ingin sukses, yaitu menjadi karena UANG. Bukankah Anda ikut bisnis ini termotivasi karena uang ?”
Semua peserta serempak mengacungkan tangan.

Ditanya lagi oleh pemotivator:
“Apakah ada di antara Anda, yang mau menjalankan bisnis ini bila tidak ada UANGnya?”
Serempak dijawab: “TIDAAAAAKK.“

Pemotivator:
“Jadi semua karena memang ada uangnya kan ?"
"Untuk apa ikut MLM atau kerja kalau tidak ada uangnya. Ya kan ???!”
Dijawab serempak oleh seluruh peserta dengan " YAaaaaaa".

Jadi memang produk kita di bisnis MLM ini adalah produk herbal kesehatan jadi untuk kesehatan, diharapkan keluarga kita sehat, membantu kesehatan orang-orang di sekitar Anda, maka akan terjadi order besar, perkuat jaringan Anda, order semakin besar. Semakin banyak Anda membuat sukses downline Anda, Andapun sukses, dan ini menjadi ladang amal untuk Anda, karena Anda juga membuat downline Anda kaya, sehingga dengan sendirinya perjuangan Anda yang tulus, Anda akan mendapat banyak waktu untuk keluarga Anda, dengan semangat pantang menyerah maka kesemuanya itu yang nantinya akan membuat uang akan mengalir dalam kehidupan Anda.

GO FREEDOM !!!

 





Renungan dari penulis:
Sahabatku, Hidup adalah Pilihan dan Hidup ini adalah perjuangan.
Memilih berjuang  untuk mengendalikan diri menuju sukses itu yang terbaik.
Banyak ujian yang akan kita hadapi untuk meraih cita-cita kita bahagia dunia dan akhirat. Syetan (akan memepngaruhi untuk Anda menjadi bersifat malas) dan hawa nafsu terus mencoba untuk memalingkan kita dari jalan yang benar.
 

Oleh karena itu diperlukan keteguhan dan keistiqomahan dalam menghadapi ujian tersebut. Diperlukan konsistensi yang sungguh-sungguh, saat kita berusaha untuk meningkatkan potensi kita. Saat kita berusaha untuk menghasilkan karya-karya besar kita yang bermanfaat untuk manusia dan diri kita. Kita bisa saja diserang oleh perasaan malas, lemah semangat dan keinginan untuk berada pada zona nyaman. Maka diperlukan perjuangan untuk mengatasinya. 

Kita harus kuat dan tangguh dan sungguh-sungguh berusaha. Jangan biarkan diri kita terjerat dalam lingkaran perbuatan yang sia-sia, ataupun termotivasi dengan hal yang tidak perlu. Jadikan hidup dan hari anda sebagai maha karya. Lakukan sesuatu yang bermanfaat dalam hidup Anda. Hidup ini hanya sekali, maka hiduplah yang berarti.

Ketika kita mencari mutiara kehidupan yang akan membahagiakan dan mensukseskan kita, maka mutiara itu sesungguhnya ada di dasar hati kita. Ketika kita mencari intan permata, maka intan permata itu ada dalam pikiran kita. Ketika kita mencari emas maka emas itu ada dalam jiwa kita. Ketika kita mencari bahagia dan ketenangan maka ketenangan itu ada dalam sujud, dzikir dan tunduk kita kepada Allah.

Perbuatan salah, sia-sia dan dosa hanya akan menggelisahkan hati dan jiwa kita. Menghilangkan akal sehat kita Mematikan nurani kita. Maka jangan biarkan hatimu berada dalam kelalaian & kehampaan. Isilah jiwa Anda dengan kebaikan. Galilah potensi diri Anda untuk menghasilkan karya nyata yang berguna bagi diri sendiri, keluarga tercinta dan orang lain sekitar Anda.

Jangan sia-siakan potensi dahsyat, seperti kepekaan rasa, kepekaan hati nurani yang telah diberikan Tuhan Allah SWT kepada Anda. Latihlah potensi itu, asahlah potensi itu, bangunlah potensi itu dengan bertindak dan bekerja, serta tidak lupa berdo’a dan selalu ingat Allah, maka dirimu akan bangun dari kelalaian dan kealfaan, kesenangan sesaat, menuju kebahagiaan abadi dalam karya nyata, prestasi, ibadah dan amal kebaikan yang berguna dunia dan akhirat.

Berjuanglah dengan sungguh-sungguh menaklukan diri dan hawa nafsumu. Taklukan ego dan emosimu yang buruk. Taklukan kemalasan, kelalaian, dan kealfaan. Isilah kegiatan dan waktumu yang sangat berharga itu dengan aktivitas yang bermanfaat. Maka hari dan hidupmu akan cerah dan bermakna. Jangan biarkan hari dan hatimu kosong dari ilmu, iman dan amal nyata. Karena jika begitu syetan dan pengikutnya akan mudah masuk menggerogoti hatimu, imanmu dan ilmumu, sehingga kau akan kehilangan jati diri dan potensimu yang sebenarnya.

Maka berbuatlah hari ini. Saat ini juga. Bekerjalah, berkaryalah. Berjuanglah untuk meraih kesuksesan di DUNIA (yaitu uang untuk memenuhi kehidupan yang Anda butuhkan) dan cari dan gunakan uang (agar bisa beramal sholeh yang berkualitas, umroh, haji dan niatkan kesemuanya untuk mengharap RIDHO ALLAH SWT) sehingga kehidupan AKHIRAT juga Anda dapatkan. 

Temukan jalanmu yang sebenarnya. Panggilan hati dan nuranimu. Jadilah pribadi yang rendah hati, teachable (mau menerima pengajaran / mau diajari). Bekerjalah dengan sepenuh hati dan gunakan potensimu. Layanilah orang lain. Dan bertekadlah untuk melakukan yang terbaik, belajar yang terbaik dan memberikan yang terbaik bagi diri, keluarga, organisasi, agama, bangsa dan Negara. Insya Allah hidupmu akan bermakna dengan perjuangan.


Teachable = Capable of being taught; apt to learn; also; willing to receive instruction
                     Mampu diajarkan; cenderung untuk belajar; juga berarti; mau menerima pengajaran.

Semoga tulisan di atas bermanfaat. 

Salam,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
081386837511

Senin, 30 Januari 2012

Kejuaraan Indonesia Kart Prix 2012

Penulis kemarin menghadiri perlombaan go-kart di Sirkuit Karting Internasional Sentul, ternyata Kejuaraan Indonesia Kart Prix 2012 ini yang telah berlangsung pada 27-29 Januari 2012, yang diikuti ratusan peserta dari 14 negara, merupakan kejutan awal lomba internasional di Tanah Air, setelah beberapa tahun lalu negara ini disinggahi kejuaraan dunia reli mobil (WRC), kejuaraan dunia Indonesia GP, kejuaraan dunia Motocross 125 dan 250 CC. Walau cuaca sesekali hujan gerismis, jadi saat perlombaan menunggu gerismis reda yang hanya sebentar terjadi, dan acara kejuaraan ini berlangsung dengan baik.

Ini merupakan gebrakan, karena menjadi momentum kerja awal PP Ikatan Motor Indonesia (IMI) di bawah kepengurusan Nanan Soekarna yang terpilih sebagai ketua umum PP IMI periode 2011-2015 lewat Munas di Solo pertengahan Desember 2011.

Namun kejuaraan karting atau biasa disebut go-kart, ternyata bukan merupakan hal baru di tanah air, karena jenis perlombaan ini sudah masuk ke Jakarta pada tahun 1960-an.



Perlombaan ini dibuka oleh Pak Andi Malarangeng dan juga dihadiri oleh Pak Ricardo Gelael dan Hutomo Mandala Putra. Pada pembukaan acara Pak Andi mengatakan teruslah perbanyak lomba-lomba semacam ini agar terus melahirkan para pembalap-pembalap go-kart baru tapi juga agar hati-hati.



Acara ini diliput dari berbagai media massa dan stasiun TV (Live) seperti TV One, media seperti Antara, detik.com dll.

"Rencananya acara lomba ini diadakan setiap tahun. Pada lomba pembuka ini, kita mengundang berbagai kalangan untuk menyaksikannya, mulai dari unsur pemerintah, pengurus organisasi olahraga otomotif, pengusaha otomotif, pengurus Pengprov IMI, para atlet balap serta pelajar dari berbagai perguruan," kata Perry.

Para atlet karting internasional, kata Perry, akan berlaga di kelas KF2, Rotax Junior dan Mini Rok serta kelas legenda (veteran) yang diikuti para mantan atlet seperti Chepot Hanni Wiano, Ricardo Gelael, Beng Soeswanto, Jan Darmadi dan lainnya, termasuk Ketua Umum PP IMI Nanan Soekarna, yang sudah melakukan latihan di Sirkuit Sentul.






Diliput secara langsung (Live) oleh TV One. Katanya sih penulis masuk tivi ..hehehe.

Sejumlah pembalap ternama nasional dan internasional akan ambil bagian dalam event ini. Mereka antara lain Rio Haryanto, Sean Gelael, Alexandra Asmasoebrata, Zahir Ali, Antonio Giovinazzi (Italia), Sami Luka (Belgia), dan Esteban Ocon (Prancis).

"Sekitar 95 persen pembalap di Formula 1 berasal dari gokart, seperti (Lewis) Hamilton, (Sebastian) Vettel. Rio Haryanto juga mengawali karier dari gokart," ujar Nanan.

"Oleh karena itu, kita kepengurusan baru IMI bertekad memajukan ini dan mengundang pembalap dari 14 negara," kata pria yang juga menjabat Wakapolri ini.

Indonesian Kart Prix 2012 memperlombakan kelas KF2, Rotax Junior, Mini Rok, dan Veteran (Legend). Ke depannya event ini diharapkan bisa digelar rutin tiap tahun.
Sumber:
http://www.detiksport.com/read/2012/01/11/034807/1812150/82/pembalap-14-negara-ikuti-indonesian-kart-prix-2012?s991101mainnews

 Nomor 8 Sean Gelael.

Baris ke 2 dari depan, Pak Andi Malarangeng (bertopi) posisi di sebelah kanan berkaos hijau muda
Indonesian Kart Prix 2012 memperlombakan kelas KF2, Rotax Junior, Mini Rok, dan Veteran (Legend). Ke depannya event ini diharapkan bisa digelar rutin tiap tahun.
 


Foto-foto lain:

 Pagi 08.00 di sekolah sebelum berangkat ke Sirkuit Internasional Kart Prix 2012
Pemandangan asri menuju sirkut di Sentul
Lintasan sirkut go-kart










Sampai bertemu di Kejuaraan Kart Prix 2013.
Semoga tulisan di atas bermanfaat untuk Anda.

Blogspot aku yang lain, raihlah penghasilan besar 3 sd 5 tahun ke depan.

Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
081386837511

Selasa, 29 November 2011

LIFE IS TOO SHORT - HIDUP INI SINGKAT (1,5 Jam Saja ?)

Penulis hari ini mendapat BBM:

LIFE IS TOO SHORT (Satu Setengah Jam Saja !)

Sahabat…
Hidup ini sangat singkat,
kata pepatah Jawa “urip mung mampir ngombe” hidup cuma mampir buat minum saja.

Al Qur’an mengatakan secara implicit bahwa 1 hari di akhirat rasanya bagaikan seribu tahun di dunia (QS.22:47, 32:5).
Bukankah ini kaidah teori relativitas ? *)

Bagaimana dengan manusia ?
Siapa yang melihat umur manusia ?

Mari kita lihat berdasarkan Al Qur’an sebagai sumber kebenaran absolut.

1 hari akhirat = 1000 tahun di bumi
24 jam akhirat = 1000 tahun di bumi
3 jam akhirat = 125 tahun di bumi (masing-masing sama-sama dibagi 8)
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun di bumi

Umur manusia rata-rata 60 – 70 tahun. Jadi hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah [maksudnya dari alam akhirat, penulis] hanyalah 1,5 jam saja.

Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu.
Hanya satu setengah jam saja. Menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak surga atau neraka. (QS 35:15), 4: 170). Cuma 1,5 jam saja cobaan, maka ikhtiar bersabarlah. (QS 74: 7, 52:48, 39:10)

Satu setengah jam saja coba buat Allah SWT senang dan hentikan buat setan senang.(QS 43:36).
Cuma satu setengah jam saja mencoba menahan nafsu dan ganti dengan SUNNAH-NYA (QS 12:53,33:38).

SATU SETENGAH JAM SAJA……
Sebuah perjuangan teramat singkat, dan Allah SWT ganti dengan surga Ridho Allah (QS 9: 72, 98:8, 4:114).

Selamat berjuang LAGI.
Mencari bekal perjalanan panjang nanti…(QS 59:18, 42:20, 3:148, 28:77)

QS 23:114 Allah SWT berfirman: “Kamu tidak tinggal (di Bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”
Maha benar Allah SWT dengan segala firman-Nya…

Sementara di internet, penulis dapatkan, ada pertanyaan: 
Yang benar 1000 tahun atau 50.000 tahun ???

Usia kita, rahasia Allah. Kita tidak pernah tahu. Dengan cara apapun. Berapa panjangnya usia kita. Apa pencapaian maksimalnya. Urutan tangga-tangga seperti apa yang akan dilalui sepanjang usia kita.

*) 1. Satu hari adalah seribu tahun akhirat
hari seribu tahun yang disebutkan dalam Qs. al-Hajj adalah salah satu dari enam hari di mana Allah menciptakan langit dan bumi : “Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan pernah ingkar janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun mengikut perhitunganmu” (QS. Al-Hajj 22;47)

Hari yang seribu tahun yang disebutkan dalam Qs. al-Sajdah  adalah lamanya waktu yang diperlukan untuk masalah untuk naik ke Allah : “Dia mengatur urusan daripada langit sampai ke bumi, kemudian urusan tersebut naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadar lamanya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS As-Sajdah 32;5)
2. Satu hari adalah lima puluh ribu tahun akhirat
hari lima puluh ribu tahun yang disebutkan dalam Qs. al-Sajdah adalah pada  saat hari kiamat.  Bahwa satu periode yang diperlukan untuk malaikat  untuk naik kepada Allah (swt) adalah lima puluh ribu tahun. : “Malaikat-malaikat dan jibril naik menghadap Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (Al-Ma’arij 70;4)
 
PERTANYAAN :  1000 tahun atau 50000 tahun?
Satu hari di sisi Allah adalah 1000 tahun atau 50.000 tahun.

Pertanyaan:
Sebuah ayat tertentu dari Alquran mengatakan bahwa satu hari di sisi Allah adalah sama dengan tahun 1000 tahun . Di ayat lain Alquran mengatakan bahwa satu hari adalah sama dengan 50.000 tahun. Bukankah Al Qur'an sendiri bertentangan ? Apakah hari Allah sama dengan 1.000 tahun manusia (QS 22:47, 32:5) atau 50.000 tahun manusia (QS 70:4) Jazakallaahu khair.

Jawaban:
1. Dilaporkan oleh Ibn Abi Haatim via Sammaak dari ‘Ikrimah dari Ibn’ Abbas: hari seribu tahun yang disebutkan dalam Qs. al-Hajj adalah salah satu dari enam hari di mana Allah menciptakan langit dan bumi, hari yang ribu tahun yang disebutkan dalam Qs. al-Sajdah adalah lamanya waktu yang diperlukan untuk masalah untuk naik ke Allah, dan hari lima puluh ribu tahun yang disebutkan dalam QS. al-Sajdah adalah hari kiamat.

Sesungguhnya tidak terdapat perselisihan antara ayat-ayat di atas sebab sepuluh tahun yang dimaksudkan dalam ayat satu dan dua adalah menceritakan kisah yang berbeda dengan ayat yang ketiga. Dalam menilai sesuatu perkara/peristiwa maka anda kena kaji peristiwa dan keadaan sesuatu berlaku supaya tidak salah faham/pengertian.

2.Kita dapat mencatat bahwa Al-Qur’an tidak mengatakan “50.000 tahun” waktu bumi  menurut  perhitungan  manusia. Karena waktu ini adalah waktu relatif di suatu tempat di langit. Periode untuk dua aksi tidak perlu sama. Misalnya periode yang diperlukan untuk saya melakukan perjalanan ke tujuan ‘A’ yaitu Vashi adalah satu jam dan periode yang diperlukan untuk saya melakukan perjalanan ke tujuan ‘B’, yaitu Kashmir adalah 50 jam. Ini tidak menunjukkan bahwa saya membuat dua pernyataan yang bertentangan..

Dengan demikian ayat-ayat Al Qur’an tidak hanya tidak bertentangan satu sama lain, mereka juga sesuai dengan fakta ilmiah modern.

Karena demikian singkatnya umur umat Nabi Muhammad SAW, maka beliau memohon kepada Allah SWT agar dipanjangkan umur umatnya yang umat-umat Nabi sebelumnya demikian panjang, sementara umur umatnya demikian singkat. 
Rasulullah telah menyampaikan sebagai ketentuan yang datang dari Allah Pencipta manusia,

أَعْمَارُ أُمَّتِى مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ
“Umur umatku antara 60 sampai 70 tahun, sedikit yang melampaui itu.” (HR. Tirmidzi no 2331, ia berkata: hasan ghorib dan Ibnu majah no 4236, al-Albani berkata: hasan shahih).

Kemudian Allah SWT menjawab dengan menurunkan beberapa ayat Al Qur'an sebagai hadiah kepada umat Nabi Muhammad SAW, yaitu:
-Bila umatmu (Nabi Muhammad) beribadah ke tanah suci apakah Umroh ataukah ibadah Haji, ada waktu-waktu khusus Allah memberi hadiah nilai ibadah seperti telah elakukan Umroh atau ibadah haji 2x. (yaitu sholat sunat di Masjid Quba).Nilai pahalanya sama dengan nilai pahala 1x umroh.
-Setiap 10 hari terakhir di malam ganjil diberikannya malam Lailatul Qodar, yaitu apa bila kita beribadah di malam tersebut secara khusyu' dengan tertibnya, maka nilainya seperti beribadah selama 1000 bulan, nilainya = ibadah selama 83 Tahun 3 bulan.
Seandainya setiap tahun, kita mendapat malam Lailatul Qodar tersebut, ibarat nilai ibadah yang kita dapatkan seperti nilai beribadah ratusan/bahkan ribuan tahun umat nabi lainnya. Sungguh teramat sayang Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW yaitu umat Islam.
-Dan masih banyak pembalasan yang berlipat-lipat pahalanya apabila kita melaksakan ibadah seperti di bulan puasa, ibadah saat ibadah Haji

Sahabat Anas bin Malik yang usianya mencapai 103 tahun, atau Imam an-Nawawi yang usianya hanya 45 tahun, keduanya adalah kehidupan yang penuh kebaikan, waktu-waktu yang mengukir karya dan prestasi abadi sepanjang zaman.

Sahabat Anas memang mendapatkan beberapa do'a dari Nabi. Di antara doa Nabi untuk Anas adalah umur panjang. Persis seperti do'a Nabi, Anas meninggal pada usia yang terbilang panjang untuk umat Rasulullah. Dengan karya-karya peradaban bersama kafilah sahabat Nabi yang lain. Anas meninggal di dalam istananya di Kota Bashrah, Irak. Radhiallahu anhu.

Adapun Imam An-Nawawi, sangat bisa merasakan keberkahan waktunya. Benar, sejarah mencatat kegemilangan karya tulis Imam an-Nawawi. Di usia yang hanya 45 tahun, an-Nawawi menghasilkan karya sangat banyak dan terbaik di bidangnya. Untuk fikih, karya an-Nawawi menjadi rujukan utama di Madzhab Syafi’i. Karya beliau Raudhatut Thalibin dicetak hari ini menjadi 8 jilid, di mana setiap jilidnya sekitar 600 an halaman (Riyadh: Dar ‘Alam al-Kutub, 1423H).

Sementara Kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab yang juga merupakan kitab fikih induk adalah kitab terakhir yang beliau tulis sebelum wafatnya. Bahkan beliau tidak sempat menyelesaikan kitab ini. Imam an-Nawawi menulis hingga Bab Riba saja, sisanya dilanjutkan oleh Taqiyuddin Abul Hasan Ali bin Abdul Kafi as-Subki sampai akhir bab fikih. Di mana tulisan Imam an-Nawawi sendiri sebanyak 9 jilid yang masing-masing jilidnya sekitar 500 halaman (Dar al-Fikr). Di bidang hadits an-Nawawi juga pakar. Karya tulisnya juga banyak. Yang paling terkenal di dunia ini adalah Kitab Riyadhus Shalihin yang selesai ditulis pada hari Senin 14 Ramadhan 670 H di Damaskus. Kitab ini mencakup 1896 hadits. Ada lagi kitab hadits beliau yang lebih besar dari kitab ini, adalah al-Minhaj penjelasan untuk Shahih Muslim yang terdiri dari 9 jilid (Dar al-Ma’rifah). Ini semua hanya sebagian dari karya usia yang pendek tetapi diberkahi Allah. Rahimakallah Ya Aba Zakariyya...
Jadi, bagi seorang muslim berapapun usia yang diberikan Allah, yang jauh lebih penting dari sekadar panjang adalah berkah dan penuh ketaatan kepada Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah riwayat:
السّعادَةَ كلَّ السَّعادَةِ طولُ العُمُرِ في طاعَةِ اللَّهِ
“Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah panjang umur dalam ketaatan kepada Allah.” (HR. Al-Hakim, ad-Dailami dan al-Qudha’i. Para ulama hadits berbeda pendapat tentang keshahihan hadits ini. Al-Munawi (Faidh al-Qadir 4/140) menukil pernyataan al-Iraqi: ada kedhaifan pada sanadnya. Tetapi al-‘Ajaluni (Kasyful Khafa’ no. 1473) mengangkat hadits ini: Hadits hasan lighoirih. Al-Albani (as-Silsilah adh- dha’ifah) berkata: dhaif)
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طالَ عُمُرُهُ وحَسُنَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik manusia, yang panjang usianya dan baik amalnya.” (HR. Ahmad no. 17734 dan Tirmidzi no. 2329, Tirmdizi berkata: Hasan Gharib. Al-Albani (as-Silsilah ash-Shahihah no. 1836) berkata: Shahih).

Sekadar panjang umur bukanlah prestasi hidup. Apalagi panjang usia yang hanya menjadi beban bagi orang lain. Do'anya orang beriman juga tidak meminta sekadar panjang umur. Walaupun Nabi mengizinkan untuk berdoa agar panjang umur, sebagaimana Nabi sendiri mendo'akan Anas bin Malik agar panjang umur. Tetapi bukan hanya panjang umur, umur haruslah berkah, penuh karya kebaikan di dunia dan berujung surga.
Yang meminta untuk sekadar berumur panjang adalah orang-orang Yahudi dan musyrik, yang disebut al-Qur’an sebagai orang yang rakus kehidupan dunia.
وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَى حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ
“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 96)

Rasulullah adalah orang yang usianya adalah usia sedang, rata-rata usia umat ini. Sebagai usia ideal yang penuh karya kebesaran. Bahkan karya terbesar yang pernah diukir di permukaan bumi ini. 

Dari sini kita belajar, bahwa berapapun usia kita tidaklah terlalu penting.  Diberi singkat, sedang, agak panjang, ataupun panjang atau lebih dari 70 tahun, ini bukan hal yang terpenting, tetapi yang terpenting  adalah bagaimana kita mengisi umur yang telah diberi Allah SWT untuk disyukuri sehingga penuh keberkahan. Jadi tak peduli berapapun umur yang Allah SWT beri, tapi isilah umur  tersebut dengan hidup yang bermanfaat untuk orang-orang yang Anda cintai dan orang banyak di sekitar Anda serta beramal ibadah untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Amiin. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.


Ya Allah yang Maha Pemaaf, aku manusia yang penuh dosa, aku yakin masih banyak kekurangan dalam amal ibadahku. Ya Allah Engkaulah Yang Maha Suci, jadikanlah aku orang yang beriman, Islam, yang sabar, sholeh dan tawakal. 
Ya Allah jadikan aku berhasil dalam hidupku. Janganlah aku memiliki kemampuan dan keahlian yang mubazir. Berikan aku keyakinan, kekuatan, kesehatan, kemampuan, waktu dan kesempatan untuk mengerjakannya.
Jadikanlah aku pemimpin yang bertanggungjawab, adil, bijaksana dan berhasil yang disenangi oleh atasanku, bawahanku, temanku, lawanku dan semua orang berhubungan denganku. Jadikan aku senantiasa bekerja hanya di jalan-Mu.

Ya Allah, mudahkanlah bagiku untuk melewati sakaratul maut, hiburlah aku di alam kuburku, lapangkanlah alam kuburku, hiasilah dan terangilah alam kuburku dengan cahaya-Mu yang indah, mudahkan bagiku untuk melewati hari kiamat, berilah kesabaran, ketengan hati, dan lindungilah dan teduhkanlah aku dari matahari Padang Mahsyar di hari hisab-Mu, cepatkan dan mudahkan bagiku berlari menyeberangi jembatan Shirattal Mustaqin, pertemukan aku dengan junjunganku buah cintaku Nabi Besar Muhammad SAW, pertemukanlah aku dengan-Mu Ya Allah. dan perkenankan aku bersujud di hadapan-Mu, tempatkanlah aku di surga-Mu bersama orang-orang yang Engkau cintai. Ridhoilah aku Ya Allah. Amiin.

KebesaranMu - ST12

Semoga tulisan di atas bermanfaat.

Penulis,
Drs. R. Kurniawan Prihatmono
081386837511

Senin, 28 November 2011

Siapakah MAHER ZAIN ?

Siapakah Maher Zein itu ? Mengapa penyanyi yang satu ini menjadi ikon iklan serta salah satu unggulan pengisi acara sajian musik spesial bertajuk "Simfoni Cinta" ? Acara ini telah sukses diselenggarakan Senin (2/5) live pukul 21.30 WIB di salah satu TV swasta Indonesia. Jawaban dari pertanyaan diatas bisa ditemukan dari google seperti di bawah ini ...

MAHER Zain (lahir 16 Maret 1981) adalah penyanyi R & B Swedia, penulis lagu dan produser musik asal Lebanon. Dia juga tinggal untuk sementara di Amerika Serikat. 

Terpesona oleh musik dan instrumen, Maher Zain punya keyboard pertama ketika Maher Zain baru berusia 10 tahun dan sejak musik resmi menjadi bagian dari dunia Maher. Keluarganya pindah ke Swedia saat Maher berusia 8 tahun, di mana ia melanjutkan sekolahnya, dan kemudian masuk universitas dan mendapat gelar sarjana dalam Aeronautical Engineering. Dengan hal-hal berubah di sekeliling dia, satu hal tetap sama - hasrat yang kuat untuk musik. Dia akan menghabiskan malam akhir di sekolah dengan teman-temannya di mana mereka akan bernyanyi, rap, menulis dan bereksperimen dengan musik dalam segala hal. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menyadari bahwa musik menjadi bagian integral dari siapa dia.

Setelah terlibat untuk sementara waktu di dunia musik sebagai produser musik, Maher diperkenalkan ke RedOne, seorang produser musik berbakat yang cepat naik di kancah musik di Swedia. Maher mulai bekerja dengan RedOne dan kemudian pindah ke New York. Selama beberapa tahun ia berada di tengah serbuan panas dari industri musik NY, bekerja dengan grafik topping artis seperti Kat Deluna di album debutnya termasuk hits menghancurkan 'Merengek atas' dan 'Jalankan Tampilkan'. Maher memiliki apa yang banyak akan menggambarkan sebagai pekerjaan impian bagi seseorang sangat muda dalam suatu bisnis glamor, tetapi untuk Maher rasanya seperti ini adalah jauh dari apa yang dia sebut 'mimpi', "Aku sangat mencintai musik, tapi aku benci segala sesuatu yang dikelilingi, ia selalu merasa seperti ada sesuatu yang tidak benar ". Pada kunjungan rumah ke Swedia ia menjadi terlibat sekali lagi dengan keyakinan Islam dan memutuskan untuk pindah dari karir sebagai produser musik untuk menjadi seorang penyanyi / penulis lagu kontemporer musik R & B dengan pengaruh keagamaan yang kuat.



Insha Allah - Maher Zain feat Fadly (Youtube)




Pada bulan Januari 2009, Maher Zain memutuskan untuk bekerja pada sebuah album yang mencerminkan identitasnya - Arab, Barat dan Muslim - dan ditandatangani Records Kebangkitan. Album debut Maher Thank You Allah mencapai nomor 1 spot pada grafik Dunia Musik Amazon dan nomor 9 di R & B grafik.

Pada bulan Januari 2010, dalam sebuah kompetisi musik yang diselenggarakan oleh Nujoom FM (terbesar musik stasiun radion Mesir) lagu Maher 'Ya Nabi Salam Alayka "terpilih sebagai lagu terbaik untuk 2009. Runner up mencakup nama-nama besar seperti Hussein Aljismi, Mohammed Mounir dan Sami Yusuf. Maher telah dilakukan pada konser terjual habis di Aljazair, Australia, Belgia, Kanada, Mesir, Inggris, Prancis, Belanda, Swedia, dan Amerika Serikat antara lain dan dengan cepat menjadi 'superstar berikutnya musik Islami'.


Sepanjang Hidup - Maher Zain (For The Rest of My Life)

Aku bersyukur kau di sini kasih
di kalbuku mengiringi
dan padamu ingin ku sampaikan

Kau cahaya hati
dulu ku palingkan diri dari cinta
hingga kau hadir membasuh segalanya
oh inilah janjiku kepadamu

Sepanjang hidup bersamamu
kesetiaanku tulus untukmu
hingga akhir waktu kaulah cintaku cintaku
sepanjang hidup seiring waktu
aku bersyukur atas hadirmu
kini dan selamanya aku milikmu
yakini hatiku kau anugerah Sang Maha Rahim

Semoga Allah berkahi kita
kekasih penguat jiwaku
berdoa kau dan aku di Jannah
ku temukan kekuatanku di sisimu
kau hadir sempurnakan seluruh hidupku
oh inilah janjiku kepadamu

Yakini hatiku bersamamu ku sadari inilah cinta
tiada ragu dengarkanlah
kidung cintaku yang abadi


Untuk sahabatku yang suka sekali dengan lagu-lagu Maher Zain, ini adalah daftar lagu yang ada dalam album Maher Zain Thank You Allah (2011) :

1. Maher Zain - Insha Allah (feat. Fadly Padi)
2. Maher Zain - Always Be There
3. Maher Zain - Ya Nabi Salam Alayka
4. Maher Zain - Palestine Will Be Free
5. Maher Zain - Thank You Allah
6. Maher Zain - Allahi Allah Kiya Karo (feat. Irfan Makki)
7. Maher Zain - The Chosen One
8. Maher Zain - Baraka Allahu Lakuma
9. Maher Zain - Sepanjang Hidup
10. Maher Zain - Hold My Hand
11. Maher Zain - Awaken
12. Maher Zain - Subhana Allah (feat. Mesut Kurtis)
13. Maher Zain - Open Your Eyes
14. Maher Zain - For The Rest Of My Life
15. Maher Zain - Insha Allah

Salam, 
Penulis

Jumat, 18 November 2011

Petiklah Hikmah di Setiap Kejadian

Sebaik-baik manusia yang diciptakan sebagai makhluk yang sempurna tidak akan bernilai bila tanpa ketakwaan kepada Allah SWT. Senantiasa beribadah, karena rasa takwanya kepada Allah SWT. Ketakwaan manusia kepada Allah SWT menjadi bekal dalam menghadapi lika-liku kehidupan di dunia. Hal ini dapat dipahami bahwa ketakwaan selain sebagai bentuk keta’atan kepada Allah SWT juga sebagai jalan untuk mendapatkan kehidupan yang maslahat dunia dan akhirat.

Ketika kita hidup dalam kondisi baik, ketakwaanpun akan baik juga. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Allah akan menguji ketakwaan seseorang dengan suatu musibah atau dengan suatu nikmat yang sangat melimpah, sehingga kadangkala kita terlelap dalam kekafiran. Namun daripada itu, sebagai eksistensi keberadaan manusia di dunia ini, ketika ditimpa cobaan yang sangat berat, kita harus tetap mensyukuri apa yang ada.

Meskipun kehidupan dipenuhi oleh warna-warni, tapi hendaknya kita menjadi orang yang memetik hikmah dari perbedaan tersebut. Musibah maupun nikmat tidak akan memberikan rasa beda di kala kita sudah mafhum terhadap kebijaksanaan Illahi karena tidak selamanya kenikmatan memberikan kebahagiaan ( bisa saja itu adalah sebuah ujian). Begitu pula sebaliknya, tidak selamanya musibah memberikan kesengsaraan jika kita mampu memetik hikmah yang terkandung didalamnya.

Kebaikan, kejahatan, nikmat , derita karunia, ujian, semuanya sama. Bukan hanya semua itu adalah hukum alam di mana manusia hidup di dalamnya, tapi juga kemaslahatan untuk manusia sendiri. Perbandingan yang tepat mungkin bisa dilihat dari sikap tegas dan lembut dari orang tua. Manakah di antara keduanya yang lebih maslahat bagi pendidikan anaknya? Jika hanya kelembutan yang diberikan, maka orang tua dianggap tidak memberikan pendidikan yang baik kepada anak. Demikian pula apabila seseorang merasakan terus nikmat tanpa penderitaan, haruskah manusia menganggap buruk musibah kejahatan, penderitaan dari Tuhannya?

Semoga dari tulisan di atas kita selalu bersyukur dengan apapun yang kita dapati & apapun yang telah kita miliki di setiap hari. Karena dibalik sebuah kejadian, bisa jadi kita belum mengetahui kejadian ini untuk apa yang saat ini terjadi, bisa jadi untuk esok di hari di masa yang akan datang baru akan diketahui.

Ada sebuah cerita yang menarik yang mungkin bisa kita ambil di bawah ini:
Di sebuah hutan, tinggallah seekor serigala pincang. Hewan itu hidup bersama seekor harimau besar berbulu coklat keemasan. Luka yang diderita serigala, terjadi ketika ia berusaha menolong harimau yang dikejar pemburu. Sang serigala berusaha menyelamatkan kawannya. Namun sayang, sebuah panah yang telah terbidik mengenai kaki belakangnya. Kini, hewan bermata liar itu tak bisa lagi berburu. Ia tinggal di sebuah gua, jauh dari perkampungan penduduk.

Sang harimau pun tahu bagaimana balas budi. Setiap selesai berburu, di mulutnya selalu tersisa sepotong daging untuk dibawa pulang. Walau sedikit, sang serigala selalu dapat bagian. Sang harimau paham bahwa tanpa bantuan sang kawan, ia pasti sudah mati terpanah. Sebagai balasannya, sang serigala selalu berusaha menjaga keluarga sang harimau dari gangguan hewan-hewan lain. Walaupun sebenarnya ia tak bisa berjalan dan hanya duduk teronggok di pojok gua.

Rupanya, peristiwa itu telah sampai ke telinga seorang pertapa. Ia dan beberapa muridnya ingin melihat dan mengambil pelajaran. Di pagi hari, berangkatlah mereka. Setelah seharian berjalan, sampailah mereka di mulut gua, tempat sang harimau dan serigala itu menetap. Kebetulan, sang harimau baru saja pulang dari berburu, dan sedang memberikan sepotong daging kepada serigala. “Pelajaran apa yang dapat kalian lihat dari sana?” tanya pertapa ke murid-muridnya. Seorang murid menjawab, “Guru, aku melihat kekuasaan dan kebaikan Tuhan. Tuhan pasti akan memenuhi kebutuhan setiap hamba-Nya lewat berbagai cara.”
Sang pertapa tersenyum. Sang murid melanjutkan ucapannya, “Lihatlah serigala itu. Tanpa bersusah payah, dia bisa tetap hidup, dan mendapat makanan.” Ia menanti jawaban dari gurunya. “Ya, kamu tidak salah. Kamu memang memperhatikan, tapi sesungguhnya kamu buta. Walaupun mata lahirmu bisa melihat, tapi mata batinmu lumpuh. Berhentilah berharap menjadi serigala, dan mulailah berlaku seperti harimau.”

Adalah benar bahwa Tuhan menciptakan ikan buat umat manusia. Adalah benar pula, Tuhan menghamparkan gandum di tanah-tanah petani. Tapi apakah Tuhan ciptakan ikan-ikan itu dalam kaleng-kaleng sardin? Atau, gandum-gandum yang hadir dalam bentuk seplastik roti manis? Saya percaya, ikan-ikan itu dihadirkan kepada kita lewat peluh dan kerja keras dari nelayan. Saya juga pun percaya, bahwa gandum-gandum terhidang di meja makan kita, lewat usaha dari para petani, dan kepandaian mereka mengolah alat panggang roti.

Begitulah, acapkali memang dalam kehidupan kita, ada fragmen tentang serigala yang lumpuh dan harimau yang ingin membalas budi. Memang tak salah jika di sana kita akan dapat menyaksikan kebesaran dan kasih sayang Tuhan. Dari sana pula kita akan mendapatkan pelajaran tentang persahabatan dan kerjasama. Namun, ada satu hal kecil yang patut diingat bahwa: berbagi, menolong, membantu sudah selayaknya menjadi prioritas dalam kehidupan kita. Bukan karena hal itu suatu keterpaksaan, bukan pula karena didorong rasa kasihan dan ingin balas budi.

Berbagi dan menolong, memang sepatutnya mengalir dalam darah kita. Di sana akan ditemukan nilai-nilai dan percikan cahaya Tuhan. Sebab di sana, akan terpantul bahwa kebesaran Tuhan hadir dalam tindak dan perilaku yang kita lakukan. Di dalam berbagi akan bersemayam keluhuran budi, keindahan hati dan keagungan kalbu.

Teman, jika kita bisa memilih, berhentilah berharap menjadi serigala lumpuh, dan mulailah meniru teladan harimau.


Salam,
Penulis

Selasa, 20 September 2011

Jangan Ada Dusta Di antara Kita...

Lagu memory yang sangat berkesan bagi penulis dari Broery..... 

Ketika pertama kujumpa denganmu
Bukankah pernah kutanyakan padamu kasih
Takkan kecewakah kau pada diriku
Takkan menyesalkah kau hidup denganku kasih

Memang kau bukan yang pertama bagiku
Pernah satu hati mengisi hidupku dulu
Dan kini semua kau katakan padaku
Jangan ada dusta di antara kita kasih

Semua terserah padamu aku begini adanya
Kuhormati keputusanmu, apapun yang akan
Kau katakan, sebelum terlanjur kita jauh
Melangkah, kau katakan saja ...

 
"Kasih apapun adanya dirimu,
Aku akan selalu sayang padamu..."  : Dewi Yull

Salam,
Penulis.